NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Pedang Raja Melawan Darah Naga

Arena Nomor Satu yang baru saja menjadi saksi dari tiga tamparan legendaris Arya Langit yang membuat Kezia Adinegara yang angkuh itu pingsan dengan wajah bengkak seperti babi, kini menjadi saksi dari pertarungan yang jauh lebih panas dan jauh lebih berbahaya.

Rafa Adiputra, murid inti nomor satu dari Puncak Pedang, jenius yang terkenal dengan Pedang Darah Merah miliknya, kini berdiri di tengah arena dengan wajah hitam seperti arang hangus karena marah dan matanya merah seperti mata iblis yang ingin membunuh.

Di tangannya, pedang spiritual tingkat Raja yang baru saja dia dapatkan dari Tetua Agung Darah Hitam itu memancarkan cahaya darah yang sangat pekat dan bau darah yang menyengat, membuat semua murid yang menonton dari luar arena yang jaraknya puluhan meter pun bisa mencium bau amis darah itu dan merinding ketakutan.

Pedang itu bernama Pedang Darah Iblis, pedang tingkat Raja rendah yang ditempa dari darah seribu orang ahli Alam Jiwa Kesatria yang dibunuh oleh Sekte Darah Hitam, pedang yang sangat jahat dan sangat haus darah.

Kultivasi Rafa yang tadinya Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan puncak, setelah mendapatkan pedang itu dan memakan Pil Darah Terlarang yang sama seperti Kezia, kini sudah naik menjadi Alam Jiwa Kesatria tingkat sembilan awal, satu tingkat di atas Arya yang Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan puncak.

"Arya Langit! Kamu berani mempermalukan Kezia di depan semua orang! Kamu berani menampar wajahnya hingga bengkak seperti babi! Hari ini aku, Rafa Adiputra, sebagai tunangannya, akan membunuhmu di sini di depan semua orang untuk membalaskan dendamnya! Bahkan Pemimpin Perguruan pun tidak akan bisa menyelamatkanmu dari Pedang Darah Iblis ku ini! MATI!"

Rafa berteriak dengan suara yang penuh dengan amarah dan kebencian, suaranya yang diperkuat dengan energi Alam Jiwa Kesatria tingkat sembilan awal itu menggema ke seluruh Arena Langit Biru dan membuat beberapa murid luar yang kultivasinya masih rendah langsung pucat dan menutup telinga mereka karena tidak tahan dengan tekanan suara itu.

Tanpa menunggu wasit mengumumkan dimulainya pertarungan, Rafa langsung melesat ke depan dengan kecepatan yang dua kali lipat lebih cepat dari Kezia tadi.

Teknik Langkah Pedang Darah, teknik gerakan tercepat dari Puncak Pedang!

Pedang Darah Iblis di tangannya menebas ke depan dengan jurus terkuatnya.

"Pedang Darah Iblis, Tebasan Pembelah Gunung Darah!"

BOOM!

Sebuah tebasan pedang berwarna merah darah sepanjang tiga puluh meter yang terbuat dari energi darah murni dan berisi jeritan dari seribu jiwa yang diserap oleh pedang itu melesat ke arah Arya dengan kecepatan kilat, membelah udara dan bahkan membuat formasi pelindung di sekitar arena bergetar pelan karena kekuatan tebasan itu.

Tebasan itu mengandung kekuatan penuh dari Alam Jiwa Kesatria tingkat sembilan awal ditambah dengan kekuatan pedang tingkat Raja! Bahkan Alam Jiwa Kesatria tingkat sembilan puncak biasa pun tidak akan berani menahannya secara langsung dan akan memilih untuk menghindar!

Semua penonton di luar arena menahan napas melihat tebasan mengerikan itu, banyak yang menutup mata mereka karena tidak ingin melihat Arya yang baru saja menjadi pahlawan mereka itu terbelah menjadi dua oleh tebasan darah itu.

Bahkan Pemimpin Perguruan yang ada di langit sedikit mengerutkan keningnya melihat pedang darah itu, karena dia bisa merasakan aura Sekte Darah Hitam yang sangat pekat di dalam pedang itu, tapi dia tidak berkata apa apa karena dalam kompetisi, senjata apa pun boleh digunakan selama itu adalah milik sendiri.

