NovelToon NovelToon
CINTA MANIS Sang Pewaris

CINTA MANIS Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: iska w

Seorang presdir tampan pemilik gedung raksasa yang bernama Samuel, rela membesarkan seorang anak yang imut, lucu dan menggemaskan yang bernama Kenzo itu sendirian, dia memang anak yang nakal dan bandel namun sebenarnya dia anak jenius, puluhan baby sister sudah mengundurkan diri karena tidak sanggup melayani bocah yang sering dipanggil Yoyo itu.

Sehingga suatu hari ada anak magang yang bernama Rinjani, karena kesalahannya dia terpaksa menjadi baby sister demi kelangsungan magangnya di perusahaan itu.

Hingga seiring berjalannya waktu tumbuh benih-benih cinta diantara mereka.

Akankah Kenzo setuju?

Akankah mereka bisa bahagia selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Semua karena UANG

...Happy Reading...

Kendaraan, rumah, dan tanah, dan tentu saja uang menjadi barang berharga yang kerap menjadi simbol banyaknya kekayaan seseorang. Alhasil, banyak orang yang mati-matian dan seolah berlomba-lomba dalam mencari harta.

Kondisi seperti itu terkadang membuat orang terlalu fokus mencari harta hingga akhirnya lalai dengan Tuhan, yang telah memberikan nikmat dengan memiliki kekayaan yang melimpah.

Padahal, Uang, kekayaan, harta bukan segalanya. Ada sebagian orang yang mempunyai harta melimpah, justru hatinya miskin karena terlalu sibuk dan abai.

Namun kenyataanya didunia ini, jika uang sudah maju, semua bisa terselesaikan dengan mudah begitu saja, seperti apa yang dilakukan Samuel hari ini, dia membooking taman bermain terdekat dirumahnya, karena Samuel sudah yakin Rinjani pasti akan membawa Yoyo untuk pergi kesana, taman bermain itu memang bukan taman umum, tempat itu memang disewa khusus untuk area hiburan, disana banyak mainan anak‐anak maupun dewasa, seperti roal caster, komedi putar, rumah hantu dan masih banyak lagi dan Rinjani sudah membeli tiketnya melalui online tadi.

Saat sampai disana Rinjani malah bingung sendiri karena melihat taman bermain itu nampak begitu sepi, hanya para penjual makanan dan jajanan dan juga penjaga permainan yang berlalu lalang disana.

" Waduuhh..."

" Jangan-jangan tutup ini Yo?" Jani menggandeng tangan Yoyo yang sudah terlihat keren menggunakan kaca mata hitam bulat dengan tas ransel kecil dipunggungnya yang berisi bekal makanan sehat, karena Yoyo dilarang keras jajan sembarangan, jadi Jani sudah menyiapkan segalanya.

" Sepi banget ini sih?"

" Apa kita terlalu awal datang ya?"

" Padahal udah siang ini?"

" Harusnya sudah ramai pengunjung Yo?" Rinjani clingak-clinguk melihat kanan-kiri, mencari pengunjung lain namun tidak ada.

" Huh.."

" Pasti ini karma!" Mulut kecil itu terkadang selalu saja membuat Jani tercengang sendiri saat mendengar ocehannya.

" Haha.." akhirnya Jani tergelak mendengarnya.

" Apa kamu bilang tadi Yo?"

" Karma?" Kedua alisnya terangkat saat menatap wajah Yoyo.

" Memang Yoyo tahu, apa itu karma?" Jani berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan bocah ajaib itu.

" Atau Yoyo mau bilang Kurma?"

" Yoyo pengen makan Kurma ya? bukan Karma kan?" Jani mencoba menanyakan kembali, mungkin saja dia salah bicara pikirnya.

" Ish.. ish.. ish.." Yoyo menggelengkan kepalanya.

" Masak karma aja nggak tahu!"

" Beneran Karma bukan Kurma!"

" Karma itu berasal dari bahasa sansekerta."

" Artinya perbuatan dan hasil yang akan di dapat dari perbuatan kita kak."

" Yang dinamakan karma phala, sementara akibat yang ditimbulkan dari perbuatan itu disebut karma vipaka." Ucap Yoyo dengan lancarnya, bahkan Jani saja tidak tahu sampai sedetail itu.

" Dan kita pasti sudah kena karma, karena sudah berbohong kepada Daddy." Yoyo seakan menyesali perbuatannya ini.

Prok... prok... prok...

Rinjani bertepuk tangan, dia begitu kagum dengan makhluk kecil Tuhan yang satu ini.

" Woaaahh..."

" Yoyo.. kamu punya fanspage nggak sih?"

