NovelToon NovelToon
Asrama Hati

Asrama Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: indah Mayaddah f

Sinopsis

Zain Arvendra Atmaja, seorang remaja yang seakan tak pernah lelah terlibat masalah di sekolahnya. Setelah berbagai kejadian yang menumpuk, ayahnya akhirnya mengambil keputusan Zain harus pindah ke sebuah SMA berbasis asrama yang dikenal mampu membimbing anak-anak yang sedang kehilangan arah.

Awalnya Zain menolak keras. Namun seiring berjalannya waktu, ia perlahan mulai menerima kenyataan itu. Di asrama inilah ia bertemu dengan Vanya, seorang gadis ceroboh yang dengan polosnya kerap menyeret Zain ke dalam berbagai situasi baru yang tak terduga.

Cerita terasa semakin rumit ketika Keira Cattleya Wiratama, kekasihnya yang selama ini jauh dari sana, tiba-tiba memutuskan untuk pindah ke asrama yang sama pula.

Tiga orang, satu atap, dan hati-hati yang mulai saling bersilang. Bagaimana kelanjutan cerita mereka ? Baca selengkapnya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 RUMAH YANG BERNAMA BERSAMA

Beberapa bulan berlalu begitu saja, daun-daun di pohon mangga halaman asrama mulai berganti warna, jatuh satu per satu tertiup angin musim, dan udara sore terasa semakin sejuk serta menenangkan. Keira berdiri di depan cermin di kamarnya, menatap bayangan dirinya sendiri dengan perasaan yang hangat. Gadis yang menatap balik itu terlihat lebih tenang, lebih percaya diri, dan lebih damai dibandingkan gadis yang pertama kali melangkah masuk ke sini dengan perasaan cemas berlebihan dan takut kehilangan. Wajahnya masih sama, tapi ada sesuatu yang berubah di matanya ada cahaya yang lebih terang, lebih yakin, lebih tulus.

Suatu sore setelah kegiatan belajar selesai, Zain mengajaknya kembali ke bukit kecil di belakang sekolah, tempat yang menjadi saksi begitu banyak percakapan tulus, air mata yang tertahan dan senyum yang perlahan tumbuh di antara mereka berdua. Dari atas bukit, mereka bisa melihat atap gedung asrama yang terlihat damai di bawah cahaya matahari sore yang keemasan. Angin berhembus lembut menerpa rambut Keira, membawa aroma tanah kering dan bunga liar yang selalu membuatnya merasa tenang.

"Kadang aku berpikir" Ucap Keira tiba-tiba, memecah keheningan sambil menatap matahari yang perlahan turun di ufuk barat

"Bahwa aku tidak datang ke sini hanya untuk belajar pelajaran di sekolah, aku merasa aku dikirim ke sini supaya aku bisa belajar hal yang jauh lebih penting dan mencintaimu dengan cara yang benar. Bukan dengan memilikimu, bukan dengan cemburu buta, bukan dengan rasa takut yang berlebihan. Tapi dengan mendukungmu, mempercayaimu, dan membiarkanmu menjadi dirimu yang terbaik, sambil aku juga berusaha menjadi versi terbaik dari diriku sendiri" Lanjut Keira

Zain tersenyum lembut, lalu meraih kedua tangan Keira di dalam genggamannya yang hangat dan menenangkan.

"Dan aku belajar sesuatu yang sama, Ley. Aku belajar bahwa rumah bukanlah tempat yang berdiri di satu alamat dengan dinding dan atap, rumah adalah orang yang membuatmu merasa aman untuk menjadi dirimu sendiri, tanpa takut dihakimi, tanpa takut ditinggalkan. Dan bagiku, rumah itu ada di mana pun kamu berada. Di sampingmu, aku merasa pulang." Ujar Zain

Keira menatapnya dengan mata yang berbinar, bukan karena menangis sedih, tapi karena hatinya terasa begitu penuh dan hangat hingga terasa sesak namun nyaman.

"Kita belum tahu apa yang akan terjadi setelah kita lulus nanti, mungkin kita akan berada di kota yang berbeda, menjalani kehidupan yang berbeda, dan menghadapi tantangan yang belum kita ketahui. Tapi anehnya, aku tidak takut lagi. Dulu aku takut sekali pada perpisahan, pada jarak, pada ketidakpastian. Sekarang aku sadar selama kita membawa kebaikan yang kita pelajari di sini, selama kita tumbuh ke arah yang sama, kita akan selalu menemukan jalan pulang ke satu sama lain. Karena cinta sejati bukan tentang berdekatan secara fisik saja, tapi tentang saling menjaga di dalam hati dan pikiran" Jawab Keira

Mereka duduk berdampingan dalam keheningan yang indah, menyaksikan matahari benar-benar hilang di ufuk barat dan langit berubah warna menjadi ungu kemerahan, lalu perlahan gelap sementara bintang-bintang mulai bermunculan satu per satu di langit yang jernih. Tidak ada janji yang berlebihan terucap, tidak ada sumpah yang terlalu besar. Hanya ada keyakinan yang tenang bahwa mereka berdua sedang berjalan ke arah yang sama, saling mendukung, dan tumbuh bersama.

