NovelToon NovelToon
Ketika Pengorbanan Dipermainkan

Ketika Pengorbanan Dipermainkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:20.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Mentari adalah CEO konglomerat besar yang menyamar menjadi karyawan biasa demi mencari cinta sejati. Ia bertemu dengan Bara seorang pekerja yang sangat ulet dan ambisius. Selama tiga tahun ia menjalin hubungan dan diam-diam membantu pria itu membangun perusahaan.

Bara pernah berjanji akan memberikan pernikahan yang megah setelah sukses, tetapi setelah berhasil meraih kejayaan sikap pria itu ternyata berubah.

Pada malam peresmian perusahaan, Vanya, sahabat sekaligus sekretaris Bara menghina dan mempermalukan Mentari. Namun, Bara hanya diam dan berpura-pura tidak melihat.

Kecewa dengan sikap pria itu, Mentari pun pergi dan menghentikan seluruh bantuan yang selama ini diberikannya.

Saat Bara menyesali perbuatannya dan berusaha mendapatkan Mentari kembali, wanita itu telah menemukan kebahagiaan bersama Titan, seorang miliarder yang mencintainya dengan tulus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 — Mahkota Harga Diri

Waktu menunjukkan pukul 20.00 ketika taksi yang ditumpangi oleh MENTARI ADIPRADANA berhenti tepat di depan lobi hotel mewah. Mentari mengambil cermin kecil dari dalam tasnya untuk memastikan penampilannya tidak memalukan sebelum kemudian bergegas turun lalu melangkah masuk dan langsung menuju ballroom.

Malam ini adalah peresmian perusahaan milik Bara Danuatmaja, pria yang telah menjadi kekasih Mentari selama tiga tahun. Mentari tersenyum tipis mengingat bagaimana perjuangan mereka selama tiga tahun ini. Ia yang mati-matian membantu pria itu mewujudkan mimpinya. Dan sekarang semua mimpi telah tercapai. Itu artinya sebentar lagi Bara akan menepati janjinya yang akan mengumumkan hubungan mereka di depan publik, lalu mereka akan menikah.

Begitu tiba di dalam ballroom, tampak olehnya lampu kristal yang menggantung di langit-langit hotel bintang lima itu yang berkilau cantik. Musik klasik mengalun pelan di udara, sementara para tamu berbusana mewah sibuk saling menyapa. Mentari bisa melihat, semua yang ada dalam ruangan itu adalah orang-orang penting, pengusaha besar dan investor yang namanya cukup terkenal.

Semua mata menoleh melihat kedatangan Mentari, dan bisik-bisik pun langsung terjadi. Mungkin karena gaunnya yang sederhana, dan menganggap Mentari tak layak berada di tengah acara itu. Tetapi mereka tidak tahu, bahwa di balik penampilannya yang sederhana, sejatinya dia adalah seorang putri tunggal keluarga konglomerat yang namanya disegani.

Mentari mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan hingga matanya menangkap keberadaan Bara. Tangannya secara refleks menyentuh permukaan tas nya, mengingat dalam tas itu terdapat sebuah dokumen pengalihan aset bernilai fantastis yang ia siapkan untuk memberi hadiah kejutan atas keberhasilan kekasihnya. Senyum manis kembali tersungging di sudut bibirnya. Dengan aset itu, pasti Bara akan lebih bahagia lagi.

Namun, baru saja dia melangkah mendekat ke tempat Bara, seseorang sudah berdiri di hadapannya.

"Mentari!"

Mentari spontan menoleh dan menghentikan langkahnya mendengar panggilan itu. Seorang wanita cantik bergaun mewah berdiri dengan pongah di hadapannya. Itu adalah VANYA LARASATI, sahabat sekaligus sekretaris pribadi Bara yang dari awal tidak pernah suka padanya. Vanya berjalan mendekat sambil memegang segelas anggur merah.

"Ada apa?" tanya Mentari.

Vanya menatapnya dari atas ke bawah, lalu tersenyum sinis. "Kamu ini sadar nggak sih? Tempat kayak gini bukan untuk orang sepertimu."

