NovelToon NovelToon
Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran

Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran

Status: tamat
Genre:Cintamanis / System / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Cinta Murni / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: SJ K.R.Y

Dunia dimana yang kuat yang menjadi raja dan yang lemah ditindas serta dihina. Kisah ini menceritakan perjalanan hidup Lima sekawan dalam melawan kekuatan jahat milik Tuan Putri Quinella Valencia de Harvest, yaitu bibi dari Putri Mahkota Kerajaan Harvest. Di dunia ini tidak hanya mengandalkan kekuatan dan kekayaan saja, tapi juga mengandalkan Panggilan Sistem (System Call). Dapatkah Putri Mahkota beserta teman-temannya mengalahkan Tuan Putri Quinella beserta keluarganya, dan mendapatkan kembali haknya sebagai pewaris tahta yang sah, lalu bagaimana nasib keluarga Tuan Putri Quinella? Mari kita simak cerita ini bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SJ K.R.Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13: Cafe Anatolia

"Luca bagaimana kalau kita memesan sesuatu? Aku rasa kalian semua juga lapar, aku akan mentraktir kalian, bagaimana kalian semua mau kan?" Ucap Tuan Putri Lea yang mengabaikan ucapan permintaan maaf dari Luca karena sudah merasa lapar.

"Ya?" Ucap Luca, Alice, Sena dan Eugeo berbarengan.

"Baiklah, pelayan, kami ingin memesan sesuatu." Ucap Tuan Putri Lea memanggil pelayan ditempat itu.

"Apa ada yang bisa saya bantu, Nona?" Ucap pelayan itu ramah.

"Hmm... Coba kita lihat. Saya pilih ini (Gratin Dauphinois), ini (Coq au Vin), dan ini (Foie Gras). Kalian berempat mau pesan apa?" Tanya Tuan Putri Lea sambil melihat daftar menu.

"A-anu, Tuan Putri, saya ingin minta maaf soal yang tadi. Saya rasa, saya sudah bersikap tidak sopan pada anda, maukah anda memaafkan saya Tuan Putri?" Ucap Luca mengajukan permohonan maafnya sekali lagi pada Tuan Putri Lea.

"Luca, bisakah kau tidak membahas itu lagi? Aku sudah memaafkanmu, jadi aku mohon jangan bahas lagi tentang masalah itu! Aku sudah sangat ~ sangat lapar sekarang, apa kau bisa? Dan satu lagi kalau kita sedang diluar tolong panggil saja aku "Lea" kalian pun begitu dan tolong gunakan bahasa santai saja, paham?" Ucap Tuan Putri sambil tersenyum ramah dan sedikit berbisik.

"Benarkah, Tu... Lea?" Ucap Luca gembira karena Tuan Putri Lea sudah memaafkannya.

"Tentu saja, nah ayo, pilihlah makanan apa yg kalian inginkan." Ucap Tuan Putri Lea menawarkan makanan yg ada di daftar menu itu.

"Mhmm... Baiklah, Lea. Kalau begitu aku pilih ini (Sup a l'oignon)." Ucap Alice.

"Sepertinya ini enak, aku pilih ini saja (Bouillabaisse)." Ucap Luca sambil melihat daftar menu.

"ini (Confit de Canard). Permisi, apa menu utama ditempat ini?" Ucap Eugeo bertanya pada pelayan itu. Sang pelayan itupun menjawab dengan nada senang.

"Semua yang kalian pilih adalah menu utama disini, terutama (Gratin Dauphinois), (Bouillabaisse), (Confit de Canard), (Sup a l'oignon) dan untuk dessert-nya yang menjadi menu andalan disini adalah (Crème Brulee), sedangkan untuk minumannya (Ginger beer), (Bramble), (Milkshake Berry), (Pisco Sour), (Frappè), (Sahlep), (Sherbet), (Cafe au Lait), dan (Chocolate L'ancienne), Tuan." Ucap pelayan itu sambil tersenyum.

"Hmm... Kalau begitu, saya pesan ini 6 (Crème Brulee) untuk dessert-nya, dan untuk minumannya, hmm... Kalian mau yang mana?" Tanya Eugeo bingung.

"Terserah kakak saja." Ucap Sena bingung karena banyak sekali pilihannya. Yang lain pun ikut setuju karena merasa bingung dengan pilihan menu minumannya.

"Hmm... Saya pilih ini 1 (Sahlep), ini 1 (Ginger Beer), ini 2 (Pisco Sour), ini 1 (Chocolate L'ancienne), dan ini 1 (Sherbet) itu saja." Ucap Eugeo pada pelayan itu.

"Baik, silahkan ditunggu." Ucap pelayan itu ramah sambil berjalan menuju tempat para koki memasak.

5 menit kemudian.

"Maaf membuat kalian menunggu, ini pesanan kalian. Silahkan di nikmati." Ucap Pelayan itu sambil menjajakan semua makanan dan minuman yang di pesan oleh Tuan Putri Lea dan teman-temannya.

