Kayla terpaksa menjadi pengantin pengganti akibat ulah dari Kakaknya Silvira yang melarikan diri dari pernikahannya sendiri.
Lantas bagaimakah Kayla menjalani perannya sebagai istri dari Adrian, Pria egois juga angkuh dan bagaimana jugakah Kayla menjalani perannya menjadi ibu sambung dari Miya putri Adrian yang amat menyebalkan serta berlaga layaknya sudah dewasa padahal Miya sendiri masih bocah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 12
Kayla melakukan aktivitas seperti hari kemarin. Tidak ada yang istimewa, setelah kemarin siang mendebat dengan Adrian, malamnya tidur dan pagi sarapan. Tapi kali ini saat jamnya Miya pulang sekolah, Kayla tidak kembali ke rumah melainkan menjemput dan membawa Miya ke kafe.
Miya gadis kecil itu menjadi pusat perhatian dari beberapa staf pekerja. Walaupun awalnya banyak pertanyaan dalam benak mereka Miya itu siapanya Kayla, pada akhirnya mereka sangat menyukai tingkah menggemaskan dari Miya.
Miya terus mengikuti dan memperhatikan Kayla yang sedang membuat sajian pesanan.
"Jadi Mama Key bekerja di sini?"
"Iya sayang, apa kau tidak tahu cantik?" Jawab Anggie menghampiri keduanya.
"Tidak Aunty, Mama tidak pernah memberi tahu Miya."
"Kau sangat menggemaskan." Anggie mencubit pipi gembul Miya. "Kau tahu Mamamu itu sangat pandai memasak dan masakannya enak sekali.. "
"Benarkah?? Tapi Mama tidak pernah memasak dirumah."
"Mungkin Mamamu sedang dalam proses membuat Adikmu." Asal Anggie membuatnya dapat tatapan galak dari Kayla.
"Bagaimana jika kita bicara diruangan Aunty sambil makan cake coklat. Mamamu bilang kau menyukai itu."
Kayla hanya mendengus seraya menatap Anggie dengan peringatan seolah berkata 'Jangan pengaruhi putriku dengan hal menyelenehmu.'
"Ayo Aunty, tapi Miya maunya cake warna pelangi seperti yang Mama bawakan kemarin."
Anggie pun mengiring Miya ke ruangannya mengabaikan tatapan penuh peringatan dari Kayla.
"Jangan cemaskan mereka, putrimu akan baik-baik saja. Lagi pula bagaimana kau akan bekerja jika dia terus menempelimu." Celetuk Bima staf kafe yang juga temannya.
"Aku hanya takut Anggie mengatakan yang tidak-tidak pada Miya."
"Kau tahulah seperti apa Anggie. Oh ya.. aku perhatikan kau terlihat dekat sekali dengan putri sambungmu.."
"Apa itu hal yang aneh.. Maksudku apa kedekatan antara ibu sambung dan putri sambungnya bukanlah hal yang wajar."
"Tidak Key, Aku hanya salut padamu. Tiga hari menikah tapi lihatlah kau sudah bisa mengambil hati anak sambungmu."
"Haha.. Tentu saja, demi Papanya yang ganteng. Iya nggak Key." Gurau Cecil menghapiri. Sama dengan Bima dia merupakan staf kafe yang bertugas mengantar pesanan.
"Bisa aja kamu Cecil. Dan Mas Bima, apa kau akan terus mengajakku mengobrol di sini, hmm.. Kau tidak takut kalau Anggie akan memotong gajimu." Kayla mengangkat alisnya lalu menyipitkan matanya ke arah Bima.
"Kalau dia memotong gajiku, maka aku tidak mau lagi jadi pendengar curhatannnya." Jalas Bima.
"Heii, mengobrol terus. Lihatlah pesanan menumpuk woii.. Jangan makan gaji buta, dosa tahu. Ingat kalau punya dosa masuk neraka." Cecil menirukan logat bicara boss mereka Anggie yang kalau marah bukannya terlihat seram malah lucu.
"Haha.. Bisa saja kau Sil." Kekeh Bima dan Kayla bersamaan.
"Tapi ngomong-ngomong malam pertamanya lancar kan Key?" Celetuk Cecil kepo.
"Gak sekalian nanya, bulan madunya kapan? Secepatnya kasih adeknya Miya kan.. "
"Iya sekalian itu maksudku, jadi bagaimana Key? Cerita dikitlah."
"Kepo, sudah sana antarin pesanan meja nomor lima!"
Cecil menerima pesanan yang akan di antarkannya lalu memberikannya pada Bima. "Mas Bima, Plisss... Kau saja yang mengantarkannya ya."
Dengan enggan Bima menerimanya lantas dia pun mengantarkan pesanan disertai wajah betenya.
"Nah, sekarang cerita Key!"
"Malas, lagian tugasku masih banyak soalnyakan bagian masak aku semua yang mengerjakannya gara-gara chef Tio dan Lea cuti bersama."
Cecil cemberut dan kesal. "Huhh alasan dan gak nyambung. Au ahh capet ngomong sama kamu."
"Ya sudah, gak usah ngomong. Bantuin masak ya.. "
"Baiklah." Jawab Cecil dengan lesu.
Setelah itu mereka pun dengan serius berkutat melakukan pekerjaan masing-masing.
"Key, kau yang mengantarkannya ya... Meja paling ujung." Ucap Cecil langsung di iyakan Kayla.
Kayla beranjak membawa pesanan sesuai arahan Cecil. Semuanya berjalan lancar hingga dia selesai dan akan kembali ke pantry kalau saja panggilan seseorang tidak menghentikannya.
Kayla berbalik, benar saja orang yang memanggilnya tidak asing dan seketika membuat jantungnya bekerja keras.
•••
**TO BE CONTINUED
22-02-2020
Jangan lupa tekan like dan tinggalkan jejak komentar.. 😆**
Mohon dukungan vote-nya juga ya..