NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bunuh diri 2

"rencana kamu mau kemana?" tanya aji kepada mela

"malang"

"aku juga mau kesana, sekalian aja aku antar sampai tempat tujuanmu"

mela mengangguk

setibanya di kota dingin itu aji mengantarkan mela kerumah salah satu teman dekatnya

"kalau ada apa-apa kabari aku" ucap aji sambil menyodorkan kartu namanya. mela menyambut kartu kecil itu

Mela turun dan tak lupa mengucapkan terimakasih kepada aji

Sesampainya aji di kantor cabang milik pak izam, aji langsung melihat bagaimana perkembangan kantor cabang itu. aji memasuki ruangan yang sudah di siapkan untuknya.

Tak lama kemudian salah satu karyawannya masuk keruangan aji

"selamat siang Pak, ini berkas-berkas yang perlu bapak ketahui" ucap simon, selaku Kepala cabang ditempat itu

aji meraih sebendel kertas yang sudah di susun rapi

"biarkan disini, besok akan aku periksa" ucap aji datar "sudah ada sekertaris yang saya minta?"

"besok mulai interview pak"

"oke... jadwalkan, saya sendiri yang akan mewawancarai mereka"

"baik Pak"

Simon pamit undur diri dari ruangan bosnya itu

"jangan pergi dulu... bantu saya cari tempat tinggal"

"untuk di beli atau di kontrak pak?"

"untuk sebulan ini kontrak dulu, sambil cari untuk di beli. carikan saya rumah yang ndak terlalu ramai, tapi juga ndak terlalu minggir. bisa?"

"bisa pak"

"secepatnya, kalau bisa besok sudah bisa saya tempati, jangan terlalu besar. budget kontrak bebas"

Simon mencerna permintaan bosnya itu

******

Malam ini aji akan menginap di salah satu hotel di tengah kota dingin itu, menyusuri ramainya kota malang, membuat aji sedikit terhibur, kota yang ramah, kota yang dingin, kota yang mempunyai beraneka ragam jajanan.

Membelah dingin kota malang, aji berniat pergi ke salah satu mall terdekat dari tempatnya menginap, ketika melewati Alun-alun kota, aji melihat kerumunan orang menunjukkan ke arah JPO, di sana di dapati seseorang yang hendak lompat dari atas jembatan, tepat di atas jalan raya. aji mencoba memicingkan mata, membuka kaca jendelanya, melihat apa yang terjadi

"mela.... " seketika aji terkejut. aji meminggirkan mobilnya di tempat dimana tidak boleh parkir, dan jalanan semakin macet karena mobil aji terparkir sembarangan. dengan cepat aji menaiki jembatan itu

"hentikan Mel... apa yang kamu lakukan"

"pergi... pergi.... " teriak mela

aji tak mengindahkan teriakan mela, dia terus maju mendekati wanita hamil itu. beberapa orang mengikuti aji dari belakang, hendak menolong mela

"satu langkah lagi maju... aku akan lompat"

"sudah gila kamu ya? itu jalan raya, kalau kamu lompat trus mati kamu masih untung, tapi kalau kamu lompat kakimu yang akan patah. mau sengsara seumur hidup? hahhh.... " hardik aji

Dibawah sana berkerumun orang menyaksikan kenekatan mela, aji tak gentar untuk tetap mendekati tubuh mela, dengan sigap aji menarik tubuh perempuan itu, turun dari atas pagar jembatan

"lepas... lepas.... " mela memberontak

"sudah gila kamu ya hahhh... "

"kenapa kamu selamatkan aku lagi, biarkan aku mati, tidak ada yang peduli dengan hidupku"

"aku peduli..."

"bohong... laki-laki pembohongan"

"aku yang akan menjadi ayah dadi anakmu.. tolong sadar"

"bohong"

"aku janji.. percaya kepadaku"

Berberapa pasang mata melihat drama aji dan mela "wah... berani berbuat harus bertanggung jawab mas"

"yo opo seh, ngetengi sampek koyok ngunu gak tangung jawab... lanang opo iku"

"lanangan opo iki, mari di tengi di tinggal, sampek Kate bunuh diri barang. tangung jawab mas"

suara sumbang di belakang aji, mengomentari mereka berdua. aji tak mengindahkan pembicaraan mereka, di mata orang-orang itu, ajilah penyebab mela sampai mau bunuh diri.

aji menuntun mela turun dari JPO di sertai sorakan dari beberapa orang.

salah satu polisi menghampiri aji dan mela, memastikan semua baik-baik saja. aji menuntun mela masuk ke dalam mobilnya. yang semula aji akan ke mall, iki berubah arah, aji kembali ke hotel dimana dia menginap.

