FOLLOW IG AUTHOR 👉@author Three ono
🔥🔥🔥
Harap bijak, banyak adegan me-sum di dalam novel ini.
Hanya imajinasi author semata, jangan cari di dunia nyata.
"Menikahlah denganku, aku akan bertanggung jawab," ujar Daniel.
"Kita sudah sama-sama dewasa, hal itu wajar bagi orang dewasa. Mari lupakan semuanya, anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa." Mia menolak tawaran menikah dari Daniel.
Mia Khalisa, seorang sekretaris CEO perusahaan Star company. Penampilannya jauh dari kata cantik dan seksi. Siapa sangka kalau dibalik penampilannya yang kuno, tersembunyi sesuatu yang sangat luar biasa dan memiliki sejuta pesona.
Pencinta serial drama merapat 🙈🙈 yuk masuk dalam dunia drama author ❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Three Ono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Mencari Tuan Muda
°°°
Mommy Tania sejak tadi sedang mencemaskan putranya yang tak kunjung pulang. Dia mondar-mandir di rumah tamu.
"Mom, sudah tidak usah menunggu lagi. Biarkan saja dia sudah besar, nanti juga pulang sendiri." Daddy Alex turun dari lantai atas untuk melihat istrinya yang masih saja menunggu sang putra semata wayangnya pulang.
"Ini semua karena Daddy, kan mommy sudah bilang jangan menekannya. Biarkan Daniel memutuskan nya sendiri Dad!" Seru mommy Tania pada suaminya.
"Kenapa jadi Daddy, apa salah Daddy. Daddy kan hanya menyuruhnya untuk segera menikah agar bisa memberikan cucu untuk kita mom. Mommy juga mau kan menimang cucu," ujar Daddy Alex merayu istrinya yang sedang memunggunginya.
"Iya mau, tapi kalau Daniel belum mau kita tidak boleh memaksa dad. Bagaimana kalau dia pergi lagi ke luar negeri. Mommy tidak mau lagi jauh dari putraku," lirih mommy Tania, dia selama ini sungguh dilanda rindu yang besar pada putranya dan dia tidak ingin sang putra pergi lagi.
Daddy Alex pun mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang. Mendekap erat sang istri.
"Tidak akan Mom, dia tidak akan pergi lagi. Aku yang akan memastikannya sendiri kalau dia tidak akan pergi lagi. Jangan khawatir, biarkan saja dia. Bukankah kita tidak boleh mengekangnya, bagaimana kalau saat ini dia sedang bersama pacarnya," bujuk Daddy Alex agar sang istri tidak sedih lagi.
"Pacar Dad?? Memang Daniel punya pacar? Dari mana Daddy tau?" Tanya mommy Tania seraya melepaskan pelukan suaminya dan berbalik menatap wajah suaminya hingga mereka berhadap-hadapan saat ini.
"Mmhhh... itu..." Daddy Alex menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena dia hanya mengarang cerita tadi. "Tentu saja Mom, putra kita begitu tampan pasti banyak gadis yang mau dengannya. Iya kan...??" Daddy Alex mencari pembenaran.
Mommy Tania tampak berpikir dengan apa yang suaminya katakan, memang benar siapa saja pasti akan mengakui ketampanan putranya. Perpaduan antara mommy Tania dan Daddy Alex memang tidak diragukan, hasilnya sangat sempurna seperti Daniel.
"Kau benar Dad, putra kita memang sangat tampan pasti tidak akan ada gadis yang menolaknya. Tapi sepertinya kau salah, dia saat ini tidak punya kekasih menurut ku."
Mommy Tania tampak mengerutkan keningnya dan melirik pada suaminya, menyadari kalau sang suami hanya sedang mengadalinya saja.
"Kau bohong kan Dad." Tatap tajam mommy Tania pada suaminya.
"Tidak Mom, buat apa Daddy bohong bisa-bisa tidak dapat jatah dari mommy," ujar Daddy Alex dengan senyum menggoda istrinya. Tentu saja hal itu membuat mommy Tania meradang, saat dirinya sedang mencemaskan putranya malah sang suami mengajaknya bercanda.
Mommy Tania melipat kedua tangannya dan enggan menanggapi suaminya.
"Pokoknya aku tidak mau tau, sekarang juga Daddy harus temukan putraku atau Daddy tidur saja di luar." Mommy Tania merajuk dan membuat Daddy Alex ketar ketir, pasalnya dia tidak bisa tidur kalau tidak memeluk istrinya.
"Tenang dulu Mom jangan marah, Daddy kan hanya bercanda. Daddy akan segera menyuruh orang untuk mencari Daniel," ujar Daddy Alex.
Anak itu kemana sebenarnya, awas saja kalau malam ini aku harus tidur diluar gara-gara anak itu. Kesal Daddy Alex seraya mencari nomor seseorang yang bisa ia perintah.
Setelah memutuskan kepada siapa Daddy Alex meminta tolong, akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Sekretaris nya dan dalam dering ke dua sang sekretaris sudah mengangkat panggilan nya. Itulah yang Daddy Alex suka dari sekretaris nya. Selalu siaga meski bukan di jam kerja.
