NovelToon NovelToon
Ketulusan Hati 2

Ketulusan Hati 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 5
Nama Author: desih nurani

Sahabat dan cinta. Kedua elemen itu sangat sulit untuk dibedakan. Dalam persahabatan terkadang tumbuh sebuah cinta. Cinta yang sulit di mengerti. Cinta yang sangat jarang disadari. Sahabat. Sebuah ikatan yang tak bisa diuraikan dengan sebuah kata-kata.

Dillara Chalista Putri Pratama. Gadis cantik yang selalu ceria. Namun dibalik keceriaannya terdapat sifat cengeng dan manja. Terkadang sifat kekanak-kanakannya akan muncul. Saat ia berada di dekat orang yang paling dekat dengannya.

Arlan Digantara. Pria tampan bertubuh tinggi, memiliki kepintaran diatas rata-rata, sopan dan banyak digemari kaum hawa. Namun ada yang mereka tidak tahu. Pria itu memiliki sifat jahil dan terkadang cuek jika ia sedang bersama orang yang paling dekat dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon desih nurani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Sebenarnya Siapa Aku dalam Hatimu? (Ara)

Alan, pemilik nama itu terkadang membuatku bingung, resah yang bercampur rasa bahagia. Dia selalu membuat jantungku berdetak tak karuan. Suamiku itu memang sangat manis, dia begitu perhatian dan penuh kasih sayang. Tapi ada satu yang sering membuatku terus berfikir. Dia tak pernah mengatakan isi hatinya dengan terus terang padaku.

Terkadang, ucapannya sering membuatku bingung. Entah lah, sejak dulu aku memang selalu dibuat bodoh olehnya.

Kenapa Alan tidak penah menanyakan perasaan aku ya? Apa dia sudah tahu? Ck, sudah satu minggu lebih aku menyandang status sebagai istrinya. Tapi Alan tidak pernah meminta haknya. Memang dia pernah mengatakan jika ia perlu waktu. Tapi kenapa? Dia juga tidak pernah mengatakan alasan yang jelas. Bukannya tujuan dari sebuah pernikahan itu memiliki keturunan selain dari ibadah.

Ya Allah, tolong beri Ara petunjuk. Ara juga takut untuk menanyakan hal ini. Ara takut Alan akan marah dan pergi dari Ara. Ara tidak mau itu terjadi ya Allah.

Aku membuang napas dalam-dalam. Ku alihkan pandanganku pada orang-orang yang tengah berlari, ada juga yang sedang bercanda ria dengan pasanganya. Lalu tak sengaja aku melihat sepasang suami istri yang tak jauh dari tempatku berada. Aku tersenyum saat melihat sang suami mencium perut sang istri yang sudah membesar.

Apa Alan akan melakukan hal yang sama jika aku hamil nanti? Huh, membayangkan saja sudah sangat senang. Apalagi jika itu kenyataan.

Sudah lah Ara, apa yang kamu pikirkan? Kalian masih punya banyak waktu. Jangan berburuk sangka pada suamimu. Naluri hatiku mulai bersuara.

Benar, mungkin Alan punya alasan yang tidak bisa ia jelaskan padaku. Aku akan menunggunya, sampai ia siap menjelaskan semuanya. Ah, jika dipikir-pikir. Aku sangat merindukannya. Sejak pagi aku belum melihatnya. Akhir-akhir ini dia sangat sibuk. Aku sendiri tidak tahu apa yang membuatnya begitu sibuk. Sudah beberapa hari Alan selalu pergi pagi dan pulang larut malam. Hingga sangat jarang untuk berkomunikasi.

Ya Allah, tolong lindungi suami Ara. Mudahkan lah segala urusannya. Agar kami bisa kembali bersama dan saling bertukar pikiranan. Ara sangat merindukannya ya Allah.

"Assalamualaikum."

