"Apa kita berdua dijodohkan!" Celia dan Alfian sama-sama terpeki kaget ketika orang tua mereka merencanakan Perjodohan di masa muda mereka.
"Benar sekali," sahut Darius.
"Ini tidak masuk akal. Pa, kami berdua masih sekolah dan bahkan kami tidak akrab," sahut Alfian.
"Tenanglah Alfian, justru perjodohan ini akan membuat kalian akrab dan belajar untuk menuju hidup di masa depan," aahhh Darius.
Alfian dan Celia benar-benar tidak menyangka bahwa mereka akan dijodohkan, mereka sudah mencoba untuk protes, tetapi para orang tua itu menginginkan hubungan mereka diikat dalam ikatan pertunangan.
Alfian dan Celia saling bertukar cincin sebagai ikatan diantara mereka berdua jika ada hubungan spesial yang tidak akan terpisahkan oleh apapun.
Raut wajah Alfian dan Celia terlihat murung, tidak memiliki pilihan selain menuruti permintaan orang-orang dewasa.
Celia terpaksa melakukannya agar memiliki akses lebih luas untuk bisa sekolah di luar negeri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28 Menenangkan
"Alfian lepas sakit!" Celia berusaha ingin melepaskan tangannya dari Alfian yang mana saat ini pantas membawanya sampai ke atap gedung.
"Alfian....." Celia mengayun suaranya tetap memohon kepada Alfian untuk melepaskannya.
"Sorry ...." Alfian melepaskan genggaman tangan tersebut.
"Apaan sih, sakit tahu!" kesal Celia mengusap-usap pergelangan tangannya sampai memerah.
"Maaf Celia, aku nggak sengaja melakukan hal itu," ucap Alfian merasa bersalah.
"Masih sakit?" tanyanya terdengar ada perhatian sedikit.
"Sudah tidak," jawab Celia.
"Ngapain sih, tarik-tarik sampai sini?" tanya Celia.
"Jika Aku nggak bawa kamu, anak-anak akan terus nyerang kamu," ucap Alfian
"Terus ngapain tadi ngomong gitu sama anak-anak?" tanya Celia.
"Aku bicara yang benar, memang apa yang salah, agar tidak terjadi kesalahpahaman dan orang-orang tidak mengejek kamu yang menganggap kamu salah dalam hal ini bukankah lebih baik aku langsung menjelaskan sama mereka," sahut Alfian.
"Berarti sama aja kita membenarkan tuduhan mereka," sahut Celia.
"Tuduhan kamu bilang, Celia ini bukan tuduhan tetapi memang benar sebenarnya bahwa kita berdua tunangan, dijodohkan seperti penjelasan yang baru saja aku katakan," ucap Alfian.
"Tetapi ini nggak lucu, anak-anak akan ngecengin aku terus, masih SMA sudah tunangan, ngejar tunangannya sampai pindah sekolah, kita seharusnya bisa klarifikasi untuk tidak membenarkan video itu," ucap Celia.
"Untuk apa harus klarifikasi berusaha untuk menutupi video itu dan pada kenyataannya video itu memang benar, orang yang menyebarnya sudah pasti mengetahui yang sebenarnya dan jika kita klarifikasi bahwa semua itu adalah palsu dan otomatis video berikutnya akan muncul, ini akan terus terjadi dan akan terus ada kegaduhan, lebih dikatakan dengan jujur saja," ucap Alfian dengan tegas
Celia Diam tanpa bisa berkomentar apapun.
"Sudahlah Celia, kamu tidak perlu memikirkan masalah anak-anak," sahut Alfian.
"Kamu sendiri bagaimana? bukankah teman-teman kamu marah dan terlebih lagi Valery pacar kamu, matanya berkaca-kaca sepertinya marah sama kamu," ucap Celia.
"Sejak kapan aku pacaran sama Valery, kita nggak ada hubungan apa-apa. Kita temenan sejak SMP, sama seperti Kania Yogi dan juga Diego, tidak ada hubungan spesial di antara kita dan murid-murid SMA Bintang yang menganggap bahwa kita memiliki hubungan," jelas Alfian.
"Lalu menurut kamu siapa yang telah menyebarkan video itu? bagaimana bisa video itu ada padanya?" tanya Celia.
"Sudah pasti orang yang tidak menyukaiku, dan kemungkinan juga tidak menyukai kamu, aku akan mencari tahu siapa orang yang telah menyebar videonya," sahut Alfian.
"Teman-teman kamu kali?" tebak Celia.
"Tidak mungkin, meski teman-temanku tidak menyukai kamu, tetapi aku mengenali mereka dan mereka tidak mungkin melakukan sesuatu yang merugikan salah satu dari teman mereka," sahut Alfian dengan yakin.
"Sudahlah Celia, jika anak-anak SMA bintang mengejek kamu, kamu tetap abaikan saja dan biarkan saja apapun yang dikatakan mereka, untuk menghadapi murid-murid seperti itu kita hanya perlu cuek," ucap Alfian memberi saran.
"Baiklah, mungkin memang benar harus cuek," sahut Celia.
"Ayo kembali ke kelas!" ajak Alfian membuat Celia yang menganggukkan kepala.
