NovelToon NovelToon
Melahirkan Di Rumah Mertua

Melahirkan Di Rumah Mertua

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:605.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Evi Listriani

Tulisan saya ini pernah dimuat di KBM dengan pembaca lebih dari empat belas ribu orang. Kisah tentang perempuan yang melahirkan di rumah mertua dengan segala suka dukanya.

Konfliknya menarik, dikemas dengan bahasa yang baik dan visualisasi mendalam sehingga pembaca seolah-olah masuk dalam cerita dan merasakan emosi tokoh dalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Listriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilema

#Melahirkan_di_Rumah_Mertua

#Part_13

Hari-hari di rumah Mamah membuatku serasa menyambung nyawa yang hampir lepas. Setiap hari ada-ada saja tingkah absurd adikku Wening yang mengundang tawa, anak itu memang pecicilan tapi selalu perhatian.

Mamah dan Bapak juga sangat tulus. Mau menampung anak sulungnya yang seharuanya tak lagi menjadi beban keluarga. Setiap hari Mamah masak banyak walaupun dengan lauk seadanya, tapi terasa begitu nikmat di lidah.

Bapak selalu sumringah saat aku dan Marisa menyambutnya pulang dari sawah. Itu sedikit mengobati rasa bersalahku padanya, karena telah gagal menjadi kebanggaan.

Berat badanku beranjak naik, tulang-tulang sedikit tersamarkan karena ada lagi lemak di bawah kulitku. Satu hal yang mengganjal di pikiranku yaitu tentang Bang Rafi. Hampir seminggu aku di rumah ini dan belum sekalipun Bang Rafi memberi kabar.

Sejak hari itu aku memutuskan berhenti menghubungi nomor Bang Rafi, takut sakit hati. Biarlah Bang Rafi yang memutuskan semuanya, aku akan menunggu.

"Mah," ucapku. Mensejajarkan diri dengan Mamah yang tengah duduk menghadap tungku.

"Ada apa?" Mamah masih sibuk menyusun kayu bakar di tungku.

"Kalau Bang Rafi nggak datang-datang, gimana?" Akhirnya kukeluarkan juga unek-unek di hatiku.

Mamah membalikan badan menghadapku. "Ning, orang tua itu tempat kamu pulang. Setelah menikah pun kamu tidak berhenti jadi anak Mamah dan Bapak. Kewajiban kami untuk menjamin kebahagiaan dan keselamatan kamu. Jika Rafi datang, Alhamdulillah. Kalaupun tidak, kamu masih punya kami, keluargamu. Kamu tak akan pernah sendiri," tutur Mamah.

Aku tak kuasa menahan haru. Kupegang kedua tangan Mamah, kuciumi tangan yang kasar dan penuh debu itu. Mamah mengusap bahuku, lalu kami sama-sama memperhatikan api yang mulai menyala. Larut dalam pikiran masing-masing. Kami melanjutkan aktivitas memasak hari itu dengan lebih banyak diam.

Mamah menjerang air di tungku, sedangkan aku membuat sayur bening di kompor yang terletak di atas meja kecil berjajar dengan tungku kayu bakar. Di sini, Mamah lebih senang memasak dengan kayu bakar. Selain karena kayu yang melimpah, bisa diambil cuma-cuma, juga karena rasa khas makanan yang dimasak dengan

"Kak, mimpi apa semalam?" tanya Wening yang baru masuk dengan Marisa di gendongannya.

"Nggak mimpi apa-apa," jawabku sambil menggeser tubuhnya yang menghalangi rak piring.

"Kirain mimpi ketemu pangeran, tuh pangerannya datang," cetus Wening.

Aku menaruh kembali piring yang telah kuambil, mengusap-usap wajah yang berminyak karena panasnya udara di dapur dengan hati berdebar. Segera kupacu langkah ke luar rumah. Bang Rafi ... dia datang!

Tak bisa kutahan air mata yang terus menganak sungai di pipiku. Aku menyambutnya dengan tangis, sebagai ungkapan seluruh rasa yang tak lagi dapat diucapkan dengan kata-kata. Aku terlalu takut untuk sekedar berharap dia datang, tapi hari ini, lelaki yang kurindui itu telah ada di depan mata.

"Maafkan, Ning, Bang." Aku meraih dan mencium tangannya.

"Abang kira, kamu akan menyambut Abang sambil marah-marah, karena baru bisa datang hari ini?" tutur Bang Rafi sambil mengusap pucuk kepalaku.

"Maunya sih gitu, tapi takut Abang pulang lagi," selorohku. Aku menggandeng tangannya mengajak masuk ke rumah.

Bang Rafi menyalami Mamah, kemudian meraih Marisa dari gendongan Wening. Dia menatap lekat Marisa, membelai dan menciuminya. "Anak gadis aya tambah cantik," ucap Bang Rafi.

Sambil melepas rindu, Bang Rafi mengatakan kalau ponselnya dipegang Ibu. Dia juga tak pernah membaca pesan yang kutinggalkan. "Abang tahu kamu dijemput Mamah dari tetangga, karena Ibu sama sekali tak mau memberi penjelasan," ujar Bang Rafi.

