NovelToon NovelToon
LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS

Status: tamat
Genre:Romantis / Duda / Komedi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:188.2k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

Sebuah kecelakaan yang terjadi enam bulan lalu membuat Baby Corn harus kehilangan sebelah kakinya. Ia juga sempat mengalami koma selama tiga bulan. Sementara kekasihnya Lucky meregang nyawa di lokasi kecelakaan.

Seorang dokter bernama Maxime, memantau perkembangan kesehatan Baby dari mulai terapi sampai ia dinyatakan sembuh. Perlahan timbul rasa suka pada Baby. Karena berstatus duda, ia tak pernah mengakui jika dirinya jatuh cinta pada Baby.

Setelah siuman, Baby tinggal di Paris, Perancis, sebuah kota yang penuh keromantisan. Ia berharap bisa melupakan kenangan pahit setelah kehilangan sebelah kaki dan juga kekasihnya.

Cita-citanya terhenti karena fisik yang cacat, membuat Baby harus membuat kaki palsu. Di saat yang sama, perjuangan cinta dokter Maxime diuji ketika Baby memutuskan untuk masuk dunia modeling.

Bagaimana perjuangan dokter Maxime dalam meraih cintanya, apa Baby bisa menjadi supermodel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. DUKUNGAN JAS JUS

Meski Jas Jus belum bisa pindah ke Paris sepenuhnya, ia tetap memantau kondisi Baby. Kedatangannya kali ini memang hanya sebatas mengisi liburan sekolah. Karena setelah ini juga, ia harus mencari sebuah fakultas yang bisa menerima keadaan otaknya yang sangat minimalis.

Jas Jus memang terkesan nekad melakukan hal konyol itu dengan menggunakan kekuasaan ayahnya dan mengalihkan proyek Cherry kepada Baby. Tetapi sejujurnya, ia memang ingin memberi pelajaran pada Cherry karena telah melukai hati unclenya pada saat masih bersama dulu.

Jas Jus sangat puas ketika melihat kaki jenjang yang dibanggakan oleh Cherry, kini terkilir. Ia bahkan tak henti-hentinya tertawa di sepanjang perjalanan pulang.

"Hust, ketawanya udah dong, bestie. Ntar gue dikira bawa orang gila lagi, di dalam mobil!" Tegur Baby pada Jas Jus.

"Wkwkwk, sorry my bestie. Abis gue puas banget liat si markonah kesakitan tadi. Belum lagi wajahnya yang ... awokawok sangat kesal sekali, ha ha ha ...."

"Hm, untuk merayakan keberhasilan kita, gimana kalau aku ngajak kamu ke salah satu pattisseries (kue) terbaik di kota ini, yang menu dessertnya dijamin mantulers."

"Serius? Hm, jadi pengen cobain."

"Buruan gih!"

"Oke, safety belt-nya benerin dulu, bestie."

"Sip."

Sesaat kemudian, Jas Jus mulai membetulkan posisi duduk, lalu memandang sahabatnya dengan cukup intens.

"Aku bahagia banget, bisa lihat kamu menjadi sekuat ini, Baby. You are a great and strong girl," batin Jas Jus.

(Kamu memang gadis yang hebat dan kuat)

Baby yang merasa diperhatikan, menoleh ke sisi sebelah kanan. "Ngapain lihatin gue? Sayang?"

"Wkwkwk, bengek."

Tak lama kemudian mobil mereka telah sampai di sebuah petisseries. Setelah memarkirkan mobil, kedua gadis itu segera masuk ke dalam.

Beberapa sajian cokelat éclair, lemon tart, macaron, atau croissant mentega sederhana sangat menggugah selera.

...Croissant...

...Cokelat éclair....

Begitu melihat berbagai kue yang menggugah selera, air liur Jas Jus hampir saja menetes.

"Dih norak, cuzz pilih, ntar gue yang bayar!"

"Siap, bestie."

Setelah memilih berbagai kue, Baby segera membayar tagihannya lalu kembali ke mansion. Tubuhnya begitu letih saat ini, sehingga ia ingin segera rebahan. Tapi dering telepon membuyarkan pikiran Baby.

Tanpa melihat layar ponselnya, Baby langsung mengangkat teleponnya.

"Hallo ... "

"Baby, kamu di mana? Hari ini jadwal kamu chek up."

"Iya, iya dokter, nanti jam dua aku ke Rumah Sakit."

Jas Jus yang sedang mencicipi kue menoleh ke arah Baby. "Siapa?"

"Dokter Maxime."

"Owh, ngapain? Kangen?"

"Dih, kagak, dia cuma ngingetin gue buat chek up nanti sore."

"Hm, oke, fine."

.

.

Meski kedatangan Jas Jus memang tak lama, tapi ia tak memberi tahu Baby. Ia takut Baby akan merasa sedih jika ia berkata jujur.

