NovelToon NovelToon
Menjalani Cinta Terlarang

Menjalani Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Virgo kelabu

Seorang ayah angkat yang secara terpaksa menikahi putri angkat nya. Dia melakukan hal itu karena memenuhi janjinya kepada almarhumah sahabat nya untuk melindungi nya.
Sebenarnya dia telah gagal memenuhi janjinya karena nasib malang yang menimpa Artika. Ternyata masih memiliki hubungan darah dengan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgo kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MCT 06

Aldri melanjutkan langkah menuju ruangannya. Ia mengabaikan salam dari beberapa karyawan yang menunduk saat melewatinya. Pikiran nya kini kembali berkecamuk.

Belum apa-apa aku sudah mendengar cacian orang-orang. Apa yang akan terjadi pada Antika ku akan sama? Ow Tuhan apakah benar keputusan yang ku ambil ini?

"Maaf, apa Bapak masih memikirkan percakapan mereka?" Pertanyaan Amri membuyarkan pikiran Aldri yang berkecamuk.

"Apakah aku melakukan hal yang benar, Pak?" Aldri tanpa sadar mengutarakan tanya kepada sang sekretaris.

Selama bersama dalam kurun waktu 15 tahun baru kali ini Aldri kelihatan rapuh di hadapan Amri. Semua karena gadis yang sangat ia sayangi. Amri yang sangat menghormati atasannya itu merasa sudah saatnya dirinya menjadi seorang bapak yang akan memberikan wejangan kepada putranya. Mengingat usianya yang hampir dua kali lipat dibandingkan Aldri.

Amri tersenyum dan memberanikan diri menjawab pertanyaan Aldri dengan kapasitasnya sebagai orang yang lebih tua dan berpengalaman dalam rumah tangga dan kehidupan. Ia tidak ingin atasannya itu berpikir sempit dan menyerah pada keadaan apalagi menyalahkan dirinya sendiri dan membuatnya terpuruk.

Amri memberikan jawaban yang sangat bijak berdasarkan keyakinannya, tetapi tetap dengan bahasa yang santun. "Seandainya saja hal yang Bapak lakukan bukanlah hal yang benar, maka sudah menjadi kewajiban saya untuk mengingatkan atau memberi saran entah diterima atau tidak saran itu. Bukan kah saya malah menyetujui untuk menjadi saksi kebahagiaan Bapak saat itu?" Amri tersenyum sejenak lalu melanjutkan kalimatnya.

"Bapak tidak perlu khawatir. Apa yang Bapak lakukan sama sekali tidak menyalahi aturan agama. Bahkan Rasulullah pun pernah melakukannya. Saat itu Baginda nabi menikahi seorang Aisyah Putri dari sahabatnya yang usianya bahkan jauh lebih muda dari beliau. Dan Ibu Aisyah menjadi istri yang paling dicintai beliau setelah Ibu Khodijah wafat."

"Lalu....." Ucapan Aldri mengambang.

"Saya tahu apa yang ingin bapak tanyakan. Apakah ini tentang Anda yang menikahi Putri angkat sendiri?" setelah bekerja selama belasan tahun dengan atasannya itu. Amri sangat memahami karakter sang atasan.

Aldri mendongakkan dagu sekilas sebagai tanda mengiyakan. Ia menunggu kelanjutan dari penjelasan sang sekretaris.

"Rasulullah pun pernah melakukan hal ini, Bapak. Sebaik - baiknya panutan kita sebagai Muslim adalah Rasulullah. Jadi, Bapak tidak perlu merasa bersalah apalagi berdosa. Karena apa yang Bapak lakukan bukanlah sebuah dosa. Dan yang paling utama pernikahan ini dilakukan karena rasa sayang. Menurut saya itu hal yang sah-sah saja."

"Tapi tidak semua orang berpikir seperti itu, Pak. Disetujui atau tidak kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang mau tidak mau kita terkadang harus mengikuti cara berpikir mereka. Saya tidak pernah peduli dengan anggapan orang terhadap saya. Tapi, Saya tidak akan bisa menerima pendapat buruk orang-orang tentang wanita-wanita yang saya cintai. Ibu dan Antika keduanya sangat berharga bagi saya, Pak."

" Mungkin pak Amri bisa berpendapat demikian karena anda tidak pernah mengalami atau merasakan seperti saya."

Amri sang sekretaris pun tersenyum. Untuk pertama kali dalam hidupnya ia ingin membuka lembar masa lalu untuk dibaca bersama atasan yang sangat ia hormati.