Luna Maheswari yang duduk di singgasana kecilnya langsung berdiri dengan wajah pucat dan ingin berteriak agar Arya menghindar, tapi Sekar Embun yang berdiri di tepi arena dengan gaun putihnya yang berkibar pelan hanya tersenyum tipis dengan bangga, karena dia tahu kekuatan suaminya yang sebenarnya.

Arya yang melihat tebasan darah sepanjang tiga puluh meter yang datang ke arahnya itu masih berdiri diam tanpa bergerak, sama seperti saat menghadapi ribuan kelopak racun Kezia tadi.

Tapi kali ini, dia tidak hanya menggunakan lapisan cahaya pelindung tipis.

Dia perlahan lahan mengangkat tangan kanannya, dan di telapak tangan kanannya, cahaya emas naga yang sangat terang dan sangat suci mulai berkumpul.

Tubuh Meridian Naga Langit tingkat 4, 90% menuju tingkat 5, meraung dengan sangat keras di dalam tubuhnya.

Di belakang Arya, bayangan naga emas raksasa sepanjang seratus meter yang sama seperti saat dia berlatih teknik kombinasi dengan Sekar Embun tadi muncul, tapi kali ini bayangan naga itu jauh lebih jelas dan jauh lebih nyata, sisik emasnya terlihat satu per satu, mata naganya berkilat dengan kebijaksanaan yang agung, dan auman naganya membuat seluruh Arena Langit Biru bergetar hebat.

"Cahaya Naga Pelindung, Tinju Penghancur Gunung!"

Arya mengepalkan tinju kanannya yang sudah diselimuti cahaya naga emas itu dan meninju ke depan, tepat ke arah tebasan darah yang datang itu.

Tidak ada teknik pedang, tidak ada jurus indah, hanya satu tinju lurus yang sederhana yang mengandung kekuatan fisik murni dari Tubuh Meridian Naga Langit tingkat 4 dan kekuatan suci darah naga yang merupakan musuh alami dari semua darah iblis.

BOOM! LEDAKAN DAHSYAT!

Tinju emas Arya yang terlihat kecil itu bertabrakan dengan tebasan darah raksasa sepanjang tiga puluh meter itu di tengah arena.

Untuk sesaat, seluruh arena diselimuti oleh cahaya emas dan merah darah yang sangat terang hingga membuat semua orang tidak bisa melihat apa yang terjadi di dalam arena.

Lalu, suara jeritan yang sangat mengerikan terdengar dari dalam cahaya itu, jeritan dari seribu jiwa yang terperangkap di dalam Pedang Darah Iblis yang terbakar dan dimurnikan oleh cahaya naga suci milik Arya.

Cahaya merah darah itu hancur berkeping keping seperti kaca yang pecah, tebasan darah yang katanya bisa membelah gunung itu hancur total hanya dengan satu tinju dari Arya!

Dan tinju emas Arya itu masih melesat maju tanpa henti, menghantam langsung ke arah dada Rafa Adiputra yang masih terkejut karena tebasan terkuatnya hancur dengan mudah!

"Ti... tidak mungkin! Pedang Darah Iblisku! Tebasanku! Bagaimana mungkin hancur hanya dengan satu tinju!" teriak Rafa dengan tidak percaya, wajahnya pucat pasi.

Dia buru buru mengangkat Pedang Darah Iblis di tangannya untuk menahan tinju Arya itu.

KRAK!

Tinju emas Arya yang mengandung kekuatan fisik murni dari Tubuh Meridian Naga Langit tingkat 4 itu menghantam pedang tingkat Raja itu.

Pedang Darah Iblis yang katanya tidak bisa dihancurkan bahkan oleh Alam Raja Langit tingkat satu itu langsung retak! Sebuah retakan kecil berwarna emas muncul di tengah pedang itu dan menyebar dengan cepat ke seluruh pedang seperti jaring laba laba!

"Pedangku! Pedang tingkat Raja ku! Retak!" Rafa menjerit dengan histeris, matanya merah karena tidak percaya pedang kesayangannya yang baru dia dapatkan sepuluh hari yang lalu itu retak hanya dengan satu tinju.

Tapi mimpi buruk Rafa baru saja dimulai.

Arya yang tinjunya masih menempel di pedang itu tersenyum dingin.

