NovelToon NovelToon
Satu Arah

Satu Arah

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:289.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kacang Kulit

"Haiii, Ganteng. Lagi joging, ya?" sapa Agatha setelah berada di depan Elvano. Kepalanya mendongak karena perbedaan tinggi mereka. Senyuman lebar tersungging di bibir manisnya.

Elvano berdecak malas. "Menurut lo? Udah tahu, masih aja nanya."

Selain dingin dan tidak pandai berekspresi, mulut Elvano juga sedikit tajam, membuat siapa pun yang mendengar ucapannya merasa sakit hati.

"Galak banget," cibir Agatha.

***

Ketika secercah cahaya datang menghangatkan hati yang telah lama membeku, akankah mereka dapat bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang Kulit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 - Berhenti

Agatha menangis dalam diam. Meringkuk, memeluk guling dengan sangat erat. Air mata terus mengalir membasahi bantal. Tak peduli dengan Keenan yang terus memanggilnya dengan khawatir dari luar kamar. Sampai akhirnya Keenan menyerah. Memberi waktu sendiri untuk Agatha.

Hati Agatha sakit. Dia pikir, tidak akan sesakit ini. Dia pikir, masih ada kesempatan baginya untuk mendapatkan hati Elvano. Dia tau, Elvano adalah pemuda dingin yang tidak pernah dekat dengan gadis manapun. Karena itu Agatha yakin, dengan usaha lebih keras, gadis itu pasti bisa mendapatkan hatinya.

Tapi ternyata Agatha salah. Sekarang hanya ada rasa kecewa di hatinya. Hatinya hancur, semua sudah berakhir sekarang. Agatha tidak mungkin terus berjuang jika memang Elvano telah menjadi milik orang lain.

Agatha mengusap kedua pipinya yang basah. Gadis itu bangkit dari posisi berbaringnya, mengambil ponsel untuk menghubungi satu-satunya sahabat yang dia miliki. Gadis itu butuh seseorang untuk membagi rasa sakitnya.

Agatha menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Berusaha menenangkan dirinya sendiri dari rasa sakit yang menghantam dadanya.

Matanya bengkak, dadanya terasa sesak. Ternyata patah hati memang sangat menyakitkan.

Sambungan telepon terhubung, suara Chacha di seberang membuat Agatha kembali menangis.

"Tha? Agatha?" Chacha terus memanggil Agatha ketika tidak ada jawaban sama sekali.

"Cha ...."

Agatha tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Gadis itu menangis terisak. Lidahnya kelu, terlalu menyakitkan sampai-sampai Agatha tidak sanggup hanya untuk mengeluarkan kata-kata.

"Hey, kenapa?"

Pertanyaan dengan nada lembut itu membuat Agatha menarik nafasnya. Berusaha untuk menenangkan dirinya.

"Tadi gue ketemu Elvan," lirih Agatha. Bayangan kedua tangan yang saling bertautan kembali membuat dadanya sesak.

"Terus? Lo kenapa nangis? Gara-gara Elvan, kan! Lo diapain sama dia?"

"Elvan sama cewek. Mereka gandengan tangan. Makan malam berdua." Agatha masih menjawab dengan suara lirih. Sarat akan luka.

"Apa? Kok bisa? Cewek itu siapa?"

"Gak tau, gak kenal." Yang Agatha ingat, gadis itu sangat cantik. Cocok sekali bersanding dengan Elvano.

"Yaudah, jangan terlalu dipikirin. Mungkin dia temennya, atau adiknya?" Chacha berusaha untuk berpikir positif.

"Gak mungkin! Adiknya Elvan masih kecil. Kalau emang dia temennya, kenapa harus gandengan tangan!"

Terdengar helaan nafas panjang dari seberang telepon. Chacha terdiam beberapa saat ketika mendengar suara isakan Agatha. Gadis itu sudah menduga akhirnya akan seperti ini. Karena itu sejak awal dia tidak terlalu suka ketika Agatha terus mengejar Elvano.

"Terus mau gimana lagi? Sejak awal kita sama-sama tau kalau Elvano gak suka sama lo. Gue kan udah pernah bilang, harusnya lo sadar. Kalau lo terus lanjut, lo bakalan lebih sakit. Baru liat dia jalan sama cewek aja lo udah patah hati. Gimana dapet kabar kalau dia pacaran beneran? Gue cuma gak mau liat lo sedih gara-gara cowok itu."

Chacha berusaha untuk membuka mata Agatha agar gadis itu tidak menyia-nyiakan waktunya hanya untuk meratapi nasip. Mungkin memang Elvano bukanlah takdir Agatha.

