NovelToon NovelToon
Return To You

Return To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Delapan tahun merajut kasih, hubungan Zacheriyya Tengiz dan Evander Vale-Knight hancur lebur dalam satu malam akibat pengkhianatan yang tak termaafkan.

Alih-alih menyesal, Evander justru menyebut tindakan kejamnya sebagai pembalasan ego yang setimpal atas kesalahan masa lalu.

Terluka dan murka, Zacheriyya pergi dengan sumpah tidak akan pernah memaafkan pria itu sampai ia mati.

Dua tahun berlalu dalam pelarian, takdir dengan kejam mempertemukan mereka kembali.

Rasa cinta yang dulu membara kini telah sepenuhnya bermutasi menjadi kebencian yang dingin dan mematikan. Pertemuan tak terduga ini seketika menyulut kembali sumbu dendam lama dan perang ego yang sengit di antara keduanya.

Mereka kini berdiri berseberangan sebagai dua mantan kekasih yang saling membenci setengah mati, siap saling menjatuhkan lewat tatapan tajam dan kata-kata berbisa.

Di tengah pusaran benci dan luka lama yang kembali menganga, siapakah yang akan hancur terlebih dahulu dalam permainan rasa yang berbahaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#13

Ruang VIP rumah sakit itu perlahan-lahan kembali dikuasai oleh keheningan malam yang merayap dari luar jendela besar.

Sepanjang dua jam terakhir, ruangan itu praktis berubah menjadi panggung teater pribadi bagi Svea.

Gadis itu, yang kini sudah melepas masker medisnya namun tetap bersikukuh memakai topi kupluk rajut kebesarannya, sedang menggebu-gebu menceritakan ambisi terbarunya untuk beralih profesi menjadi seorang aktris film laga.

"Dengar ya, Cherry, Al," ucap Svea sambil memperagakan gerakan menangkis pukulan imajiner di udara, hampir saja menyenggol botol infus di dekat ranjang.

"Produser independen yang kutemui kemarin bilang kalau struktur tulang pipiku sangat sinematik di depan kamera. Ditambah basic bela diri karateku yang kupelajari saat sekolah dulu—ingat kan, waktu aku tidak sengaja mematahkan jempol guru olahraga kita?—aku yakin aku bisa menjadi The Next Angelina Jolie!"

Alessia, yang duduk di sofa kulit di sudut ruangan sambil memangku tas tangannya, hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dengan ritme yang teramat malas.

Ekspresi wajahnya datar, seolah sudah kebal dan mati rasa menghadapi delusi tingkat tinggi dari sahabatnya itu. Ia hanya sesekali bergumam, "Ya, Svea. Tentu saja. Nanti jangan lupa berikan aku tanda tanganmu sebelum kau ditangkap polisi karena merusak set syuting."

Zacheriyya sendiri berusaha menjadi pendengar dan teman yang baik. Ia memaksakan sebuah senyuman di bibirnya yang pucat, menanggapi cerita Svea dengan anggukan kecil meski kelopak matanya terasa teramat berat.

Efek dari obat bius dosis ringan yang disuntikkan perawat tadi, ditambah dengan kelelahan fisik yang luar biasa setelah menjinakkan bom C4, mulai menggerogoti sisa-sisa kesadarannya.

Kepalanya sesekali terangguk kecil, matanya terpejam selama beberapa detik sebelum ia memaksakan diri untuk membukanya kembali demi menghargai antusiasme Svea.

Sementara itu, di sudut ruangan yang agak temaram, Evander tampak sangat sibuk dengan ponsel di tangannya.

Jemari kekarnya bergerak cepat di atas layar digital, mengirimkan rentetan pesan singkat kepada tim hukum dan asisten pribadinya.

Namun, meski fokus matanya tertuju pada ponsel, seluruh radar perhatian pria itu sebenarnya terkunci mutlak pada setiap gerak-gerik Cherry di atas ranjang. Ia menyadari setiap kali kelopak mata Cherry bergetar menahan kantuk, dan ia tahu persis kapan batas kekuatan wanita itu telah habis.

Pria itu perlahan memasukkan ponselnya ke dalam saku kemeja kusutnya, lalu melangkah maju dengan wibawa yang tenang namun mengintimidasi.

"Svea..." Suara berat Evander memotong kalimat Svea yang baru saja ingin menjelaskan taktik audisinya yang berikutnya.

Svea terhenti, menatap Evander dengan sebelah alis terangkat.

"Kekasihku sudah mengantuk sejak tadi," ucap Evander dengan nada suara yang teramat lembut namun menyimpan ketegasan yang tidak bisa dibantah.

