Follow ig 👉 @sifa.syafii
Fb 👉 Sifa Syafii
Arka adalah seorang laki - laki anak semata wayang dari pasangan pak Hendro dan bu Widya. Dia tidak pernah jatuh cinta sebelumnya, hingga akhirnya cintanya berlabuh pada seorang gadis yatim piatu bernama Tia. Perjalanan cinta mereka tidak mudah tentunya lantaran kedua orang tua Arka menentang hubungan mereka.
Bagaimana akhir dari kisah cinta Arka? Dengan siapakah dia akan menikah? Yuk langsung saja simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Kini Arka dan Tia sedang makan si café Cinta. Café baru itu kini menjadi café langganan mereka. Selain karena namanya yang mengandung unsur cinta, makanan di sana rasanya enak dan lumayan murah. Bukannya Arka tidak mau membelikan Tia makanan mahal, tapi Tia selalu menolak apabila Arka mengajaknya makan di restoran mahal. Tia selalu mengajarkan agar hidup hemat meskipun kita punya uang banyak. Arka sangat menyukai prinsip Tia itu.
“Sudah kenyang?” tanya Arka saat melihat Tia sudah selesai makan dan membersihkan mulutnya dengan tisu.
“Iya sudah. Terima kasih Arka,” balas Tia sambil tersenyum memandang Arka.
“Ceritalah sekarang!” ujar Arka.
“Cerita apa?” tanya Tia sambil mengernyitkan dahinya tidak mengerti maksud Arka.
“Kenapa kamu menangis tadi?” tanya Arka dengan lembut.
“Aku tadi sudah bilang, aku merindukanmu … “ jawab Tia sambil tersenyum.
“Tia … aku buka anak kecil yang bisa kamu bohongi hanya dengan kata ‘rindu’. Aku mengenalmu sudah lama, jadi ceritakan padaku apa yang terjadi?” tanya Arka dengan serius.
Tia pun akhirnya menceritakan semuanya dimulai dari Vanessa yang mengajaknya pergi. Ia tidak mau membohongi Arka, tapi ia juga tidak mau Arka bertengkar dengan mamanya yang sudah melahirkannya hanya demi dirinya yang bukan siapa-siapa.
“Jadi semua ini gara-gara Vanessa?” tanya Arka dengan geram.
“Jangan marah Arka. Jangan perpanjang masalah ini lagi … “ Tia memohon pada Arka supaya tidak marah dengan siapapun, termasuk Vanessa dan Bu Widya.
“Sudah sore, ayo kuantar pulang … “ ajak Arka. Tia pun setuju.
***
Setelah mengantar Tia pulang ke panti asuhan tempat tinggal Tia, Arka melajukan motornya ke rumah Vanessa. Ia sangat kesal dengan Vanessa yang ikut campur dengan kehidupan pribadinya. Apalagi sampai mengaduh pada mamanya.
Ketika pembantu Vanessa memanggil Vanessa di kamarnya dan mengatakan Arka yang datang, Vanessa merasa sangat senang. Ia mengira Arka datang karena disuruh Bu Widya untuk berkencan dengannya. Ia pun memoles wajahnya dengan make up tipis-tipis dan menyisir rambutnya. Setelah ia bercermin dan ia rasa sudah oke, ia pun keluar dari dalam kamarnya.
“Hai Arka … “ sapa Vanessa dengan tersenyum semanis mungkin ketika sudah di ruang tamu dan melihat Arka di sana. Arka memicingkan matanya pada Vanessa. Vanessa pun terkejut saat melihat pandangan Arka yang tidak bersahabat.
“Tidak perlu basa-basi. Aku datang ke sini hanya mau memperingatkanmu, jangan ikut campur urusanku dan Tia lagi. Apalagi sampai mengaduh ke mama. Apa yang kamu inginkan?” ujar Arka tanpa basa-basi terlebih dahulu. Ia sudah muak dengan Vanessa.
“Arka … kenapa kamu marah padaku? Apa Tia mengaduh yang tidak-tidak padamu tentang aku?” tanya Vanessa seolah-olah seperti orang yang sedang difitnah.
“Sudahlah, jangan pura-pura lagi. Aku percaya Tia. Dia tidak pernah berbohong padaku, apalagi berpura-pura baik dan manis seperti dirimu,” celetuk Arka sambil tersenyum getir.
“Arka, aku menyukaimu. Dari dulu aku menyukaimu, tapi kamu tidak pernah memandangku. Di matamu hanya ada Tia, Tia, Tia, dan Tia. Apa sih hebatnya dia? Aku juga cantik, kaya, pintar, orang tua kita juga berteman. Kamu lebih cocok sama aku Arka … “ ujar Vanessa meluapkan isi hatinya yang telah ia pendam selama ini.