"Hallo Mia, tolong kamu carikan putraku dan bawa dia pulang kalau sudah menemukannya," perintah Daddy Alex pada sekretaris nya.
📞"Baik Tuan, tapi bisakah anda memberitahu dimana saja tempat yang biasa tuan muda datangi?"
"Nanti aku kirim lokasinya, karena aku sudah memasang alat pelacak di ponselnya."
Daddy Alex memang selalu pintar, pantas saja sejak tadi dia tidak merasa khawatir karena sudah tau dimana putranya berada. Dibalik kerasnya Daddy Alex mendidik putranya, tetap dia memikirkan dan menyayangi putranya.
📞"Baik Tuan, saya akan segera kesana."
"Baik terimakasih."
Setelah menelepon sekretaris nya Daddy Alex kembali menghampiri istrinya.
"Sayang... aku sudah menyuruh orang untuk mencari putra kita. Kamu tenang saja, sekarang sebaiknya kamu tidur sekarang. Tidak baik untuk kesehatan kamu kalau tidur terlalu malam." Daddy Alex berkata dengan begitu lembut, berbeda dengan tadi yang penuh canda. Sekarang tidak lagi kalau sudah menyangkut kesehatan sang istri, Daddy Alex tidak lagi bercanda.
"Kamu yakin putramu pasti ketemu?" tanya mommy Tania.
"Iya sayang, sekarang kita istirahat," ajak Daddy Alex lagi dan sang istri pun akhirnya mengalah karena jika sang suami sudah dalam mode serius berarti tidak ingin dibantah lagi.
"Tapi kamu tungguin sampai Daniel pulang, dad," peringat mommy Tania sepanjang jalan menuju kamar.
"Iya sayang, Daddy akan menunggu anak itu pulang. Kau bisa tidur dengan nyenyak," ujar Daddy Alex. Namun, nyatanya setelah istrinya terlelap dia juga ikut merebahkan diri di samping sang istri dan mencari kehangatan.
,,,
Di sebuah apartemen.
Mia yang baru saja menerima perintah dari atasannya pun bergegas bersiap-siap. Tidak ada bantahan sama sekali kalau itu keluar dari mulut atasannya. Mia selalu melakukan apapun yang diperintahkan kepadanya selama hal itu masih wajar.
Sepertinya biasa penampilannya serba tertutup dan jauh dari kata cantik apalagi seksi. Mia mematuk dirinya di depan cermin, seperti itulah penampilan yang ia inginkan.
Setelah siap Mia melihat jam yang menunjukkan hampir tengah malam. Sebelum pergi Mia mengambil permen di dalam laci kamarnya, permen dengan rasa asyeemm menjadi pilihannya agar dia tidak mengantuk di jalan.
Mia keluar dari kamarnya lalu melihat sebagian lampu sudah dimatikan.
"Mamah pasti sudah tidur, lebih baik aku tidak usah pamit. Kasian juga kalau sampai membangunkan mamah." Mia bergumam sendiri.
Akhirnya Mia memutuskan untuk pergi tanpa pamit pada mamahnya. Sebelum keluar ia berganti sepatu, bukan sepatu mahal hanya sepatu murah dengan merek Kermes. Ya bisa dibilang mungkin itu sepatu tiruan, tapi tak apa. Bagi Mia sayang sekali kalau harus membeli barang-barang mahal kalau nantinya jarang dipakai. Lebih baik untuk menabung yang nantinya bisa ia gunakan untuk biaya operasi mamahnya.
Memecahkan keheningan malam, Mia mengikuti arah tujuan yang dikirimkan oleh atasannya. Cukup jauh dari apartemennya ternyata.
"Benarkah disini? Sedang apa tuan muda berada disini."
Setau Mia, orang kaya pasti pasti akan memilih tempat yang berkelas. Tidak di tempat yang seperti ia lihat sekarang. Sempit, kecil, dan ada di dalam gang yang membuat Mia terpaksa turun dari mobilnya dan berjalan untuk sampai di tempat dimana sang tuan muda berada.
to be continue...
°°°
Minta dukungan nya, Like komen dan bintang lima 😍
Gomawo 🤗🤗
Sehat selalu pembacaku tersayang.
betul-betul-betul
👍👍👌👌👌
Apakah kali ini Deddy dan Mommy membiarkan Moa tidak ikut makan? Lanjuuut Thor
Semanhaaaaaaat...💪💪💪💪😊💝😁
Daniel tak menanggapi permintaan Daren. Karena urusannya hanya soal wanita. Tapi kalau berkaitan dg medis pasti Daniel tak segan mengantarnya.
Akhirnya Daniel pun mengusirnya krn sdh muak dg gayanya yg sok keren
Daniel dpt telepon dari mamanya, saat diangkat ternyata suara Daddy-nya yang mengancam akan menutup RS kalau tdk pulang sekarang, dengan malas Daniel pulang kerumah
Mia berpamitan mengantar Catty dan Kenan sekalian ada sedikit keperluan