Sepasang matanya menatap penuh kasih pada wajah lelah Cherry, sebelum beralih pada Svea. "Bisa kau hentikan dulu cerita serumu itu? Dia membutuhkan istirahat total agar luka-lukanya cepat pulih."

Mendengar kata 'kekasihku' keluar begitu alami dari mulut Evander, Cherry sempat melotot kecil, hendak memprotes label sepihak itu, namun rasa kantuk yang teramat sangat membuat suaranya tercekat di tenggorokan.

Alessia langsung berdiri dari sofa, merapikan pakaiannya dan mengangguk setuju dengan ucapan Evander. "Aku setuju dengan Tuan Knight. Cherry terlihat seperti zombi hidup sekarang. Ayo, Svea, kita pulang. Biarkan dia tidur."

Svea mengerucutkan bibirnya, memasang wajah cemberut yang teramat dramatis. Ia menghentakkan kakinya ke lantai dengan kesal.

"Kalian berdua benar-benar tidak seru, sialan! Padahal aku baru saja mau masuk ke bagian inti cerita di mana aku menyelamatkan sutradara dari serangan anjing pitbull!"

Tepat pada saat itu, pintu kamar VIP bergeser terbuka. Cassander masuk ke dalam ruangan dengan langkah tegap, penampilannya sudah jauh lebih rapi setelah mengurus keponakan mereka, Genevieve, yang kini sudah aman tertidur di ruang sebelah. Pria itu menatap situasi di dalam kamar dengan helaan napas panjang.

"Kalian berdua sudah dua jam berada di sini dan membuat keributan di kamar pasien," kata Cassander dengan suara baritonnya yang tenang namun mengusir dengan halus. Ia menepuk bahu Alessia dan Svea bergantian.

"Terima kasih sudah datang menjaga Cherry, tapi sekarang sudah larut malam. Tim medis meminta ketenangan. Aku akan menyuruh sopir keluarga mengantar kalian berdua sampai ke depan pintu rumah masing-masing. Ayo."

Svea mendengus, namun akhirnya menyerah saat Alessia menarik tudung kupluk rajutnya dengan paksa menuju pintu.

"Baiklah, baiklah! Cepat sembuh, Cherry-ku! Jangan biarkan pria Knight ini berbuat macam-macam padamu!" teriak Svea sebelum pintu benar-benar tertutup rapat, menyisakan keheningan yang mendalam di dalam ruangan.

Setelah kedua sahabatnya pergi bersama Cassander yang berjaga di luar, atmosfer di dalam kamar VIP itu mendadak berubah menjadi sangat intim dan pekat.

Evander tidak membuang waktu. Pria itu melangkah mendekati sisi ranjang, menatap Cherry yang kini sudah memejamkan matanya setengah, bersandar pasrah pada tumpukan bantal.

Dengan gerakan yang teramat pelan dan penuh romantisme yang selama dua tahun ini tidak pernah Cherry rasakan, Evander meraih ujung selimut rumah sakit yang menutupi kaki Cherry. Ia melipat selimut itu ke atas, menyingkap bagian kaki wanita itu yang terbalut celana kain longgar rumah sakit.

Merasakan sentuhan di kakinya, Cherry mendadak membuka matanya sepenuhnya.

Kesadarannya seperti ditarik paksa kembali oleh alarm kewaspadaan. Ia mencoba menarik kakinya menjauh, menjauh dari jangkauan jemari Evander.

"Apa yang kau lakukan, Evander? Jangan menyentuhku," desis Cherry, suaranya parau dan bergetar menahan campuran rasa lelah dan jengkel.

Evander tidak memedulikan penolakan itu. Dengan lembut namun dengan kekuatan yang tidak bisa dilawan oleh Cherry yang sedang lemas, ia menahan pergelangan kaki wanita itu.

Pria bertubuh kekar itu kemudian mendudukkan dirinya di tepi ranjang, tepat di posisi kaki Cherry berada. Ia mulai menangkup telapak kaki dan betis Cherry dengan kedua tangannya yang besar dan hangat.

"Kau paling suka dipijat jika sedang kelelahan setelah bertugas, sayang. Aku tahu persis tubuhmu selalu terasa kaku setelah mengenakan pakaian EOD yang berat itu," ucap Evander dengan nada suara yang teramat lembut, seolah-olah ia sedang berbicara pada harta paling berharga yang sempat hilang dari genggamannya. "Biar aku melakukannya untukmu malam ini. Diamlah dan pejamkan matamu."

