Baru naik kelas 12, sudah di nikahkan? Alana dan Barra terpaksa menikah, karena permintaan terakhir sang Ayah, sebelum Ayah Alana pergi untuk selamanya. Namun, kisah cinta mereka tidak semulus jalan tol dan tidak seindah Romeo and Juliet. Kepribadian keduanya bertolak belakang. Akankah pernikahan mereka bertahan Lama? Yuk simak Kisah Alana dan Barra.
*Kalau Ayah gak minta aku nikah sama kamu, mana mungkin aku mau! Itu semua karena keterpaksaan! — Alana Valerie.
*Awas aja ya lo berani macem macemin gue! Gue bakal minta pertanggung jawaban lo Alana! — Barra Ardana Abiputra.
*AKU SAYANG BANGET SAMA KAMUUUUU — *****
Bestie tolong maklum ya jika banyak typo yang betebaran 🥰👌🏻
HAPPY READING & HAPPY KIYOWO BESTIE 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAP 13 : LOMBA
Saat pulang sekolah tadi Alana dan Barra bergegas ke supermarket untuk membeli keperluan dapur. Semalam keduanya sudah di beri tantangan menu oleh Agatha yaitu masakan padang, boleh bebas apa aja yang penting makanan khas padang.
Barra tentu dengan semangat menyanggupi tantang yang di berikan Agatha, namun berbeda dengan Alana yang ragu saat menyanggupi tantangan itu.
Semalaman Alana mencari cari resep masakan padang, sampai sampai ia begadang. Lomba belum di mulai tapi gadis itu sudah terlebih dahulu memikirkan permintaan apa yang akan ia berikan pada Barra. Kadang percaya diri itu penting untuk sekedar menenangkan diri, hahha.
Alana dan Barra akhirnya sampai di rumah dengan belanjaan yang lumayan banyak. Mereka bergegas menyimpan belanjaan nya di dapur dan langsung ke kamar untuk berganti pakaian.
Lo salah besar nerima tantangan ini, Al. Ujar Barra saat di dalam kamarnya.
Saat Alana menuju dapur ternyata Barra sudah disana, berdiri bersedekap dada dengan memunggungi belanjaan yang sudah di bereskan oleh Mba.
"Rajin banget kamu udah disini lagi. Udah siap kalah ya." Ledek Alana.
"Lo jangan jago jago dong masaknya, gue takut kalah ni." Cakap Barra dengan nada yang sedikit meledek.
Tanpa mengindahkan perkataan Barra, Alana memintanya untuk segera mulai. Karena ia mulai ragu dengan menu yang akan ia masak, Alana cuman berbekal resep menu yang ada di google. Sebenarnya ia tidak tahu Barra jago atau nggak perihal masak. Dan ia juga baru ngeuh, kalau seorang Barra mengajaknya lomba masak bukan yang lain.
Eughh sial, kenapa aku baru sadar sekarang sih
"Dah lah, jangan banyak ngang ngong ngang ngong, gimana kalau kita mulai sekarang." Ujar Alana.
"Oke kalo itu mau lu, waktu nya 2 jam. Stopwachnya gue star sekarang oke"
Barra pun mulai mengatur stopwach dan Alana sudah mulai bersiap dengan bahan bahan yang ada di depannya.
1...
2...
3...
MULAI...
Barra dan Alana mulai berkutat dengan alat tempurnya dan bahan bahan yang sudah di depan matanya. Barra begitu sibuk memotong mengiris bumbu, namun di sisi lain Alana mulai menusuk nusukan daging sapinya.
Keduanya sekarang tengah fokus membuat makanan yang enak dan pas, pastinya mereka berusaha untuk menang. Kebetulan di rumah ini hanya ada mba, semua orang rumah masih mempunyai aktivitasnya masing masing, di perkirakan saat Alana dan Barra beres memasak, Damar, Agatha dan Kyra di pastikan sudah di rumah.
Tidak ada pembicaraan dari keduanya, mereka benar benar fokus. Pasalnya makanan khas padang itu di kenal dengan bumbunya yang beragam dan tidak sedikit. Agar hasil maksimal mereka harus fokus memasaknya, bagi seorang pemula ini sangat melelahkan terlalu banyak sesi yang harus di lakukan.
"Hallo, I'm home. Wihhh kalian bener lomba masak, kak Al, Kyra yakin kakak nanti nyesel udah nyetujuin tantangan dari kak Barra." Alana tidak memedulikan apa yang Kyra katakan. Ia melirik ke arah Barra yang hampir selesai, Alana semakin mempercepat pergerakannya.
