NovelToon NovelToon
Love And Possessive

Love And Possessive

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan
Popularitas:271.5k
Nilai: 4.6
Nama Author: Saki_chan

Menikahlah denganku......!!

Ayra Raiia, terpaksa menerima perjodohan karena keinginan orang tuanya...

Ayra perempuan cantik berumur 22 tahun harus mengakhiri kehidupan bebasnya demi menuruti permintaan orang tuanya untuk menikah dengan seorang pria anak dari sahabat sang mama.

Akankah pernikahannya berjalan dengan bahagia......?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saki_chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Belas..

"Ay ...kamu ke dapur dulu ya.., nanti aku nyusul," ucap Baikal . Dia punya pekerjaan berat yang harus ia selesaikan terlebih dahulu.

Ayra mengangguk menanggapinya.

"Kamu mau makan apa?"

"Terserah kamu aja Ay... aku bisa makan apa aja," jawab Baikal.

"Oke aku tunggu di dapur." Sebenarnya Ayra merasa sangat canggung atas kejadian tadi . Tapi dia mencoba untuk bersikap biasa.

Baikal langsung masuk ke kamar mandi ketika melihat Ayra sudah ke luar dari kamar . Baikal ingin berendam air dingin untuk mendinginkan pikirannya yang sempat memanas tadi serta menidurkan kembali sesuatu yang sempat bangun.

Ayra kini sudah berada di dapur . Dia membuka kantong belanjaan yang sempat ia dan Baikal beli tadi . Ia mengambil sayur , daging , dan buah-buahan kemudian memasukkannya ke dalam lemari pendingin.

Ayra akan membuat tumis kangkung serta telur onsen untuk makan siang Baikal dan dirinya . Dia mulai memotong-motong kangkung kemudian mencucinya. beberapa menit kemudian tumis kangkung dan telur onsen pun sudah jadi lalu ia menatanya di atas meja makan.

Ayra menarik kursi dan mendudukan dirinya . Dia sedang menunggu Baikal . Sudah sekitar sepuluh menit Ayra menunggunya tapi dia belum datang juga. Ayra berinisiatif untuk memanggil Baikal di kamar.

"Bai...." panggil Ayra ketika sampai di kamar.

Ayra melihat sekelilingnya , Baikal tak ada di kamar . Mungkin ia ada di kamar Mandi.

"Bai...." panggil Ayra sambil mengetuk pintu kamar mandi.

Masih tak ada jawaban dari dalam.

"Bai....kamu di dalamkan , kamu gak papa? " Ayra mengetuk pintunya semakin keras . Dia merasa khawatir dengan Baikal. Pasalnya tadi Baikal bilang akan segera menyusulnya ke dapur tapi sampai Ayra selesai memasak pun Baikal belum menghampiri dirinya.

Baikal mendengar samar-samar ada yang mengetuk pintu dari luar . Ia baru saja selesai menidurkan miliknya yang sempat terbangun kemudian dia berdiri mengambil handuknya dan melilitkan ke tubuhnya. Ia berjalan ke arah pintu untuk membukanya.

"Ayra !!" kaget Baikal mendapati tubuh Ayra di depan pintu.

Seketika Ayra langsung menutup matanya melihat pemandangan di depannya . Baikal hanya bertelanjang dada dengan selembar handuk menutupi daerah sensitifnya.

"Kamu gak papa kan?" tanya Ayra masih dengan tangan menutupi matanya.

"Maksut kamu?" jawab Baikal yang bingung dengan pertanyaan Ayra.

"Kamu ngapain aja? tadi lama banget , Aku sampai selesai masak lo ," keluhnya.

Baikal sontak saja berubah gugup mendapat pertanyaan seperti itu dari Ayra. Dia menjadi salah tingkah . Baikal tak sadar kalau ternyata dirinya sudah cukup lama dalam kamar mandi.

"Eh kamu sudah selesai masak , yuk makan . Aku udah lapar banget," ucapnya mengalihkan pembicaraan.

"Iya , udah dari tadi," jawab Ayra sambil melangkahkan kakinya menuju almari , dia hendak mengambilkan baju untuk Baikal.

Ayra mengambil kaus hitam dan celana pendek serta pakaian dalam untuk Baikal.

"Nih.." ucapnya sambil memberikan baju yang ia ambil kepada Baikal.

Baikal menerimanya dengan sangat bahagia. Dia senang karena Ayra mau melayaninya.

"Makasih ya... " jawabnya.

Baikal hendak melepaskan lilitan handuk di tubuhnya. Tapi suara Ayra mencegahnya.

"Nanti dulu , aku kan belum keluar ."

"Ngapain tunggu kamu keluar , kamu lihat juga gak papa ," goda Baikal .

"Nyebeliin ihhh..!! " jawab Ayra sambil melangkahkan kakinya ke luar kamar. Dia malu mendengar perkataan Baikal.

