Menikah dengan pria tua kaya raya bagi Bianka adalah hal yang tak pernah ada dalam hidup nya, namun karena kehadiran ia harus berbakti kepada dua orang tua angkat nya yang sudah berjasa mengurus dirinya maka ia harus melunasi hutang-hutang keluarganya dengan cara menukar hidup nya dengan menikah dengan pria tua dan beristri
banyak.
Akan kah seseorang yang berada di masa lalu nya yang hadir kembali setelah dirinya menikah akan mengambil nya dari penderitaan itu??
Ikuti Kisal Double B di cerita ini..
Happy Reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisha Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 13
Sekarang mereka saling berhadapan, "aku hanya ingin kita sama-sama berjuang itu saja, hasilnya nanti kita pasrahkan pada Tuhan, berusaha saja dulu yang.." Billy memanggil Bianka dengan sebutan sayang lagi, membuat Bianka menjatuhkan air matanya.
"Ini salah kamu mas, kenapa kamu dulu meninggalkan aku padahal aku sangat siap untuk menunggumu, dan sekarang kita terlambat mas.. kita terlambat.. hiks.. hiks.. hiks.." Bianka menangis dan memukuk-mukul dada Billy membuat Billy memeluknya erat, dan mencium kepala Bianka berkali-kali...
Bianka yang sangat nyaman mendapat pelukan dari Billy akhirnya menyudahi acara memukul-mukul dada Billy, Bianka masih terisak di dada Billy, saat hening seperti ini mereka masih mencurahkan rasa rindu mereka dengan terus berpelukan, namun ada suara ketukan di kaca mobil di sebelah Bianka.
tok.. tok.. tok..
Bianka dan Billy kaget mendengar ketukan kaca mobil nya membuat kedua nya langsung melepaskan diri dari pelukan hangat itu, Bianka langsung memalingkan wajah nya dan melihat siapa yang mengetuk pintu kaca mobil nya.
Bianka kemudian menurunkan kaca mobil yang di ketuk orang itu, "Ya ada apa pak?" tanya Bianka ramah.
"Maaf neng minta sedekah nya, kami belum makan neng" ucap seorang laki-laki paruh baya dengan pakaian lusuh sambil menggendong seorang anak kecil yang sama lusuhnya.
"Ya Allah pak kasihan banget sih, sebentar yah pak" Ucap Bianka yang langsung membuka dompet yang sedari tadi berada di tas nya, di berikan nya uang selembar berwarna merah dengan gambar pahlawan proklamasi.
"Ini pak buat bapak sama adek nya semoga cukup yah pak"
"Terimakasih neng, semoga kalian sehat selalu dan berjodoh ya" doa dari pengemis itu, dan langsung di aminkan oleh Billy.
"Aamiin"
Bianka melirik Billy yang tersenyum manis kepadanya, lalu pengemis itu pergi meninggalkan dua sejoli yang sedang menyalurkan kerinduan nya, Billy yang menatap dalam Bianka malah melamun, entah apa yang di lamunkan nya, hingga Bianka melambai-lambaikan tangan nya pun Billy masih tetap diam tak bergeming.
"Mas kenapa diam, ayo cepet keburu malam rumah ibu masih jauh" Bianka mencoba membuyarkan lamunan Billy yang sedang menatap penuh cinta kepada Bianka dengan menepuk bahu Billy.
Seketika Billy pun tersadar, dan ia meneruskan perjalanan ke rumah orang tua Bianka. "Rumah kamu masih yang dulu kan?" tanya Billy namun tetap fokus menatap lurus ke arah depan.
"Hmm" Jawab Bianka singkat.
Lebih dari dua jam perjalanan ke rumah Bianka, meskipun masih satu kota tetapi jarak dari rumah Wisman ke rumah orang tua Bianka terbilang jauh, apalagi harus melewati kota dulu.
Akhirnya mobil yang di kendarai Billy berhenti di halaman sebuah rumah yang sederhana namun mempunyai banyak cerita dan kenangan untuk kedua nya semasa masih bersama dahulu.
Bianka membuka pintu mobil nya dan segera masuk ke dalam rumah, di susul oleh Billy dan saat masuk Ibu Rumi sudah menyambutnya di ruang tamu.
"Ibu..." panggil Bianka lirih.
"Bu Rumi langsung memeluk anak nya itu dengan penuh kerinduan, menangis bersama dan saat Bu Rumi membuka mata nya ia melihat sosok Billy di belakan Bianka dan langsung melepaskan pelukan Bianka, lalu menatap tajam Billy dengan penuh kebencian.
