NovelToon NovelToon
Reinvent Of Love

Reinvent Of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:178.9k
Nilai: 5
Nama Author: _Crhysalis_

⚠️Bijak Memilih bacaan!


DIBACA AJA DULU, KALI AJA SUKA😉

Karena sebuah janji yang terlanjur Salwa dan Arga sanggupi dihadapan Salma yang tengah kritis. Salwa si gadis manis dan penurut yang baru saja lulus kuliah di salah satu universitas di luar kota, pada akhirnya harus menerima takdirnya yakni menikah dengan Arga, laki-laki yang tidak lain adalah kekasih kakaknya sendiri. Mampukah Salwa menjalani kehidupannya bersama Arga sang flamboyan yang menyimpan sejuta teka-teki di dalam hidupnya.

Akankah cinta bersemi diantara keduanya? Ataukah justru perpisahan yang pada akhirnya mereka pilih?

ー Chrysalis
Follow my instagram @chrysalisha98

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _Crhysalis_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 12

Keesokan paginya, setibanya Arga di lobby kantor ia langsung disambut oleh asisten kepercayaannya Irsyad. "Pagi bos!" ujar Irsyad menepuk pundak Arga.

"Pagi! Oh iya soal tempat meeting buat nanti sore udah lu atur kan?" Arga memastikan pada Irsyad jika tugas yang ia berikan kepada Irsyad sudah dikerjakan.

"Udah dong... semuanya udah gue atur, tadi gue udah minta Amel buat ngehubungin kafe yang bakal jadi tempat buat kita meeting sama klien nanti."

"Oke!" Sahut Arga yang kemudian memasuki lift menuju ke ruangannya yang berada di lantai atas.

~~

Di kafe Lorena Salwa yang baru saja selesai memeriksa semua laporan kafe tiba-tiba dihampiri oleh salah satu pelayan di kafe tersebut.

*tok tok... (Suara pintu diketuk)

"Iya silakan masuk," sahut Salwa dari dalam ruangannya.

"Ada apa Nina?" Tanya Salwa melihat pekerja resepsiois di kafenya yang bernama Nina tiba-tiba datang menenuinya.

"Mba Salwa, ini saya cuma mau bilang."

"Iya bilang apa?"

Nina mengatakan kepada Salwa jika beberapa menit yang lalu, ada salah satu orang dari sebuah perusahaan mengatakan ingin mem-booking kafe Lorena selama dua jam pada pukul tiga sore nanti. Mengingat Kafe tempat Salwa bekerja baru buka dua bulan terakhir ini, dan ini pertama kalinya ada yang mau membooking kafenya. Nina yang tidak tahu peraturan reservasipun bingung, oleh karena itu Nina pun meminta waktu untuk berdiskusi sebentar dengan atasannya. "Jadi gimana mbak Salwa, bisa nggak kafe kita dibooking buat nanti jam empat sore sampe jam enam?"

Salwa mengetuk-ngetuk dagunya dengan bolpoin. "Hem.... kira-kira si penelepon tadi minta booking untuk berapa orang ya?"

"Oh kalau soal itu saya tadi masih kurang tau mbak, soalnya si penelepon belum bilang, tapi biar coba saya tanyain dulu ya."

"Eh nggak usah Nin-" Salwa menghalangi Nina yang berniat menghubungi customer yang berniat membooking kafe Lorena.

"Loh, kenapa Mbak?"

"Enggak, maksud saya...mendingan sini kamu tolong kasih tau saya aja nomor peneleponnya, biar saya yang langsung ngomong sama pihak perusahaanya."

"Oh oke, kalau gitu nomornya saya kirim ke nomor mbak Salwa ya?"

"Oke!"

"Udah saya kirim mbak, kalau begitu saya permisi balik kerja lagi ya."

"Oh iya Nina, silakan kamu kembali kerja."

Setelah Nina pergi kembali bekerja, Salwa pun langsung menghubungi nomor customer yang tadi dikirim oleh Nina.

Obrolan via ponsel

Salwa : Halo selamat pagi...!

Customer : Pagi!

