NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: Deby ria sitopu

Nia terpaksa kehilangan kesuciannya begitu ia salah memasuki kamar majikannya yang sedang dalam keadaan mabuk. Hal itu mengubah hidup Nia terpaksa menikah dengan tuannya yang baru saja ia kenal.


Hari-hari yang dilalui Nia terasa berat, menikah dengan pria dingin yang tak menginginkan pernikahan itu terjadi. Gael pria dingin itu terpaksa menikahi Nia setelah perbuatan bejatnya diketahui oleh ibu kandungnya.

Nia menerima perlakuan dingin suaminya mencoba memahami perasaan Gael yang menikahinya hanya karena mengikuti kemauan orang tuanya. untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Akan Gael menerima Nia sebagai istrinya atau sebaliknya? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deby ria sitopu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dicium pas bunga

Pagi ini Nia kembali memakai seragam khusus untuk pelayan di mansion itu, seragam yang sudah beberapa hari ini tidak ia gunakan. Pelayan yang lain berbisik-bisik dengan kembalinya Nia memakai seragam itu setelah kepergian nyonya besar mereka dan menerka-nerka apa yang terjadi antara Nia dan juga tuan muda mereka.

"Sudah, tidak perlu dihiraukan! " Halima tau persis dengan perasaan Nia saat itu. Nia pun tersenyum kepada Halima menandakan ia baik-baik saja.

"Pagi pak Gus..." sapa Nia kepada pak Agus yang baru saja datang dari belakang mansion. Pak Agus hanya menghela nafasnya melihat Nia berada bersama para pelayan yang lainnya sedang berbaris disana menunggu perintah dari sang kepala pelayan di mansion itu yang tak lain adalah pak Agus sendiri.

Sebenarnya pak Agus tau dibalik kembalinya Nia kekamar Halima tadi malam dan pagi ini nyonya itu kembali memakai seragam pelayan itu pasti tuan Gael dibalik itu semua.

"Baiklah untuk hari ini seperti biasa kalian mengerjakan pekerjaan kalian seperti biasa! " perintah pak Agus.

Satu persatu mereka pun mulai membubarkan diri dan mulai melakukan pekerjaan mereka masing-masing. Tak terkecuali Nia, ia juga mulai pada pekerjaan seperti biasa yang ia lakukan.

"Pagi tuan... " sapa Nia sambil membungkuk badannya kepada Daren yang baru saja tiba untuk menjemput tuan Gael.

"Nyonya? kenapa anda melakukan ini dan seragam ini? " cecar Daren menatap tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Nia.

"Daren.. Kau kemari bukan untuk mengurusi hal yang tidak penting kan? " Gael yang tiba-tiba datang dengan suara datarnya. Membuat Daren dan Nia menoleh secara bersama-sama kepadanya.

"Maaf tuan. " Ucap Daren kemudian meninggalkan Nia disana yang sedang membersihkan meja diruang keluarga dan mengikuti tuannya itu dari belakang.

Nia hanya menghela nafasnya kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali.

Didalam mobil menuju perusahaan AGL Residence Daren menanyakan hal yang sedari tadi mengganggu pikirannya.

"Tuan, kenapa nyonya Nia memakai seragam itu? "selidik Daren melirik tuannya itu dari kaca mobil yang didepannya.

"Bukankah sebelumnya ia memang memakai seragam yang sama dengan apa yang dipakai nya sebelumnya? " tanya balik Gael.

"Bukan itu maksud saya tuan. " Ucap Daren.

"Biarkan saja dia melakukan apa pun sesukanya!" tegas Gael. "Tapi tuan... " Daren mencoba kembali berbicara. "Aku tidak ada waktu Daren membahas masalah pelayan itu. " ketus Gael.

"Tuan, seperti apa pun keadaan nya nyonya Nia adalah istri tuan! " peringat Daren. "Kau bisa saja berkata seperti itu karena bukan kau yang berada diposisi ku saat ini, menikah dengan orang yang tak aku kenal sebelumnya dan tidak aku cintai." Lirih Garl.

"Tapi setidaknya tuan bisa mencoba membuka hati tuan dan menerima nyonya Nia sebagai istri tuan." Daren memberikan saran kepada tuannya itu.

"Entahlah aku sendiri bingung harus berbuat apa?" Gael menyandarkan punggungnya di sandaran mobil mewahnya itu.

Prang

Nia yang tak pokus pada pekerjaan nya menjatuhkan pas bunga yang ada diruang tengah mansion itu dan ternyata mengenai kaki kanannya.

"Ada apa ini? " Pak Agus datang menghampiri Nia.

"Maaf pak Gus a aku tidak sengaja menjatuhkannya. " Nia berkata dengan terbata-bata takut terkena masalah karena keteledoran nya.

"Berhati-hatilah ketika sedang bekerja dan cepat dibereskan semua ini! " perintah pak Agus kepada Nia dan meninggalkan Nia begitu saja.

Nia membersihkan satu per satu pecahan pas bunga tersebut dan baru ia menyadari bahwa kakinya mengeluarkan darah.

"Nia berikan pada ku biar aku yang melanjutkan membersihkan ini semua kau obatilah kaki mu dulu! " suruh Halima yang melihat kaki Nia yang terus mengeluarkan darah.

"Terima kasih. " Ucap Nia merasa tidak enak sudah menyusahkan Halima karna perbuatan nya.

"Kau kenapa masih berdiri disitu? pergilah obati luka yang ada dikaki mu itu! " suruh Halima lagi.