"Terus gue harus gimana? Sakit banget Cha, ngeliat dia senyum ke cewek itu. Sedangkan gue yang selama ini berjuang aja gak pernah liat Elvano senyum ke gue," ujar Agatha putus asa.

"Berhenti, Tha. Berhenti nyakitin diri lo sendiri. Lupain perasaan lo ke Elvano."

"Gak semudah itu, Cha!" Agatha pernah mencoba melupakan Elvano, tapi hasilnya tetap sama. Bukannya melupakan, Agatha malah semakin jatuh cinta padanya.

"Gak perlu buru-buru, pelan-pelan aja. Gue yakin, lo pasti bisa lupain dia."

"Tapi susah!" Memang dasarnya Agatha itu keras kepala. Sebanyak apapun Chacha meminta Agatha untuk berhenti, gadis itu tidak akan menurutinya dengan mudah.

Chacha tidak pernah lelah menasehati Agatha untuk melupakan Elvano. Karena dia pikir, untuk apa masih menyimpan rasa pada Elvano jika itu membuatnya terus merasa sakit hati? Seharusnya Agatha menyayangi dirinya sendiri dan tidak membiarkan hatinya jatuh ke dalam lubang yang salah. Bukan malah menjerumuskan diri ke dalam cinta yang menyakitkan.

"Dengerin gue! Kalau lo mau berusaha, lo pasti bisa. Gue yakin."

"Hm, gue coba."

Chacha tersenyum tipis tanpa sepengetahuan Agatha. Dia merasa sedikit lega mendengar jawaban Agatha. Chacha hanya bisa berharap semoga Agatha tidak merasakan sakit yang sama kedepannya. Gadis itu berhak bahagia meski tanpa Elvano.

"Yaudah, sekarang jangan nangis lagi. Kasian Bang Ken kalau denger lo nangis. Pasti dia sedih."

"Iya, Cha. Makasih ya." Agatha tersenyum tipis. Air mata masih mengalir di pipinya. Dengan perlahan, Agatha mengusapnya.

"Hm, gue masih ada kerjaan nih. Gue belum ngerjain PR Fisika."

Agatha teringat tugas fisika yang belum dia kerjakan. Besok harus segara dikumpulkan. Tapi keadaannya yang seperti ini jelas Agatha tidak akan bisa menyelesaikan.

"Gue lagi gak bisa mikir. Besok gue nyontek lo aja ya," pinta Agatha.

"Iyaa, sana istirahat. Jangan begadang."

Agatha tersenyum tipis. Ya, benar apa kata Chacha. Sepertinya dirinya memang harus berhenti.

...***...

Kalian setuju gak sama pendapatnya Chacha? Ya meskipun gak semudah itu buat lupain seseorang yang kita suka, tapi kalau kalian jadi Aga, pilih tetep lanjut atau udahan?