*****
Karena mengobrol di atap gedung membuat Celia dan Alfian tidak menyadari bel sekolah sudah berbunyi. Wali kelas mereka bu Widya juga sudah berada di dalam kelas tanpa memberi himbauan kepada murid-murid.
Tok-tok-tok-tok-tok.
"Masuk Celia Alfian," sahut Bu Widya.
Keduanya menundukkan kepala dengan memasuki kelas.
"Darimana kalian berdua baru masuk kelas sekarang?" tanya Widya.
"Pacaran kali Bu," celetuk salah satu murid
"Cie pacaran..."
"Cuit, cuit, cuit,"
Murid-murid yang lain ikut menggoda dengan bersorak. Valery dan teman-temannya tampak kesal dengan kepala mereka berkeliling melihat murid-murid tersebut terus saja menyoraki Celia dan Alfian.
"Sudah-sudah, kalian ini bisa diam tidak, Ibu tidak meminta komentar kalian!" tegas Widya.
"Alfian, Celia kalian sekarang duduk, dan jangan biasakan sudah bel berbunyi dan belum masuk kelas!" tegas Widya.
"Baik Bu," sahut keduanya dengan menganggukkan kepala.
"Anak-anak kita kembali membicarakan masalah study tour yang akan diadakan minggu depan, hanya tinggal beberapa hari lagi, kalian bisa melihat persiapan apa saja yang di bawah dan juga jadwal apa saja yang sudah disiapkan di mading, jadi persiapkan barang-barang yang diperlukan dan jangan terlalu membawa banyak barang, jangan menyulitkan diri sendiri, ingat kita juga akan ada menaiki gunung tanpa porter, jadi bawalah barang seperlunya saja dan harus mandiri!" tegas Widya.
"Baik Bu," sahut semuanya serentak dan sementara
Valery menoleh ke arah Alfian, Valery sebenarnya masih kesal dengan Alfian yang bisa-bisanya sudah bertunangan dengan Celia tanpa sepengetahuan dirinya.
Setelah Bu Widya selesai memberikan himbauannya dan kemudian meninggalkan kelas. Valery berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Alfian yang masih tetap di tempat duduknya.
"Kita perlu bicara empat mata!" tegas Valery.
"Oke," sahut Alfian ternyata tidak masalah membuat Valery terlebih dahulu meninggalkan kelas yang disusul oleh Alfian.
Celia melihat hal itu dengan tatapan yang tampak sendu, Celia merasa bersalah dengan video mereka yang tersebar dan otomatis melayani dan teman-temannya akan semakin murka kepadanya.
"Teman kita benar-benar sial, bagaimana bisa sudah bertunangan dengan gadis kampungan seperti ini," celetuk Kania dengan ejekan.
"Nasib teman kita benar-benar malang," sambung Yogi.
"Mungkin saja Alfian saat ini dalam pengaruh sihir sampai-sampai harus bertunangan," sambung Diego yang pasti memberi sindiran kepada Celia yang sejak tadi hanya diam saja.
*****
"Apaan ini Alfian, kenapa kamu sudah bertunangan dengan Celia? aku dan bahkan teman-teman kita tidak ada yang tahu, jadi ini yang membuat kamu selama ini tidak ingin ikut-ikutan dan selalu marah jika anak-anak menggangu Celia, secara diam-diam kamu khawatir, karena dia adalah tunangan kamu, kalian berpacaran, sungguh kami semua tidak dianggap sampai hal sebesar ini tidak tahu," ucap Valery melampiaskan semua kemarahannya kepada Alfian.
"Kamu salah paham Valery, gue sudah menjelaskan semua tadi, gue dan Celia dijodohkan kedua orang tua kita. Kita berdua juga tidak sama-sama menginginkan perjodohan ini dan bukan hanya gue saja, tetapi juga Celia, dan memang kita menjaga rahasia ini, untuk apa juga anak-anak harus tahu dan termasuk kalian," ucap Alfian kembali menjelaskan kepada Valery.
"Kalau memang lo dengan terpaksa menerima perjodohan ini, lalu kenapa tidak mencoba untuk menolaknya dan oke kalau memang tidak punya kesempatan untuk menolak atau apapun alasannya nyokap dan bokap lo tidak akan menerima alasan itu, tetapi masih banyak cara untuk mengatakan bahwa perjodohan ini tidak bisa dilanjutkan," ucap Valery.
"Tanpa lo mengatakan hal seperti itu dan sudah pasti banyak hal yang gue dan Celia lakuin sampai perjodohan ini akhirnya batal, tetapi tetap saja nyokap dan bokap gue percayakan gue pada Celia dan begitu juga dengan Bunda dan Om Celia mempercayakan Celia kepada gue, jadi balik lagi, kita berdua sudah berusaha dan tidak bisa apa-apa!" tegas Alfian.
"Tetapi lo nggak suka beneran sama Celia Kan?" tanya Valery memastikan sahabatnya itu dengan menatap penuh kecurigaan.
"Valery sebaiknya sekarang kita kembali ke kelas, nanti guru mata pelajaran berikutnya akan masuk kelas," jawab Alfian memberikan jawaban yang tidak diinginkan Valery dan kemudian langsung berlalu dari ha Valery tanpa menjawab pertanyaan itu.
Bersambung....