NovelToon NovelToon
Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Semua orang menganggap Gunung Sumber Abadi hanyalah tempat wisata gagal yang dikutuk, tetapi bagi Rizky Santoso, warisan yang dibuang oleh seluruh keluarganya ini adalah awal dari segalanya. Tepat saat ia menerima beban hutang dan kawasan wisata yang hancur itu, sebuah sistem misterius bangkit dan memberinya kekuatan untuk mengubah gunung tandus menjadi destinasi kelas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Malam turun menyelimuti kawasan Desa Sukatani dengan hawa dingin yang menusuk tulang.

Warung kopi Pak Joko yang berada tepat di bawah lereng Gunung Sumber Abadi sudah bersiap untuk tutup.

Suara jangkrik mengerik bersahutan mengisi kesunyian jalanan desa yang mulai sepi dari aktivitas warga.

Kriet.

Pak Joko baru saja menutup sebelah pintu kayu warungnya ketika matanya menangkap sesuatu yang aneh.

Seorang pemuda desa bernama Tono tiba-tiba berlari tergopoh-gopoh dari arah jalan tanjakan.

Napas Tono terdengar tersengal-sengal seolah dia baru saja melihat hantu yang sangat menyeramkan.

"Pak Joko, tunggu sebentar!" teriak Tono sambil melambaikan tangannya dengan panik.

"Ada apa Tono, malam-malam begini berteriak seperti orang kesurupan?" tanya Pak Joko sambil menghentikan kegiatannya.

Tono langsung menunjuk ke arah puncak Gunung Sumber Abadi dengan jari gemetar.

"Bapak lihat ke atas sana, arah kawasan wisata tua itu!" seru Tono dengan suara bergetar ketakutan.

Pak Joko menyipitkan matanya dan menatap ke arah gulita malam di atas gunung.

Detik berikutnya, cangkir kopi yang masih dipegang oleh Pak Joko jatuh ke tanah.

Prang!

Cangkir itu hancur berkeping-keping, tetapi Pak Joko sama sekali tidak mempedulikannya.

Tepat di balik lebatnya pepohonan yang gelap gulita, sebuah cahaya tujuh warna memancar menembus kabut malam.

Cahaya itu berkedip lembut layaknya pelangi yang anehnya muncul di tengah malam buta.

"Gusti nu Agung, cahaya apa itu?" gumam Pak Joko dengan wajah pucat pasi.

"Apakah rumor tentang kutukan roh penunggu gunung itu benar-benar nyata?"

"Saya tidak tahu Pak, tapi cahayanya terlihat sangat indah sekaligus mengerikan," balas Tono sambil memeluk tubuhnya sendiri karena merinding.

"Pasti ini gara-gara pemuda kota gila tadi sore yang nekat membersihkan gerbang masuknya."

Berita tentang cahaya misterius dari kawasan wisata terbengkalai itu menyebar dengan sangat cepat dari mulut ke mulut.

Dalam waktu kurang dari satu jam, belasan warga desa sudah berkumpul di depan warung Pak Joko.

Mereka semua menatap penuh tanda tanya ke arah pendaran cahaya pelangi yang menari-nari di balik tebing gunung.

Tidak ada satu pun dari mereka yang berani naik untuk memastikan sumber cahaya tersebut karena terhalang oleh mitos menakutkan.

Sementara itu, di atas gunung yang menjadi pusat kehebohan, Rizky sedang mendengkur dengan sangat pulas.

Pemuda itu tidur beralaskan selembar kardus bekas di dalam ruang loket karcis yang sempit.

Udara gunung yang sangat dingin tidak mampu mengalahkan rasa lelahnya setelah seharian menebas ilalang liar.

Keesokan paginya, sinar matahari pagi menyilaukan mata Rizky dan memaksanya untuk terbangun dari tidur yang tidak nyaman.

"Aduh, punggungku sakit semua rasanya," keluh Rizky sambil meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku.

