NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Myhani

Sequel Senyummu Mengalihkan Duniaku dan Beautiful And Of Challenge

"Dad, Axelle gak mau nikah sama dia, apa lagi dia masih bocah"

"Lo fikir gue mau nikah sama lo, gue bukan bocah"

"Diam. Kalian harus mempertanggung jawabkan perbuatan yang kalian lakukan" bentak Kaisar

"Kalo kalian tidak macam macam pernikahan ini tidak akan terjadi" sahut Dean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasar malam

Matahari mulai tenggelam menyembunyikan sinarnya pertanda tugasnya telah usai menerangi Dunia di siang hari dan kini waktunya Bulan bertugas menyinari Dunia di malam hari di temani berjuta Bintang Bintang nan indah kerlap kerlip di atas langit yang biru.

Axelle melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Membelah keramaian jalanan ibu kota bersama sang istri yang dari tadi duduk setia di sampingnya. Apalagi ini malam minggu maka jalanan terasa sedikit padat lebih dari malam biasanya. Tapi tak mengurungkan niatnya mengajak istri kecilnya untuk keluar malam mingguan.

Di tambah ini kali pertama bagi mereka setelah menikah merasakan pergi berdua layaknya pasangan pada umumnya. Sebelum nya memang bukan karena tidak ada waktu untuk melakukan ini cuman hubungan mereka yang kurang harmonis membuat tidak ada niat sedikit pun bagi keduanya melakukan hal hal yang tidak penting seperti ini. Menurut mereka?

"Kita mau kemana Ax? " Tanya Anin setelah beberapa saat tidak ada yang membuka suara.

"Rahasia! " Jawab Axelle dengan melirik Anin sekilas, ketika berhenti di lampu merah karena lampu sudah berubah hijau ia segera melajukan kembali mobilnya.

"Ck. Gak seru ah main rahasia-rahasiaan. " Anin melipat kedua tangannya di depan dada.

Axelle terkekeh tangannya terulur mengusap kepala Anin "Kalo di kasih tau namanya bukan kejutan dong Nin! " Anin tidak menyahut wajahnya sudah memberenggut karena tak puas mendengar jawaban Axelle.

Tidak butuh waktu lama mereka sampai di tempat yang di tuju. Axelle segera memarkirkan mobilnya.

Anin mendongak menatap keluar jendela "Pasar malam! " teriak Anin girang.

"Ayo turun! " Axelle tersenyum lebar kemudian keluar dari mobil setelah membukakan pintu buat Anin.

Axelle menyuruh Anin menunggu sebentar karena dia harus membeli tiket lebih dulu. Setelah selesai membeli tiket Axelle menggandeng tangan Anin yanh sudah tidak sabar ingin segera masuk.

"Kita mau naik apa dulu nih? " tanya Axelle sambil mengedarkan pandangannya.

"Biang lala, " Anin menunjuk wahana tersebut dengan mata berbinar.

"Yakin, " tanya Axelle lagi.

"Yakinlah ayo. " Ia menarik tangan Axelle.

"Tapi itu tinggi Nin? " Axelle sedikit ragu untuk menaiki wahana tersebut.

"Kamu takut ya? " Anin menghentikan langkahnya ia menatap Axelle dengan jahil.

Axelle tidak menjawab dia langsung menarik tangan Anin untuk segera naik wahana pavorit istrinya itu. Sebenarnya ia merasa takut melihat wahana yang tinggi nya sampe tiga puluh meter itu. Namun demi Anin ia akan mencoba menaikinya.

Setelah beberapa putaran dan mereka sudah merasa puas menaiki biang lala. Mereka turun, Axelle tak membuka suara sedikit pun dari mulai naik hingga turun. Anin menyadari itu.

"Kasihan yang takut ketinggian? " ia mengusap pipi Axelle. Axelle menoleh pada istrinya seketika senyum terbit di bibirnya usapan lembut Anin seakan mengobati rasa tegang akibat wahana itu.

"Udah enggak kok. " Sahutnya ia memegang tangan Anin yang masih menempel di pipinya.

Wajah Anin tiba tiba merona saat Axelle memegang tangannya dan mencium pergelangan tangannya. Ia gelagapan dan memalingkan wajahnya seandainya ini siang hari pasti semua orang dapat melihat dengan jelas wajah merona nya. Axelle terkekeh pelan melihat wajah merona Anin. Gemas rasanya melihat wajah itu.

Setelah dari situ mereka mencoba setiap wahana yang tersedia di pasar malam tersebut sampe puas.