"Lepaskan aku, Evander! Aku bilang jangan menyentuhku!" Cherry kembali menolak, tangannya mencoba mendorong pundak bidang Evander, namun pria itu bergeming bagai dinding batu.

Jemari tangan Evander yang biasanya terampil memegang kemudi mobil balap dengan kecepatan ratusan kilometer per jam, kini bergerak dengan keahlian yang sangat berbeda. Ia mulai menekan titik-titik lelah di telapak kaki Cherry, memijat otot-otot betisnya yang tegang dengan ritme yang teratur dan tekanan yang pas.

Kehangatan dari telapak tangan Evander merembes masuk melalui pori-pori kulit Cherry, mengirimkan gelombang kenyamanan yang sialnya langsung membuat seluruh otot tubuh wanita itu yang tegang menjadi rileks.

Cherry menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, menolak untuk mendesah lega atas kenyamanan fisik yang diberikan oleh pria yang paling ia benci sekaligus ia cintai ini.

Air matanya kembali merebak di sudut mata, bergulir lambat melewati pelipisnya.

Rasa melankolis yang teramat dalam kembali mencengkeram jiwanya; bagaimana bisa tangan yang sama yang dua tahun lalu menghancurkan seluruh hidup dan rahimnya, kini menjadi satu-satunya tangan yang mampu memberikan kehangatan dan rasa nyaman yang teramat ia rindukan di tengah kehancurannya?

Evander yang merasakan tubuh Cherry perlahan berhenti melawan, mendongak.

Matanya menatap lekat pada wajah cantik yang sedang terpejam dengan air mata yang mengalir itu.

Pria itu terus memijat dengan penuh kasih, sesekali mengusap lembut pergelangan kaki Cherry dengan ibu jarinya, membiarkan keheningan malam menyatukan kembali serpihan-serpihan jiwa mereka yang sempat patah dalam balutan penyesalan yang tak bertepi.

1
Mei TResna Rahmatika
sedihh bangett part ini😭
Rosdianah 🌷: huhuhu🥲
total 1 replies
Hennyy exo
kurang banget🤭🤭

omg evander aku padamu😘😘
Rosdianah 🌷: heheh anak author 🤣
total 1 replies
Hennyy exo
sangat suka dengan alurnya dan penulisannya juga bagus mudah dipagami
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Hennyy exo
pliss thor sehari upnya 4 atau 6 bab ya🤭
Rosdianah 🌷: heheh nggak janji ya kak🤭
total 1 replies
Hennyy exo
wow makn menanyang thor babnya
Hennyy exo
sumpah thor alurnya makin bagus banget😍
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak sudah stay baca🫶
total 1 replies
Hennyy exo
baca di bab ini.kaya orang gila🤣🤣🤣
gemes deh ama merka berdua
Hennyy exo
di bab ini suka banget ma alurnya
nayla tsaqif
Apa kbr Gabriella margareth,,?? 🤭
Rosdianah 🌷: tunggu kak🤭🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
emang minus kayanya ini laki,yang bengkokin siapa,yang lurusin siapa/NosePick/berasa yang paling ...banget deh/Hammer/
Rosdianah 🌷: perlu digampar 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
yaudah sih Evander bilang jujur aja ke Cherry kalo masih suka dan gak punya hubungan sama Gabriela 🤨 balikan lagi nih pasangan serasi 😍
Rosdianah 🌷: hihi🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Ati2 cherry,, awas kena PHP,, jangan gmpang luluh,, 😌
Bonny Liberty
denger dulu dong omongan si E,biar jelas /Shy/ suka banget sok pintar 🏏
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Buat misi penyelamatan lg thor,,, mungkin bom di sekolah ponakan evan,, 🤭 q suka tokoh heroik, 🤣
Rosdianah 🌷: Ok Kakak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
baru jelas nih alur ceritanya 🫡 ternyata wanita hamil itu Gabriela dan Evander blom nikah 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤭 Semoga suka ya Kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍 The vale knight series lover
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Bonny Liberty
maaf kisanak, bukan pecahan kaca tapi ranjau darat yang kena bayangan dirimu aja bisa meledak.../Grievance/
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
kata cintanya murahan, ga sadar diri,harusnya kamu tau kurang mu apa,hubungan toxic jadinya kan,dah gitu kehilangan real love gara..gara EGO LAKI,dia ga mikir apa cewe juga punya
Rosdianah 🌷: Semoga suka cerita Baru nya kak🫶
total 1 replies
Bonny Liberty
salah satu masalah dunia EGO LAKI..LAKI../Smug/
Rosdianah 🌷: huhuhu 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!