Jas Jus sudah berencana, ia hanya bisa datang saat weekend dan selebihnya Baby akan diawasi oleh Maxime, itu pun tanpa sepengetahuan Baby.

Tetapi sampai saat ini, Jas Jus tak mengatakan jika Maxime adalah pamannya. Takutnya Baby akan menjauhi Maxime karena masih hubungan keluarga dengan Jas Jus.

.

.

🍂Rumah Sakit.

Mulut Baby masih mengerucut ketika Maxime begitu lama menahannya di ruang prakteknya. Belum lagi tambahan daftar makanan diet yang harus dipatuhi Baby untuk membuat daya tahan tubuhnya semakin meningkat.

Meski dr. Maxime tidak menyukai dunia modeling, tetapi entah kenapa ia mensupport Baby. Bayang-bayang Cherry yang sempat ia larang dulu saat berkeinginan untuk masuk dunia model kembali mengusik pikiran Maxime.

"Dokter, udah, 'kan chek-upnya?"

"Kenapa? Kamu buru-buru?"

"Enggak juga sih, tapi saat ini sahabatku sedang ada di kota ini, nggak enak kalau ninggalin dia lama-lama."

"Ya, sudah sebentar lagi jam kerja saya usai, biar sekalian aku antar pulang," ucap dr. Maxime tanpa memperhatikan ke arah Baby.

Maxime masih sibuk berkutat dengan tumpukan berkas pasien di depannya. Sementara Baby sudah bosan berada di ruangan itu. Ia pun mencoba berdiri dan hendak mendekati Maxime yang terlihat sibuk itu.

Tetapi sayang, ada air tumpahan di lantai yang membuat Baby terpeleset dan jatuh dalam pelukan dr. Maxime. Bisa-bisanya Baby duduk dipangkuan Maxime tanpa dosa. Kedua tangannya mengalung sempurna ke leher Maxime.

Baby terlihat menikmati moment itu, sementara Maxime merasa risih karena pantat Baby menduduki barang terlarangnya. Hingga membuat dirinya harus menahan gejolak membara yang telah lama padam. Apalagi ia menggeliat di dalam sana.

"Huft."

Sengatan listrik dari Baby membuat Maxime merasakan hawa panas. Beruntung ia bisa mengontrol mimik wajahnya. Sehingga Baby tidak curiga, bahkan kini Baby yang terlihat malu dan segera berdiri dari pangkuan Maxime.

Sama seperti Maxime, Baby merasakan ada sesuatu yang aneh tadi, tapi hal itu pula yang membuat lamunan Baby kembali dan segera berdiri.

Pergerakan benda aneh yang meliuk-liuk tadi membuat pikiran jorok Baby berkelana. "Astaga, jauh-jauh pikiran kotor, jangan mengotori otak gue yang masih suci ini."

Lalu Baby segera minta maaf pada Maxime.

"Maaf, dokter, tadi nggak sengaja."

Baby menunduk merutuki tindakannya barusan.

"Iya, nggak apa-apa. Ya sudah, ayo kita pulang."

Maxime segera memberesi peralatan kerjanya dan benar-benar mengajak Baby pulang.

Di dalam perjalanan, Maxime masih mencoba menjernihkan pikirannya tadi. Gara-gara tindakan ceroboh Baby membuat sesuatu di dalam dirinya membara dan belum padam.

"Kenapa Baby bisa membangunkan dia, sih!" rutuk Maxime dalam hati.

"Nah, loh, suasana jadi nggak enak kayak gini, 'kan. Jas Jus, bantu gue, dong."

.

.

...🌹Bersambung🌹...

 

1
Jolanda Lengkey
/Kiss//Kiss//Kiss/
Jolanda Lengkey
congrats baby/Heart//Rose//Kiss/
👑
lanjut 🔥🔥🔥
👑
💕💕
👑 Keluarga author
keren
👑Meylani Putri Putti
⭐⭐⭐⭐⭐ u mu
👑Meylani Putri Putti
hadir funny
Darah Biru (Bangsawan)
semangat sayang 😘
Sakura_Merah
bayi jangung imut bener,, yang pastinya bakal jadi bucin 🥰🥰
Sakura_Merah
ngakak aku pas tahu nama mom dan dady baby marrie dan oreo 😅😅
Sakura_Merah
mulai tercium aromannya nih
Sakura_Merah
benar beb tampar mereka dengan prestasi mu
Sakura_Merah
mulai mewek aku😭😭
Lucyna
akhirnya baby mendapatkan hati baru lagi
👑Meylani Putri Putti
akak mey dtng lg funny
👑Meylani Putri Putti
hadir lg yani
👑Keluarga author
fav and rate
👑Keluarga author
keren 😘
👑keluarga author
rate 🌟🌟🌟🌟🌟
👑keluarga author
jejak dukungan 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!