Aku sangat terkejut saat seseorang mengucapkan salam. Aku langsung menoleh. Tunggu! Seperti nya orang ini sudah tidak asing lagi? Siapa ya?

"Wa'alaikumusalam." jawabku terus menatapnya sambil terus memutar ingatanku. Ah, aku ingat. Dia kan pria yang melamar aku dulu. Sedang apa dia disini?

Aku melihat kiri dan kanan. Siapa tahu saja dia sedang menunggu seseorang.

"Boleh aku duduk disini?" ucapnya. Aku mengangguk dan menggeser posisi dudukku agak menjauh.

"Masih ingat aku kan?" tanyanya lagi, aku kembali mengangguk. Kenapa aku jadi gelisah seperti ini ya? Aku merasa bersalah pada Alan, bagaimana bisa aku duduk dengan pria lain disini.

"Maaf, saya harus pulang. Suami saya sedang menunggu." ucapku hendak bangun. Namun tiba-tiba orang itu menarik tanganku. Astagfirullahal'azim. Ku tarik tanganku karena sangat terkejut.

"Maaf, aku tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya ingin bicara denganmu sebentar." ucapnya. Dia bangun dari duduknya dan berdiri dihadapanku. Ya Allah, ada apa dengan pria ini sebenarnya?

"Maaf, tapi saya harus pergi." ucapku menangkup kedua tanganku. Aku takut jika orang lain lihat akan menimbulkan kesalah fahaman.

"Aku Dio, aku sudah lama menyukai mu Ara. Aku selalu melihatmu di depan kampus. Aku menyukai semua yang ada pada dirimu, ketulusanmu, senyummu dan..

"Cukup!! maaf saya harus pulang. Saya harap anda mengerti tuan Dio. Saya tidak tahu siapa anda dan tidak pernah mau tahu siapa anda. Saya sudah punya suami, jadi saya mohon. Jangan ganggu saya lagi. Assalamualaikum."

Aku langsung pergi meninggalkannya. Kenapa dia begitu lantang mengatakan hal itu, bukankah dia sudah tahu jika aku sudah menikah.

Astagfirullahal'azim. Tenangkan hati kamu Ara. Sekarang pulang. Untuk masalah ini kamu harus menceritakan pada Alan. Dia harus tahu dan jangan sampai salah faham.

Sesampainya dirumah, aku langsung masuk kekamar. Ku lihat jam sudah menunjukkan pukul lima lebih. Apa Alan akan pulang malam lagi?

Aku melempar tas ku di ranjang dengan asal. Ku jatuhkan tubuhku di kasur. Pikiranku masih tertuju pada pria tadi. Bagaimana bisa dia mengenalku? Dan kenapa dia bisa tahu aku sering berada di depan kampus. Ya, aku memang sering membantu kakek berjualan disana. Tapi bagaimana bisa dia...

Ah, jangan bilang dia pemilik perusahaan yang ada di depan kampus. Ck, cukup Ara. Kenapa kamu malah memikirkan pria itu sih.

Alan, Ara minta maaf. Cepat pulang, Ara kangen.

Aku pejamkan mataku untuk membayangkan wajah tampan suamiku. Ah, aku benar-benar sangat merindukannya. Aku ingin memeluknya.

Ceklek! Suara pintu dibuka pun berhasil membuat mataku terbuka lebar. Dengan cepat aku bangun dan melihat kearah pintu. Senyuman dibibirku mulai mengembang saat melihat sosok yang sangat aku rindukan.

Aku langsung berlari dan berhambur kepelukkanya. Hah, kini rasa rindu yang membuncah didadaku langsung menguap begitu saja.

"Ara kangen Alan." ucapku mengeratkan pelukanku. Aku bisa merasakan tangannya melingkar dipinggangku. Dia membalas pelukkanku. Apa dia juga merindukanku? Aku harap begitu.

"Maafkan aku Ara." ucapnya begitu pilu. Aku melepaskan pelukkanku dan menatapnya lekat. Wajahnya terlihat pucat dan kusut. Sepertinya begitu banyak beban yang ia tanggung.