"Pedang tingkat Raja? Sampah yang terbuat dari darah orang tidak bersalah seperti ini tidak pantas disebut pedang tingkat Raja. Biar aku hancurkan sampah ini untukmu."

Setelah berkata begitu, Arya mengepalkan tinju kirinya yang juga sudah diselimuti cahaya naga emas dan meninju pedang itu lagi.

"Tinju Kedua, Penghancur Pedang Iblis!"

BOOM! KRAK! PECAH!

Dua tinju emas yang menghantam satu pedang darah tingkat Raja dari dua arah!

Pedang Darah Iblis yang sudah retak itu tidak tahan lagi dan langsung hancur berkeping keping menjadi ribuan pecahan logam merah darah yang beterbangan di udara seperti hujan darah, lalu terbakar menjadi abu hitam oleh cahaya naga suci milik Arya dan menghilang tanpa jejak!

Pedang tingkat Raja, hancur hanya dengan dua tinju!

Seluruh Arena Langit Biru yang melihat pemandangan itu terdiam total, bahkan Pemimpin Perguruan dan Tetua Agung yang ada di langit pun berdiri dengan terkejut dari tempat duduk mereka, karena menghancurkan pedang tingkat Raja dengan tangan kosong adalah sesuatu yang bahkan Alam Raja Langit tingkat tiga pun belum tentu bisa lakukan! Hanya ahli dengan Tubuh Khusus yang sangat kuat yang bisa melakukannya!

Rafa Adiputra yang melihat pedang kesayangannya yang menjadi andalan dan kebanggaannya itu hancur menjadi abu di depan matanya sendiri, dia langsung muntah darah karena pedang itu sudah terikat dengan jiwanya, begitu pedang hancur, jiwanya juga terluka parah.

"Pe... pedangku... pedang tingkat Raja ku... hancur..."

Rafa terduduk lemas di lantai arena dengan wajah pucat dan mata kosong, sama sekali tidak ada lagi keangkuhan murid inti nomor satu Puncak Pedang tadi.

Arya berjalan pelan ke depan Rafa yang terduduk lemas itu, setiap langkahnya membuat lantai arena yang terbuat dari batu spiritual tingkat tinggi itu retak karena tekanan naga yang keluar dari tubuhnya.

Dia berdiri di depan Rafa yang terduduk itu dan menatapnya dari atas dengan tatapan dingin seperti seekor naga yang sedang menatap seekor semut.

"Rafa Adiputra, kamu ingat tiga tahun yang lalu di Balai Utama, saat kamu dan Kezia membatalkan pertunangan denganku di depan semua orang, kamu berkata apa padaku? Kamu berkata, sampah sepertiku tidak pantas memegang pedang, hanya pantas menjadi tukang sapu di Puncak Pedang seumur hidup. Hari ini, aku akan mengembalikan kata kata itu padamu."

Arya mengangkat tangannya yang masih diselimuti cahaya naga emas itu tinggi tinggi.

"Tamparan pertama, untuk semua murid Puncak Pedang yang kamu bully karena kamu murid inti nomor satu!"

PLAK!

Tamparan keras dengan cahaya naga emas itu menghantam wajah Rafa yang sudah pucat itu, membuat Rafa terpental dan berputar lima kali di udara sebelum jatuh dengan keras di lantai, pipi kanannya langsung membengkak dan berdarah dengan lima bekas jari emas yang berkilauan di pipinya, bekas jari itu bahkan mengeluarkan asap hitam karena cahaya naga suci membakar darah iblis yang masih tersisa di dalam tubuh Rafa karena Pil Darah Terlarang yang dia makan.

"Tamparan kedua, untuk Guru Sekar Embun yang kamu hina sebagai puncak sampah yang tidak berguna!"

PLAK!

Tamparan kedua di pipi kiri, membuat pipi kiri Rafa juga membengkak dan berdarah, wajahnya kini sama bengkaknya dengan wajah Kezia yang pingsan di luar arena, seperti sepasang babi yang baru dipukul.

Rafa yang sudah ditampar dua kali itu mencoba untuk bangun dengan sisa tenaganya, tapi tubuhnya yang terluka karena pedang hancur dan dua tamparan naga itu sudah tidak bisa bergerak lagi.

"Ja... jangan... jangan tampar lagi... aku... aku mengaku kalah..." kata Rafa dengan suara terisak dan ketakutan, darah dan air mata bercampur di wajahnya yang bengkak itu.

