NovelToon NovelToon
Eldest Lady Master

Eldest Lady Master

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahmuda / Duda / Tamat
Popularitas:672k
Nilai: 5
Nama Author: Wachid Tiara

ini cerita gue...

Dimana gue harus di jodohkan sama pria yang usianya jauh banget dari gue, dan dia juga seorang duda. It's a nightmare!

Tapi pada akhirnya gue juga mulai suka sama si duda ganteng ini. Tapi gue harus menempuh perjalanan sulit untuk memperjuangkan cinta gue. this is my story, I am the eldest Lady Master of my family.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eldest Lady Master 12

.

Melihat dokter Delon, keringat dingin Dian mulai bercucuran. Dia mengatakan jika dia sakit kepala hanya karena Andara yang memintanya terus menerus, agar Jarvis segera kembali. Tapi kini situasinya benar-benar tidak menguntungkan sama sekali untuknya

"Nyonya... Jika perlu, kita harus ke rumah sakit. kita akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Kita bisa melakukan CT scan juga, jadi saya akan bisa menjelaskan apa yang seharusnya kita lakukan untuk pengobatannya nantinya." ucap dokter Delon.

Lilo tersenyum puas melihat Dian dan nadara yang sedang terlihat begitu pucat.

'selamat menikmati sedikit hadiah perkenalan dari gue! Kedepannya, ayo kita bermain-main yang lebih menyenangkan.... Jangan buat gue kecewa...' Lilo tersenyum menang melihat ekspresi wajah Dian hang semakin pucat, bahkan keringatnya bercucuran membasahi sekujur tubuhnya.

"Mama, ayo kita ke rumah sakit saja, seperti ya h dokter Delon katakan. Supaya kita bisa tahu lebih jelas untuk mengobatinya." ucap Jarvis.

"Itu benar nyonya... Aku sarankan kita ke rumah sakit sekarang. Jadi semuanya bisa di atasi lebih cepat." tambah dokter Delon

"Ss-sa-saya ti-dak apa appp..."

brukk!

Dian pingsan di tempatnya karena ketakutan setengah mati, dia tergeletak di lantai depan rumahnya ,tepat di hadapan Jarvis dan semuanya

"Mama... mama Dian! Bangun ma..." ucap Jarvis khawatir.

"Kita bawa ke rumah sakit aja paman.... Takutnya penyakit Tante Dian makin parah." ucap Lilo menyarankan.

"Tidak! Tidak boleh!" tolak Andara.

"Bagaimana bisa kamu mengatakan tidak boleh! Tante Dian sakit, tapi kamu justru mengatakan hal seperti itu!" jawab Lilo.

"Tapi..." Andara masih ingin menahan Jarvis membawa Dian ke rumah sakit

"Paman! cepetan! Bisa bahaya buat keselamatan Tante Dian!" ujar Lilo yang berpura-pura terlihat begitu khawatir.

"Iya." jawab Jarvis dengan cepat. Dia di bantu oleh dokter Delon membawa Dian ke arah mobil Jarvis untuk membawa Dian ke rumah sakit

Lilo tersenyum menang, dia melihat sekilas ke aeah Andara yang terlihat begitu khawatir dan ketakutan

'kalian begitu senang membuat orang merasa khawatir dan ketakutan bukan?! bagaimana rasanya saat kalian merasakannya sendiri?! itu sama sekali tidak menyenangkan! Karena Jarvis adalah calon suami gue kedepannya, terlebih dia itu begok! jadi biar gue sendiri yang jadi pelindungnya dari orang-orang macam kalian ini...' batin Lilo.

.

Sesampainya di rumah sakit, Dian langsung di periksa oleh dokter Delon.

Sementara Andara, Lilo dan Jarvis masih menunggu dengan khawatir di luar ruang pemeriksaan.

"Kak Jarvis! Bagaimana jika Tante Dian kenapa-napa?! Kenapa dia harus di bawa ke sini?!" Lilo tertawa geli mendengar apa yang baru saja Andara katakan.

"Kamu menertawakan ku!" ucap Andara dengan marah.

"Jelas gue harus ketawa... loe inget-inget lagi deh, loe tadi ngomong apa?!" jawab Lilo

"Memangnya apa yang aku katakan! Aku tidak mengatakan sesuatu yang salah!" jawab Andara dengan keras.

"Oh.... Aku dengan jelas mendengar perkataan mu yang seperti ini... ekhem!" Lilo mencoba untuk menirukan bagaimana tadi Andara mengucapkan kata-katanya.

