NovelToon NovelToon
Identitas Yang Tertukar

Identitas Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Anak Genius
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Sementara itu... ratusan kilometer jauhnya di Kota Jakarta, atmosfer Mansion Hasanuddin berada dalam kondisi yang sangat mematikan.

Sebuah SUV hitam berhenti mendadak di depan lobi utama mansion dengan suara decit ban yang memekakkan telinga. Pintu mobil terbuka kasar, dan sosok Ameer melangkah keluar.

Lengannya yang tertembak di Amerika memakai perban putih tebal di balik kemeja hitamnya yang bernoda darah kering. Wajahnya yang tampan kini sangat pucat, namun sepasang matanya menyala merah oleh lahar amarah, kepanikan, dan rasa frustrasi yang tak tertahankan.

"Ameer! Cucu-ku!" panggil Kakek Hamzah dari kursi rodanya saat Ameer mendobrak masuk ke ruang tengah.

Ameer tidak menjawab. Aura dominasi dan kejam yang melingkupinya membuat seluruh pelayan dan pengawal di dalam mansion tertunduk ketakutan, tak ada satu pun yang berani mendekat.

Filio dan Chana, yang sedang duduk berpura-pura menangis di sofa, seketika berdiri dengan wajah yang agak pucat. Filio mencoba melangkah maju, memasang wajah sedih yang dibuat-buat.

"Kak Ameer... Kakak sudah pulang? Kak... maafkan Filio, Tania...."

srrrrt...!

Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Ameer mengepalkan tangannya dan mencengkeram kerah baju Filio dengan sangat kasar! Tubuh Filio terangkat dan dihantamkan ke dinding marmer hingga vas bunga di dekatnya pecah berantakan!

"Aaaaghh!" jerit Filio kesakitan, matanya membelalak ketakutan menatap wajah Ameer yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya.

"Ameer! Apa-apaan kamu?! Lepaskan anakku!" teriak Chana histeris, mencoba menarik lengan Ameer.

"DIAM!" bentak Ameer dengan suara menggelegar bagaikan petir yang menggetarkan seluruh ruangan mansion.

Ameer menatap Filio dan Chana bergantian dengan tatapan dingin yang sanggup membunuh jiwa siapa pun yang melihatnya. Napas Ameer memburu kasar, mencengkeram kerah Filio makin erat hingga sepupunya itu kesusahan bernapas.

"Dengarkan aku baik-baik... kalian berdua!" desis Ameer dengan suara yang sangat rendah, berat, dan penuh ancaman mematikan. "Tania hilang dari pengawasan saat aku tidak ada di rumah ini. Jika sampai terjadi sesuatu pada dirinya... jika satu helai rambutnya rusak... demi Tuhan, aku tidak akan peduli lagi pada ikatan darah keluarga ini!"

Ameer mendekatkan wajahnya ke telinga Filio yang gemetar hebat.

"Jangan coba-coba ikut campur dalam pencarian ini. Jangan coba-coba menghalangi orang-orangku," bisik Ameer dengan aura kegelapan yang pekat. "Jika aku menemukan sedikit saja bukti bahwa kalian ada di balik hilangnya Tania... aku sendiri yang akan memastikan kalian berdua membusuk di tempat paling gelap tanpa ampun!"

Ameer menghempaskan tubuh Filio ke lantai hingga tersungkur di depan kaki Chana. Tanpa memedulikan pendarahan di lengannya sendiri yang kembali merembes membasahi perban, Ameer berbalik memimpin tim keamanannya untuk menyisir seluruh Jakarta secara mandiri.

Di atas lantai, Filio memegangi lehernya yang lebam, bernapas terengah-engah dengan rasa takut yang amat sangat... tanpa menyadari bahwa di sebuah klinik terpencil di pinggiran kota, rencana pembalasan dendam yang sesungguhnya telah mulai dirajut rapat oleh Tania yang asli.

___

Penyidikan berskala besar yang melibatkan tim khusus bentukan Ameer dan jajaran terbaik Polda Metro Jaya bergerak secepat kilat. Layar monitor di ruang kendali markas kepolisian menampilkan potongan-potongan gambar dari rekaman CCTV Halte TransJakarta yang telah dipertajam resolusinya.

Di balik meja analisis, Ameer berdiri tegang. Lengannya yang terbalut perban tebal terasa mencengkeram perih, namun rasa sakit fisik itu menguap digantikan oleh mata yang menyala dingin.

Pada layar besar, terlihat jelas detik-detik saat Tania melangkah mundur keluar dari peron bus, disusul pergerakan seorang pria bertopi yang membekap hidungnya dengan kain pembius, serta aksi wanita paruh baya yang berpura-pura panik menuntunnya menuju taksi biru.