Tapi Arya masih mengangkat tangannya untuk tamparan ketiga, tamparan terakhir yang akan membuat Rafa pingsan seperti Kezia.

Pada saat itu, sebuah suara serak yang mengerikan tiba tiba menggema dari langit di atas Arena Nomor Satu.

"CUKUP! Arya Langit! Kamu berani melukai murid inti Puncak Pedang dan murid inti Istana Teratai Suci dengan begitu kejam di depan semua orang! Kamu sudah melanggar aturan kompetisi yang melarang membunuh atau melukai dengan kejam! Sebagai Tetua Puncak Obat dan Tetua Luar Istana Teratai Suci, aku Tetua Lotus akan menghukummu dengan mencabut kultivasimu di sini!"

Suara itu adalah suara Tetua Lotus!

Tetua Lotus yang sudah tidak tahan melihat dua pionnya dihancurkan dengan begitu mudah dan dipermalukan di depan semua orang itu akhirnya tidak tahan lagi dan langsung melompat dari langit di atas arena dengan kultivasi Alam Raja Langit tingkat lima yang sangat kuat, tangannya yang berubah menjadi ungu kehitaman karena racun teratai iblis itu menebas ke arah Arya dengan jurus yang bisa membunuh Alam Jiwa Kesatria tingkat sembilan puncak dalam sekejap!

Serangan diam dari seorang Alam Raja Langit tingkat lima kepada seorang murid Alam Jiwa Kesatria tingkat delapan puncak! Ini adalah pelanggaran aturan kompetisi yang sangat besar, tapi Tetua Lotus sudah tidak peduli lagi karena dia tahu jika Arya dibiarkan hidup, rencana Formasi Pengorbanan Darah Leluhur tiga hari lagi di dalam Kolam Teratai Suci akan gagal total!

Semua penonton di luar arena berteriak kaget melihat Tetua Lotus yang tiba tiba menyerang Arya dari belakang dengan kejam.

"Licik! Tetua Lotus licik!"

"Arya hati hati di belakangmu!"

Luna Maheswari yang ada di langit langsung berdiri dengan wajah pucat dan ingin berteriak agar Tetua Lotus berhenti, tapi sebuah bayangan hitam darah yang keluar dari bayangan Tetua Lotus itu menahan Luna dengan aura Alam Raja Langit tingkat delapan puncak, membuat Luna tidak bisa bergerak!

Tetua Agung Darah Hitam akhirnya muncul!

Serangan dari Alam Raja Langit tingkat lima itu sudah hanya berjarak satu meter dari punggung Arya yang masih mengangkat tangannya untuk menampar Rafa!

Apakah Arya akan mati di sini?

Tapi pada saat itu, sebuah suara dingin yang seperti es abadi yang bisa membekukan seluruh dunia itu menggema dari tepi arena, suara yang membuat semua orang yang mendengarnya merinding ketakutan.

"Tetua Lotus, kamu berani menyentuh suamiku satu jari saja, hari ini aku Sekar Embun akan membuat seluruh Puncak Obat dan Istana Teratai Suci mu menjadi kuburan es abadi, bahkan jika aku harus mati bersama kalian!"

BOOM!

Sebuah pedang es raksasa sepanjang seratus meter yang terbuat dari Es Abadi sepuluh ribu tahun dan memancarkan cahaya emas naga di dalamnya melesat dari tepi arena dengan kecepatan yang bahkan lebih cepat dari serangan Tetua Lotus dan menebas ke arah tangan Tetua Lotus yang akan menyerang Arya!

Teknik Kombinasi Suami Istri yang sudah tingkat mahir, Pedang Naga Es Penghancur Dunia, versi yang digunakan oleh Sekar Embun seorang diri dengan meminjam kekuatan naga dari Arya melalui Tanda Istri Kaisar!

Pertarungan antara Alam Raja Langit tingkat tiga puncak melawan Alam Raja Langit tingkat lima akan segera dimulai di tengah Arena Nomor Satu yang sudah penuh dengan darah, tamparan, dan drama, dan pertarungan ini akan menjadi awal dari terbukanya topeng Tetua Lotus dan Tetua Agung Darah Hitam di depan ribuan orang!

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!