"Kak Jarvis! Bagaimana jika Tante Dian kenapa-napa?! Kenapa dia harus di bawa ke sini?!" ucap Lilo menirukan bagaimana Andara tadi mengatakannya.

Andara terbelalak. Dia benar-benar ketakutan sampai dia mengatakan hal itu tadi.

"Jadi, maksud loe, Tante Dian enggak seharusnya di bawa kesini, ke rumah sakit. Soalnya dia bisa kenapa-napa nantinya... Gitu ya?" ucap Lilo dengan nada lembut namun jelas jika itu adalah sebuah tantangan.

"Kak Jarvis... Itu tidak seperti yang kamu pikirkan... Maksud ku adalah..."

"Diam!" jawab Jarvis singkat dan tegas.

Andara hanya bisa diam agar Jarvis tidak semakin marah padanya.

"Hoamzz..." Lilo mengucek matanya. Lilo bukanlah orang yang tidak bisa menahan rasa kantuknya. Dia hanya ingin menambah rasa marah Andara yang sedang begitu ingin segera menghancurkannya saat ini.

"Kamu mengantuk?" tanya Jarvis dengan lembut

Lilo segera menggelangkan kepalanya

"Enggak!" jawabnya.

"Kemarilah...." Jarvis menarik lengan Lilo, sampai-sampai dia terbaring di pangkuan Jarvis.

"Istirahatlah... Sekarang sudah malam. Aku akan mengantarmu besok pagi. Aku akan mengabari paman Bian nanti..." ucap Jarvis

Lilo terdiam, dia hanya ingin membuat Andara kesal padanya. Tapi melihat tatapan mata Jarvis saat ini justru membuatnya salah tingkah.

"Pejamkan matamu..." ucap Jarvis sembari mengusap lembut puncak kepala Lilo.

Perlahan tapi pasti...

Lilo benar-benar terlelap di pangkuan Jarvis.

"kak Jarvis, aku..."

"Diamlah! Kenapa kamu terus saja berbicara begitu keras! Ini rumah sakit! dan lagi, Lilo sedang tertidur!" jawab Jarvis yang terlihat marah.

"Maaf...." ucap Andara.

Klak!

Suara keras pintu yang terbuka terdengar.

Seorang perawat keluar dari dalam ruang pemeriksaan.

"Suster... Bagaimana keadaan ibu saya?" tanya Jarvis masih dengan posisi duduknya.

Mendengar suara bising, Lilo terbangun dari tidurnya. Dia melihat seseorang perawat yang sedang berdiri di depannya.

Lilo segera duduk untuk mendengarkan apa yang akan suster itu katakan.

"Tuan masuk saja untuk melihat keadaannya." jawab perawat itu.

Dengan cepat Jarvis berlari masuk ke dalam ruangan yang ada di depannya tadi.

Begitu juga dengan Andara yang segera masuk menyusul Jarvis.

Sementara Lilo kini tersenyum lebar.

"Kita lihat pertunjukan selanjutnya..." ucapnya.

Lilo berjalan masuk menyusul Jarvis dan Andara yang sudah terlebih dulu masuk ke dalam ruangan yang ada di depannya

Lilo tersenyum pada dokter Delon yang sedang tersenyum padanya.

"Bagaimana keadaan mama saya dokter..." tanya Jarvis dengan khawatir.

Raur wajah dokter Delon terlihat sedih.

Itu membuat Jarvis semakin khawatir.

Andara melihat ke arah Dian yang kini sudah membuka matanya.

"Jadi bagaimana keadaan saya dokter?" tanya Dian dengan khawatir dan penuh ketakutan.

"Anda mengidap kanker otak stadium awal." jelas dokter Delon.

"Apa?! Itu tidak mungkin dokter!" jawab Dian dengan keras.

"Iya dokter. dokter pasti salah. Bagaimana mungkin Tante saya mengidap penyakit kanker mengerikan seperti itu!" tambah Andara.

'dua idiot ini masuk perangkap!' Lilo tersenyum puas.

"Dokter Delon... Apa ada cara untuk menyembuhkan mama saya?" tanya Jarvis yang terlihat begitu sedih dan memelas.

"Kak Jarvis! Tante Dian tidak apa-apa! bagaimana mungkin dia bisa sakit ganas seperti itu! Dokter ini pasti salah!" ucap Andara masih dengan keras kepalanya.

"Tapi itu sesuai dengan pemeriksaan yang saya lakukan. Apa anda meragukan kemampuan saya?" jawab dokter Delon.

