cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cacing Tanah
Di perusahaan ADITAMA GROUP kini Hendra tengah uring-uringan karena Dimas Anggara yang memutuskan sambungan telepon tanpa mendengar jawaban darinya.
" Emang si Dimas ini bos dan sepupu laknat, gimana cara aku menjemput adiknya zizah coba kalau aku saja tidak tau dia sekolahnya di mana?" gerutu Hendra sambil mengacak-acak rambutnya.
Tuuutt.... Tuuuttt...
" Buruan Hendra Lo ini lelet banget kayak siput" ucap Dimas Anggara dari seberang telepon
" Woi gue mau jemput adik zizah dimana? Gue gak tau alamat sekolahnya Dimas" ucap Hendra dengan kesal
" Cepet jemput di SD Tegalsari sekarang juga, gue sudah mepet nih waktu meetingnya" ucap Dimas Anggara sambil berkacak pinggang
Sudah macam emak-emak saja kan Dimas ini yang gak sabaran dan juga uring-uringan terus.
" Ya gue meluncur sekarang juga Tuuutt" ucap Hendra sambil memutuskan sambungan telepon
Setelah memutuskan sambungan telepon Hendra gegas menyambar kunci mobil di atas meja dan segera berlari menaiki lift khusus petinggi kantor, sesampainya di lobi Hendra langsung berlari tanpa memikirkan tatapan seluruh kantor dan bisik-bisik di beberapa karyawan.
" Ada masalah urgent apa sih? Kok pak Hendra Sampek lari-larian gitu" ucap Silvi pegawai resepsionis
" Entahlah mungkin emang Se urgent itu kamu tadi lihat kan wajah pak Hendra serius banget gitu" ucap Siska sambil terus mengecek kerjaannya
" Iya ganteng banget" ucap Silvi yang malah salfok sama kegantengan si Hendra
Plak...
" Ish kamu ini malah bercanda" ucap Siska sambil menggeplak lengan Silvi
" Aku juga serius Siska, wajah pak Hendra itu emang ganteng 11 22 sama pak Dimas Anggara" ucap Silvi yang memang menaruh hati sama Hendra sejak awal bekerja di Aditama Group
" Iya saja lah" ucap Siska sambil merotasi matanya dengan jengah
*______
Sedangkan Hendra kini tengah memacu mobilnya menuju ke sekolah SD Tegalsari dengan kecepatan di atas rata-rata, karena tidak mau sampai kelamaan dan berakhir kena sidang oleh Dimas Anggara.
Beberapa menit kemudian Hendra telah sampai di depan sekolah SD Tegalsari tempat Arofik menuntut ilmu, tetapi Hendra tidak menemukan mobil Dimas Anggara yang terparkir di sana.
" Benarkan ini sekolah SD Tegalsari yang Dimas maksud, tapi dimana Dimasnya?" gumam Hendra sambil melihat ke arah depan sekolah dan di sebrang jalan.
Akhirnya Hendra memutuskan untuk menghubungi Dimas lewat telepon bukan lewat telepati karena baik Hendra maupun Dimas belum memiliki ilmu telepati hehehe...
Tuuutt.... Tuuuuttt....
" Halo Lo dimana Dimas? Gue sudah Sampek di SD Tegalsari yang Lo maksud" ucap Hendra sambil keluar dari mobilnya
" Lo gak usah ke SD Tegalsari Arofik sudah gue bawah ke restoran mawar melatih ikut gue meeting karena Lo kelamaan" ucap Dimas sambil melangkah menuju kursi yang sudah Dimas pesan
" Kenapa Lo gak bilang dari tadi ha..!, Lo tadi suruh gue ke sini tapi setelah gue Sampek sini Lo malah ajak dia cabut sama Lo!" ucap Hendra dengan kesal karena merasa di permainkan oleh Dimas Anggara bos nyebelin tapi royal.
" Sudah jangan banyak omong Lo, mulut Lo bau tut" ucap Dimas sambil memutuskan sambungan telepon.
Dimas tidak tau saja kalau saat ini Hendra sedang mencak-mencak bahkan Sampek kayang gegara emosinya yang naik Sampek ubun-ubun menghadapi bos bin sepupu super nyebelin itu.
"Awas saja Lo Dimas gue akan balas dendam sama Lo hahahaaaa" ucap Hendra yang kini bertransformasi menjadi ODGJ yang setelah marah-marah setelah beberapa menit tiba-tiba berubah tertawa ngakak.
Sedangkan di restoran mawar melatih kini Arofik dan Dimas tengah memasuki ruangan VIP yang telah di reservasi oleh Dimas untuk meeting dengan kliennya.