"Ada apa? Kenapa penampilan kamu seperti ini?"

Ah, kenapa Alan menggunakan jas. Bukankah dia pergi ke kampus? Tidak mungkin kan Alan sudah sidang skripsi?

"Boleh aku mandi dulu? aku sangat lelah." ucapnya menatapku dengan mata yang sayu. Aku tersenyum dan mengangguk. Dia pun langsung berjalan menuju kamar mandi.

Aku akan membuatkannya jus dan mengambil makanan. Pasti Alan belum makan.

Ku letakkan jus dan makanan untuknya di atas nakas. Aku menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup. Lalu aku pun beranjak menuju lemari untuk menyiapkan pakaian Alan. Aku sudah mulai belajar menjadi istri yang baik. Aku belajar dari apa yang sering bunda lakukan.

Sudah. Aku letakan baju milik Alan di atas kasur. Aku juga duduk disana untuk menunggunya. Tak berapa lama Alan pun sudah selesai mandi. Aku melemparkan senyuman padanya.

"Alan, pakai baju dulu. Setelah itu kamu makan, pasti lapar kan?" ucapku yang di jawab anggukkan olehnya. Aku menunggunya.

Setelah selesai memakai baju, Alan pun duduk di sebelahku. Ia mengambil jus diatas nakas dan meneguknya hingga tinggal setengah.

"Makan?" tanyaku.

"Sebentar lagi. Ara, ada yang ingin aku sampaikan." ucapnya menatapku.

"Ara juga ingin mengatakan sesuatu untuk Alan." ucapku membalas tatapannya. Dia terlihat membuang napas begitu dalam. Sepertinya memang ada yang sedang Alan pikirkan.

"Kamu duluan yang bicara." ucap Alan yang langsung aku jawab dengan gelengan.

"Alan kan suami Ara, jadi Alan yang paling utama. Alan duluan." ucapku sambil tersenyum lebar. Alan menatapku cukup dalam. Tangannya pun kini mulai menggenggam tanganku.

"Ara sebelumnya aku minta maaf. Aku belum menceritakan ini semua padamu. Sebenarnya aku sudah mulai bekerja di perusahaan papa. Karena itu aku harus pergi pagi dan pulang larut malam. Aku harus membagi waktuku untuk kuliah, kerja dan juga kamu."

Aku sangat terkejut. Jadi beberapa hari ini Alan sudah mulai bekerja. Pantas saja dia terlihat begitu berantakan saat pulang dan memakai pakaian formal. Apa dia melakukan ini demi aku?

"Saat ini kamu sudah menjadi tanggung jawabku Ara. Jangan memikirkan hal-hal buruk dan berfikir kamu sudah membebani aku. Itu tidak benar." ucap Alan mengelus kepalaku. Aku menggeleng dan kembali tersenyum. Aku masih ingin mendengarkan kelanjutannya.

"Aku harap kamu juga bisa menerima keputusanku. Besok kita akan pindah kerumah papa, jarak kantor dan kampus juga tidak terlalu jauh dari sana. Jika kita terus disini, aku takut jika aku tidak bisa membagi waktu untuk kamu Ara. Kamu mau kan besok kita langsung pindah?"

Aku kembali tekejut. Ini memang sangat mendadak. Tapi aku tidak bisa mengecewakan suamiku. Dia sudah mau berjuang untukku. Aku mengangguk, mungkin ini memang jalan terbaik untuk kami berdua.

"Terimakasih." ucapnya. Dia menarikku kedalam dekapannya. Aku sangat bahagia. Mulai sekarang, aku akan terus mendukungnya dan membantunya agar beban yang ia tanggung tidak terlalu berat. Aku akan membantunya sebisa mungkin.

"Dalam persahabatan tidak ada kata terimakasih atau pun maaf." ucapku mengatakan hal yang sering ia katakan.