Senyum Anin tak kunjung surut bahkan ia terus tertawa bahagia malam ini. Axelle menatap Anin yang sedang tertawa dengan ujung bibir yang juga ikut tertarik ke atas.

"Sesederhana ini Nin, bikin kamu bahagia. " gumam Axelle dalam hati.

Di rasa puas menaiki setiap wahana yang ada di pasar malam tersebut. Kini Axelle mengajak Anin untuk mencoba beberapa permainan salah satunya seperti lempar gelang dan banyak lagi. Axelle berhasil memenangkan boneka tedy bear yang sangat besar.

Dia memberikan boneka tersebut pada Anin, tentu Anin sangat senang menerimanya. Puas bermain Anin mengajak Axelle mencari makanan.

"Ax aku mau itu! " Anin menarik tangan Axelle dengan langkah cepat.

"Pelan-pelan Nin, " Axelle mengikuti Anin yang setengah berlari.

"Bang permen kapas nya satu ya. " Ucap Anin pada penjual permen kapas.

Anin langsung pergi meninggalkan Axelle membiarkannya membayar terlebih dahulu. Axelle hanya tersenyum dengan kepala menggeleng pelan melihat tingkah Anin yang seperti anak kecil. Anin duduk di bangku sambil memeluk boneka tedy bearnya.

"Ax sini, pegangin" ucapnya sambil memberikan boneka pada Axelle karena ia kesusahan makan sambil memegang bonekanya.

"Nin minta donk? " Axelle mendekati Anin yang tengah asik dengan permen kapas di tangannya.

"Gak boleh! " jawab Anin sambil berbalik membelakangi Anin dan menjauhkan permen kapasnya.

Axelle tak menyerah dia merebut permen kapas di tangan Anin, membuat si empunya mencak mencak kesal, Anin mengelitik perut Axelle berkali yang dengan iseng mengangkat tinggi tinggi permen kapas itu membuat ia yang tinggi badannya jauh di bawah Axelle kesusahan menggapainya.

"Haha ampun Nin, ampun. " Axelle tertawa kegelian "Nih! Nih! aku balikin. "Anin tersenyum puas ia memeletkan lidahnya pada Axelle.

"Setelah ini kita ke rumah hantu yu! " ajak Axelle sambil mengusap sudut bibir Anin yang terkena permen kapas

"Gak mau, entar gak bisa tidur. " jawab Anin sambil memalingkan wajahnya.

"Kan ada aku Nin, aku peluk deh. " Axelle menaik turunkan alisnya.

"Yeee.. Itu mah maunya kamu. " Anin mendorong pelan tubuh Axelle.

"Hehe.. " Axelle menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Jadi mau yah ke rumah hantu."

"Tapi aku takut Axelle, "

"Aku jagain deh."

"Ya udah deh ayo. " Anin beranjak dari tempat duduknya.

Di dalam rumah hantu Anin terus memepet pada Axelle dia memeluk tangan Axelle erat. Setiap ada hantu Anin menjerit keras dia tak segan memeluk Axelle. Membuat Axelle tersenyum puas karena sedari tadi Anin tidak melepaskan pelukannya.

"Nin kita udah di luar loh, mau sampai kapan meluk aku."

Axelle mengedarkan pandangannya bukan karena ia tidak mau di peluk lama lama oleh istrinya itu namun ia sadar saat ini tengah berada di tempat umum. Mata Anin terbelalak ia baru menyadari posisinya. Sepontan Anin melepaskan pelukannya dia terlihat kikuk. Axelle merapatkan bibirnya menahan tawa.

"Ax.. " Anin mengalihkan perhatiannya.

"Hm. " jawab Axelle masih menahan tawa.

"Lapar.. " Rengeknya.

"Mau bakso gak? " Axelle menatap gadis cantik itu.

"Mau.. " jawabnya manja.

"Anin jangan pedes pedes entar kamu sakit perut. " Axelle menghentikan tangan Anin yang terus memasukan sambal ke dalam mangkok baksonya.

"Kalo gak pedes gak enak Ax,"

"Iya tapi jangan kebanyakan juga Nin."Bibir Anin mengerucut tapi tetap menurut.

Malam ini mereka sangat puas bisa menghabiskan waktu berdua di sertai tawa bahagia dari keduanya. Masalah yang kemaren kemaren mereka alami pun malam ini seperti lenyap begitu saja.

Waktu sudah menunjukan tengah malam saat Axelle mamarkirkan mobilnya di basemen apartemennya, dia melihat Anin yang duduk di sebelahnya sudah tertidur pulas. Axelle menyingkap anak rambut Anin yang menutupi sebagian wajahnya.