"Aku tunggu di meja makan. Cepetan nanti keburu dingin."

Baikal benar-benar sudah tak bisa menahan tawanya lagi . Tingkah Ayra benar-benar sangat lucu dan menggemaskan baginya.

Baikal sudah selesai memakai bajunya . Ia berjalan keluar kamar menuju meja makan . Ia kemudian menarik kursi dan mendudukan dirinya disana . Ayra mengambil piring Baikal untuk mengisinya dengan nasi serta lauknya. Baikal pun memperhatikan setiap gerakan Ayra sambil tersenyum.

"Segini cukup Bai..? " tanya Ayra .

"Iya cukup.." jawabnya sambil menerima piring dari Ayra.

"Makasih ya sayang...., perhatikan banget sih.."

Ayra benar-benar sangat malu Baikal memanggilnya dengan sebutan sayang . Semburat merah di pipinya pun sudah tak bisa ia sembuyikan lagi.

"Eemm... Mama yang suruh bukan aku , Mama suruh aku melayanimu dengan baik . Jadi jangan salah paham ," ucap Ayra yang tak sadar kalau ucapannya itu bisa menyakiti hati Baikal. Ayra tadi benar-benar sangat malu jadi dia tak sempat memperhatikan kata-katanya. Padahal dari lubuk hati Ayra yang paling dalam dia memang benar-benar ingin menjadi istri yang baik untuk Baikal bukan karena Mamanya yang menyurh tapi sejak Ayra menyetujui menikah dengan Baikal. Dia tak mau sampai menghancurkan pernikahannya sendiri hanya karena dia tak mencintai suaminya. Dia akan belajar mencintai Baikal mulai sekarang.

Baikal menanggapinya masih dengan senyuman . Tapi di balik itu , dia sebenarnya merasa kecewa. Dia kira Ayra sudah mulai untuk menerimanya . Tapi ternyata itu semua karena Mama Leylin . Tapi Baikal masih tetap bersyukur setidaknya Ayra masih mau menerimanya dan berperilaku baik kepadanya . Lama-lama mungkin Ayra juga akan mulai terbiasa melayaninya , bukan karena Mama Leylin lagi yang menyuruhnya tapi karena Ayra yang mulai menginginkannya sendiri. Baikal masih tetap optimis dengan Ayra . Dia sangat yakin kalau suatu saat nanti Ayra akan mencintainya. Dan dia akan selalu mengunggu untuk saat-saat itu.

Ayra juga mengambil nasi dan lauk untuk dirinya sendiri . Kemudian ia mendudukkan dirinya kembali di kursi yang tadi dan mulai memakan makanannya. Menyendokan suap demi suap ke dalam mulutnya sampai semua isi piring itu tandas dimakan olehnya.

Makan siang pun sudah selesai . Ayra tadi juga sempat mengambilkan air minum untuk Baikal. Ayra melakukan semuanya dengan sangat baik bahkan sudah seperti seorang istri yang melayani suaminya dengan cinta.

Ayra membereskan piring-piring kotor bekas makan mereka tadi dan akan mencucinya . Tapi suara Baikal menghentikan nya.

"Biar aku saja yang mencucinya Ay , kamu pasti capek setelah memasak tadi."

"Emang kamu bisa?" tanya Ayra meragukan Baikal . Baikal adalah anak dari salah satu konglomerat di Indonesia jadi sudah bisa dipastikan kalau dia tak akan bisa mengerjakan pekerjaan rumah seperti ini . Bukan tanpa alasan Ayra menyimpulkannya seperti itu tapi pasalnya Felix juga begitu , jadi bisa di pastikan kalau Baikal tak akan jauh beda dari kakaknya .

"Tidak .." jawabnya sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.

"Tuh kan!! , kamu itu sama saja dengan kakak . Jadi gak usah sok-sok ngebantu deh ," ucap Ayra yang sedikit kesal karena Baikal sempat menunda dirinya untuk segera mencuci piring. Pasalnya Ayra sudah sangat capek ditambah lagi dia gagal untuk tidur siang karena ulah Baikal juga . Tiba-tiba Ayra merasa malu lagi kalau mengingat hal itu.

Baikal yang disama-samakan dengan Felix merasa tidak terima . Dia tidak terlalu suka dengan Felix , apalagi setelah kejadian Felix yang mengusir dirinya ketika mau menjemput Ayra. Walaupun sekarang Felix sudah menjadi kakak iparnya tetap saja dia masih sedikit kesal dengannya. Secepat kilat Baikal langsung menyanggah ucapan Ayra.

"Beda lah Ay...aku orangnya mau belajar. Ayo cepat ajari aku cuci piring! "

"Serius ...? mending kamu duduk saja biar aku yang selesaikan. " Ayra memastikan ucapan Baikal.