"Saat ini aku suami kamu, jadi aku akan mengatakannya lagi. Terima kasih sayang, kamu sudah mau memahami keadaanku."

Aku melepaskan pelukannya dan menatapnya lekat. Aku tersenyum dan mengangguk.

"Ya sudah, sekarang makan? Kamu pasti belum makan? Jangan bilang siang juga tidak makan?" tanyaku sambil menatapnya. Aku sangat tahu siapa suamiku ini, jika sedang sibuk pasti dia akan lupa untuk makan.

"Ya, tadi aku tidak sempat makan." ucapnya sambil tersenyum.

"Ck, kebiasaan. Ya sudah, ini makan dulu." ucapku memberikan makanan yang tadi aku bawa. Dia menerimanya dan memakannya dengan lahap. Aku tersenyum bahagia melihat semua pergerakannya. Apapun yang dia lakukan. Dia masih terlihat tampan.

Jika kita mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Semuanya akan tetap terlihat indah. Berbeda halnya saat kita selalu mengeluh dengan apa yang kita miliki. Semuanya akan terasa membosankan dan hati kita tak pernah tenang.

1
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
Luar biasa
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
lebih suka papa Arnold dari pada arham, Arnold aja masih bisa nerima Alan padahal dia jelas di selingkuhin, sampe hamil pula, lah si arham dari jaman dulu pikirannya cetek, selalu gitu, berarti dia gak bisa move on
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
semua penderitaan (Dara, Nisa, Hilda, sama mama kandung nya Alan) titiknya ada karena si Bayu
Ayu galih wulandari
Semangat & sukses ya kak...👍👍👍😍😍😍
Ayu galih wulandari
Selamat kak author cerita ini sunggh2 luar biasa ...maafff kaeuun daku baru bacavlg ...bokehndoong request untk kelanjutan inincerita anak2 mereka sampai besar ...🤗🤗😘😘😘😘 mkc kak 🙏🏼🙏🏼
Ayu galih wulandari
Jafi penadaran aqu thor lanjuut dech
Ayu galih wulandari
Bahagua sll Ara ya bumil lagi ,bahagua sll Arlan yg mau jd Abi 😘😘😘😘
Ayu galih wulandari
Visualnya keyeen keyeen...mic kak author😘😘😘😘😘
Ayu galih wulandari
Aqu sedih banget pas part ini 😔😔
Ayu galih wulandari
Bagus banget alur ceritanya kak author😍😍😍
Ayu galih wulandari
MadyaaALLOH Vidual Alan sm Ara daoat cucok syantik wajah lembut mata teduh ,senyumannya semua indah seperti bidadari ,Alan yg cool ,tampan , wajahnya jg teduh banget..😍😍😍😍😍
Ayu galih wulandari
Lanjuuut kak 😍😍😍
Ayu galih wulandari
Bagus. banget ceritanya dr awal season ke 1 spai season ke 2😍😍😍😍
Ayu galih wulandari
Teadisi turun temurun terkadang susah di terima krn sdh ada dr dl ,semoga Alan & Ara sll bersama .😍😍😍😍
Ayu galih wulandari
Lanjuuut kak...maafff aqu baru merapat lagii...hpku agak eror InShaaALLOH skrg & setrusnya baik baik aja ..😘😘😘
Ayu galih wulandari
Bagus banget alur ceritanya dr season ke 1 sampai season ke 2 ...SEMANGAT KAK AUTHOR..😘😘😘😘😘
Hr sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
My dream
gercep juga kak' author sat set , agak laen emang 🤭😁
My dream
next lanjuuut.... 💪 kak' author ❤️
Berkah Kafa Jaya
Alur Ceritanya banyak kejutan tdk Horor🤩🌟🌟🌟🤩menghibur Mak2 yg lagi Galau dari pd Ngrumpiin Org mending gabung ma Kak Thor desih nurani
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!