"masuk Mel"

mela masuk kedalam kamar hotel yang di sewa aji

"duduk" perintah aji, aji mengambilkan sebotol air mineral yang sudah di siapkan oleh pihak hotel

"jangan bicara dulu, mandilah dan istirahat"

Mela diam tak bergerak di atas sofa

"maafkan aku"

"maaf untuk apa? Untuk ejekan-ejekan orang-orang tadi?"

mela masih terdiam

"aku ndak sekuat perempuan-perempuan di luar sana, aku ndak sanggup menanggung beban ini sendiri"

"orang tuamu?"

"aku yatim piatu"

"orang tuamu meninggal, lantas kamu juga akan menyusul dengan cara bunuh diri, kamu apa ndak kasian dengan kedua orang tuamu? melihat anaknya seperti ini, mau enaknya tapi ndak mau bertangung jawab" ceramah aji

"sudah jangan nangis terus. aku capek, mandi dulu sambil di cari jalan keluarnya"

Mela beranjak masuk kedalam kamar mandi, membersihkan dirinya, mengguyur seluruh badannya sambil terus terisak

aji masih tetap pada posisi duduknya, melihat ponsel yang dari tadi dia anggurkan. pesan masuk dari wulan entah berapa jumlahnya

"malam lan... maaf baru sempat buka HP"

"aku menunggu kabarmu mas"

"aku sudah sampai dari siang tadi, bagaimana? kamu baik-baik saja kan?"

"iya mas... nanti waktu aku melahirkan, kamu akan pulang kan"

"aku usahakan ya, tapi aku ndak janji"

dari kejauhan mela mendengar pembicaraan wulan dan aji, Mela tak bersuara takut jika menambah masalah baru untuk aji

"sudah mandinya?"

"yaa... " ucap Mela lirih "itu tadi istrimu mas?"

"iya... sama kayak kamu, dia sedang hamil besar"

Seketika Mela terdiam, mela sadar kini dia menjadi masalah baru untuk orang lain

"urungkan niatmu untuk menjadi anakku ini mas"

"kenapa?"

"ingat istrimu, dia juga sedang mengandung anakmu. aku tidak mau merusak rumah tangga orang lain"

Aji diam "istriku tangung jawab ku, kini kamu di sini juga sudah menjadi tangung jawab ku juga"

"jangan... jangan... "

"sudahlah, aku berani jamin tidak akan ada masalah"

"tapi aku takut akan di labrak oleh istrimu dan di cap sebagai pelakor"

"aku mau menjadi ayah dari anakmu tapi bukan untuk menjadi suamimu" tegas aji

mela mencerna perkataan aji yang memang berniat membantunya

"jadi mulai dari sekarang tolong kamu harus tenang, jangan konyol seperti tadi"

malam itu aji dan Mela tidur di kamar yang sama, mela tidur di ranjang dan aji di sofa

*******

hari berganti, Simon berhasil mendapatkan rumah yang di minta oleh aji, tak berapa lama aji dan mela menempati rumah kontrakannya

"disini kita cuma sementara, secepatnya kita akan pindah ke rumah yang tetap" ujar aji kepada mela

Rekruitmen sekertaris buat aji sudah selesai, aji tak memilih sekertaris yang cantik, dia memilih orang yang benar-benar mau bekerja dan bertangung jawab

"Mel... aku ndak mau kebersamaan kita ini menjadi buah bibir orang-orang di luar sana, setelah kita pindah dari sini, kita menikah secara sirih ya. maaf bukan maksud saya untuk mempermainkanmu, aku hanya ingin melindungi kalian, tanpa ada fitnah"

"iya mas, maafkan aku sudah merepotkan"

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!