NovelToon NovelToon
Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah tiga tahun lulus kuliah, Aira merasa hidupnya hanya sebagai beban. Di saat teman-temannya sukses dengan pekerjaannya, Aira harus menerima kenyataan jika hidupnya sangat menyedihkan.

​Di tengah frustrasinya, teman kuliahnya yang paling cuek, tiba-tiba menelepon Aira. Berawal dari obrolan malam dan lamaran yang dikira candaan, teman prianya mendadak muncul di depan rumah Aira bersama keluarga besarnya untuk melamar Aira.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa Aira akan menerima lamaran tersebut? Mengapa pria itu tiba-tiba melamar Aira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rutinitas Baru

Setelah mengemasi barang-barangnya, Aira pun meninggalkan tempat kerja yang sudah tiga tahun menjadi tumpuannya.

Namun, saat dalam perjalanan pulang. Aira mendengar sindiran yang saling bersahutan, langkah kakinya tidak melambat sedikit pun. Ia justru menegakkan punggungnya dan menatap lurus ketiga wanita paruh baya yang kini memasang wajah sok prihatin itu, rasa sedihnya sudah menguap dan digantikan oleh rasa lelah bahkan jengkel.

​"Duh, Aira... kasihan betul ya kamu, kena pecat dari tempat Bu Rika. Terus mau makan apa, Nduk?" seru Bu Romlah, nadanya mendayu-dayu tapi matanya berkilat puas.

​Aira menghentikan langkahnya tepat di depan mereka, ia menyunggingkan senyum manis "Maturnuwun sanget atas perhatiannya yang luar biasa, Bu Romlah, Bu Darmi, Bu Lastri," ucap Aira, suaranya terdengar sangat tenang namun sarat akan penekanan.

"Saya sendiri heran, lowongan kerja di pabrik keripik itu sepi, tapi radar informasi di desa ini kok ya cepat sekali melebihi kecepatan internet wow sekali. Hebat betul bapak-bapak di sini punya istri yang telinga dan mulutnya lancar sekali dalam mengurus hidup orang lain," lanjut Aira.

​Ketiga wanita itu seketika melongo, tidak menyangka Aira yang biasanya hanya menunduk dan diam kini berani menyahut dengan kalimat yang begitu tertata namun menampar wajah.

​"Lho, kita ini kan cuma kasihan, Ra! Bertetangga itu ya saling mengingatkan," seru Bu Lastri, wajahnya mulai memerah karena tersinggung.

​"Nggih, Bu Lastri. Saya sangat menghargai rasa kasihan Ibu. Tapi tenang saja, alhamdulillah otak saya yang dipakai kuliah empat tahun ini masih berfungsi dengan baik. Jadi kalau cuma untuk memikirkan cara menyambung hidup esok hari, insya Allah saya masih mampu tanpa perlu merepotkan dompet atau pikiran Ibu-ibu sekalian. Lebih baik waktu luang Ibu-ibu dipakai untuk hal-hal yang bermanfat, kan lumayan daripada waktunya habis mengomentari saya terus, saya sampai capek loh," pungkas Aira, masih dengan senyum tipisnya.

​Tanpa menunggu balasan lagi, Aira melanjutkan langkahnya dengan mantap dan meninggalkan ketiga wanita itu yang mulai kasak-kusuk dengan wajah dongkol.

Begitu sampai di rumah, Aira mengunci pintu bambunya rapat-rapat dan bersandar di sana, mengembuskan napas panjang. Sarkasme tadi adalah benteng terakhirnya agar ia tidak terlihat menyedihkan di mata orang-orang yang selalu menyakitinya.

Malam harinya, saat makan malam. Ibu Astri menghela napas panjang, meletakkan sendoknya sebelum sempat menyuap nasi. Air mukanya menyiratkan rasa bersalah yang teramat dalam.

"Aira... Ibu tadi sore dengar dari Bu Romlah, kamu sudah tidak kerja lagi di tempat Bu Rika, Nduk?" tanya Ibu Astri dengan suara bergetar.