"Baiklah. " Nia pun menuruti perintah Halima dan mengambil kotak p3k kemudian mengobati lukanya itu.

Malam harinya Gael pulang cukup larut malam yang disambut oleh pak Agus. "Dimana dia? " tanya Gael tanpa menghentikan langkah kakinya. Demikian juga dengan pak Agus berjalan mengikuti tuannya itu dari belakang sambil membawa jas dan tas kerja tuannya itu.

"Dia siapa tuan? " tanya balik pak Agus.

"Siapa lagi kalau bukan pelayan itu! " Ucap Gael. "Nia tuan! " terang pak Agus. "Ya Nia kau panggilkan dia ! " suruh Gael. "Baik tuan. " Pak Agus pun segera memanggil Nia dikamarnya setelah meletakkan jas dan tas tuannya itu di atas sofa yang ada dikamar tuannya.

"Nyonya... " Panggil pak Agus sambil mengetuk pintu kamar Nia dan juga Halima.

"Ada apa pak Gus? " ucap Nia membukakan pintu kamarnya. "Tuan memanggil Anda nyonya beliau ada dikamarnya sekarang! " pak Agus menyampaikan pesan tuannya itu.

"Baiklah! " ucap Nia kembali masuk kemudian mengikat rambut panjangnya memperlihatkan tengkung jenjangnya sebelum ia menemui tuannya.

Dengan langkah sedikit pincang Nia berjalan menuju kamar Gael.

Tok

tok

Nia mengetuk pintu itu dengan perasaan yang tidak menentu karna tidak biasanya tuan Gael memanggilnya.

"Ada apa tuan? " tanya Nia begitu ia sudah masuk didalam kamar itu.

"Aku ingin mandi sekarang! " Terang Gael.

"Lantas kenapa tuan memanggil ku jika tuan ingin mandi? " Nia yang tak mengerti maksud dari ucapan Gael.

"Kau siapkan air hangat untuk ku! " perintah Gael dengan suara datarnya tanpa menoleh ke arah Nia yang berdiri di dekatnya.

"Baik tuan. " Nia pun berjalan melewati Gael menuju kamar mandi dengan kakinya pincang nya.

"Tunggu! " Gael melihat kearah jaki kanan Nia.

"Ada apa tuan? " tanya Nia menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap tuannya itu.

"Kenapa dengan kaki mu? " selidik Gael untuk pertama kalinya memperhatikan Nia.

"Kaki ku? a.. ini hanya luka kecil tuan. " Jelas Nia.

"Kenapa dengan kaki mu? " Gael mengulangi pertanyaannya.

"Kaki dicium pas bunga yang ada diruang tengah tuan! " Seloroh Nia namun berbeda dengan Gael yang menganggap serius ucapannya.

"Dicium? apa bisa? " Gael kebingungan.

"Tentu saja ini buktinya! " Nia mulai terpancing mengerjai tuan sekaligus suaminya itu.

"Benar kah? " Gael mengkerut kan alisnya menatap bingung kepada Nia.

"Sudah lah jika tuan tidak percaya! " Pekik Nia kemudian ia membalikkan badannya dan masuk kedalam kamar mandi untuk menyiapkan air hangat seperti perintah tuannya itu.

Sementara Gael masih memikirkan ucapan Nia. "Apa maksud nya sebenarnya? " Gumam Gael yang belum mengetahui maksud dari perkataan Nia.

"Dasar tuan es balok, begitu saja ia tidak mengerti! makanya jangan hanya pergi pagi pulang malam jadinya otaknya sedikit lemot. Masak ia tuan seperti mu tidak mengerti maksud ucapan ku itu. Hapus dulu file yang tidak diperlukan dari otak mu itu tuan agar tidak lemot! " gerutu Nia berbicara sendiri.

"Apa kau bilang? "

1
Sutri Ana
Luar biasa
Lina Kandar
lanjut tttt
Sakinah Amalia
Lumayan
Sakinah Amalia
Luar biasa
Rania Indani
Tania
Sri Ayuu
lanjuuut
wendyddy
not bad lahhh, tetap semangat nulis novel torr
Neng Sarah
suka dngn ceritanya ... ampe baca berulang ulang
Neng Sarah: love..lovee..thoor🥰😘😘
total 2 replies
Asyatun 1
keren
Herta Siahaan
😆😆😆 kasihan Gael yg ada Nia makin g percaya dan ragu padamu.... tumpuk terus masalah dgn Nia😆😆
Herta Siahaan
yg ada Nia makin menjauh dan pergi Gael dan si Mama jg harus nya tegas ma Serly
Herta Siahaan
Oalah Gael tuk menyatakan Nia sebagai istri mu aja kau tdk tegas apalagi bilang cinta.... makin down Nia ma Sikapmu
Herta Siahaan
Mama bilang ma Gael donk ... istrinya kan polos dan kurang peka mengingat dia dinikahi krna terpaksa dan dia trauma masa akhir hidup kiren dia diacuhkan....
Herta Siahaan
apa sich susah nya bilang cinta padanya Gael.,...
Herta Siahaan
Gael istri mu bingung dgn sikap mu... waktu dirimu mengurus Kiren dan cuek pd istri mu apa kau tahu betapa dia selalu pasrah dgn tangis dalam diam
Unnah_Azzahrah03
ini nggk ada Extrapart nya yah??
Ismiyati
wah tambah seru
Ismiyati
astaga npa lelet pdhl lgi seru2nya
Sofia Askana
i love this story. gak bertele-tele 👍👍👍
Sekar kedhaton👑
vas gitulah Thor 😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!