Mentari mengerutkan dahi. "Maksudmu?"

"Buka matamu lebar-lebar, Mentari," suara Vanya terdengar tajam. "Di sini semua orang penting. Lihat saja dirimu. Kamu nggak malu datang dengan baju begitu?"

Mentari menunduk melihat gaunnya. Sederhana memang, tapi mungkin Vanya tidak tahu, meskipun sederhana, tapi itu adalah buatan desaner ternama yang harganya bahkan sepuluh kali lipat dari gaun mewah yang dikenakan Vanya.

"Aku datang cuma mau mengucapkan selamat ke Bara. Bukan untuk pamer gaun," ucap Mentari acuh.

Vanya mendengus kasar. "Kamu lupa ya? Bara sekarang sudah jadi CEO. Seharusnya kamu bisa memberi muka padanya, jangan malah mempermalukan dia di depan orang-orang penting ini dengan penampilanmu itu!"

Mentari menghela napas. Dia tidak punya waktu untuk berdebat dengan Vanya. Dia datang menemui Bara, bukan bertengkar dengan sekretarisnya.

"Terserah kamu mau ngomong apa, aku gak punya urusan denganmu," ucap Mentari lalu mencoba melangkah pergi.

Akan tetapi Vanya langsung memotong jalannya. "Jangan keras kepala," seru Vanya sarkas. "Kamu benar-benar nggak sadar ya, kalau kamu itu nggak pantas ada di sini?"

Mentari menatapnya tenang. "Vanya, aku nggak mau ribut."

"Siapa yang mau ribut sama kamu?" Vanya tertawa pendek. "Aku cuma mau kasih tahu kamu, kamu itu nggak pantas sama Bara!"

Belum sempat Mentari menjawab, Vanya tiba-tiba menggerakkan tangannya seolah-olah hampir terjatuh dan gelas di tangannya menyenggol tangan Mentari.

Byur!

Anggur merah tumpah, membasahi bagian depan gaun biru safir yang dia pakai Mentari.

Mentari tertegun, menatap noda merah yang kini menyebar di bajunya. Beberapa orang di sekitar mereka menoleh. Ada yang berbisik-bisik sambil melirik ke arahnya, membuat Mentari mengepalkan tangannya erat.

"Ya ampun!" Vanya menutup mulut dengan tangan, tapi matanya justru menyeringai puas. "Maaf banget, Mentari. Aku benar-benar nggak sengaja."

Padahal Mentari tahu betul wanita itu melakukannya dengan sengaja. Apalagi ketika kemudian Vanya mendekatkan mulut di telinganya dan berbisik, "Ini adalah pelajaran untukmu. Jangan pernah datang ke acara seperti ini lagi."

Mentari mengepalkan tangannya erat. Dia marah, tapi juga tak ingin membuat keributan. Gadis itu mengangkat wajahnya dan melihat Bara berdiri tidak jauh dari sana. Pria itu sedang berbincang dengan beberapa orang penting. Dia yakin Bara melihat apa yang baru saja terjadi. Dia menatap Bara, berharap pria itu akan berjalan mendekat, membelanya, setidaknya menanyakan apa yang terjadi.

Tapi apa yang ia dapatkan? Reaksi Bara sungguh mengecewakan. Pria itu hanya melirik sekilas, lalu kembali menoleh ke lawan bicaranya, seolah tidak melihat apa-apa.

Mentari tertegun tak percaya. Setelah semua pengorbanan yang ia berikan, ternyata pria yang selama ini dia dukung sepenuh hati malah memilih pura-pura tidak tahu saat dia dipermalukan. Dia menatap Bara sekali lagi, berharap ada perubahan, tapi pria itu malah sengaja menghindari tatapannya.

Bagaikan ada tangan tak kasat mata yang mencubit dadanya, sesak sekali. Ternyata setelah semua perjuangannya selama ini, mulai dari Bara yang hanya seorang karyawan biasa di sebuah perusahaan kecil, hingga sekarang menjadi sukses, dia hanya menjadi orang asing yang harus disembunyikan.

