Cover by @Iqbald26
Butuh waktu untuk menyadari sebuah perasaan,bahkan tidak jarang kita terluka bahkan melukai.
Sebatas Pengganti mengajarkan kita untuk bermain rasa, menikmati sebuah kebahagiaan dari luka kecil. Sampai akhirnya kita benar-benar tau apa itu kebahagiaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aneh
Keesokan harinya Kirana, pikir Kevan akan pergi dari rumahnya,sama seperti yang ia lakukan pertama kali, ternyata malam harinya Kevan kembali lagi,hal itu membuat Kirana heran, pasalnya dia yang sejak awal ingin memisahkan diri dari Kirana.
Seperti biasanya Kirana,sudah tidur,dan Kevan masuk kedalam kamarnya yang sama dengan Kirana,namun saat akan merebahkan diri di sebelah Kirana,dia langsung terbangun dengan sedikit terkejut, bahwa Kevan ada dihadapannya.
"Mas,ngapain disini?," tanya Kirana yang masih tak percaya dengan keberadaan Kevan
"Ya,aku mau tidur!," ketus Kevan
"iya,maksud aku kenapa mas,kembali kerumah ini lagi, bukannya ,mas, sendiri yang ingin pindah dari sini?," tanya Kirana pada Kevan yang telah duduk di pinggir tempat tidur.
Kevan terdiam sejenak ..
"Mama dan papa,sudah kembali dari perjalanan ke luar negeri,jadi untuk sementara saya tidak ingin melihat mama sedih karena kita terpisah,kamu jangan khawatir saya tetap pada pendirian saya untuk menolak pernikahan ini," ucap Kevan sarkas
"Ya ampun,kenapa aku bicara seperti itu, bukankah niatku kembali untuk memperbaiki pernikahan ini,ah bodoh!!," gumam kevan dalam hatinya.
Sedangkan ucapan kevan membuat Kirana bersedih untuk kesekian kalinya, meskipun tak terlihat namun hatinya amat hancur.
"Yasudah,kalau itu alasan mas,Kevan. Aku akan tidur di kamar sebelah,ini sudah malam sebaiknya,mas,Kevan kembali istrirahat," ucap Kirana yang langsung berdiri dan meninggalkan kamar miliknya.
Kevan terdiam mematung,dia merasa sudah salah bicara, sejujurnya Kevan ingin mengatakan sesuatu pada Kirana,namun rasa gengsinya membuat ia mengurungkan niatnya. Kirana masuk kedalam kamar tamu yang ada disebelah kamar utama, perasaan yang kembali bersedih harus dia rasakan.
"Kenapa,disaat aku sudah belajar mengiklaskan,dan dia kembali lagi. Aku pikir dia berubah pikiran dan ingin memulai semuanya dari awal, ternyata itu hanya angan ku saja," Gumam Kirana dalam lamunannya
Di lain kamar Kevan sedang dilanda dilema ,ia merasa sudah terlalu berlebihan dalam berkata-kata, seharusnya Kevan lebih bisa mengontrol emosinya,bukan meluap-luap seperti itu. Kirana mungkin sudah amat sangat membencinya,dan kesempatannya untuk memperbaiki pernikahan sudah pupus.
Kevan merasa hidupnya sangat rumit,karena perjodohan,dia harus berada dalam situasi yang membuatnya tidak nyaman. Kevan menyesali keputusannya,kenapa dia harus menerima pernikahan ini,jika perasaanya tidak merasa nyaman dan juga dia harus menyakiti perasaan orang lain, meskipun sejujurnya dia tidak ingin melakukannya.
Malam semakin larut, keduanya pun tertidur dengan perasaan masing-masing. seperti biasanya Kirana sudah bangun lebih awal,dan dia ikut membantu pekerjaan Bu Mimin ,Kirana benar-benar tidak mau bergantung pada orang lain,jadi sebisa mungkin dia akan melakukan apapun sendiri selama ia bisa melakukannya.
Sarapan sudah tersedia, seperti biasanya Kirana ingin sarapan bersama kedua pekerja, yang sudah ia anggap seperti keluarga sendiri,namun saat Kirana akan membawa nasi gorengnya kebelakang,Kevan menghentikannya.
"Kamu mau kemana?," ucap Kevan yang sudah duduk di meja makan
"Saya mau sarapan dengan bi Mimin dan pak Maman," sahutnya singkat
"Kenapa tidak sarapan disini saja?,"
"Tidak apa-apa mas,saya tidak ingin membuat mas,Kevan, kehilangan selera makan hanya karena terlalu lama melihat saya,"
"Kenapa begitu?,"
"Sudahlah mas, sebaiknya mas,Kevan sarapan saja,nanti keburu nasi gorengnya dingin,"
"Saya tidak jadi sarapan,saya akan sarapan dikantor saja. Lagi pula saya hanya tamu disini,sudah di izinkan tidur saja saya sudah berterima kasih," ucapan kevan yang kembali berdiri dari kursinya
Kirana, terdiam mematung. Apa dia mengucapkan kata-kata yang salah sehingga membuat Kevan tersinggung,kirana tidak pernah ingin melihat siapapun terluka karena dirinya,dan dia akan sangat menyesali hal itu.