Kyra duduk di sofa dengan menghadap pada kedua insan yang sibuk. Tidak lama kemudian Damar dan Agatha pun pulang, mereka sama sama memperhatikan Alana dan Barra di sofa bersama Kyra. Keduanya tersenyum, tidak menyangka Barra akan seakrab itu dengan Alana.
Setelah beberapa jam dan setelah memasak dengan cukup lama. Sate padang Ala chef Barra dan Alana pun sudah jadi. Mereka beres berbarengan dan dengan waktu yang tepat.
Wow sangat menggiurkan bukan 🤤
"Yey sudah jadi, Kyra gak sabar pengen nyobain masakan Kakak." Kyra sangat antusias, melihat makanan kesukaannya ada di depan mata, apalagi kali ini home made pasti rasanya sedikit berbeda.
"Wooo, pasti enak nih"
"Iya mama gak sabar mau nyoba."
Kini Alana dan Barra berdiri berdampingan dan sate padang sudah di simpan di atas meja di depan para juri. Barra menatap Alana dengan ekspresi yang sangat meyakinkan dirinya akan menang, ia mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum pada Alana.
Alana tidak merespon, ia memalingkan wajahnya. Melihat ekspresi ketiganya saat mencicipi sate padang miliknya, keyakinan Alana bertambah menjadi 1000%
"Emm... Enak enak loh. Papah jadi bingung harus pilih yang mana."
"Iya, Pah. Mama juga bingung, sama sama enak soalnya."
Sate padang tadi di bawakan oleh Mbak ke meja makan, jadi mereka tidak tahu punya Alana yang mana dan Barra yang mana.
"Udah belum nyicip? Lama banget. Barra gak sabar nih buat jadi pemenang."
Alana memicingkan matanya pada Barra. "Pede banget jadi orang, pasti akulah yang menang." Ujar Alana dengan menepuk dadanya 3 kali.
"Jadi milik Barra yang mana dan milik Alana yang mana?" Tanya Damar.
Barra dan Alana hanya mengelengkan kepala, mereka tidak akan memberi tahu sebelum mereka memilih makanan yang paling enak yang mana. Itulah cara agar mencegah adanya terjadi kecurangan.
Damar, Agatha dan Kyra kini sedang menimang nimang, antara kiri atau kanan yang akan mereka pilih. Walaupun mereka merasakan sedikit rasa yang berbeda, ia tahu siapa rasa sate padang yang sebenarnya bagaimana. Dari segi bumbu dan kelembutan dagingnya, mereka sudah paham. Karena keluarga Damar adalah pecinta masakan padang sejati.
"Dalam hitungan ketiga kalian harus pilih yang mana, harus cepat ya nunjuknya, harus barengan dan tutup mata." Ujar Barra.
Barra mulai ancang ancang akan menghitung.
1...
2...
3...
Damar, Agatha dan Kyra dengan cepat memilih bersama. Mereka menunjuk ya satu arah dan tidak bertabrakan tangan, berarti mereka memilih makanan yang sama.
" Yeahhh, kemampuan gue gak usah di raguin lagi." Ujar Barra senang. Karena ia yang menang dan Alana hanya berdiri dengan lemas. Hilang sudah 3 permintaan dari otak Alana, pergi begitu saja, saat ia sudah memikirkan semua permintaan itu untuk di ajukan pada Barra.
" Yahhhh Kok—
"Memang kamu belum tahu kalau Barra itu koki cilik, Al?" Alana tertohok mendengar apa yang di ucapkan Agatha.
"Apa ma— koki cilik?"
"Iya... Waktu dulu Barra sering ikutan lomba masak dan selalu mendapatkan juara 1. Waktu masuk SMA dia berhenti untuk ikutan lomba masak lagi, dia milih fokus belajar untuk nanti masuk seleksi perguruan tinggi."
"Iya, Kak. Makanya Kyra aneh, kok kaka mau sih nerima tantangan dari Abang. Dia kan jagonya soal masak memasak."
Alana bersedekap dada, mengerucutkan bibirnya. Gadis itu merasa bahwa dirinya telah di curangi oleh Barra, Alana merasa malu karena sedari tadi ia terus menyombongkan dirinya yang akan menang.
" Jangan lupa 3 permintaan gak boleh ada penolakan. " Ujar Barra seraya mencolek colek lengan Alana merayu.
Alana memalingkan wajahnya dia sangat merajuk pada Barra. Lalu Alana melengos pergi menuju kamarnya, dengan pipi yang mengembung dan bibir yang mengerucut. Barra merasa sangat gemas melihat tingkah laku Alana, serasa ingin membawanya pulang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...*Benih cinta itu akan tumbuh seiring waktu, jika cinta itu sudah datang, kau tidak bisa menghindarinya lagi....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
JANGAN LUPA NINGGALIN JEJAK YA BESTIE 🤎*