"Iya ...Ayo cepat ," perintah Baikal .

Ayra sudah terlalu capek untuk berdebat dengan Baikal . Jadi mau tak mau Ayra pun mengajari Baikal mencuci piring.

Ayra meminta Baikal untuk memperhatikannya . Ayra memulai dengan tangan kiri memegang piring dan tangan kanan memegang spon yang sudah diberi sabun cuci piring . Ayra kemudian mulai menggosokan spon tersebut di atas piring sampai seluruh piring bersih dan berbusa kemudian membilasnya.

"Bisa ?"

Baikal yang sedari tadi memperhatikan Ayra pun mengangguk.

"Aku coba ya ..."

Baikal mulai mengambil piring dengan tangan kirinya seperti yang dilakukan Ayra , kemudian mengambil spon dengan tangannya dan mulai akan menggosokan spon itu ke piring. Tapi belum sempat spon itu menyentuh piring , piring yang Baikal pegang jatuh ke lantai hingga pecah .

Pyarrr....

Ayra yang berdiri di samping Baikal sontak saja kaget mendengar suara pecahan piring yang sangat nyaring. Ayra menghembuskan nafasnya kasar melihat kekacauan yang dibuat Baikal. Dia sudah sangat capek sedari tadi dan sekarang harus membersihkan ini juga. Rasanya Ayra benar-benar akan marah.

"Kan !!!!! aku bilang apa... kamu duduk ya duduk . Kalau gak bisa ngebantu ya sudah diam saja ." Tanpa sadar Ayra membentak Baikal dengan kasarnya .

"Aku sudah sangat capek Bai....aku ingin istirahat ... bahkan tadi aku ingin tidur siang pun kamu ganggu dan sekarang lihat perbuatanmu !! " kini suara Ayra sudah mulai bergetar dia mulai menangis . Ayra diam sesenggukan sambil menangis dia tak mengeluarkan suaranya.

Baikal yang mendapat bentakan dari Ayra merasa sangat tersinggung . Iya , Baikal akui dia salah tadi , karena harus menggangu Ayra tidur siang . Tapi tidak bisakah Ayra berbicara baik-baik dengannya . Tidak bisakah Ayra untuk tifak membentak-bentak dirinya .Cuma gara-gara masalah piring pecah saja sampai semarah itu . Kalau Ayra tak mau membersihkanya ya sudah , biar dirinya saja.

Baikal ingin mengeluarkan suaranya juga tapi dia tahan ketika melihat punggung Ayra yang bergetar . Ayra menangis , Baikal menjadi tidak tega untuk itu.Tapi dia juga tidak mau untuk meminta maaf pada Ayra karena ini juga bukan sepenuhnya salahnya. Begitu menurutnya.

"Gak usah bersihkan .... kamu kan capek , istirahat saja ! " ucap Baikal sebelum meninggalkan Ayra.

Baikal masuk ke kamar di sebelah miliknya untuk menenangkan dirinya.

__________________

jangan lupa tinggalkan jejak...

1
Apa Aja
novel ini emng GK adaklnjutannya
Yocky Zulkarnaen Nizar
kok gk diterusin critannya kak pdhal bagus lho...
Artati Sukreni
apa segampang itu ngancurin perusahaan punya baikal...nggaklah harusnya....
Artati Sukreni
kayaknya theo deh, soalnya felix dah pernah bilang sm baikal hati2 sm theo....
Artati Sukreni
rasain luu bai..emang enak ngegantung..
Artati Sukreni
ayra sdh tau apa yg bakal diomongin theo malah mau aja ...ga menghargai suaminya blas..
Artati Sukreni
ayra..ayra...ga ada ra sa syukurnya kamu punyai suami kaya baikal....
Artati Sukreni
ayra goblog....sebel aq bacanya....
Artati Sukreni
ayra bener2 deh ga inget suamiya posesif nih...
Artati Sukreni
ayra cari penyakit deh....
Artati Sukreni
ni kayaknya nanti ayra hamil tp suaminya meragukan deh...gara2 pergi sm theo dan bau parfumnya....
Artati Sukreni
ingat lo ayra..kamu tuh seorang istri.... jaga martabat sbg seorang istri...
Artati Sukreni
kenapa sih ayra ga terus terang sm suaminya....bs perang dunia ke 3 tuh kalau ketahuan...
Artati Sukreni
wah..bakal ada yg ngamuk.nih...sisuami posesif....
Artati Sukreni
hadeuuh....kasian sijomblo...
Artati Sukreni
bucinnyaaa....
Artati Sukreni
suami posesif bucin akut..hadeuuh...
Artati Sukreni
lo..katanya baikal blm pernah pacaran...kok ada mantan pacar2nya..gmn sih...
Artati Sukreni
gercep...
Artati Sukreni
baikal..gaspoolll....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!