Mentari menunduk sebentar, menarik napas panjang, lalu mengangkat wajahnya kembali. Tak ada air mata yang menetes. Ia hanya menyeka bagian gaunnya yang basah dengan tangan, lalu merapikan rambutnya. Gadis itu tetap berdiri tegak seperti tidak terjadi apa-apa.

Vanya tertawa mengejek. "Kenapa diam saja? Marah ya? Atau kamu berharap Bara akan datang membela kamu? Mimpi!"

Mentari menatapnya tenang. "Nggak usah khawatir. Aku nggak butuh dibela."

Vanya tersentak seolah tidak menyangka akan mendapat jawaban setenang itu.

Mentari kemudian melirik Bara untuk terakhir kalinya. Pria itu masih sibuk tersenyum di depan orang lain, seolah-olah dia tidak ada di sana.

"Baiklah. Kalau itu yang kamu mau," pikirnya. "Aku tidak akan memaksakan keberadaanku di sini.

Tangannya menggenggam erat tali tas yang menggantung di pundaknya dengan tatapannya yang berubah datar.

"Aku akan ingat semua kejadian malam ini," ucapnya lalu berbalik dan berjalan keluar.

Mentari tidak peduli lagi dengan semua mata yang menatap ke arahnya, tidak peduli bisik-bisik yang terdengar jelas di telinga. Karena yang paling menyakitkan bukanlah noda anggur di gaunnya, melainkan kenyataan bahwa orang yang dia cintai membiarkan dia hancur sendirian.

Begitu sampai di luar ruangan, Mentari menghentikan langkahnya dan mengeluarkan dokumen dari dalam tasnya lalu menatapnya lama. Awalnya itu adalah hadiah untuk Bara. Tapi sekarang, rasanya pria itu memang tidak layak mendapatkannya. Dia memasukkan dokumen itu kembali ke tasnya, menyimpannya rapat.

"Ternyata aku cuma berharap terlalu sama kamu, Bara," bisiknya pada keheningan malam.

 

1
Ayudya
malu kan kamu Vanya dan bara dllihat kenyataan yg ada bawa mentari dan Titan telah tunangan🥰🥰🥰🥰🥰
Ayudya
hey jalang Vanya ya jelas lah mentari bisa duduk dengan para petinggi Danuarta group lah Titan kan calon suaminya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ryuka
👍👍👍👍😍😍😍😍😍😍😍
Ayudya
siapa juga yg mau balikan ma kamu bara 🤣🤣🤣🤣😍😍
Ayudya
nah kaget kan kamu bara siapa mentari yg telah kau sakiti dan kau sia sia kan🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
jalan keluarnya ya kehancuran bara.CEO kok bego banget🤣🤣🤣🤣🤣
Siskasuryaningsih
lain kali semua barang ambel aja semua nya, jangan di tinggal kan, teros jual kan,, kan keren tu, 🤭🤭🤭🤭..
Ayudya
gercep banget babang Tristan langsung main tembak aja🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
panik panik dah kamu bara🤣🤣🤣🤣
Ayudya
nah bara kamu akan kembali jadi gembel🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
ayo mentari balaskan semua rasa sakit yg telah bara berikan.tunjukan pada bara dan Vanya kalau kamu kuat
Mundri Astuti
bener" y si Vanya ...ga kapok juga...
Lucy
moga para preman bayaran Vanya ketangkap dan dikasih pelajaran,dan kau Vanya tunggu senjata makan tuan😀😀😀
Ariany Sudjana
semoga anak buahnya Titan bisa menangkap si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
Titan Modus itu, supaya bisa dekat sama mentari 🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
segera*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
tadi itu*
Muft Smoker
mau di bantu gx Titan ,, bntar aq ambil 🔨 🔨 🔨 dlu ,,

Mak boleh yx getok dikit anak ny ,, 🤭
Muft Smoker: ok klo bgtuuu ,, 👍🏻👍🏻👍🏻😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
jjiiiiaaaaah si ibu malah pesen cucu ,,
SIM ny blum ad Bu ,, 🤭🤭🤣🤣
Patrick Khan
gws ya anak emak🤲
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih.
Alhamdulillah sudah baikan kok
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!