"Dapatkan plat nomor taksi itu sekarang juga!" perintah Ameer dengan suara berat yang tak menerima bantahan.

Hanya dalam hitungan jam, tim gabungan berhasil menghentikan armada taksi biru tersebut dan membawa pengemudinya ke kantor polisi untuk diinterogasi. Namun, pengemudi yang tampak pucat dan ketakutan itu bersumpah demi apa pun bahwa dirinya tidak tahu-menahu.

"Demi Allah, Pak! Saya cuma bawa penumpang yang katanya adiknya pingsan kena serangan jantung! Saya cuma antar sampai Lobi IGD Rumah Sakit..." ratap pengemudi taksi itu dengan tangan gemetar.

"Baiklah, terimakasih atas informasinya ".

Penyidikan berlanjut ke area rumah sakit. Tim memeriksa puluhan sudut kamera pengawas, namun jejak para pelaku mendadak lenyap. Pelaku memanfaatkan sudut buta, di area parkir belakang yang tak terjangkau kamera, tempat pertukaran penumpang ke minibus hitam dilakukan secara sangat terencana. Tidak ada satu pun saksi mata, suster, atau warga sekitar yang menyadari aksi penculikan tersebut.

Namun, Ameer tidak menyerah. Melalui perangkat analisis wajah mutakhir milik tim keamanannya, identitas wanita paruh baya bermasker yang berpura-pura menjadi keluarga Tania akhirnya berhasil terbongkar!

Dalam kurun waktu kurang dari tiga jam, tim khusus mendobrak sebuah rumah kontrakan sempit di pinggiran kota dan menyeret wanita paruh baya itu ke ruang interogasi.

Di dalam ruangan berdinding kaca satu arah, Ameer melangkah masuk. Aura membunuh yang memancar dari tubuhnya membuat wanita itu bergetar hebat dan langsung menangis histeris sebelum pertanyaan pertama diajukan.

"Saya cuma diajak! Saya tidak tahu apa-apa, Pak! Tolong ampun!" jerit wanita itu sambil berlutut di lantai.

Ameer menghempaskan foto Tania ke atas meja. "Siapa yang menyuruhmu?! Ke mana dia dibawa?!"

"Saya tidak kenal mereka, Pak! Saya cuma ditawari uang puluhan juta di jalan oleh laki-laki bertopi untuk akting jadi kakaknya di halte dan taksi! Setelah sampai rumah sakit, gadis itu dibawa pergi pakai mobil hitam oleh orang lain, dan kami cuma diberi uang lalu disuruh pulang... Demi Tuhan, saya tidak tahu siapa gadis itu dan ke mana dia dibawa!" tangis wanita itu pecah, ratapannya jujur tanpa manipulasi.

Skenario penculikan Tania benar-benar sangat rapi. Mereka memutuskan rantai informasi dengan menggunakan orang-orang lepas yang tidak saling mengenal satu sama lain, sehingga jejak terputus di tengah jalan.

Ameer segera mengalihkan fokus pada pelacakan sinyal seluler terakhir dari perangkat genggam milik Tania dan para pelaku sebelum dimatikan. Sinyal pemancar mengarah pada sebuah wilayah perbukitan yang sepi di luar batas ibu kota.

Deretan mobil polisi dan kendaraan taktis melaju kencang menyusuri jalanan tanah yang berdebu. Namun, saat tim tiba di titik koordinat... pemandangan yang menyambut mereka justru membuat dada Ameer terasa dihantam bongkahan batu besar.

Di tengah belukar yang sepi, gubuk tua yang dijadikan lokasi penyekapan serta rangka minibus hitam berplat nomor palsu telah berubah menjadi puing-puing abu yang hangus terbakar parah!

Para pelaku telah membakar habis seluruh TKP dengan cairan akseleran kimia untuk memusnahkan seluruh jejak sidik jari, untaian rambut, maupun bukti DNA.

"Kurang ajar... Mereka menghapus segalanya!" desis perwira kepolisian sambil melihat kepulan asap tipis yang masih menyisa dari kayu-kayu gubuk yang legam.

Tak ingin kehilangan asa, unit K-9 kepolisian menurunkan dua ekor anjing pelacak khusus melintasi area sekitar gubuk yang belum terbakar penuh. Anjing-anjing pelacak itu mengendus-endus tanah gembur, menyusuri rute pelarian yang sempat dilalui Tania saat melarikan diri.

Ameer melangkah pincang mengikuti pergerakan anjing pelacak menembus rimbunnya semak belukar yang rusak di tengah hutan.