" Kakak mau daftar jadi fans berat kamu nanti."

" Kamu benar-benar TOP MARKOTOP deh!" Jani mengacungkan kedua jempolnya, bahkan jempol kakinya pun kalau bisa dia acungkan, sayang terbungkus rapat dengan sepatu.

" Memangnya disekolah, Yoyo sudah diajarkan bahasa sansekerta ya?" Dulu Rinjani saat masih seumuran Yoyo menulis dan membaca saja masih di eja, ini dia sudah tahu bahasa sansekerta.

" Yoyo tidak pergi ke sekolah!"

" Gurunya yang datang kerumah Yoyo!" Dia menegakkan kepalanya dengan tersenyum penuh arti.

" Owh iya?"

" Kakak lupa kamu anak Horang Kaya!" Jani langsung menepuk keningnya sendiri.

" Kamu kan home scholling ya?"

" Tapi tetap saja otak kamu memang encer Yo!"

" Bisa menampung pelajaran orang yang sudah dewasa!" Jani langsung memeluknya dengan gemas.

" Jelas dong... Yoyo gitu loh!" Yoyo menegakkan kepalanya dan memasukkan kedua tangannya kekantong celananya dengan Gaya dan ekspresi Cool.

" Woaaahh...!"

" Kamu memang pantes menjadi anak Pak Samuel!" Jani baru menyadarinya, walau wajahnya tidak begitu mirip namun tingkah dan perilakunya banyak terdapat kesamaan.

" Ada bakat kesombongan tertanam didirimu!" Umpat Jani perlahan.

" Kalau begitu ayok kita masuk." Jani menggandeng tangan Yoyo.

" Kita coba tanyakan pada penjaganya saja, soalnya tadi kakak sudah beli tiketnya."

" Dan nggak ada notif pembatalannya kok!" Jani merasa ada yang janggal disini.

" Kalau tutup kita cari tempat lain saja."

" Gitu aja kok repot!" Ucap Yoyo yang sontak membuat Jani langsung garuk-garuk kepala, dia bingung sendiri jadinya, yang anak kecil siapa, yang dewasa siapa, kenapa Yoyo lebih terlihat bijak dan santai dalam berfikir.

" Permisi pak?" Jani bertanya pada pria yang berjaga didepan pintu pagar.

" Apa tempat ini tutup ya?"

" Sepi banget?"

" Apa baru buka ya pak?"

" Tapi tadi saya sudah pesen tiket secata online pak?"

" Ini.. coba bapak cek deh?" Rinjani menunjukkan bukti pembayaran di ponselnya.

" Boleh tunjukkan KTP anda nona?" Penjaga itu meminta KTP Rinjani.

" Tentu pak!" Rinjani mengambil dompet dan mengeluarkan kartu identitas dirinya.

Tumben, sudah berulang kali aku pergi ke tempat ini, tidak pernah dimintai kartu identitas, palingan cuma tiket doang? aneh banget deh?

Ucap Rinjani dalam hati, namun tetap saja dia memberikannya.

" Okey nona Rinjani.."

" Silahkan masuk." Penjaga itu langsung membukakan pintu pagarnya lebar-lebar.

" Silahkan menikmati semua arena permainan disini." Ucap Mereka dengan sopan.

" Jika butuh sesuatu atau perlu bantuan apapun itu, kami siap membantu anda dan adek kecil yang tampan ini." Mereka menyambut Rinjani dan Yoyo dengan ramah sekali.

" Berarti memang buka kan pak, jadwalnya untuk hari ini?" Tanya Jani memastikan.

" Buka Nona, khusus untuk kalian berdua!"

" Silahkan masuk saja nona."

" Dan mas ini akan mendampingi kalian untuk mengantarkan anda dan membantu anda." Ucapan penjaga itu semakin membuat Rinjani merasa heran, apa yang terjadi sebenarnya?

" Ini hari apa sih?"

" Apa hari spesial ya?"

" Atau aku yang beruntung?"

" Atau mungkin dapat undian pengunjung terhormat gitu?"

" Kenapa aku merasa jadi spesial, istimiwirr gituh!" Jani mengumpat sendiri sambil terus berjalan menuju tempat permainan.

" Mana di kasih pengawal lagi?"

" Bener-bener aneh deh!"

" Bodo amat deh ah!" Rinjani malas mikir lebih jauh lagi, yang penting dia bisa bermain sepuasnya, bahkan malah tidak usah berebut antri untuk naik wahana pikirnya.

" Yoyo..."

" Mau naik apa sayang?"

" Emm... itu aja ya?"

