Revano, seorang penulis, tiba-tiba terbangun dalam tubuh Vian-tokoh yang ia ciptakan sendiri.
Sialnya, tubuh itu rapuh, keluarganya berantakan, dan hidupnya jauh berbeda dengan apa yang ia tulis.
Revano mencoba memperbaiki semuanya. Namun semakin lama ia hidup sebagai Vian, semakin banyak rahasia yang terkuak.
Hingga perlahan, satu kebenaran menghantamnya:
Vian bukan sekadar karakter.
Dan mungkin... ia bahkan tidak benar-benar memasuki raga Vian.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dopamine girl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
"apa-apa ini!?" Seru Revano yg baru datang. Dengan nafas yang sedikit tersedat karena emosi serta beberapa tetes keringat yang menempel di pelipis nya.
Ia melirik ke arah Vian . Membantu anak itu berdiri dan menyerahkan eskrim yang ia minta . Sebelum menatap tajam sosok jangkung yang di yakini Ketua. Dengan rahang yang bergelatuk menahan kesal.
Revano mencengkram erat kerah bajunya. Dengan tatapan mata penuh intimidasi " Lo apain adik gue heh!!" Ucapnya.
Pria itu bergeming. Sama sekali tak berpengaruh terhadap aura yang di pancarkan Revano. Ia tertawa sinis sebelum membalas tatapan itu dengan lebih tajam ." Lo tanya gue? , tanya adik Lo bangsat!!, " Kasarnya. Pria itu menepis kasar kepalan tangan Revano yg sedang mencengkram nya .
"Dia sendiri yang peluk orang sembarangan , dasar brengsek Lo!" Teriaknya . Dia meninju bagian perut Vano dengan sekuat tenaga . Membuat Revano terhuyung ke belakang.
"Abang!!" Teriak Vian . Ia menghampiri Revano yg terlihat kesakitan . Mata Revano menatap tajam dengan tangan yang menutupi area bekas tinjunya.
Vian melangkah maju. Melindungi Revano sebagai tamengnya. Tangan nya terentang dengan mata yang memerah menahan buliran yang mencoba untuk keluar"Stop!!, jangan sakiti bang Vano ,dia gak salah apa-apa . Aku yang salah karena peluk orang sembarangan. Tapi aku bersumpah ,aku gak sengaja aku pikir kau orang yang ku kenal , aku minta maaf tolong maafin aku" ucap Vian. Dia menatap tajam pria itu. Bukan kebencian tetapi lebih ke arah kecewa. Kecewa bahwa orang yang di depannya bukan orang yang sama seperti yang ia harapkan.
"Jadi Lo adiknya , bukanya adik si Vano cuma ashilla?" Tanya nya , ia menatap lekat ke arah Vian yang sedang mempertahankan benteng nya.
Revano menatap tajam pria itu. dia berjalan ke arah pria itu . Menutupi adiknya yang terlihat ketakutan." Dasar kau?!" Gumamnya pelan namun masih bisa di dengar oleh nya. Dia tersenyum sinis. Menatap ke 2 arah kepada ke 2 saudara itu " lo kok jadi lebih tenang si njing , biasanya Lo pasti menggonggong setiap kali kita bertemu kek anjing gila" ucapnya .
Vano mendorong dada bidangnya lumayan kasar. Dengan mata yang masih tajam menatap pria yang sedang tersenyum remeh ke arah nya.
"Diam Lo kai, jaga ucapan Lo ya!!"
" Bos!!!" Seru sala satu pemuda di sana. Berpenampilan urakan dengan rambut kayak jengker ayam . Dia tersenyum kikuk melihat ke arah 2 kubu yang saling melontar aura permusuhan" udahlah boss si bocil juga udah bilang dia gak sengaja. Yakan cil !" Tanya nya pada Vian . Vian perlahan mengangguk menyetujui perkataan nya.
"Tuhh kan , Lo jangan pemarah Mulu lah bos , masa baku hantam sama bocil . Kekanakan bos" santainya. Kai menatap tajam ke arah pria jengker ayam itu. Membuat dia tersenyum kikuk seketika. " Maaf bos " ucap nya.
"Udahlah kai , dia juga udah minta maaf. Jangan memperpanjang masalah " celetuk sala satu orang yang ada di sana. Dia terlihat asik dengan hp yang ia mainkan.
"Maafinn kita bro , walaupun kita musuh Yee ... Kita bukan preman yang bakal kroyok Lo yang lagi sendirian"ucap pria jengker ayam itu tiba-tiba. Saat merasakan aura siaga yang di keluarkan Vano.
"Lagian nihh bocil ngapain sihh peluk peluk sama si bos ? Udah tau dia pemarah dan lagi badmood" ia melihat Vian yang terlihat gugup di belakang Vano. Ingin sekali ia juga memarahi nya seperti kai– karena itu memang sesuatu hal yang sudah biasa – namun melihat tubuh kecil yang terisi sedikit daging dengan wajah yang pucat . membuat nya urung seketika.