​Jantung Aira berdegup kencang, ia buru-buru meraih tangan ibunya yang terasa dingin. "Ibu, jangan dengerin omongan orang luar. Bu Rika cuma lagi kurangi pegawai karena musim hujan, kok. Lagipula, besok Aira sudah dapat kerjaan baru dari Mbak Susi untuk bantu panen sayur di lahannya Pak Iqbal," ucap Aira menenangkan.

​Air mata Ibu Astri akhirnya luruh juga. Beliau menggenggam erat tangan putri sulungnya, meratapi nasib yang terasa begitu tidak adil.

"Maafkan Ibu, Aira... Ibu cuma bisa jadi beban di rumah ini. Harusnya Ibu yang ngurus kamu, tapi sekarang kamu harus banting tulang, dihina tetangga, bahkan kehilangan pekerjaan demi membelikan obat untuk kaki Ibu yang sakit-sakitan ini. Ibu merasa gagal jadi orang tua," ratap Ibu Astri sesenggukan.

​"Mboten, Bu. Jangan bicara begitu, Aira ikhlas. Ini sudah jalannya Aira, kita pasti bisa lewatin ini semua," potong Aira, ikut menangis sambil memeluk ibunya erat-erat.

Malam semakin larut, setelah obrolan yang menguras air mata itu. Aira kembali ke kamar dan saat di kamar, saat ini ia memiliki rutinitas baru yaitu membalas pesan Arsen.

Sejak pembahasan beberapa waktu lalu, Arsen sering mengirim pesan random pada Aira dan hal itu membuat mereka semakin akrab dari sebelumnya. Aira sempat mengira jika Arsen pria yang kurang asik, namun setelah bertukar pesan, ternyata Arsen pria yang menyenangkan dan Aira merasa nyambung dengan pria itu.

Meskipun begitu, Aira tidak menceritakan dan tentang nasibnya yang malang pada Arsen, biarlah Arsen menjadi teman ngobrolnya untuk menenangkan diri.

Jam dinding di kamar Aira sudah menunjukkan pukul sebelas lewat lima belas menit. Suara rintik hujan yang mengguyur atap seng beradu dengan deru angin malam, menciptakan simfoni sunyi yang biasanya melempar Aira ke dalam palung kegelisahan.

​Arsen: Ra, lagi apa? Belum tidur?

​Aira tersenyum tipis, jemarinya yang masih sedikit kasar akibat sisa-sisa pekerjaan menyapu layar dengan cepat.

​Aira: Belum, Sen. Lagi dengerin suara hujan aja. Kamu sendiri nggak tidur? Di sana pasti udah larut juga.

​Arsen: Baru selesai ngecek laporan keuangan bulanan, lumayan bikin pusing.

​Aira terkekeh pelan. Pria ini selalu produktif, sangat kontras dengan dirinya yang kini harus bersiap menjadi buruh tani pemetik sayur esok pagi. Namun, obrolan-obrolan random dengan Arsen selama beberapa minggu terakhir telah menjadi candu tersendiri bagi Aira, Arsen tidak lagi sedingin es seperti zaman kuliah dulu. Dia bisa menjelma menjadi pendengar yang baik, sesekali menyelipkan humor kering yang anehnya selalu berhasil membuat Aira melupakan sejenak beban hidupnya.

​Tiba-tiba, layar ponsel Aira berubah. Panggilan masuk dan nama Arsen tertera di sana. Jantung Aira mendadak berkejaran, ia berdeham sedikit sebelum menggeser tombol hijau ke kanan.

^^^​Halo, Assalamualaikum, Sen?^^^

​Waalaikumussalam. Ra, maaf ya nelpon malam-malam, suara hujannya kedengaran sampai sini.

^^^​Iya, di sini lagi deras banget. Ada apa, Sen? Tumben nelpon, biasanya cuma chat.^^^

Nggak apa-apa. Cuma... capek aja dengerin presentasi klien seharian, mau denger suara kamu.

​Aira tertawa renyah, menganggap itu hanya bualan santai temannya. Karena Bram pun dari dulu suka menggoda Aira dan teman-teman perempuan lainnya seperti itu.

^^^Bisa aja kamu, Pak Bos. Sukses terus ya bisnis furniturnya. Aku bangga banget lho sama teman-temanku yang hebat ini!^^^

​Makasih, Ra. Tapi sehebat apa pun aku, kalau pulangnya ke rumah yang sepi, rasanya ada yang kurang.

