Diusir ke jalanan di tengah badai hujan bersama sepasang anak kembarnya yang menangis kelaparan, hidup Jiang Muchen hancur berkeping-keping saat istrinya memilih pergi demi gemerlap harta seorang tuan muda kaya.
Namun, tepat ketika keputusasaan nyaris menelan kewarasannya, "Sistem Ayah Super Tajir" tiba-tiba aktif, mengubah takdirnya dalam semalam dengan menjanjikan kekayaan tak terhingga hanya lewat satu syarat mutlak: membahagiakan anak-anaknya.
Kini, dengan kekuatan finansial yang perlahan mampu menggenggam ekonomi seluruh Kota Jiangcheng, Jiang Muchen bersumpah untuk membangun surga dunia bagi putra-putrinya, Zihan dan Ziyue, sembari memastikan siapa pun yang pernah menginjak-injak harga diri keluarganya... terutama sang mantan istri akan berlutut dalam penyesalan yang terlambat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Gluk.
Saat cairan itu tertelan, Su Qingxue merasakan aliran energi yang sangat sejuk dan nyaman menyebar dari tenggorokannya ke seluruh pembuluh darahnya. Rasa kantuk, pegal di bahu, dan mata yang berat lenyap dalam hitungan detik. Sebagai gantinya, dia merasa tubuhnya menjadi seringan kapas, dan kulit wajahnya terasa lebih kencang dan bercahaya.
"I-ini... air apa ini, Tuan Jiang? Saya merasa seperti terlahir kembali," gumam Su Qingxue takjub, menyentuh pipinya sendiri yang kini merona segar.
"Itu adalah hadiah kecil atas kerja kerasmu. Aku tidak ingin orang yang merancang surga untuk anak-anakku jatuh sakit karena kelelahan. Kau adalah bagian penting dari rencana masa depan keluarga ini, Su Qingxue. Jangan pernah memaksakan dirimu sampai merusak kesehatanmu."
Mendengar namanya dipanggil secara langsung tanpa embel-embel manajer, pertahanan emosional Su Qingxue hancur sepenuhnya. Matanya berkaca-kaca. Di dunia bisnis yang kejam, dia selalu dituntut untuk menjadi wanita besi yang tidak boleh terlihat lemah. Namun di hadapan pria ini, dia merasa dihargai, dilindungi, dan diperhatikan.
"Terima kasih, Jiang Muchen. Saya... saya akan selalu berada di sisi Anda, mengabdi untuk Anda dan anak-anak," ucap Su Qingxue dengan suara bergetar, menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan air matanya yang jatuh menetes.
Jiang Muchen mengusap rambut Su Qingxue dengan lembut, sebuah gestur sederhana yang membuat jantung wanita itu berdetak gila-gilaan.
"Kerja bagus untuk cetak birunya. Aku sudah mengirimkan tambahan data tentang Sistem Pertahanan Kinetik ke tabletmu. Integrasikan sistem itu dengan tembok luar kastil. Pulau itu harus menjadi benteng yang tidak bisa ditembus oleh siapa pun."
"Baik, saya akan segera menyesuaikannya."
Jiang Muchen kembali ke mejanya dan membuka laptopnya. Keterampilan Peretasan Tingkat Dewa miliknya mulai bekerja, melacak koordinat presisi dari markas Faksi Harimau Hitam berdasarkan sinyal telepon satelit yang digunakan Jenderal Besi beberapa menit yang lalu.
Setelah mendapatkan koordinat lintang dan bujurnya, Jiang Muchen mengambil Lencana Harimau Song dari laci mejanya dan mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Song Yan.
Panggilan langsung diangkat.
"Tuan Jiang, kami sudah menunggu perintah Anda," suara Song Yan terdengar tegas dan penuh semangat dari balik telepon.
"Nona Song, aku punya koordinat sarang tikus yang mengotori perjamuan kakekmu semalam. Mereka bersembunyi di lembah perbatasan. Aku akan mengirimkan lokasinya ke sistem navigasi helikoptermu sekarang."
"Luar biasa. Militer wilayah timur sudah mengepung perimeter luar. Dengan koordinat ini, kami akan meratakan mereka ke tanah dalam waktu kurang dari satu jam. Atas nama Kakek dan seluruh militer, terima kasih, Tuan Jiang."