Ia menepuk santai pundak Vano . Dengan mata yang masih mengarah ke Vian."Bro adik Lo sakit ya " ucapnya . Vano menepis itu. Dan menggenggam tangan Vian dengan lembut.
"Jangan macam-macam sama adik gue" ancamnya.
"Wowowo!!… Gue hanya nanya ege, jangan ngegas Mulu dong , atau Lo emang mau di kroyok" ucapnya dengan nada yang sedikit naik . Tersulut emosi.
"Udahlah zo, dia emang gitu settingan nya . Sebelas dua belas dengan si bos"seru sala satu dari mereka yang sibuk dengan hp nya. Sesekali mereka akan berteriak dan mengeluarkan kata-kata kasar karena turun rank.
Zo , si rambut jengker ayam . Dengan nama asli zolten dia merupakan wakil kapten sekaligus sahabat kecil kai. Dan kai di sini merupakan musuh bebuyutan Genk Revano . Nama Genk Revano adalah lion king sedangkan Genk kai Black crocodile. Itulah yang Vian pikirkan saat melihat pertingkaian di antara mereka.
Vian kecewa, saat Orang yang sangat mirip sahabat nya . Dari mulai wajah, postur tubuh serta sifat itu adalah penjahat yang ia buat. Padahal ia tak pernah sekalipun mendeskripsikan sahabat nya dalam karakter yang ia buat . Kecuali Revano sendiri . Yang terbuat dari seribu harapan nya yang tak pernah terwujud oleh nya dulu.
Ia rindu sahabatnya,Dirga. Bukan kai sang antagonis.
Revano menggenggam tangan Vian dan pergi meninggalkan gerombolan itu dengan perasaan dongkol. Ingin sekali ia menghajar kai habis-habisan . Namun urung saat Vian masih berada di sampingnya . Ia tak ingin jika Vian takut terhadap nya.
Vano membawa Vian menjauh dari gerombolan, Vian menatap tangan kecilnya yang di genggam oleh Vano dan sesekali menengok ke arah belakang – ke arah gerombolan itu. Dan hal itu di sadari oleh mereka.
"Lo ngerasa aneh gak dengan gerak-gerik adik nya si Vano tadi? Dia menatap boss seperti .... Semacam rindu gak sih"celetuk zo . Matanya masih menatap ke 2 punggung saudara itu sampai menghilang , di makan hiruk-pikuk orang-orang.
" Hmm, iya juga" dia menyimpan hp nya di sampingnya, namanya Liam.Walaupun dari tadi ia sibuk menaikan Renk gamenya. Namun tak ayal ia juga memperhatikan sedikit pertingkaian yg sempat terjadi." Lo kenal dia gak kai?"
"Gak , kalaupun gue memang pernah ketemu ,gue pasti ingat apalagi dia adiknya si Revano anj!" Sebal nya.
" Lo tuh kenapa sih kai , di marahin lagi " ucap pemuda yang masih sibuk dengan ponselnya. Dia Mikhael. Pemuda yang paling tenang dan juga dewasa di tempat itu.
" Hmm.... Biasalah , gue selalu salah di hadapan orang-orang goblok itu, gue heran sebenarnya mereka yang goblok atau gue yang pinter… padahal alasan cewek sialan itu selalu sama setiap harinya "ucapnya menggebu
"Si qilla?" Polos zo
Dari arah belakang Liam memukul kepala belakang zo dengan sekuat tenaga. Sampai membuat zo penggaduh kesakitan." Sakit ege!!"
"Otak Lo itu dimana ege, minimal kalo Lo bloon harus tau situasi lah "setelah Liam mengatakan itu,zo sepenuhnya bungkam . Dia takut di amuk oleh kai yang sedang baik-baik saja.
"Udahlah, mening jangan ngomongin cewek pikmi itu"
Di saat keadaan hening sejenak, zo yang tidak bisa diam bawaan nya pengen ngobrol mulu berucap. Sebenarnya ia ingin ngomong itu dari tadi karena menggangu pikiran nya" guys gue mau ngomong, Lo sekalian beneran gak pernah liat adiknya si Vano tadi?" Hampir semua pemuda yang ada di sana menggeleng tidak tau termaksud sang ketua yang hanya diam menanggapi" kok gue sedikit iba ya liatnya , dia kurus banget jirr kayak anak yang stanting, apa jangan-jangan gak pernah di beri makan sama emak bapaknya ya?" Ucap nya nyeleneh , seketika taman itu riuh oleh suara tawa mereka . Yang merasa lucu dengan ucapan zolten.
"Njirr anak CEO perusahaan besar stunting "
"Apa kata netizen jika berita ini tersebar ya "
"Di siksa kali sama si Vano. Si Vano kan kalo ngamuk gak ngotak,ke leak"
"Leak apaan dahh ?"
"Jurig Bali meren , urang teu apal" ucapnya lagi has logat Sundanya.
Seketika suasana itu kembali riuh oleh tawa mereka , sampai ucapan Mikhael yg dari tadi terdiam membuat mereka seketika terdiam.
"Entah kenapa, gue kok kasihan ya ,liat adiknya si Vano"