1
Dey Desuka
Alhamdulillah luar biasa bahagiaaa😄
Dey Desuka
woyy thorrr umurku tahun ini 38 tahun, tapi malem ini berasa balik lagi jadi 17 tahun karenamu..... nostalgia ku bayangin aku SMA si hantan🤣 gile gak tuh🤣🤣🤣
Ulfa Monalisa
Sandi
Ulfa Monalisa
jadi keinget sama nenekku🥹🥹
Ulfa Monalisa
👍👍👍👍
Ulfa Monalisa
Aku juga pengen 🤭🤭
Ulfa Monalisa
Oke guys...
daripada panjang2 bosan bacanya 🙏
Ulfa Monalisa
Awal yang kerennnn👍👍
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru🙂
udah tamat si tapi kok ngak sampai nikah 🙂
Aegis: kenapa gak sekalian sampe meninggal aja🥴
total 1 replies
Anna Andriani
cewe Bego, udah d tolak d kasih harepan malah Nerima aja
Anna Andriani
terlalu bertele bertele, cewe nya bego juga
Paon Nini
tim belajar yang bener biar g bego
Paon Nini
ya g tau wkwkwkw
lagian kamu beluk jadi pacarnya mau gimana lagi selain berenti. kamu mau diganggu terus sama cowok yang ngak kamu suka? cegil boleh berkelas harus 🥴
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕡𝕖𝕣𝕒𝕤𝕒𝕒𝕟 𝕕𝕒𝕣𝕚 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕜𝕖𝕝𝕦𝕒𝕣𝕘𝕒 𝕖𝕝𝕧𝕒𝕟𝕠 𝕔𝕦𝕞𝕒 𝕞𝕒𝕞𝕒𝕙𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕒𝕞𝕒 𝕒𝕕𝕚𝕜𝕟𝕪𝕒𝕟𝕕𝕠𝕒𝕟𝕘 𝕘𝕒 𝕡𝕖𝕣𝕟𝕒𝕙 𝕒𝕕𝕒 𝕡𝕖𝕞𝕖𝕣𝕒𝕙 𝕡𝕒𝕡𝕒𝕙𝕟𝕪𝕒.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕨𝕒𝕒𝕙𝕙 𝕤𝕒𝕟𝕕𝕚 𝕒𝕜𝕦 𝕓𝕒𝕝𝕚𝕜 𝕓𝕖𝕟𝕔𝕚 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕥𝕖𝕣𝕟𝕪𝕒𝕥𝕒 𝕘𝕒 𝕤𝕖𝕓𝕒𝕚𝕜 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕕𝕖𝕜𝕖𝕥𝕚𝕟 𝕒𝕘𝕒𝕥𝕙𝕒 𝕡𝕒𝕕𝕒𝕙𝕒𝕝 𝕚𝕓𝕝𝕚𝕤 𝕓𝕖𝕣𝕞𝕦𝕜𝕒 𝕕𝕦𝕒.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕠𝕨𝕙 𝕔𝕖𝕨𝕖𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕚 𝕞𝕖𝕝𝕒𝕥𝕚 𝕒𝕜𝕦 𝕚𝕟𝕘𝕖𝕥𝕟𝕪𝕒 𝕞𝕦𝕥𝕚𝕒𝕣𝕒/𝕥𝕚𝕒𝕣𝕒 𝕥𝕖𝕞𝕖𝕟 𝕤𝕖𝕜𝕠𝕝𝕒𝕙 𝕪𝕘 𝕜𝕒𝕥𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕔𝕒𝕟𝕥𝕚𝕜 𝕚𝕥𝕦 𝕨𝕒𝕜𝕥𝕦 𝕘𝕖𝕟𝕘𝕤 𝕖𝕝𝕧𝕒𝕟𝕠 𝕟𝕘𝕠𝕓𝕣𝕠𝕝 𝕕𝕚 𝕜𝕒𝕟𝕥𝕚𝕟, 𝕞𝕒𝕦 𝕟𝕪𝕖𝕓𝕦𝕥 𝕟𝕒𝕞𝕒 𝕡𝕖𝕝𝕒𝕜𝕦𝕟𝕪𝕒 𝕕𝕚𝕒 𝕒𝕛𝕒 𝕝𝕦𝕡𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕞𝕚𝕟𝕥𝕒 𝕒𝕞𝕡𝕦𝕦𝕟.🤣🤣
𝕞𝕒𝕒𝕗 𝕪𝕒 𝕖𝕝𝕚𝕤𝕒 𝕛𝕕 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕜𝕖𝕥𝕦𝕕𝕦𝕙 𝕤𝕒𝕞𝕒 𝕒𝕜𝕦.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕜𝕒𝕝𝕒𝕦 𝕓𝕖𝕟𝕖𝕣 𝕡𝕖𝕝𝕒𝕜𝕦𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕒𝕟𝕕𝕚 𝕥𝕣𝕤 𝕪𝕘 𝕔𝕖𝕨𝕖𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕚𝕒𝕡𝕒 𝕪𝕒... 𝕘𝕒 𝕞𝕦𝕟𝕘𝕜𝕚𝕟 𝕖𝕝𝕚𝕤𝕒 𝕜𝕒𝕟.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕒𝕟𝕖𝕙 𝕡𝕖𝕞𝕖𝕣𝕒𝕟 𝕦𝕥𝕒𝕞𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕜𝕠𝕜 𝕞𝕚𝕟 𝕓𝕒𝕟𝕘𝕖𝕥 𝕕𝕒𝕣𝕚 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕓𝕒𝕔𝕒, 𝕘𝕒 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕡𝕖𝕣𝕖𝕞𝕡𝕦𝕒𝕟𝕟𝕪𝕒 𝕘𝕒 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕔𝕠𝕨𝕠𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕡𝕒𝕤𝕣𝕒𝕙 𝕤𝕒𝕛𝕒.👎👎
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝, 𝙨𝙖𝙣𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝?🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙮𝙖 𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙤 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙖𝙜𝙖𝙩𝙝𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙜𝙖𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙜𝙖 𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙘𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙚𝙡𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙙𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙩𝙧𝙨𝙗𝙮𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖𝙗𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙚𝙡𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙪𝙣𝙙𝙪𝙧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!