Salwa : Maaf ibu saya mengganggu sebentar, saya Salwa Natasha selaku manajer kafe Lorena ingin bertanya, apa benar perusahaan ibu mau mem*book*ing kafe Lorena hari ini selama dua jam?

Customer : Oh iya benar bu, Saya Amelia yang tadi menelepon pegawai ibu. Jadi bagaimana bu? Bisakah saya booking kafe ibu untuk keperluan meeting kantor kami selama dua jam?

Salwa : Bisa bu, tentu bisa sekali. Tapi boleh saya tau kira-kira ada berapa orang pegawai yang meeting nanti? Saya cuma mau memastikan kafe saya sesuai untuk kapasitas pegawai kantor ibu.

Customer : Oh soal itu baik! Jadi nanti akan ada sekitar dua puluh orang lebih karyawan yang akan ke kafe ibu sore nanti.

(Salwa mencatat semua reservasi yang sesuai permintaan customer)

Salwa : Oke, bu Amelia saya sudah catat sesuai yang ibu minta, jamnya pun sudah ditetapkan.

Customer : Baik ibu terima kasih banyak, dan untuk pembayarannya saya bayar setegah dulu sisanya nanti akan dilunasi setelah selesai meeting.

Salwa : Oke ibu baiklah kalay begitu. Tapi ngomong-ngomong reservasinya atas nama siapa ya?

Customer : Reservasinya atas nama PT. Roseland Brighter.

Salwa : Oke kita udah deal semua, kalau begitu saya terima kasih dan selamat pagi...

Salwa pu mengakhiri percakapan teleponnya. "Huft... selesai soal reservasi tinggal minta semuanya untuk siap-siapa sebelum jam empat sore." Salwa menopang dagunya dan tiba-tiba ia kepikiran dengan nama perusahaan yang baru saja membooking kafenya. "PT. Roseland Brighter? Hum... kenapa aku kayak sering denger PT itu ya?" Tidak mau ambil pusing Salwa pun untuk tidak mau terlalu memikirkannya. "Taoi yaudahlah... mungkin emang perusahaan baru jadi gue nggak tau."

~~

Sore hari pun menjelang tepatnya sudah pukul 15.30 waktu setempat. Semua meja dan buku menu sudab tertata rapi di tiap meja. Salwa dengar perusahaan ini adalah salah satu perusahaan startup yang sedang banyak diperbincangkan di dunia bisnis dalam negeri. Salwa pun ikut turun tangan untuk memastikan sendiri semuanya sudah pada posisinya, karena Salwa tidak ingin ada komplain dari customer, apalagi ini customer pertama yang percaya dengan kualitas pelayanan kafe ini. "Mas Agus, semua buku menunya udah?" Tanya Salwa pada salah satu pelayan kafenya.

"Sudah mbak, tadi udah saya cek sendiri kok!"

"Oke good!"

Salwa berdiri memperhatikan cara kerja pegawainya. Dan ia rasa semua sudah sesuai dengan apa yang diperlukan. "Oke semuanya, ini udah jam tiga lewat empat puluh. Kayaknya sebentar lagi pelanggan dari PT. Roseland Brighter bakal sampe, so kita harus semangat ya!"

"Siap mbak!" ujar semuanya serentak. Salwa tampak senang sekali melihat kekompakan pegawainya. Sambil menunggu orang-orang dari PT. Roseland Brighter datang, Salwa pun menyempatkan berbincang dengan para karyawannya. Salwa memang sengaja membangun hubungan kerja dirinya dengan para pegawai lain agar tidak ada sekat diantaranya.

"Oh iya, mbak Salwa tau nggak siapa pimpinan sekaligus foundernya Roseland Brighter?" Tanya Nina pada Salwa.

"Um... enggak tuh! Emang kamu tau? Kalau aku sih nama PT-nya sih sering denger, karena emang terkenal kan dua tahun kebelakang ini jasa dan produk mereka. Cuma kalau soal struktur dan profil perusahaannya aku belum tau detailnya."

"Wah sayang banget, padahal... yang punya PT itu masih muda loh mbak, ganteng lagi!"

"Oh ya, masa sih?" Salwa nampak tak yakin.