Gonggongan nyaring anjing K-9 mendadak terhenti di satu titik. Anjing-anjing itu duduk di tepi tanah yang longsor, mengendus-endus bagian bawah tebing.

Ameer melangkah mendekat. Jalurnya terputus tepat di bibir jurang yang sangat curam.

Di bawah sana, tampak arus sungai yang amat deras, keruh, dan dipenuhi batuan kali yang tajam. Di pinggir tebing yang licin, terlihat beberapa serpihan kain gamis maupun jilbab yang robek tersangkut pada semak berduri, kain yang sangat dikenali Ameer sebagai pakaian yang dikenakan Tania.

"Komandan..." bisik salah satu pengawal dengan suara bergetar. "Tanahnya longsor... Bekas Pijakan kaki menunjukkan ada aksi dorong-mendorong di tepi tebing ini sebelum seseorang jatuh ke dasar sungai..."

Ameer terpaku di bibir jurang. Udara dingin berembus kencang menerpa wajahnya. Ia menatap arus sungai yang meluap di dasar jurang dengan pandangan mata yang perlahan mengabur oleh air mata yang tak sanggup ditahannya lagi.

"Tania..." bisik Ameer parau, suaranya pecah di tengah gemuruh angin perbukitan.

Dunia seolah runtuh di hadapannya. Orang-orangnya dan kepolisian berasumsi bahwa gadis lembut itu telah jatuh dan terbawa arus deras sungai yang mematikan.

Ia sama sekali tidak mengetahui bahwa di saat dirinya meratapi serpihan kain di tepi jurang itu... di sebuah klinik terpencil di pinggiran kota, Tania yang asli tengah membalutkan kain cadar tebal di wajah saudara kembarnya, menyiapkan sebuah pasukan bayangan yang akan kembali ke Jakarta untuk membongkar setiap konspirasi hingga ke akar-akarnya.

1
Sri Supriatin
g sabar nunggu lanjutannya🤭👍👍👍
M⃟3💋AisyahRendra
Lihatlah Chana... Lihatlah Filio....
sebentar lagii, Ameer dan Tania akan Sah menjadi pasangan suami isteri, mungkin ya..kmu akan menghadirkan sosok Venera dihari yg sakral ini, tapiiii semua itu tidak akan membuat Ameer dan Tania goyah akan keputusan mutlak dr sesepuh Hasanuddin 😁 gaskuyyyy kakk, up lagiii yaaa.. krn kemarin aku tunggu dan bolak balik kesini ga ada muncul² 😆
Sri Supriatin
Tks thor upnya🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Bravo Tania sy support mendekati 17 aug. Merdeka😍😍😍
Sri Supriatin
akhirnya menuju bahagia n cepat sehat Tanisa 🙏🙏🙏
suti markonah
suatu saat kakek akan mendapatkan dua tania yg sm persis kek..yg 1 nya lg ngungsi di desa kaki gunung
Sri Supriatin
tks upnya Thor semangat Agustus n mereka /Heart//Heart/
Sri Supriatin
lanjut thor dimulai dgn bau2 cinta di desa n masion 🤣🤣🤣
suti markonah
tania jangan lupa stempel setrika panas di tubuh filio ya..klo bisa di muka nya..klo yg di siksa filio aku rela..tp klo yg di siksa taniza hatiku sebagai pembaca mendidih..
Sastri Dalila
😅😅😅
Sastri Dalila
🤭🤭
suti markonah
bab nya salah ketik ya thor?.harus bab 22
Meiny Gunawan
selamat pagi othor semangaatt ya💪 semoga sehat selalu😍
M⃟3💋AisyahRendra
jadi kalau Tania asli nikah sm Ameer kuat plus kuat 🤭 dan Dias sm Taniza 😅 tapi klo kebalik yaa gapapalah krn jodoh ga akan lari kemana.. gaskuy lanjut lagi kak, baca beberapa bab ini bikin aku tegang tahan napas krn dag dig dug hmm 🤣🤣
Anonim
lanjuuutt thor
Sri Supriatin
lanjuuut thoor😍😍😍
Sri Supriatin
cerita dong Taniza...please👍👍
Sri Supriatin
kasian Ameer...Tanianya sdh slmt...semoga cepat dipertemukan 🙏🙏
Meiny Gunawan
semangaattt othor..lanjoottt trsss😍😍
suti markonah
nanti yg jd pasangan ameer jd tania asli dong thorr?.klo aku maunya pasangan ameer nantinya tetep taniza..
suti markonah: terserah yg punya lapak dan cerita dehhh💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!