Saat mereka berjalan turun dari bukit dengan langkah yang santai dan ringan, suara tawa riuh terdengar dari halaman asrama yang semakin dekat. Di sana, Rian sedang menelepon orang tuanya sambil tersenyum lebar, merencanakan kunjungan pulang ke rumah yang kini terasa semakin hangat dan menyambutnya. Bima sedang memeriksa jam kunjungan ayah dan ibunya yang akan datang besok, matanya bersinar penuh semangat. Dimas sedang menyusun surat lamaran beasiswa sambil tersenyum yakin, percaya bahwa masa depannya cerah. Dina sedang duduk di beranda sambil menggambar langit malam di buku sketsanya, senyumnya damai dan tenang. Aldo sedang membantunya memegang lampu kecil agar Dina bisa melihat garis gambarnya dengan jelas, sesekali mereka tertawa bersama, tawa yang lepas dan tanpa beban.

Semua orang tumbuh, semua orang menemukan kedamaiannya masing-masing dan di tengah-tengah mereka, Zain dan Keira menyadari satu hal yang paling berharga dari masa-masa di asrama ini : bahwa cinta yang dewasa dan sejati bukan tentang dua orang yang hanya saling menatap satu sama lain saja. Tetapi tentang dua orang yang berdiri berdampingan, menatap ke arah masa depan yang sama, saling menguatkan, saling mempercayai, dan tumbuh bersama menjadi manusia yang lebih baik untuk diri sendiri, untuk satu sama lain, dan untuk dunia yang lebih indah di luar sana.

1
Miu.Nuha
betul. keputusan apapun yg kamu ambil akan mempengaruhi hidupmu nanti.
😏 jdi jalanin seadanya aja, gk usah milih
hehe pis ya mas Zain...
Luneya
dua figura hadir dalam masa yang sama..yang mana satu Zain akan memilih..tapi Aku sama Vanya..🌹
Hamzah [Hiatus]
waduh.. akankah balikan sama mantan. gak mungkinlah gak mungkin😁
Hamzah [Hiatus]
loh kenapa ditutup🤔
Myz Pena
keira.. kamu harus sadar dan tahundiri sepertinya zain nggak nyaman dekat dengan mu sekaligus segala perhatian mu padanya.. jadi stop
Myz Pena
jadi bagaiaman zain ,, apa kaira sikapnya itu membuatmu sangat tidak nyaman kah ?
aefpe fp
ah kalau gini ceritanya jadi bestie sahabat aja ndak si...kayaknya lebih seru daripada pacaran pacaran🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ya Allah akhirnya Zain bisa dapetin kawan yang pas sejauh ini... Ya Semoga semakin berubah juga Zain... 💪💪💪
Maya 摩耶
kenapa tidak keduanya saja? 👀 ahik ahik ahik kwkwkw
Siti Aisyah
Gimana nih membuat hati zain jadi bimbang antara memilih vanya atau keira😆
Maya 摩耶
naah she is just wanna impress you 🤭
Pencari Cerita
pikirin matang matang zain sebelum memilih ya
ginevra
pantas saja Zain merasa nyaman di dekat vanya. karna vanya tidak pernah memaksa dan menekan Zain.
aefpe fp
bakal banyak drama kehidupan yang akan menantimu bersiaplah dan itu tidak akan sesederhana yang kau kira💪
Hamzah [Hiatus]
kamu menemukan seseorang yang berharga di masa depan nanti Zain, jangan lupakan itu 🗿
Myz Pena
ia memang banyak suka dan dukanya.. intinya kamu akan belajar banyak hal lagi.. jadi kuatlah
Luneya
Mereka benar-benar sama geng. Mereka saling membantu. bagus sekali jika ada teman satu komplotan.☺️
Myz Pena
berarti zain sekarang kamu dah nyaman ya di asrma berkat vanya hari hari mu lebih ceria dan bwrwarna 😂👍
Maya 摩耶
emang matanya kenapa? ada saringgannya kah? 🤭
Maya 摩耶
mo balikan kah kamu? 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!