"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengumpulkan bukti-bukti
Jennifer langsung dilarikan ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan, dia terus bergumam hal yang sama yaitu sakit. Perutnya sakit, dan bukan hanya satu suara. Tapi dua suara, yaitu Miranda.
Athena bahkan diam-diam menyalakan ponselnya untuk merekam wajah Miranda yang bercampur dengan b3kas munt@h nya yang masih melekat. Begitu juga dengan mommy mertuanya. Rasanya Athena ingin tertawa, tapi dia menahan dirinya, lagipula ini juga situasi yang cukup parah.
Menuju rumah sakit. Jennifer menautkan tangannya pada sang suami, Miranda juga mengangkat dan menjulurkan tangannya seolah menggapai sesuatu. Tentu saja tangan Logan.
"Logan, sakit sekali....." Lirihnya dengan wajah kesakitan.
"Dokter akan mengobati mu. Logan suamiku bukan dokter. Jadi, berhentilah merengek padanya!" Jelas Athena menjauhkan suaminya dengan jarak yang aman dari ulat bulu itu. Miranda berbelok memasuki ruangannya dan terpisah dari Jennifer.
"Mommy, dokter akan sampai." Benar saja, tak lama dokter datang memeriksa.
"Istriku kesakitan dokter. Tolong segera periksa dia." Ujar Leonard dengan cemas.
"Yang lain silahkan tunggu diluar." Ujar dokter dan dipatuhi oleh semuanya. Leonard menatap pintu ruangan tertutup. Di dalam, tanpa membuang waktu, dokter langsung memeriksa Jennifer yang terus menerus kesakitan.
"Dokter sedang memeriksa mommy Daddy. Kita akan tau kondisi nya."
"Daddy tidak mengerti. Ini pertama kalinya mommy mu begini. Miranda juga."
"Mungkin, dari makanan yang dimasak mommy Daddy?"
"Dokter! Bagaimana kondisi istriku?" Tanya Leonard langsung saat dokter keluar dari ruangan.
"Begini, dari hasil pemeriksaan. Pasien menelan obat pencahar pada tubuhnya. Dosis nya tidak besar, tapi dampaknya cukup berbahaya. Saat ini sudah ditangani." Jelas dokter.
"Obat pencahar?"
"Iya, sepertinya pada makanan terakhir yang dikonsumsi oleh pasien."
"Kalau bisa, bawa sisa makanan terakhir yang dikonsumsi oleh pasien."
"Baiklah! Aku akan segera mengambilnya Daddy." Ujar Logan.
"Iya, Daddy tunggu disini."
"Aku akan segera kembali." Athena mengangguk, dan Logan bergegas pergi.
"Daddy, kalau aku bisa berikan saran....."
"Katakan Athena." Ujar Leonard sambil memijat kepalanya.
"Kita bisa periksa rekaman cctv di area dapur Daddy."
"Kau benar. Daddy akan hubungi Logan." Leonard membuka ponselnya dan mengirim pesan pada Logan.
'Ya, aku yakin ini adalah ulah Miranda. Saat dia tidak berdaya saat ini, aku akan semakin memberikan kejutan padanya. Dia pasti akan menyalahkan ku. Tapi, sekarang kau lagi-lagi akan kalah Miranda.'
'Saat dia menuduh ku, buktinya sendiri akan berbalik menyerang mu. Dan mertuaku itu.... Aku tidak bisa membayangkan ekspresi nya.'
"Daddy ingin air? Aku akan belikan. Daddy duduk saja." Ujar Athena pada mertuanya.
"Terimakasih Athena."
"Sama-sama Daddy."
Leonard perlahan memasuki ruangan dimana istrinya sedang terbaring. Sekarang Jennifer tampak berbaring pulas tanpa kesakitan lagi.
"Meksipun kau cerewet, menyebalkan... Aku tetap mencintaimu. Aku khawatir kau sakit begini." Leonard meraih telapak tangan istrinya dan mengecup pelan.
Leonard ingin memastikan sesuatu, karena itu dia menuju ruang inap Miranda. "Keluarga pasien?" Tanya dokter melihat kedatangan Leonard.
"Iya, begini.... Bagaimana keadaan Miranda?" Tanya Leonard.
"Pasien muntah hebat saat diperiksa. Tapi sekarang sudah ditangani. Pasien terkena obat pencahar." Sama, Leonard mendengar hal yang sama dari dua dokter.
"Baiklah kalau begitu. Terimakasih dokter."
"Sama-sama, pasien sekarang perlu istirahat."
"Aku akan temukan jawabannya dari rekaman cctv dan juga sampel makanan." Gumam Leonard.
"Daddy!" Panggil Logan, Leonard menoleh. Putranya datang dengan membawa sample.
"Rekaman cctv nya?"
"Tenang Daddy, cctv rumah terhubung di ponsel Daddy dan juga aku."
"Ok! Kalau gitu kita lihat sekarang!" Ujar Leonard tak sabaran.
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🥰 🙏