Bibirnya tersenyum perlahan ia mendekati wajah Anin. Axelle mencium pipi Anin dengan cepat karena takut membangunkan tidur gadisnya.

"Terimakasih buat malam ini Nin. Ternyata sebahagia ini melihat orang yang kita sayang bisa tertawa lepas tanpa beban. Aku janji akan berusaha mencintai mu dan menjadi yang terbaik untuk mu. " ucap Axelle pelan sambil menatap lekat wajah Anin.

Axelle turun dari mobil kemudian beralih membuka pintu di samping Anin karena ia tidak tega jika harus membangunkan Anin maka Axelle lebih memilih menggendong Anin ke dalam apartemen mereka.

1
falea sezi
si mona emank gatel axell kn emank bodoh
Qaisaa Nazarudin
Alesan yg BODOH dan gak maduk akal,Setelah itu dgn muka gak tau malunya masih berharap ke mantan,🙄🙄🙄 Rasain tuh Diva gak mau balikan sama kamu..😡😡
Qaisaa Nazarudin
Hanya di novel2 org yg tersakiti oleh perselingkuhan,mau berbaik hati memaafkan dan menerima anaknya,Kalo di dunia nyata mah mana ada,Jangan kan utk memaafkan dan mengaggap anaknya, Bertemu dgn pasangan pengkhianat aja aku ogah..
Qaisaa Nazarudin
BULSHIT DENGAN CINTA,Katanya CINTA TAPI SELINGKUH,MANA ADA CINTA TAPI MENCARI CEWEK LAIN UTK PELAMPIASAN,DENGAN ALESAN DIVA SELALU SIBUK DGN SKRIPSI NYA,ALESAN APA ITU?METHA JUGA PEREMPUAN MURAHAN,.
Qaisaa Nazarudin
Oh ini saat ijab Diva sama Rudy? Ku pikir saat dengan Kendra, Waah Sahabat gak bener ni Metha khianatin sahabat sendiri,Ckk emang pantas Rudy gak perlu bersama dgn Diva lg..
Qaisaa Nazarudin
Gila,,Mana penting masa depan kamu sendiri dr sahabat,Udah tau hari ini paling sakral,Sahabat kan bisa nunggu juga bentar,Biar urusan kamu selesai dulu ckk ribet..🤦🤦🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Ini gimana alur ceritanya? kok maju mundur?🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Tapi melihat pada visualnya Diva tadi,sepertinya dia belum menikah dan masih muda banget,kayak umur 18-19 tahun,Rudy keknya duda yg suka sama Diva..
Qaisaa Nazarudin
Yg harus kamu terimakadih tuh sama Anin,Ini semua ide dia buat ntatuin kalian..ck😂
Qaisaa Nazarudin
Kalo emang mengharapkan anak,kenapa Anin mengasumsi pil kb..
Qaisaa Nazarudin
Ntar yg ada Anin malah ngeliatncewek lain lagi di ruangan kerjanya Axelle..Kalo itu terjadi,Aku dukung mereka pisah aja,Biar Anin sama Ayden aja..
Qaisaa Nazarudin
KARMA..MENYELAMATKAN ANAK ORANG LAIN,TAPI KEHILANGAN ANAK SENDIRI..
Qaisaa Nazarudin
Axelle kan tau dari awal susah meluluhkan hati Anin..Tapi setelah Anin luluh,bukannya bersyukur dan menjaga perasaan Anin..
Qaisaa Nazarudin
Rebut aja Din,Aku dukung kamu jadi PEBINOR kalo emang Anin gak bahagia dgn Axelle..
Qaisaa Nazarudin
Biar jadi pengajaran buat kamu,Gak kapok2 nya..🙄🙄Rasain tuh .
Qaisaa Nazarudin
Mungkin Anin mmg JODOH nya Aydin kali ya,,Sekuat apapun dan walaupun sudah menikah sekali pun,Tapi kalo mmg Ainin bukan tercipta dri tulang rusuk Axelle,Mereka bakalan tetap pisah..
Qaisaa Nazarudin
Ckk Axelle kan udah di bilangin Aydin jauhin Mona dan jaga jarak,jangan sampai nyesel, Axelle mungkin menganggap mona cuman sahabat,tapi bukan dgn Mona .ckk 😡😡🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah akhirnya penantian Axelle berakhir juga, tinggal nunggu Axelle junior launching..😁😁
Qaisaa Nazarudin
Nah thor udah ada ide nih, tolong bikin aku cerita tentang guru dan murid 🙏🙏🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Kan Fero udah tau kalo Anin itu punya Axelle, kenapa masih berani berharap..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!