" Naik kuda-kudaan putar aja gimana?" Rinjani memilihkan permainan yang santai dan biasanya disukai oleh anak seumuran Yoyo.

" Hiiiihh..."

" Kayak permainan anak kecil saja!"

" Itu kurang menantang kak!"

" Cari yang lebih ekstream, biar semangat dan adrenalin kita lebih terpacu gituh!" Ucap Yoyo yang membuat mulut Rinjani kembali melongo mendengarnya.

" Waduuh..!"

" Kamu kan memang anak kecil Yoyo!"

" Astaga... anak kecil sudah tahu hal-hal ekstream segala!" Rinjani menjambak poni rambutnya yang terkena tiupan angin.

" Aku jadi penasaran, nyidam apa dulu Mommy kamu Yo?" Akhirnya dia berjalan mencari permainan lainnya.

" Nona..?"

" Adek tampan?"

" Apa kalian mau sarapan dulu?"

" Atau ingin makan sesuatu?"

" Kami sudah menyiapkan spesial makanan sehat untuk kalian berdua diujung sana." Pria yang menemaninya tadi menunjuk satu tempat yang dibuat secara khusus sebagai tempat makan.

" HAH..?"

" Ada jamuan makanannya segala?" Jani tercengang mendengarnya.

" Tumben banget sih?" Dia seakan tidak percaya, mimpi apa dia semalam sampai di istimewakan seperti ini.

" Apa perlu biaya tambahan?" Tanya Jani makin heran saja karena benar-benar tidak seperti biasanya.

" Tidak nona, semua gratis."

" Semua spesial untuk kalian berdua."

" Mau makan apa saja, mau main apa saja, semua bebas!" Ucapnya dengan senyum termanis yang dia punya.

" Bagaimana?"

" Kekuatan UANG memang sangat menakjubkan bukan?" Dia menekankan kata Uang dengan lantang.

" Kamu harus mengucapkan banyak terima kasih denganku setelah ini!"

Terdengar suara bariton yang sangat Rinjani kenal, bagaimana tidak suara dan aroma tubuhnya sangat dia kenal, bahkan akhir-akhir ini sering menghantui disetiap malam-malam indahnya.

Memang tidak ada hal yang begitu membentuk kebiasaan selain uang, namun apabila didewakan, uang akan mengganggu kita seperti setan.

Kesehatan lebih berharga dari uang, jangan bekerja hanya untuk uang saja, bekerjalah juga untuk ibadah dan perbaikan kepribadian.

..." Merdeka dengan Soekarno dan berjuang dengan Pattimura."...

..." Karena uang tidak bisa membeli kebahagiaan, tetapi memiliki uang itu lebih bahagia."...

Kalau author yang penting hadiah dan juga jempolnya saja 🥰

1
m Zaki mubalihg
banyak kata2 mutiaranya
Yant08
Luar biasa
Juragan Jengqol
ibunya ga ikut.... wah nyepelein ini namanya
Juragan Jengqol
sudah jam malam ini... 🤭🤣
Juragan Jengqol
lo juga ga berkelas jan. udah tau si bos punya trauma dan cemburuan, tapi ga bisa jaga mulut...
Juragan Jengqol
ya ga gitu juga jarkonah.... minum jus mah bisa kapan2 lah. lihat sikon lebih penting
Juragan Jengqol
Sayyidina Ali KW
Juragan Jengqol
sayyidina Ali KW
sri harjuni
bagus bnget
Nurjannah Rajja
O o oohhhhh udah ketemu benangnya tinggal jarumnya hehehe
Mas Al: Mbwak
total 1 replies
Nurjannah Rajja
Ada 2 cara thor hihihi
@Al**
Bagus ceritanya
Rustan Sarny Apul Sinaga
eh kok the end thor...?
kaget aku tuh....he he he
Rustan Sarny Apul Sinaga
wes angel iki thor...
Suyatno Galih
kusut2 pada, penyesalan Samuel sm emaknya skrng krn ketergantungan nya sm rinjani, saat tragedi musibah dl pada ngupet kemana harta Mulu yg di agung kan
Suyatno Galih
sokorin lue Sam terlalu lebay jd ketahuan kan sm ibu Jani kan, mbuat masalah teros
Suyatno Galih
debat tak faedah
Suyatno Galih
modus si Sam, memang ada ya trauma ato depresi kumat obatnya di kekepin yg anget2 sm yg empuk2 gitu. akal akalan si sam itu mah
Suyatno Galih
Jani mulai nakal ya kamu, makkkk anak gadismu mulai nakal nihhhhh
Suyatno Galih
satu kata buat Samuel "LEBAY"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!