"Mohon maaf Bapak. Saya belum pernah sekalipun bercerita tentang pengalaman hidup yang saya alami. Bahkan hal itu masih menjadi pertanyaan hangat hingga detik ini. Saya pun pernah berada di posisi Bapak."

Aldri terkejut mendengar pengakuan sekretarisnya. Namun iya sama sekali tidak berniat memotong pernyataan tersebut. Pria jangkung itu fokus menjadi pendengar yang baik.

"Saya pun menikah dengan beda usia. Tapi bedanya istri saya yang jauh lebih matang dibandingkan saya." Amri menghela nafas mengingat masa lalunya.

"Istri Saya berusia 20 tahun lebih dari usia saya. Banyak pertentangan yang terjadi ketika saya memutuskan menikahi istri saya. Sejujurnya perjuangan saya mati-matian untuk mendapatkan hati istri saya. Karena beberapa pertimbangan yang membuatnya ragu menerima pinangan saya. Selain perbedaan usia yang terlalu jauh dia juga seorang janda."

Aldri terdiam seribu bahasa mendengar kisah sang sekretaris.

"Saya meyakinkan hatinya dan juga kedua orang tua kami bahwa saya layak mendapatkan cinta kasihnya begitupun sebaliknya. Butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa meminangnya. Dan....... butuh waktu belasan tahun untuk membiasakan diri mendengar gunjingan orang sekitar tentang pernikahan kami. Seiring berjalannya waktu mereka akan lelah dengan sendirinya hingga yang tersisa hanya kebahagiaan kami bersama putra-putri kami."

"Setelah mendengar bahwa anda ingin meminang Putri angkat Bapak. Saya yakin semua sudah melalui pertimbangan yang matang. Meskipun Saya tahu Anda tidak memikirkan pendapat orang sebelumnya. Saya pun berprinsip sama dengan anda. Jika ada orang yang menyakiti wanita yang saya cintai, saya siap pasang badan menjadi tameng terdepan untuknya."

"Terima kasih banyak, Pak." Hanya kata-kata itu yang mampu terucap dari bibir Aldri. Namun seulas senyum mengembang di bibirnya.

Kita sebagai manusia tidak akan mampu menyamakan pendapat dan pemikiran setiap orang, yang bisa dilakukan hanya berusaha sebaik mungkin tidak menyakiti hati sesama. Cinta tidak selalu datang sesuai keinginan kita. Bahkan ada yang terjebak cinta terlarang. Sebagai tokoh dalam lakon kehidupan kita hanya mampu menjalani takdir sesuai kehendak sang pencipta alam semesta.

"Maaf Bapak jika berkenan menerima saran saya alangkah baiknya Anda memikirkan bagaimana langkah selanjutnya setelah nyonya keluar dari rumah sakit. Dari pada fokus dengan pendapat orang lain."

"Anda benar, Pak." Aldri mengusap tengkuknya karena merasa malu-malu mendengar kata 'Nyonya'.

"Mungkin..... saya akan pindah saja."

"Apa maksud Bapak dengan pindah? Apakah bapak akan menutup perusahaan ini? Ya Allah bagaimana dengan nasib kami Bapak?" Amri mendadak linglung dan tanpa sadar duduk di sofa karena merasa tubuhnya mendadak tanpa tenaga.

"Ya Allah apa yang baru saja saya lakukan sampai berakhir seperti ini?" Amri bermonolog.

Aldri tersenyum. Baru kali ini dirinya melihat tingkah sang sekretaris yang mendadak aneh. Akan tetapi, di sisi lain ia justru senang karena hari ini keduanya mampu saling terbuka tentang kisah cintanya.

"Ehem!" Aldri berdehem mencoba mengembalikan kesadaran sang sekretaris.

Amri yang mendengar atasannya berdehem seolah tersadar bahwa saat ini dirinya bertingkah sangat tidak sopan. Tubuhnya spontan terlunjak dan gegas berdiri.

"Ma- maafkan saya, Bapak." Amri menunduk malu.

"Tidak apa-apa, Pak. silahkan duduk kembali! Pak Amri tenang saja karena saya tidak mungkin menutup perusahaan. Banyak sekali karyawan yang bergantung nafkah di sini. Saya akan pindah kembali ke Jakarta seperti dulu. Dan saya akan menjalankan perusahaan yang ada di sana. Disini bisa dihandle Pak Amri. Saya akan pantau secara online. Saya yakin pak Amri bisa saya percaya."

1
Ar-Rasyid Fikri
semangat berkarya Thor 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!