NovelToon NovelToon
GENG PLETAK

GENG PLETAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Petualangan
Popularitas:129.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Widya Pratiwi

Kisah ini menceritakan sekumpulan lima bocah yang bersahabat dari kecil yang memiliki keunikan yang berbeda-beda. Kelima bocah itu selalu bertingkah somplak dan menggemaskan. Dengan tingkah somplak itulah, mereka selalu saja di jitak oleh orang tua mereka. Jitakan itu terdengar bunyi "Pppplleettaakkk.." yang akhirnya mereka berkumpul dan menjadi sebuah geng yang bernama GENG PLETAK.

Kelima bocah itu tumbuh bersama walaupun usia mereka tak sama. Namun dengan perbedaan usia yang tak jauh itu, membuat mereka menjadi sahabat yang begitu akrab satu sama lainnya hingga mereka dewasa.

Suatu hari GENG PLETAK bosan dengan kiruk pikuk kehidupan yang ada di kota. Mereka pun memutuskan untuk pergi berlibur mencari suasana baru di sebuah pedesaan yang memiliki rumor bahwa ada sebuah Goa yang di dalamnya terdapat harta karun yang terkubur disana. Sontak saja membuat GENG PLETAK itu penasaran untuk mencarinya.

Akankah GENG PLETAK dapat menemukan harta karun tersebut dan menjadi kaya raya??????????

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SESEPUH

Para pria konyol telah menaiki mobil off-road yang akan membawa mereka pergi ke rumah sesepuh Mang Urip. Namun sebelum itu mereka sedang menunggu kedatangan dua wanita yang akan ikut bersama dengan mereka namun menggunakan kendaraan lainnya yaitu motor trail.

"Kemana sih Pinka dan Novia? Lama banget!" Gerutu Ari tak sabaran.

"Palingan mereka berdua dandan dulu!  Haaaahh, wanita kalau dandan lama!" Sahut Gading.

"Sabarlah! Sebentar lagi mereka pasti nongol." Sambung Jodi.

Mang Urip dan Didik hanya diam dan menanti dengan sabar di jok belakang mobil. Tak lama Jodi mengatakan hal itu, tiba-tiba sebuah motor trail terbang melintasi mereka.

Ngggeeeeeennggggg......

Ccceeeekkkiiitttttttt......... (suara motor trail ala author)

Pinka mengehentikan motor trailnya itu dengan begitu mengagumkan.

"Hampir mati aku!" Ucap Novia gemetar ketakutan duduk di belakang saat di bonceng Pinka.

Semua pria yang berada di mobil off-road itu tercengang melihat kepiawaian Pinka dalam mengendarai motor trail tersebut. Ketika motor trail itu terbang melintasi mereka, Jodi bahkan menatap Pinka dengan bola mata yang berbentuk ♥️

Jodi begitu terkagum-kagum melihat Pinka yang sangat piawai membawa motor trail yang sejatinya hanya pria saja yang bisa mengendarainya.

"Wah! Pinka cantik banget!" Seru Jodi.

"Heh, itu sepupu gue! Hehehehe." Sahut Ari.

"Aku akan telepon mama untuk bicara mengenai pernikahanku dengan Pinka!" Kata Jodi tanpa sadar mengatakan hal tersebut.

"Apa? Menikah?" Pekik Ari dan Gading kaget.

Jodi mengangguk cepat tanpa sadar sangking kagumnya ia melihat Pinka.

"Hehehe, selain judes dia juga keren!" Seru Jodi memuji Pinka.

"Heh, kalau kau menikah sama Pinka, maka kau akan menjadi semakin kaya!" Kata Gading.

"Masa sih?" Tanya Ari bingung.

"Kau lupa, kalau sepupumu itu adalah satu-satunya pewaris beberapa rumah sakit milik kakek Devan?" Kata Gading.

"Oh, iya!" Sahut Ari.

"Nah, si Jodi pengusaha apotek! Jadi jika mereka menikah, otomatis apotek yang akan dianjurkan oleh pihak rumah sakit milik Pinka, adalah apotek milik Jodi. Lah, makin kaya kan dia!" Sambung Gading.

"Eeemmm, jadi pertanyaanku adalah, sejak kapan kau pintar?" Tanya Ari pada Gading.

"Kalau urusan uang dan wanita aku jagonya! Hahahaha." Sahut Gading.

"Haaaaaahhhhh!" Didik dan Mang Urip menghela nafas panjang mendengar perbincangan antara Ari dan Gading.

Jodi yang sedari tadi masih menatap kagum pada Pinka, tiba-tiba saja kaget saat mobil off-road yang dikendarai oleh Gading melaju kencang.

"Let's go!" Seru mereka.

Beberapa saat kemudian, mobil off-road yang dikendarai oleh Gading tiba di depan rumah sederhana. Tak lama Pinka dan Novia pun sampai dengan selamat. Ketika membuka helmnya Novia melihat pada sebuah cermin kecil yang ia bawa.

