Lima tahun aku menikah dengan mas pramudia dan di karuniai anak satu laki laki yang sekarang berusia empat tahun, mas Pram adalah kakak angkatku lulusan teknik sipil, aku rela menjadi ibu rumah tangga setelah lulus kuliah demi menemani beliau mulai dari nol, aku meminta teman ku yang anak pengusaha untuk investasi ke perusahaan suamiku sehingga perusahaan properti mas Pram maju dan berkembang tapi setelah pamit kerja keluar kota, tiba tiba dia bawa madu untukku, kemudian dia pura pura bangkrut untuk mengurangi jatah nafkah ku dan tidak dapat harta gono gini bila menuntut cerai, dikira aku sangat mencintai dan bertahan, Karena aku tidak berpenghasilan, mereka meremehkan aku. ku bikin bangkrut beneran biar tahu rasa, laki laki seperti itu yang tidak tahu terima kasih yuk ikuti ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 01 Pulang dari luar kota bawa Madu
Kenalkan namaku Erina Adelia seorang ibu rumah tangga punya anak satu, berusia empat tahun yang bernama Zidan Alfarizi.
Suamiku bernama Pramudia Erlangga kami menikah sudah lima tahun, setelah suamiku di PHK kami merintis usaha bersama, aku mendampingi mas Pram, mulai dari nol sampai sekarang lumayan maju, suamiku lulusan tehnik sipil, awalnya kami membuka jasa desain, dan perencanaan pembangunan rumah. Sampai sekarang bisa membangun perusahaan sendiri, yang bergerak di bidang properti.
Suamiku tidak tahu aku minta tolong ke teman ku, yang bernama miss Valen, untuk berinvestasi, sehingga dalam dua tahun, mas Pram bisa dengan mudah mengembangkan usahanya di bidang properti.
Sore itu aku menunggu dia pulang dari luar kota, tadi aku sudah masak daging rawon khas Jawa Timur, aku suapi anak ku katanya dia sudah lapar, nggak sabar menunggu ayahnya datang, keburu lapar.
Kami duduk di teras depan sambil bercanda, dan terdengar deru suara mobil mas Pram anakku berlari membukakan pintu pagar dan mobil langsung masuk di halaman, mas Pram membuka pintu mobil tapi kok ada wanita lain, di tempat duduk penumpang di samping mas Pram mengemudi.
Aku langsung deg deg an, mas Pram kok bawa wanita, jangan jangan dia selingkuhan mas pram, aku bengong, sedangkan anak ku lari menghambur ke papanya, mungkin karena dia kangen tapi aku diam, nggak jadi menyapa, apalagi mencium punggung tangannya seperti biasanya.
Perempuan itu keluar dan di gandeng sama mas Pram di depanku, ingin rasanya menangis melihat suami yang ku cintai, mengandeng wanita lain di depan mata ku.
" Ayo masuk, kita bicara di dalam,mas akan kenalkan kalian" kata suamiku
Aku berfikir positif saja apa yang akan dia jelaskan tapi, aku sudah nggak bisa konsentrasi lagi, dan nggak bisa berfikir aku hanya diam, dan mas Pram memegang tanganku, mengajak aku masuk ke dalam.kami pun duduk bersama
" Dek kamu nggak bikin kopi buat mas?" kata dia
" Maaf mas lihat kamu bawa wanita pulang dan kamu gandeng dia dengan mesra, aku lemas ngak kuat bikin kopi" jawabku
" Oh ya dek kenalkan ini Dewi, dia juga istri mas juga, jadi dia madumu, mas bawa kesini soalnya pekerjaan di sana habis dan rumah sudah laku semua" kata dia dengan enteng
Aku hanya diam,aku nggak bisa berfikir, suami yang selama ini sayang, perhatian dan kuanggap suami yang sempurna ternyata sudah mendua dan kejadianya berapa lama aku tidak tahu
" Adek jangan marah, laki laki boleh beristri lebih dari satu, dan boleh menikah lagi tanpa perlu ijin istri pertama, jadi mas bukan minta ijin sama kamu, tapi mas memberi tahu" kata dia, langsung mengenai di hati ku, gini rasanya sakit tidak berdarah,
Aku diam hanya meneteskan air mata ternyata, setelah ujian ekonomi di awal pernikahan, sekarang ujian nya suamiku mendua, ya alloh, kenapa harus aku.
" Dek kamu jangan hanya diam saja, sekarang bersihkan kamar tamu supaya di tempati dek Dewi" perintah suamiku
" Maaf mas setelah aku tahu, kamu menghianatiku, aku nggak punya tenaga, apalagi harus membersihkan kamar tamu sekarang kakiku sangat lemas seperti jelly, berdiri saja rasanya tak mampu" jawabku
" Biar aku saja mas yang bersih - bersih,nggak papa kok mungkin mbak Erina masih shok, mas bawa aku kesini" kata dia
" Ya sudah dek kamu bersihkan ya, mas mau bikin kopi dulu" kata mas param Pram
Aku segera masuk kamar ku sendiri, anakku nggak mau sama aku mungkin masih kangen sama ayah nya, biarlah ku kunci kamar ku berkirim pesan ke temanku, sengaja aku hanya berbalas pesan biar mas Pram tidak dengar apa yang ku bicarakan ke Miss Valen.