"Sama-sama. Kirimkan salamku untuk Jenderal Besi. Katakan padanya, jangan pernah mengirim tamu tak diundang ke halaman belakang rumahku lagi."
Klik.
Jiang Muchen menutup teleponnya. Dia menekan sebuah tombol di laptopnya, dan layar seketika berubah menjadi tayangan satelit real-time yang memperlihatkan lembah perbatasan dari atas.
Di layar tersebut, belasan titik merah yang melambangkan helikopter serang militer mulai bergerak mengepung sebuah bangunan bawah tanah yang tersamar di balik pepohonan.
Wush. Wush. Wush.
Suara baling-baling helikopter memecah kesunyian pegunungan. Pasukan khusus bersenjata lengkap turun menggunakan tali, mendobrak pintu baja markas Faksi Harimau Hitam dengan peledak taktis.
Brak. Dor. Dor.
Tidak ada perlawanan berarti. Preman dan pembunuh bayaran yang tersisa di dalam markas itu menyerah saat melihat moncong senjata mesin berat militer diarahkan ke kepala mereka. Pasukan Faksi Harimau Hitam yang selama ini merasa kebal hukum, hancur lebur di bawah kekuatan negara yang sah.
Di layar laptopnya, Jiang Muchen melihat sosok Jenderal Besi diseret keluar dari ruang komando oleh dua tentara militer. Tangan jenderal dunia bawah itu diborgol ke belakang, wajahnya dipenuhi keputusasaan.
Song Yan, yang mengenakan seragam tempur lengkap, melangkah mendekati Jenderal Besi. Dia menampar wajah pria berbekas luka itu dengan sarung tangan kulitnya.
"Ini adalah hukuman karena berani menyentuh Jenderal Song. Dan penangkapan ini, adalah hadiah dari pria yang baru saja kau usik semalam. Bawa dia ke penjara militer tingkat tinggi. Dia tidak akan pernah melihat matahari lagi," perintah Song Yan tegas.
Jiang Muchen tersenyum tipis melihat tayangan itu. Dia menutup laptopnya.
Di kepalanya, suara sistem kembali berdenting.
[Peringatan Sistem: Misi Pembersihan Skala Provinsi berhasil diselesaikan. Faksi Harimau Hitam telah dimusnahkan hingga ke akar-akarnya tanpa mengotori tangan Host.]
[Mengirimkan hadiah: Hak Monopoli Tambang Mineral Langka di Afrika Selatan. Tambang ini akan menyuplai material tak terbatas untuk perisai energi Pulau Bintang Biru.]
[Mengirimkan hadiah: Poin Prestise Ayah Super +1000.]
Semuanya berjalan dengan sempurna. Musuh yang mengancam keluarganya telah dilenyapkan, dan fondasi untuk surga anak-anaknya semakin kuat.
Jiang Muchen berdiri dari kursinya dan meregangkan tubuhnya.
"Manajer Su, simpan pekerjaanmu. Zihan dan Ziyue akan pulang sekolah sebentar lagi. Aku ingin kau ikut makan siang bersama kami hari ini. Ziyue bilang dia merindukan Bibi Su yang cantik."
Su Qingxue mendongak, matanya berbinar cerah. Makan siang bersama di meja keluarga? Ini adalah langkah besar yang tidak pernah dia bayangkan bisa terjadi secepat ini.
"Dengan senang hati, Tuan Jiang. Saya akan membantu Kepala Pelayan Chen menyiapkan hidangan penutup yang disukai Nona Ziyue."
Jiang Muchen berjalan keluar dari ruang kerjanya, menuruni tangga pualam dengan langkah ringan. Di luar sana, angin Jiangcheng berhembus lembut, menyapu sisa-sisa awan mendung. Hujan deras telah berlalu sepenuhnya, digantikan oleh langit biru yang membentang luas.
Bagi musuh-musuhnya, Jiang Muchen adalah dewa kematian yang tidak berwujud. Namun bagi keluarganya dan orang-orang yang setia kepadanya, dia adalah pohon beringin raksasa yang memberikan perlindungan dan keteduhan abadi.