" Om katanya om mau kerja kok malah ke tempat makan? Apa klien yang om maksud itu sedang lapar mangkanya om ingin mentraktirnya?" ucap Arofik dengan polosnya sambil menatap setiap interior di dalam ruang VIP tersebut
" Iya meetingnya emang di sini dek sekalian makan siang, nah itu partner kerja om sudah datang yuk kita sambut dulu" ucap Dimas sambil menatap ke arah Mr. Thomas yang baru datang.
" Hallo Mr. Thomas selamat datang di Indonesia" ucap Dimas sambil tersenyum dan berjabat tangan dengan Mr. Thomas
" Halo Mr. Dimas Anggara" ucap Mr. Thomas sambil berjabat tangan dengan Dimas Anggara
" Perkenalkan ini sekertaris saya Nadia yang akan membantu saya di proyek kita ini" ucap Mr. Thomas yang memperkenalkan sekertarisnya yang bertubuh sexi plus memakai pakaian kurang benang.
* Nih sekertaris Mr. Thomas beli baju kok yang kekurangan benang gini, tuh lihat belahan di roknya sampai paha apa gak masuk angin tuh siputnya* gumam Dimas dalam hati
Sedangkan si Nadia yang di tatap oleh Dimas kini berubah menjadi cacing tanah yang suka menggeliat saat terkena terik matahari hari.
" Silahkan duduk Mr, oh ya mari kita makan siang terlebih dahulu sebelum memulai pembicaraan kita tentang kelangsungan bisnis kita. Silahkan anda pesan makanan yang anda suka" ucap Dimas sambil memberikan buku menu ke pada Mr. Thomas
" Saya mau pesan steak dan minumannya capucino saja, kalau kamu mau apa Nadia?" tanya Mr. Thomas kepada sekertarisnya yang dari tadi sibuk menatap wajah ganteng Dimas Anggara
" Emmm samain saja dengan anda tuan, minumnya jus jeruk saja" ucap Nadia sambil sesekali melihat ke arah Dimas Anggara
" Kalau saya pesan spaghetti carbonara dua dan Capucino 1 dan jus jeruk 1" ucap Dimas Anggara sambil melihat buku menu di tangannya
" Kamu suka mie kan dek? Soalnya tadi om pesankan kamu mie" ucap Dimas sambil menatap wajah Arofik yang duduk di sampingnya
" Iya om, aku suka apa saja kok, aku percaya sama om Dimas karena apapun makanan yang om pesan pasti enak" ucap Arofik sambil tersenyum menatap wajah Dimas
Dimas yang mendengar ucapan Arofik pun hanya bisa tersenyum menatap wajah polos Arofik.
Sedangkan Nadia kini tengah mati-matian menahan rasa ingin tau dan ingin mengenal Dimas lebih jauh, karena keberadaan Mr. Thomas yang merupakan bos yang merangkap menjadi sugar Daddy nya.
Ya Nadia adalah selingkuhan Mr. Thomas yang bersembunyi di balik profesinya sebagai sekertaris yang mengatur dan membantu pekerjaan Mr. Thomas, termasuk membantu pekerjaan yang bisa menciptakan suara * Oh No* dan * Oh Yes* itu, entahlah othor juga gak tau pekerjaan seperti apa itu hehehehe...
Setelah beberapa menit kemudian semua menu yang di pesan telah tersaji dengan rapi di meja.
Melihat berbagai makanan yang terbilang baru yang dia lihat, Arofik pun tak kuasa menahan air ludahnya dan rasa ingin memakannya.
" Wow ini mie apa om kok kayak gini bentuknya? Biasanya kak zizah kalau masak mie gak kayak gini deh bentuknya" ucap Arofik sambil mengaduk spaghetti carbonara di hadapannya dengan sumpit
Dimas yang mendengar ucapan Arofik pun tak kuasa menahan tawa, apalagi saat Arofik mencoba memasukkan spaghetti ke dalam mulutnya dengan menggunakan sumpit, belum Sampek ke mulut sudah jatuh semua spaghetti nya.
" Hehehe kamu kesulitan ya dek pakek sumpitnya?" ucap Dimas sambil tersenyum dan berinisiatif untuk menyuapi Arofik menggunakan sumpit miliknya
" Wah enak banget om mie nya, ini mie apa om nanti kak zizah akan aku suruh beli dan masak seperti ini" ucap Arofik dengan mata berbinar
" Ini namanya spaghetti carbonara dek, di warung gak ada yang jualan kayak gini, adanya ya di restoran kayak gini" ucap Dimas Anggara dengan telaten menyuapi Arofik dan sesekali menyuap ke mulutnya sendiri.