Kevan meninggalkan rumah ,Kirana, tanpa sarapan.
Kevan sebagai laki-laki merasa tersinggung dengan perlakuan Kirana, sekalipun Kevan tidak menginginkan pernikahannya,Kevan tidak ingin menerima penolakan, termasuk saat ia mengajak Kirana sarapan ditempat yang sama dengannya.
"Mulai saat ini aku tidak akan berpikiran untuk memulai pernikahan ini dari awal, semuanya sudah terlanjur berantakan" gumam kevan dalam hatinya
sedangkan Kirana,masih diam mematung dengan kepergian Kevan,ada perasaan yang lebih perih saat Kevan tidak menyantap sarapan yang dia buat.
"Apa kata-kataku melukainya, sampai-sampai dia tidak sarapan. Aku harus meminta maaf dan membawakan sarapan ini untuk mas,Kevan," Gumamnya sendiri
Akhirnya Kirana mengurungkan niatnya untuk sarapan bersama kedua pekerjaannya,dan dia lebih memilih menyiapkan bekal sarapan untuk suaminya,ya meskipun Kevan belum tentu memakannya.
Setelah selesai menyiapkan bekalnya,Kirana211 langsung melajukan mobilnya kearah kantor Kevan. Kebetulan dia ada urusan di kafe jadi sekalian juga mengantar makan siang untuk Kevan. Sesampainya di kantor milik Keluarga Fadila,Kirana langsung mendatangi resepsionis untuk bertanya ruangan kevan.
"Selamat pagi,mbak ,ada yang bisa saya bantu," ucap resepsionis yang bernama Ika
"Saya ingin bertemu dengan pak Kevan,"
Resepsionis bernama Ika itu merasa heran, karena ada yang ingin menemui atasannya,tapi penampilan kirana seperti tidak meyakinkan.
"Maaf,apa sudah buat janji?," tanyanya kembali
"Belum si,saya cuma mau nganter sarapan ini saja," ucap Kirana sambil memperlihatkan kotak makannya
"Oh,begitu,maaf dengan siapa saya bicara,biar nanti saya sampaikan ke sekertaris pribadinya,"
"Bilang saja, asisten rumah tangganya mas,Kevan," ucapnya singkat
"Baik,tunggu sebentar saya akan menyambungkan nya keruangan pak,Kevan."
Saat resepsionis itu akan menelpon keruangan Kevan, dilihatnya sekertaris pribadi ,Kevan,melintas dan Ika pun memanggilnya.
"Permisi mbak Ika," ucapnya
"Ada apa Ika?," sahutnya
Kirana yang sempat sibuk dengan HP-nya melihat kearah sumber suara yang tidak asing ditelinganya . Dan betapa terkejutnya dia saat yang ia lihat adalah wanita yang pernah datang ke kafe miliknya bersama Kevan yang tak lain adalah suami Kirana.
"Ini kan wanita yang bersama mas,Kevan waktu itu,kenapa dia disini?," Gumam Kirana dalam hatinya
"Ini mbak, asisten rumah tangganya mas,Kevan membawa sarapan untuk pak bos, tadinya saya akan menelpon mba,karena saya melihat mbak disini ,jadi saya titip langsung saja ya," ucap Ika menjelaskan
"Ohh .. gitu ,baiklah "
Ika menyerahkan bekal sarapan kepada Larissa. Larissa tidak menyadari keberadaan Kirana,bisa jadi dia pun sudah lupa dengan gadis yang pernah memberikan pelayanan saat si kafe , sedangkan Kirana bertanya-tanya perihal sosok Larissa.
Saat Larissa sudah berlalu,Kirana memberikan pertanyaan yang membuatnya penasaran sejak tadi.
"Mbak,maaf saya lancang, perempuan yang tadi itu siapa?,"
"Oh itu,dia adalah sekertaris pribadi, Pak Kevan,"
Kirana lagi terkejut mendengar ucapan wanita bernama Ika tersebut.
"Jadi sebenarnya mereka berdua sudah lama bersama,sedangkan aku yang memisahkan hubungan keduanya,aku jadi mengerti kenapa mas,Kevan tidak menerima pernikahan kita,ya karena dia sudah memiliki wanita yang dia cintai. Aku harus bicara sama mama Nadya ,dan meminta agar merestui hubungan Kevan dan wanita itu,aku akan merelakan pernikahan ku," gumam Kirana dalam hatinya
**
Jangan lupa like, komen dan Vote 😉❤️
"Oiya aku mau ngasih hadiah (Hijab brand) buat yang vote paling banyak ,dan akan di pilih acak bagi yg sudah vote berapapun. Akan di umumkan akhir bulan nanti" Tetep pantengin cerita Sebatas Pengganti 2😉😊