"Maaf kami nggak nunggu kamu pulang Fi, hari itu Ning pingsan, istrimu sakit karena kelelahan. Mamah dan Bapak hanya berpikir untuk menyelamatkan Ning secepatnya, itu saja." Mamah yang duduk bersama aku dan Bang Rafi turut memberi penjelasan.

Bang Rafi tampak menghela napas panjang. "Rafi nggak tahu kalau keadaan Ning separah itu, Mah. Rafi kira Ning hanya lelah karena baru punya bayi."

Obrolan kami semakin panjang. Mamah mengeluarkan semua rasa kecewanya pada Bang Rafi, menyalahkan Bang Rafi yang tidak peka dan lalai sebagai suami. Bang Rafi hanya bisa tertunduk dalam.

"Lihat, di sini Ning bisa punya daging lagi. Tak lagi seperti mayat hidup yang tinggal tulang berbalut kulit," tandas Mamah.

"Ya, terima kasih karena Mamah sudah menjaga istri dan anak Rafi. Rafi sangat rindu pada mereka tapi baru bisa ke sini karena nunggu libur."

Semua penjelasan Bang Rafi dapat aku terima, aku mengerti kondisi Bang Rafi. Saat kami masih mengobrol, Bapak pulang dari sawah dengan pakaian penuh lumpur dan cangkul tang disandangnya di atas bahu.

Bapak melihat sekilas pada Bang Rafi, lalu berlalu begitu saja melewati kami, tanpa menyapa. Mungkin dia masih marah pada Bang Rafi.

Aku menepuk pundak Bang Rafi, menyemangatinya dengan tatapan mata. Bang Rafi tersenyum, senyum yang membuatku selalu terpesona, dari dulu hingga saat ini.

Kami sekeluarga bertemu kembali saat berkumpul untuk makan siang. Wajah Bapak sudah lebih bersahabat, mungkin Mamah telah menjelaskan semuanya.

Selesai makan dan diselingi obrolan-obrolan ringan, Bang Rafi angkat bicara. "Rafi mohon izin untuk mengajak Ning pulang, Pak, Mah."

Aku kaget, tak menyangka Bang Rafi akan langsung mengajakku pulang ke rumah Ibu. Aku menatap Bapak. Rahangnya tampak mengeras, raut muka yang tadi sempat bersahabat kini kembali muram. Tampak sekali kalau dia tak setuju dengan ajakan Bang Rafi.

Mana yang harus kupilih, Bang Rafi atau Mamah dan Bapakku?

1
cookie_23
Heh abis lahiran makan nasi garam itu yang kau bilang makan, mending di rumah orang tua sendiri walaupun miskin pasti akan dicarikan untuk anak tercinta
Lilis Yuliningsih
Mengapa sih jadi ada selingkuh ? lebih baik sudah saja sampai disini buat keluarga mereka samawa karena Ning bisa membuat Rafi jadi lebih baik.... aur selingkuh ,aut pelakor🏃🏃🏃🏃
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ ⏤͟͟͞RAsthee
wah ini ga di lanjut lagi?
Olive Livi
Dih org di tumah lo juga malah makannya mi mulu, sehat lo.. buat apa kaya tapi pelit
Olive Livi
Amit amit ya allah, mertuanya minta di ruqyah
Adi Ty
uajsisi
Adi Ty
apap
Nova Hasibuan
lanjutannya mana
Nova Hasibuan
bagus
Nova Hasibuan
ok
SNF
tuhkan bpknya pasti tau apa yg lagi terjadi
Sri Wahyuni
ia emang repot klo ngikutin ortu jadul.
anakku sekarang lahiran aku bebasin makan segala macam yg bergizi.😁
Mawar
kok gak ada lanjutannya kak?
Indah Taa
sama persis yg aku alami, bahkan aku pipis/bab/mandi dibantu sama suami saja dimarahi ibu mertua.
sarapan jam 10, makan sore jam 3, setelah jam 5 sore udah gaboleh makan.
makan cuma boleh nasi + sayur rebus (hambar gak ada rasa sama sekali).
gak boleh tidur siang, pdhl mlm harus melek nemenin adik.
bb lgsg anjlok 13kg selama 40hari ikut mertua, mau pulang kerumah setelah 7 hari lahirnya dedek tidak boleh. harus nunggu 40hari.
40 hari yg menyiksa, setelah skrg dirumah aku paling anti kalau diajak kerumah mertua, gak mau lagi. kecuali kesana pagi terus sore pulang
Indra Fiantikara
haduuuu udah semangat2 bc gantung pas seru lagi,thor semangat up dong😊
elisabeth sembiring
seru kayaknya
Yati Bae
othoure orangjawa ya kok adat melahirkan sama kaya di kampungku sama persis klo habis lahiran duduk di awu anget bungkus daun
Retno Ayu Puspitasari
kelanjutan nya mana thor
Nelli Susilawati
lanjjoit kk
Sulastri
lanjut kan
N@t@ D€ ©o©o: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Extraordinary Husband (Suami Yang Luar Biasa)"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!