"Selamat Makan." Ucap Tuan Putri Lea dan teman-temannya sambil memegang alat makan masing-masing.

Tidak jauh dari tempat Tuan Putri Lea dan teman-temannya duduk Tuan Putri Ellie, sepupu Tuan Putri Lea dan temannya Lilian Schubert, Kepala Pelayan Broglie sedang duduk sambil membicarakan sesuatu.

"Tuan Putri, coba anda lihat ke pojok kanan di belakang anda, bukankah itu Tuan Putri Lea kakak sepupu anda? Kenapa beliau ada di sini ya?" Tanya Lily penasaran.

"Entahlah, aku juga tidak tau apa yang mereka bicarakan. Tapi, Lily kau tidak lupa kan dengan janjimu di surat yang 2 Minggu lalu yang kau kirimkan kepada ku itu?" Tanya Tuan Putri Ellie tidak sabaran.

"Tentu saya tidak lupa Tuan Putri." Ucap Lily sambil menceritakan kembali apa yang terjadi dengan Duchess Broglie.

2 menit kemudian.

"Hahahaha, lalu bagaimana keadaan Duchess yang sombong itu?" Tanya Tuan Putri Ellie tertawa terbahak-bahak lalu disusul dengan rasa penasarannya.

"Hahaha... Hmmm.. keadaan Nyonya hari ini masih sama dengan sebelumnya Tuan Putri, beliau masih tertidur dengan lelapnya di kasur nya yang empuk itu. Hahahahaha." Ucap Lily tertawa terbahak-bahak juga mendengarnya.

"Hahahahahaha~~" Suara tawa Lily dan Tuan Putri Lea menggelegar di dalam Cafe Anatolia. Semua orang yang mendengar suara tawa itu pun langsung menoleh ke arah mereka, seketika itu pula mereka berhenti tertawa.

"Apa lihat? Apa kalian tau siapa aku, hah?!" Ucap Tuan Putri Ellie sambil mengancam.

"E-Ellie, kau tidak boleh seperti itu."

"Ha-hahaha, maaf semua maaf teman saya sangat sensitif dengan tatapan mata yang menatap dengan tajam." Ucap Lily sambil berusaha menenangkan Tuan Putri Ellie.

"Huh!!" Ucap Tuan Putri Ellie mendengus kesal.

"Tuan Putri." Ucap Lily berusaha menenangkan Tuan Putri Ellie.

"Apa-apaan itu tadi mereka terlihat tidak punya sopan santun, bahkan mereka berani menatap ku tajam seperti tadi, sudah pasti mereka tidak pernah diajarkan tata krama dasar oleh orang tua nya." Ucap Tuan Putri Ellie kesal sambil mengungkit masalah tadi.

"Ngomong-ngomong Lily tadi kau panggil aku dengan nama ku ya? Apa aku sudah memberimu izin untuk memanggilku dengan namaku?" Tanya Tuan Putri pada Lily.

"Maaf kan saya Tuan Putri, karena tadi ada banyak orang saya terpaksa memanggil anda dengan nama anda." Ucap Lily menyesal.

"Sudahlah, aku sudah tidak berminat untuk makan malam di sini lagi. Ayo kita pergi Lily, acaranya sebentar lagi hampir di mulai lebih cepat kita sampai itu lebih baik. Ayo." Ucap Tuan Putri Ellie sambil menggandeng tangan Lily keluar dari Cafe Anatolia dan pergi menuju Danau Worthington.

"Baiklah, Tuan Putri." Ucap Lily sambil berjalan keluar setelah meletakkan uang untuk membayar makan yang sudah mereka pesan.

1
Bryand 😎🎤🎧
bagus banget
Nakahara Freya
bagus sekali aku suka ceritanya
Megantrow
mantul
Nakahara Freya
ada Athy jga lho bkn hnya lilian doang
ASA
Wah ... fantasi. Selalu amaze sama author yang bisa buat cerita fantasi. Terlebih lagi kolosal.

Sukses terus Thor ... Salam kenal dari saya, Aulia 🥰
Duwi Hariani
next tor

aku beri vote bunga like n fav


salam. dari istri yang bisu 🙏
Duwi Hariani
lanjut torr
Triple.1
ada Lily disini ...
Ilmara
semangat kak
Sebutir Debu
sebutir debu hadir ya kakak
Hajime Nagumo
done like komen give fav, vote, dan rate 5 ya
Hajime Nagumo
hai kak salam kenal, aku mampir
Yukity
Hai aku mampir nih..
semangat ya
Follow ig : tinatina3627
mampir kak caca kalau berkenan ke novelku juga
Follow ig : tinatina3627
mampir kakak caca aku sudah like favorite sama vote dan bunga yah kak.
Caca Merica
Aku mampir kak... Semangattt yaaa......
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪❤❤❤❤❤❤
R⃟•Dinaa
lanjut
R⃟•Dinaa
aku mampir kak..salken dr diana.
Lady Rose🌹
semangat bestie😊👍🏻
Lady Rose🌹
hebat, semangat yw(≡^∇^≡) bestie😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!