"Aaarrgghh, rambut indahku!" Pekik Novia.

"Hehehehe!" Pinka hanya terkekeh jahat saja saat menatap rambut Pinka yang acak-acakan bagaikan rambut singa akibat diterpa angin saat naik motor bersamanya.

"Sudah tidak apa-apa! Neng artis tetap cantik kok di mata Abang Didik, hehehehe." Kata Didik yang membuat Novia tersipu malu.

"Iiihh, bang Didik gombal! Jadi gemes!" Sahut Novia mencubit sebelah dada bidang Didik.

"Iiiihhh, balas nih!" Ucap Didik hendak membalas apa yang Novia lakukan padanya.

"Jangan dong! Nanti aku kegelian! Hehehehe." Kata Novia centil-centil manja pada Didik.

Yang lainnya menatap Didik dan Novia dengan pandangan yang begitu sebal.

"Lihatlah mereka berdua! Terlalu lebay!" Kata Ari sambil menunjuk kepada Didik dan Novia.

"Iya! Seakan dunia milik mereka berdua saja!" Sahut Gading.

"Iri bilang, bos!" Seru Didik dan Novia membalas hujatan Ari dan Gading.

"Hei, ayo kita masuk! Mang Urip sudah nungguin tuh!" Ajak Pinka.

"Pinka! I Love You!" Ucap Jodi.

"Apaan sih!" Gerutu Pinka melengos pergi begitu saja dari Jodi.

Anggota Geng PLETAK sekaligus Didik dan Mang Urip masuk ke dalam rumah yang sederhana itu. Disana mereka disambut dengan beberapa kerabat dari Mang Urip yang ketebalan bibirnya serupa dengannya. Gading terpukau melihat ketebalan bibir dari kerabat-kerabatnya Mang Urip. Ia pun sibuk jeprat-jepret bersama mereka di rumah itu, sedangkan yang lainnya ikut masuk bersama Mang Urip ke dalam kamar dimana sesepuh itu sedang beristirahat.

Di tempat tidur yang cukup empuk, tampak seorang pria tua renta dan hanya bias berbaring saja. Matanya pun kurang awas karena faktor usia.

"Sesepuh! Urip datang." Kata Mang Urip pada kakek buyutnya itu.

"Urip siapa? Aku tidak merasa punya cucu bernama kampungan seperti dia." Sahut sesepuh itu.

"Pppfftt, hahahaha! Mang Urip tidak diakui sebagai cucu." Ucap yang lainnya sambil tertawa lepas.

"Ini Urip alias Valentino Rossi, cucu sesepuh yang paling ganteng diantara semuanya!" Kata Mang Urip lagi.

"Eh, anying! Valentino Rossi katanya!" Ucap Ari kaget.

"Oh, iya! Aku baru ingat." Sahut sesepuh.

"Urip datang bersama teman, datang tak di jemput pulang tak diantar!" Kata Mang Urip.

"Hei..hei...hei..., Kau pikir aku ini jaelangkung!" Ujar sesepuh itu dengan suaranya yang gemetar.

"Hahahaha, njiiir! Kocak nih sesepuh." Ucap Pinka ngakak.

Lalu Mang Urip pun menanyakan hal yang serius mengenai harta karun yang tersimpan itu. Namun karena faktor usia sang sesepuh tak mengingat banyak mengenai harta karun tersebut.

"Tapi sesepuh masih ingat kan kalau kakek buyutku pernah menyimpan harta karun di goa itu?" Tanya Jodi.

"Iya! Aku bahkan masih ingat kalau tuan Norman dulu pernah membuat sebuah peta untuk menemukan harta karun yang ia simpan di goa itu. Tapi aku tak tau dimana ia menyimpan peta tersebut." Sahut sesepuh.

"Sesepuh masih ingat dimana letak harta karun itu di kubur?" Tanya Ari.

Belum sempat sesepuh itu menjawab pertanyaan Ari, tiba-tiba saja Gading masuk ke dalam kamar. Sesepuh kaget melihat wajah Gading.

"Tam...tampan sekali dia!" Ucap sesepuh sambil memegangi dadanya.

Nafasnya terlihat sesak dan cengap-cengap. Semua orang panik melihat sesepuh yang tiba-tiba saja sesak nafas. Sebagai dokter, Pinka pun sibuk memberikan pertolongan pertama pada sesepuh tersebut. Namun apalah daya, tuhan berkehendak lain. Sesepuh itu telah menghembuskan nafas terakhirnya setelah kaget melihat ketampanan wajah Gading.

"Sesepuh meninggal." Ucap Pinka.

"Innalilahi wa innailaihi rojiun! Seru yang lainnya.

"Sesepuh!" Teriak Mang Urip sedih.

"Sabar Mang!" Ucap Ari dan juga Jodi.

 

*****

Setelah proses pemakaman sesepuh selesai, mereka semua kembali ke villa. Didik pun pulang kerumahnya. Di ruang tengah anggota Geng PLETAK masih kebingungan apa yang membuat sesepuh meninggal saat itu.