^^^Kok bisa?^^^

​Ra...

^^^​Ya?^^^

​Kamu mau nggak nikah sama aku?

Aira tertegun. Detik berikutnya, tawa renyah Aira kembali pecah, menggema pelan di kamar yang remang itu. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, mengira Arsen pasti sedang sangat kelelahan hingga melantur atau mungkin sedang kalah taruhan dengan Eric dan Bram di grup.

^^^​Hahaha! Kamu ngomong apa sih, Sen? Random banget! Capek banget ya habis bisnis kamu? Kamu lagi bercanda kan?^^^

​Namun, di seberang telepon, tidak ada tawa balasan dari Arsen. Suasana mendadak menjadi sangat serius, membuat tawa Aira perlahan surut dan menyisakan rasa canggung yang tiba-tiba.

​Aku nggak bercanda, Aira. Aku serius, tiga hari lagi, aku akan ke rumah kamu buat ngelamar kamu.

^^^Nggak lucu tau candaan kamu, ​yaudah deh aku mau nikah sama kamu biar aku bisa langsung jadi nyonya besar dan porotin harta kamu sepuasnya, hahahaha!^^^

​Pip!

Sambungan telepon diputus sepihak oleh Arsen, Aira menatap layar ponselnya yang kembali gelap dengan mata membelalak dan jantung yang berdegup kencang bagai genderang perang.

​"Ya dimatiin, emang aneh si Arsen ini," gumam Aira.

.

.

.

Bersambung.....

1
erviana erastus
giliran mau minta uang baru ngakuin ank kandung hilman2 sakit jiwakau
Allfa Rizky
kok bisa ya Arsen sampe secinta itu sama Aira,, apa Arsen sudah jatuh cinta sama Aira pas masih kuliah ya
Allfa Rizky
sampai sekarang belum ada cerita bagaimana Arsen bisa langsung memilih Aira jadi istrinya
Aidil Kenzie Zie
ada-ada aja caranya Arsen agar bisa belah duren 🤣🤣🤣🤣gas lah Ra kasihan suamimu dianggurin 1bln lebih lo🤭🤭🥰🥰
Felycia Fernandez
ya kali blom malam pertama..
baru nikah di atas kertas donk namanya..
jangan di tunda lagi,mank malam pertama harus wow gtu keadaan dan tempatnya..
walaupun nikah dadakan tapi kan sudah saling Nerima...
salut aja udah sebulan 😆😆😆
Felycia Fernandez
bapak gila😡😡😡😡
mati aja sana...
udah nggak ada membantu anak,anak dapat suami kaya malah mau morotin...
Felycia Fernandez
good 👍
Felycia Fernandez
bawa gih Aira shopping ke mall Arsen
Felycia Fernandez
semoga nggak perselingkuhan ya kk Thor
Allfa Rizky
masih part gula-gula ya thor,, diabet aku🤭
Felycia Fernandez
dulu di buang suami,sekarang di muliakan menantu...💗
Aidil Kenzie Zie
penasaran Aira udah di unboxing belum ya🤔🤔🤔🤔
erviana erastus: jiwa kepoo meronta-ronta ya ka 🤭
total 1 replies
Allfa Rizky
manisnya Arsen kebangetan 🤭
Allfa Rizky
kisahnya bagus,, pahit d awal terus manis banget malah,, entah d tengah dan akhir cerita,, konfliknya jangan berat2,, apalagi d awal cerita siapa arsenio bagaimana masa lalunya belum ada cerita
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Allfa Rizky
manis banget🤭
Felycia Fernandez
gantian Bu,aku Yaang malah gugup ini,takut Aira tersakiti di jakarta...😞
Felycia Fernandez
Ntar jangan lupa renovasi rumah di kampung ini ya Arsen..
biar tambah panas hati para ibuk2 julidin🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
udah unboxing blom nih Aira 🤣🤣🤭
partini
orang kamu udah out ganti orang kota behhhh Lebih serem 10000x lipat
hati" buanykkkkkk ular kadut menggatal
erviana erastus
semoga didepan nnt nggak ada aral melintang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!