"Mau apa lagi kamu kesini? enggak cukup buat anak saya menderita dan sampai terpuruk?" Bu Rumi menatap Billy dengan penuh kemarahan, ia tidak menyangka orang yang pernah menyakiti putri nya kini berada lagi di hadapannya.
"Maafkan saya bu, saya juga menyesal dengan kesalahan saya"
"Terus untuk apa sekarang kamu kesini lagi? Bian sudah menikah, jadi kamu tidak usah mengganggu nya lagi." Ucap Bu Rumi denga sedikit Nada tinggi.
"Bu sudah bukan saat nya kita berdebat, aku mau lihat ayah dulu bu" Bianka mencoba mengurangi hawa panas di rumah itu, dan mengalihkan pembicaraan kedua nya.
"Ayah ada di kamar nak, dan kamu hutang penjelasan sama ibu, kenapa kamu bisa ke sini bersama orang itu." ucap Bu rumi.
"iya bu, nanti Bian ceritakan semuanya ya, oia mas kamu duduk dulu disini aku mau ketemu ayah dulu"
Billy pun mengangguk, Bu Rumi dan Bianka beranjak menuju kamar Pak Darman, Bianka mendekati pak Darman yang sedang terbaring lemah di ranjang nya. "Yah. ini Bian yah.. bagaimana keadaan Bapak sekarang?" tanya Bianka dengan di iringi tangis pilu.
"Bianka... ayah senang kamu datang nak, keadaan ayah jauh lebih baik setelah melihat kamu, maafin ayah yah nak maafin ayah." Pak Darman pun menangis sambil memeluk anak nya itu, ia sangat merasa bersalah kepada Bianka.
"Ayah sudah jangan di bahas lagi, Bian bahagia kok yah jangan mikirin apa-apa lagi yah, Biank panggilkan dokter yah biar bisa periksa ayah" ucap Bianka dan langsung menelpon dokter yang biasa di panggil oleh desa setempat.
Setelah menelpon dokter Bu Rumi kembali menanyakan perihan kebersamaan nya denga Billy dan Akhirnya Bianka menceritakan secara detail apa terjadi di rumah Wisman.
Dari mulai malam pertamanya yang di gantikan orang lain, saat Billy datang sebagai anak Wisman dan saat Billy berusaha akan memperjuangkan cinta nya kembali, semua Bianka ceritakan kepada Bu Rumi.
"Jadi Billy itu anak juragan Wisman dan sekarang ingin kembali lagi padamu begitu?"
"Iya bu, aku bingung harus berbuat apa sekarang, Bu Wanda ibu nya Mas Billy pun menyetujuinya"
Lalu Bu Rumi berpikir dengan seksama, dan ia juga menyetujui hal itu, ia ingin Bianka bahagia dengan orang yang ia cintai.
"Ibu juga mendukung ibu nya nak Billy sayang, tapi apapun itu kamu harus hati-hati kalau ketahuan Juragan ibu gak mau kamu kenapa-kenapa"
"Iya bu Bian janji akan hati-hati, Bian juga masih mencintai maa Billy bu, doakan Bian ya biar semua nya lancar dan bian biaa bahagia."
Lalu Tak lama dokter pun datang ia memeriksa Pak Darman dan memberikan nya obat, dan menyuruh Pak Darman istirahat total hingga benar-benar pulih.
"Bu ini obat nya, dan bapak harus istirahat ya sampai benar-benar sembuh total"
"Iya dok terima kasih" Ucap Bu Rumi dan mengantarkan dokter itu keluar dari rumah.
Lalu Bianka harus pamit pulang karena sudah malam, dan sedari tadi mirna sudah menelpon menyuruhnya pulang karena Wisman terus bertanya.
"Bu.. yah.. Bian pulang dulu ya.. Juragan sudah menyuruh kami pulang, ini ada uang buat kalian, semoga kalian sehat terus ya, dan doakan bian biar bahagia."
Mereka pun akhirnya berpelukan sebelum Bianka dan Billy pulang, Sedari tadi Billy hanya diam saja melihat interaksi kekuarga Bianka, ia tidak ingin mengganggu mereka.
Bersambung...
Nah kan jawaban nya gak ada yang bener deh..
Tapi makasih yang udah jawab..
Jangan lupa like nya juga ya..
G diundang sklian ke kwinan bang billy am eneng bianka?