NovelToon NovelToon
Pedang Abu Nirwana

Pedang Abu Nirwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Setelah akar spiritual emasnya dirampas secara paksa oleh sepupunya sendiri dan tubuhnya dibuang ke Jurang Abu Api, Lin Xuan—seorang pemuda klan cabang yang sekarat—justru menyatu dengan Tungku Abu Takdir peninggalan zaman purba. Dari abu kehancuran, ia menempuh jalur kultivasi terlarang yang mampu melebur kutukan, meracik pil dari racun mematikan, dan menebas tatanan langit yang korup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Geger di Paviliun Alkimia

Keesokan siangnya, suasana di pusat Kota Awan Merah jauh lebih ramai dari biasanya.

Menjelang kedatangan utusan Sekte Awan Biru dan digelarnya Lelang Agung Tahunan, para kultivator dari berbagai kota tetangga mulai membanjiri jalanan utama. Namun, topik pembicaraan paling panas di seluruh kedai teh dan toko senjata pagi itu bukanlah tentang Lin Tianhao, melainkan tentang kemunculan Pil Pemurni Darah Pola Awan di Paviliun Harta Seribu Bintang!

Di aula utama Paviliun Harta Seribu Bintang, puluhan tetua dari keluarga bangsawan lokal tampak berdesak-desakan di depan meja layanan utama.

"Tetua Qin! Klan Zhao kami bersedia membayar seratus lima puluh Batu Roh per butir! Tolong jual sisa lima butir Pil Pemurni Darah itu kepada kami!" seru seorang pria paruh baya berjubah merah.

"Enak saja! Klan Su kami sudah memesannya sejak kemarin sore!" balas seorang tetua dari klan pesaing dengan wajah tegang. "Putra sulung kepala klan kami sedang bersiap menembus Lapis Sembilan untuk mengikuti ujian Sekte Awan Biru. Kami berani membayar seratus delapan puluh Batu Roh per butir!"

Di lantai dua balkon paviliun, seorang gadis berusia sekitar enam belas tahun dengan gaun seputih salju berdiri tenang mengamati keributan di bawah.

Wajah gadis itu begitu cantik dan anggun hingga tampak seperti lukisan peri yang turun dari istana bulan, namun auranya terasa sedingin salju abadi di puncak gunung. Di pinggangnya tergantung sebilah pedang ramping bersarung giok es. Ia adalah Su Qingge, murid jenius dari Sekte Pedang Bulan Beku yang sedang melakukan perjalanan latihan melewati Kota Awan Merah.

Di telapak tangan Su Qingge yang seputih porselen, terletak sebutir Pil Pemurni Darah buatan Lin Xuan yang baru saja diserahkan secara khusus oleh Tetua Qin.

"Nona Su, bagaimana menurut pendapat Anda?" tanya Tetua Qin dengan nada penuh hormat di samping gadis itu. "Apakah di Sekte Pedang Bulan Beku terdapat alkemis yang mampu meracik pil tingkat satu dengan kemurnian seratus persen seperti ini?"

Su Qingge mengamati tiga garis pola awan di permukaan pil merah delima itu dengan sepasang mata indahnya yang berbinar samar.

"Bahkan di antara para Tetua Alkimia Tingkat Tiga di sekteku, belum pernah kudengar ada yang sanggup menghilangkan ampas racun pil hingga nol persen seperti ini," ucap Su Qingge dengan suara sejernih denting lonceng es. "Lebih mengejutkan lagi, di dalam inti pil ini tersimpan sejenis energi hangat yang sangat kuno dan murni. Saat aku memegang pil ini saja, kutukan Darah Es Pembeku Jiwa di nadiku langsung terasa jauh lebih tenang."

Tetua Qin terkesiap. "Benarkah?! Lalu apakah Nona Su ingin saya mengatur pertemuan dengan Tuan Xuan, sang peracik pil misterius itu?"

tepat saat kalimat itu diucapkan, seorang pemuda berjubah hitam dengan topeng kayu polos melangkah naik melalui tangga khusus tamu VIP menuju lantai dua.

Ketika Lin Xuan melewati koridor balkon tempat Su Qingge berdiri, langkah keduanya sempat berpapasan dalam jarak tiga langkah.

Pada detik itu juga, Tungku Abu Takdir di dalam Dantian Lin Xuan tiba-tiba bergetar pelan, sementara di sisi lain, meridian es di pergelangan tangan Su Qingge berdenyut hangat seolah menemukan kutub penyeimbangnya!

Su Qingge menoleh cepat ke arah pemuda bertopeng kayu itu. Dengan kekuatannya yang telah berada di Alam Pembukaan Meridian Lapis Empat, ia mencoba membaca kedalaman aura pemuda di sampingnya. Namun betapa terkejutnya ia ketika mendapati aura pemuda bertopeng itu tampak samar bagaikan kabut abu yang tak berdasar—sama sekali tidak bisa ditembus oleh indra spiritualnya!

Orang ini... usianya tampak masih sangat muda dari postur tubuhnya, tetapi mengapa aku tidak bisa merasakan batas kultivasinya? batin Su Qingge terkejut.

Lin Xuan hanya melirik sekilas ke arah gadis bergaun putih itu dari balik topeng kayunya. Melalui kepekaan jiwanya dan bisikan Tetua Gu, ia langsung menyadari bahwa gadis itu memiliki kutukan darah dingin tingkat tinggi yang jauh lebih ganas daripada kondisi tubuh adiknya. Namun karena tidak ingin mencari masalah yang tidak perlu, Lin Xuan hanya mengangguk tipis dan langsung masuk ke ruang kerja pribadi Tetua Qin.

"Tetua Qin," ujar Lin Xuan begitu pintu ruang kerja ditutup. "Ini sepuluh butir Pil Pemurni Darah tambahan, dan tiga butir Pil Pembuka Meridian dengan kemurnian seratus persen. Aku ingin tiga butir Pil Pembuka Meridian ini dimasukkan ke dalam daftar Lelang Agung empat hari lagi."

Begitu melihat tiga butir pil berwarna keemasan dengan kilau keabu-abuan yang diletakkan Lin Xuan di atas meja, napas Tetua Qin hampir berhenti!

Jika Pil Pemurni Darah saja sudah membuat klan-klan kecil berebut, maka Pil Pembuka Meridian Tanpa Ampas yang mampu meningkatkan peluang menembus Alam Pembukaan Meridian hingga dua kali lipat ini pasti akan membuat seluruh tokoh puncak di Kota Awan Merah—termasuk Tetua Agung Klan Lin—menggila!

1
Ozzy aljokery
mantappp ..,lanjutkan
Ozzy aljokery
korban pertama dari pedang Abu Hitam
Ozzy aljokery
semoga tidak Hiatus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!