Ya Miss Valen adalah teman ku yang mempekerjakan aku secara diam diam, dia selalu memakai jasa desainku, yaitu desain baju, tas dan perhiasan dan gajiku di investasikan di perusahaan mas Pram atas nama Miss Valen.
Ya Miss Valen melindungi aku, kami barter aku membuat desain untuk dia, memang bayaranku tinggi kalau di taruh di rekening akan ketahuan oleh suamiku, intinya penghasilan ku di kembangkan, tapi di sembunyikan, dan menurut beliau aku harus sabar dulu, karena investasi masih berjalan, nanti kalau Miss Valen bisa menarik investasi terserah aku kalau mau gugat cerai.
Pesan dia, aku harus cerdas menghadapi pengkhianat seperti mereka dan menyembunyikan perhiasanku, perhiasan tersebut adalah sample dari desainku yang diproduksi oleh perusahaan Miss Valen, ku akui Miss Valen sangat cerdas, apa mungkin dia punya firasat itu ya.
Anakku mengetuk pintu kamarku membuka pintu untuknya
" Bunda aku mau bobok sama bunda" kata dia
" Kenapa kamu nggak tidur di kamarmu sendiri, katanya mau minta tidur sama ayah kalau dia datang?" tanyaku
" Ayah bilang mau tidur sama Tante Dewi, kan nggak enak dikamar tamu ranjang nya kecil kalau gitu aku tidur sama bunda saja" jawab anakku
" Dek maaf rawonnya sudah aku makan sama Dewi, kami kelaparan selesai membersihkan kamar tamu, kamu sudah makan" tanya dia
" Belum" jawabku singkat
" Biar ku masakan ya mbak di kulkas ada apa, maaf kami lapar dan masakan mbak, enak jadi kami khilaf" kata dia
" Nggak usah nanti kalian kompak mas Pram memberikan aku madu dan kamu memberikan aku racun." jawabku ketus
" Mbak kamu ketus banget sih nggak ikhlas ya masakanmu aku makan" kata dia tolong
" Mau ikhlas dari mana suami kamu curi, masakanku kamu habiskan, kemaruk kamu" jawabku tak kalah ketus
" Dek pelit amat sih kamu cuma makanan saja, kamu sampai nggak ikhlas apa harus di muntahkan" kata mas Pram.
" Iya lah, aku yang masak belum makan, malah kalian habiskan memang cuma kalian yang lapar" jawabku
" Ayo nak tidur sama bunda" ajakmu dan anak ku ikut aku tidur di ranjangku, Aku malas berdebat besok pagi pagi aku ajak di Zidan keluar saja, malas rasanya bertemu dengan mereka.
Tak lama Zidan tidur mas pram mengetuk kamarku " ada apa?" tanyaku
" Dek kamu masih istriku jangan jangan ketus, sama suami dong, ini aku ganti makananmu" kata dia sambil memberi nasi kare ayam kesukaan ku.
" Maksudnya istri yang di khianati" tanya ku
" Ayo mas suapi ya maafkan mas" kata dia
"Ogah sana aku mau tidur" jawabku
"Dek besok kita atur buat jadwal kita berdua ya" kata dia
" Terserah, bawa saja bungkusan itu takut ada racunnya" kataku sambil menyerahkan kembali bungkusan nasi kepada mas pram.
Aku kembali mengunci pintu kamarku, ya aku sekarang sedang menghitung koleksi perhiasan ku dan ingin mengaman kan nya, ya ini perhiasan tidak bisa di jual kalau bukan di toko Miss Valen dan yang menjual harus aku sendiri.kerena foto sertifikat ada di tabletku, dan yang sertifikat asli di simpan miss Valen, selain punya hp yang di berikan mas Pram aku juga punya tablet di beri Miss Valen, khusus buat aku mengerjakan desain ku, dan itu aku sembunyikan dari mas Pram.
Ternyata lumayan banyak juga dan meskipun aku IRT perhiasanku banyak, untung aku nggak pernah cerita sama suamiku kalau aku diam diam bekerja.ini semua aku masukan ke dalam tas rangselku dan akan aku amankan di safety box di bank yang direkomendasikan Miss Valen.
Semua aku masukan tas punggung, biar mas Pram tidak curiga, besok si Zidan aku antar ke sekolah kemudian aku ke bank.
Bersambung
terimakasih sudah update 😀👍
penasaran gmn nasib pram klo udah beneran bangkrut