"Tapi Tante Dian, dia..."

"Cukup Andara! kamu terus saja membuatku marah!" ucap Jarvis dengan ketus

"Maafkan adik saya dokter... Dia terkadang lepas kendali." ucap Jarvis dengan sopan pada dokter Delon.

"Tidak masalah. Aku terbiasa menghadapi pasien yang tidak menerima hasil pemeriksaan mereka. Itu sudah menjadi makanan ku setiap hari. Jadi aku memakluminya." jawab dokter Delon.

Lilo melihat wajah Dian yang semakin terlihat pucat, sedangkan Andara hanya bisa diam seperti yang Jarvis katakan.

"Jika tidak di lakukan pengobatan dengan hati-hati dan benar, maka aku takutkan jika umur nyonya Dian tidak akan lama lagi." ujar dokter Delon

"Omong kosong! bagaimana mungkin seorang dokter mengatakan hal konyol seperti itu! Jelas-jelas aku tidak apa-apa! aku hanya berpura-pura sakit kepala karena Andara terus memohon padaku agar Jarvis segera pulang! Tapi kamu justru mengatakan sesuatu yang konyol! Apa kamu benar-benar seorang dokter?!" Dian melihat ke arah Jarvis yang benar-benar terkejut mendengar apa yang baru saja di katakan oleh ibu angkatnya tadi.

Dia juga sangat marah mendengar jika Andara-lah yang menyuruh mama angkatnya untuk melakukan semuanya itu.

Sementara Andara kini benar-benar ketakutan, tatapan mata Jarvis benar-benar mengerikan!

Dia sampai tidak kuat menyangga tubuhnya sendiri, sampai-sampai dia tejatuh dan terduduk di lantai

Sedangkan Lilo tersenyum menang melihat pemandangan yang ada di depannya saat ini.

'Loe liat kemampuan gue! Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya... Gue emang baru 17 tahun. Tapi apa yang gue pelajari selama ini, adalah untuk orang-orang dewasa pada umumnya, jadi gue paham betul dengan trik busuk kalian. Inilah gue.. Salam kenal dari gue... The eldest Lady Master of my Abrian's family. You two! over!' batin Lilo senang.

Lilo mengedipkan sebelah matanya pada dokter Delon yang sudah mau bekerja sama dengannya.

[ terimakasih ]

.

1
Ayana🇮🇩🇯🇵
Karna gk suka novel sad ending,Pas nemu cerita ini untung lngsung baca episode trakhir ternyata sad ending juga😌
Nazia Farah Halida
mantap author nya bikin cerita.pinter amat sich....
Cahaya Cita
gemes sama lili...gk berubah
Fuziie_aN
Luar biasa
desakpadna
hue sad ending😭😭😭😭
desakpadna
saki[ perut liat mivita marah" sama maya🤣
desakpadna
org it gk bz d lenyapkan ya lama sx ngatasin musuh gk tuntas" asem gedeg
desakpadna
gak kek berry ma nila berbelit sm kek jarvis juga🤣
desakpadna
bengek🤣 ud smngt 45 jarvis dnger lilo mimpin permainan eh malah molor🤣🤣🤣
desakpadna
ud gk begok dy gess😅😁
desakpadna
ad jarvis versi k dua s nol and begok ya juga hih mau aj d jdiin pion nenek lampir A?
desakpadna
gedeg n greget ma sikap jarvis yg bkin org lain jd keseret am masalahnya,, dia melihara ular bertahun" bodoh
desakpadna
gk di saat gni ad yg dnger ap ya obrolan mreka pzt jarvis kecewa berat n ngejauh dr mreka😁
desakpadna
wah pny uler si jarvis gk slah lilo blg gtu org yg pny niat buruk😪😁
Desak Reni
jahat andraa
Desak Reni
jangan 2 orang tua darvis itu dito saamma maya
Liadys Al Aysah
Jarvis emng goblok GK ada tegas tegasnya
piiisssss
Liadys Al Aysah
Ong gw mutilasi si Andara boleh gak Thor hhee
Liadys Al Aysah
sumpah ya pngn gw timpuk bngtt si nenek sihir
Liadys Al Aysah
ko alurnya gitu" aja sih Thor
yg bener aja Jarvis mau nyari pngacara buat Andara.

kaya Dika tegas,GK mudah dibohongi bisa baca pikiran org kalo ada yg mau nrbuat jahat
Jarvis gak ada tegas tegasnya ciihhh lemah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!