"Beneran mbak, dia tuh umurnya baru dua puluh tujuh tahun. dan dia mulai rintis startup itu sejak empat tahun lalu, dan berjalan dua tahun udah mau jadi unicorn loh!"

"Wow!" Salwa langsung takjub setelah mendengar cerita pegawainya itu tentang pemuda pemilik perusahaan tersebut, bahkan Salwa semakin dibuat penasaran jadinya. "Cerita kamu jadi bikin saya penasaran banget sama orangnya."

"Saya aja penasaran mbak lihat muka aslinya, soalnya fotonya yg seliweran di internet tuh ganteng."

"Ah kamu nih, kalau saya bukan penasaran sama mukanya. Saya lebih penasaran sama sosoknya yang kayaknya bisa jadi sosok inspiratif buat anak muda jaman now."

"Ya... mau gimana lagi mbak, kalau saya sih jujur aja lebih kepo sama orangnya, kira-kira udah punya pacar belum ya dia? Atau, jangan-jangan udah menikah. Ah tapi kayaknya sih belum, orang katanya di artikel dia bilang belum mau menikah tahun ini kok!"

Salwa mencubit pipi Nina, "Uuh... kamu tuh ya, cowok mulu dipikirin, kamu tuh masih dua puluh tahun, jangan mikir pacaran terus deh, fokus kerja!"

"Aw sakit mbak!" keluh Nina.

"Habisnya kamu tuh hobi banget ngayalin cogan, inget hey ini bukan dunia komik."

"Ah biarin aja, daripada kayak mbak Salwa udah dua puluh dua tapi aku belum pernah lihat gandeng cowok, padahal mbak Salwa kan cantik, baik lagi."

"Haduh... udah deh, nggak usah ngomongin aku. Eh iya tapi nama pemilik PT. Roseland Brighter yang kamu banggain itu siapa sih? Aku sampe lupa nanya namanya."

"Oh namanya dia itu Arー"

"Arga?"

Nina tersentak, "Eh, Mbak Salwa udah tau namanya?"

🌹🌹🌹

Jangan lupa VOTE, LIKE, COMMENT ya...

follow juga IG aku @chrysalisha98

Love -C

1
Mamah Asep
balas Salwa cariin pacar beneran jangan mau di bodoin bego lu
Miss Tiya😊
Luar biasa
me mira
lamaaa aja.. nungguin kaan😂😂😂
Zey ✨️
follback
Sri Wahyuni
semangat selalu author..kutunggu selalu karyamu
nana
semangat thor...
Sri Wahyuni
maaf author jgn lama2 up nya keburu lupa jalan ceritanya
gemini_20
laki kok lembek gt sich,blg udan punya bini ape susahnya..
salwa tinggalin laki kaya tuh,ga tegas,plin plan..
Sri Wahyuni
semangat selalu author..sdh kukirim like juga bunga
(?)
I want to join the chat group, pls
Sri Wahyuni
semangat selalu author
Sri Wahyuni
sdh kukirim like komen dan setangkai bunga mawar utk author biar semangat selalu
IG : @chrysalis_17: terima kasih hari ini up satu lagi, ditunggu ya
total 1 replies
Ajeng Ugha Ira
kirain gk lnjut cerita nya kak,, pas liat liat eh ad lagi asikkk ..soalny lma hilangnya untung masih ksimpen d favorit
Sri Wahyuni
akhir up juga sdh lama kutunggu sampai hampir lupa ceritanya ...sdh kukirim like komen dan juga bunga biar author semangat selalu
Fitriani Fitriani
paling mayang mau ngejebak kasi obat perangsang,trus di foto buat ancaman,kayaknya bgtu
Chandryan Maulana
di tunggu nih kelanjutannya
Ajeng Ugha Ira
kak koc lama gk up 😭😭
RN
5 like 5 rate favorite hadir feedback totok pembangkit saling dukung
Ajeng Ugha Ira
makSih kak bsk double up lgi ya kak ,, semangatt 🥰💪🙏🏻✌️
Ajeng Ugha Ira
kak jngn lama lama dunk kak up nya 😭😭
Ajeng Ugha Ira: siap kak setia menanti like selalu nempel
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!