"Saat Gading datang, sesepuh itu sempat berkata, tampan sekali dia, sambil menatap Gading." Kata Ari.

"Apa karena ketampananku ini penyebab sesepuh meninggal?" Tanya Gading bingung.

"Mungkin saja! Sepertinya sesepuh itu tak suka ada orang lain yang mengalahkan ketampanannya Mang Urip. Karena kau lebih tampan dari Mang Urip, maka dari itu sesepuh kaget dan meninggal." Sahut Ari nyeleneh.

"Masalahnya, sebelum sesepuh meninggal dunia dia sempat mengatakan perihal peta harta karun itu." Kata Jodi.

"Iya, tapi dia tidak tau kakek buyutku menyimpannya dimana." Sahut Pinka.

"Pasti di villa ini! Kita cari saja." Kata Novia.

"Begini saja, setelah Mang Urip selesai berduka, baru kita cari peta itu bersama-sama. Bagaimanapun juga Mang Urip yang tau seluk beluk villa ini." Kata Jodi lagi.

"Iya, kau benar!" Seru Ari dan Gading.

Lalu Jodi melirik Pinka yang duduk di sebelahnya. Jodi yang telah jatuh cinta kepada Pinka karena kagum terhadapnya, tiba-tiba saja berbalik dan menghadap Pinka.

"Pinka! Malam ini kita bobok disini lagi yok? Hehehe." Ajak Jodi.

"Ni bocah kenapa sih? Dulu dia sering menolakku, sekarang dia malah cengar-cengir padaku. Sok imut banget. Huh, aku tak mau mengharap lagi padanya!" Gumam Pinka dalam hatinya.

"Tidur sana sama mbak Mae!" Ujar Pinka sewot.

"Lah, kenapa jadi mbak Mae sih?" Gerutu Jodi.

"Karena mbak Mae lebih cocok sama pria menyebalkan seperti dirimu." Sahut Pinka seraya beranjak dari tempat duduknya.

"Pinka! Tunggu aku dong! Kita bobok bareng saja." Rengek Jodi.

"Aku janji gak akan berbuat macam-macam!" Rengek Jodi lagi.

"Kau sudah gila! Kesambet setan apa sih?" Pekik Pinka kesal.

"Bukan kesambet, tapi terpanah asmara darimu!" Sahut Jodi.

"Pergi sana!" Teriak Pinka ketika ia masuk ke dalam kamarnya.

"Tidak! Aku akan tidur disini bersamamu malam ini!" Sahut Jodi menolak dan tetap bertahan di dalam kamar itu.

"Kalau kau tidur disini bersama Pinka, lalu aku tidur dimana?" Teriak Novia.

"Tidur sama Didik sana di warungnya Kang Bakso!" Sahut Jodi seraya mengusir Novia keluar dari kamar itu.

"Jodi! Seenak jidatmu saja kalau bicara!". Teriak Novia ngamuk.

Pinka dan Jodi saling menatap di kamar itu. Sedangkan Novia masih berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar tersebut.

"Tidak usah diperdulikan si artis azab! Kita bobok yuk!" Ajak Jodi.

"Kesambet apa nih si bule ganteng? Tiba-tiba dia jadi seperti ini denganku!" Gumam Pinka kebingungan.

 

 

 

 

1
Ganis Utami
lanjutin dong
Chintya
Ini gimana endingnya oyy...aku nunggu cerita keluarga rendang oy kenapa harus terus Thor aku rindu sama keluarga Bilqis
Audina Putri
isabel uda jdi nenek huhu
Wulandari Setyaningsih
Thor, Mana lanjutan ceritanya? Lama sekaliii🤭
Wulandari Setyaningsih
Si kembar Ara dan Arum gak ada ceritanya, Thor?🤔
Sadboyff
up
Chintya
kapan tamat nya ini on Going tp GK up up sedih di tunggu tunggu GK up mulu
Chintya
mana kelanjutan nya ditunggu donk say
Siti Fatimah
aku mah pertama kali baca malah wanita samaran untuk CEO thor🤭
Siti Fatimah
ayo Sel,, gass aja si nenek sihir itu😂😂
Siti Fatimah
hadehhhh,, parah ni kocak nya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Siti Fatimah
hahahaa sableng Kabeh😂🤣🤣
Siti Fatimah
somplak benerrr😂😂😂😂😂
Siti Fatimah
kamu keren thorrr,, karya2 mu yg udh ku baca lucu smua😂😂 the best lh pkok nya👍👍
Siti Fatimah
🤣🤣🤣🤣🤣
Siti Fatimah
hhahahaa jdi latah skrg kamu ya Ding,, gading gajah😂😂😂
Siti Fatimah
dasar bocah somplak🤣🤣
aquawomen
lanjut dooong
Widya Pratiwi: iya kak, nanti ya ...
total 1 replies
ララサティ
author sama somplaknya kek geng pletak😅😖
Baka
giselle semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!