“Iya aku tahu kamu punya segalanya, tapi cintaku hanya untuk Tia. Cinta itu tidak bisa dipaksakan Vanessa. Jadi tolong jangan ganggu hubunganku sama Tia lagi,” tegas Arka lalu keluar dari rumah Vanessa.
“Arka tunggu … “ panggil Vanessa, tapi Arka tidak menghiraukannya. Vanessa pun hendak mengejar Arka, tiba-tiba pembantunya keluar membawakan minuman.
“Minumannya Non … “ ucap pembantunya.
“Buang saja!” bentak Vanessa pada pembantunya. Setelah itu ia keluar rumah hendak mengejar Arka, tapi Arka sudah pergi.
“Sial!” umpat Vanessa sambil mengepalkan tangan kanannya dan meninju tepalak tangan kirinya.
Setelah keluar dari rumah Vanessa, Arka melajukan motornya ke rumah orang tuanya. Ia tidak mau orang tuanya menindas Tia. Tia tidak bersalah. Ia gadis lugu yang hanya beruntung mendapatkan cinta Arka.
Sesampainya Arka di rumahnya, ia melihat mamanya sedang bersantai sambil menonton acara televisi. Bu Widya yang tadinya rebahan sambil maskeran di sofa segera bangkit ketika melihat Arka datang.
“Arka, kamu pulang?” tanya Bu Widya senang melihat Arka pulang.
“Apa yang Mama lakukan sama Tia? Dia tidak salah apa-apa Ma … “ ujar Arka tiba-tiba pada mamanya.
“Apa maksud kamu Arka?” tanya Bu Widya pura-pura tidak mengerti.
“Sudahlah Ma … Arka sudah tahu semuanya,” tukas Arka.
“Oh … jadi gadis itu mengaduh sama kamu?” tanya Bu Widya sambil melipat lengan di dadanya.
“Tidak Ma, tapi Arka yang memaksanya untuk bercerita. Arka mohon jangan sakiti Tia lagi Ma … “ pinta Arka memohon pada mamanya. Ia tidak tega melihat Tia menangis. Apalagi Tia hanyalah gadis yatim piatu yang butuh perlindungan.
“Kalau kamu mau putus dengan dia, mama janji tidak akan menemuinya lagi. Bagaimana?” tawar Bu Widya pada Arka.
“Tidak bisa begitu dong Ma … Arka akan melakukan apapun yang Mama dan Papa suruh, tapi tolong jangan suruh Arka ninggalin Tia. Arka tidak bisa berpaling dari Tia Ma … “ balas Arka tidak terima.
“Oh begitu. Kalau begitu setelah lulus SMA kamu harus pergi kuliah ke Amerika. Jangan pernah pulang atau menemuinya sebelum kamu lulus kuliah dari sana. Bagaimana?” ujar Bu Widya membuat keputusan yang sangat sulit bagi Arka.
“Apa Mama akan merestui hubungan kami setelah Arka lulus kuliah dari Amerika?” tanya Arka dengan antusias.
“Ya, kalau kamu bisa menepati janjimu untuk tidak menemuinya dan mendapatkan nilai yang memuaskan. Mama akan merestui hubungan kalian,” jawab Bu Widya. Ia yakin ini akan sangat sulit bagi Arka.
“Arka akan memikirkannya dulu Ma. Arka kembali ke apratemen dulu sekarang,” jawab Arka dengan lesuh. Ia tidak tahu harus memilih yang mana.
“Tidak makan malam dulu sebelum pergi?” tanya Bu Widya karena hari sudah mulai senja.
“Tidak Ma. Arka pergi dulu. Assalamu’alaikum,” pamit Arka lalu mencium punggung tangan mamanya.
Setelah Arka pergi, tidak lama kemudian Pak Hendro pulang dari bekerja. Bu Widya pun menceritakan semuanya tentang Arka dan Tia.
“Lalu apa keputusan Arka Ma?” tanya Pak Hendro.
“Katanya mau dipikirin dulu Pa, tapi mama yakin Arka akan memilih untuk pergi ke Amerika demi gadis itu,” jawab Bu Widya sambil tersenyum puas.
“Berarti rencana kita berhasil dong?” ujar Pak Hendro senang.
“Tentu saja. Lama-lama Arka pasti akan melupakan gadis itu dan menemukan gadis lain yang lebih baik selama di Amerika,” balas Bu Widya percaya diri. Pak Hendro mengiyakan prediksi Bu Widya sambil tersenyum.
mending buka hati dan belajar mencintai Jasmin
padahal penasaran gimana respon ibu Widya melihat Tia, yg lebih dulu jadi menantu pak Adam dan Bu Tari.
untung Ibu Tari tak seangkuh ibu Widya, walau awalnya sama tapi akhirnya ia direstui juga
yah Tia kok jadi perempuan juga terima-terima saja, mau dinikahi ia, dicumbui sama pacar LDR juga ia. antara Cinta dan Nyaman yah Tia🤭
lucu aja Thor, penasaran dengan respon Arka🤔