Perutnya berbunyi nyaring, menandakan bahwa dia belum makan apa pun sejak siang kemarin.

Rizky berjalan gontai keluar dari loket karcis dan pandangannya langsung tertuju pada sebuah bangunan baru di dekat gerbang.

Bangunan itu terbuat dari marmer putih bersih yang mengkilap di bawah sinar matahari.

"Ah benar juga, aku belum mencoba hadiah Toilet Bintang Lima dari sistem," gumam Rizky sambil mengusap matanya yang masih mengantuk.

Dia melangkah mendekati bangunan elegan yang terlihat sangat salah tempat di tengah kawasan wisata yang kumuh tersebut.

Wushhh.

Pintu kaca otomatis toilet itu terbuka dengan sendirinya saat Rizky berdiri di depannya.

Aroma lavender yang sangat menenangkan langsung menyambut penciumannya.

"Ini benar-benar di luar nalar," batin Rizky sambil menatap takjub ke sekeliling ruangan dalam toilet.

Lantainya terasa hangat saat dipijak, dan setiap bilik dilengkapi dengan kloset duduk berlapis emas tiruan yang mewah.

Bahkan ada wastafel dengan cermin besar yang memantulkan wajah kusamnya.

Rizky menyalakan keran air dan mencuci wajahnya dengan air hangat yang mengalir deras.

Sensasi segar langsung menjalar ke seluruh tubuhnya, menghilangkan rasa lengket dari keringat kemarin sore.

Setelah merasa lebih segar, Rizky keluar dari toilet dan berjalan menuju sumber kebanggaan barunya.

Air Terjun Pelangi.

Meskipun hari sudah terang dan cahaya pelanginya tidak seterang semalam, aliran air raksasa itu tetap terlihat sangat memukau.

Airnya mengalir sangat jernih dan menghantam bebatuan di bawahnya dengan suara yang menenangkan jiwa.

Byurrr! Byurrr!

"Aku harus mencoba meminum air ini untuk membuktikan efek magisnya," ucap Rizky pada dirinya sendiri.

Dia berjalan mendekati kolam dangkal di bawah air terjun dan meraup air jernih itu dengan kedua tangannya.

Gluk. Gluk.

Air itu terasa sangat manis dan dingin saat melewati tenggorokannya.

Tiba-tiba, rasa hangat menjalar dari perutnya menyebar hingga ke ujung jari kaki dan tangannya.

Rasa pegal di punggungnya menghilang seketika seolah dia baru saja dipijat oleh ahli pijat profesional.

Ding!

[Pemberitahuan Sistem!]

[Host telah mengkonsumsi Air Terjun Pelangi tingkat rendah.]

[Efek Kebugaran Instan telah aktif.]

[Stamina Host akan berada pada kondisi puncak selama tiga hari berturut-turut.]

Rizky mengepalkan tangannya dan merasakan tenaga yang meluap-luap di dalam tubuhnya.

"Sistem ini memang tidak pernah berbohong," ucap Rizky sambil tersenyum lebar.

"Dengan air terjun ini, aku yakin pengunjung akan berbondong-bondong datang kemari."

Namun, senyuman di wajah Rizky tidak bertahan lama.

Sayup-sayup dari arah jalan raya di bawah sana, terdengar suara gerungan mesin motor yang sangat bising.

Brummm! Brummm!

Suara itu semakin lama semakin mendekat dan diiringi oleh klakson yang ditekan secara kasar tanpa henti.

Tin! Tin! Tin!

Rizky menoleh ke arah gerbang masuk dan melihat debu tebal mengepul di jalanan berbatu.

Lima buah sepeda motor bodong melaju kencang dan berhenti tepat di depan gapura kayu yang baru saja dibersihkan.

1
Eka Yudha
Bagus sih meskipun fiksi tapi ceritanya hidup
Rifqy Channel
kak nissa segera update ini gue suka pokoknya sampe 100 Bab pun gak apa-apa karena suka bangett
Nissa Safira: terima kasih kak atas dukungannya🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!