NovelToon NovelToon
Jatuh Ke Pelukan Ayah Sahabatku

Jatuh Ke Pelukan Ayah Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Terbang menuju Italia demi cinta, Evelyn hanya ingin membahagiakan kekasihnya. Namun, takdir berkata lain saat ia menemukan kenyataan pahit di dalam pesawat: sang kekasih berciuman mesra dengan wanita lain di depan matanya.

Saat air mata menetes dan tubuhnya goyah akibat turbulensi mendadak, sepasang lengan kekar menariknya rapat. Ia berada di pelukan Wiliam, pria dewasa berwajah tegas, berkelas, dan memiliki tatapan dingin membunuh. Pria itu tak membiarkan Evelyn lepas begitu saja. Dari sebuah insiden guncangan pesawat, Evelyn justru melangkah masuk ke dalam dunia sang pria paruh baya yang kaya raya, protektif, dan siap memanjakannya tanpa batas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15

****

Keheningan malam mengurung unit apartemen mewah di lantai tiga puluh itu. Di balik dinding kaca berukuran raksasa, kerlip lampu megapolitan Jakarta membentang bagaikan lautan bintang yang dingin. Lyn duduk mematung di tepi ranjang berukuran king size di dalam kamarnya. Ia mengenakan gaun tidur sutra tipis berwarna merah marun yang membalut longgar tubuh rampingnya.

Mata jernihnya menatap kosong pada pergelangan tangan kanannya. Di atas kulit mulusnya yang putih pucat, jejak kemerahan samar bekas cengkeraman paksa Rian tadi siang masih tersisa.

BEEP. BEEP. KLIK.

Suara mekanisme kunci elektronik pintu utama apartemen berbunyi nyaring. Lyn tersentak pelan. Jantungnya seketika berdebar kencang saat mendengar derap langkah kaki yang teratur dan penuh wibawa melangkah membelah ruang tengah, kian mendekati pintu kamarnya yang sedikit terbuka.

Aroma sandalwood yang pekat dan dominan mendahului presensi sang pemilik langkah.

Wiliam melangkah masuk ke dalam kamar yang remang-remang. Pria paruh baya itu telah menanggalkan jas mewahnya, kini hanya mengenakan kemeja hitam yang dua kancing teratasnya terbuka, memperlihatkan garis dada bidang yang kokoh. Wajah tampannya yang terukir garis-garis kematangan memancarkan aura dingin yang teramat berbahaya.

"Wiliam..." bisik Lyn lirih, suaranya bergetar.

Wiliam tidak langsung bersuara. Mata sehitam jelaga milik pria berkuasa itu bergulir lambat, mengunci sosok Lyn dari ujung kepala hingga ujung kaki, sebelum akhirnya matanya tertuju pada pergelangan tangan kanan gadis itu. Tatapan Wiliam seketika membeku, berkilat dipenuhi amarah cemburu yang dahsyat namun terdistilasi secara dingin.

Pria tua itu menarik kursi kayu mahoni, mendudukkannya tepat di hadapan Lyn, lalu mengeluarkan sebuah tab komersial dari saku kemejanya dan meletakkannya di pangkuan Lyn.

"Baca itu, Little Lady," suara berat dan dingin Wiliam menggelegar tenang di udara malam.

Dengan jemari gemetar, Lyn menunduk dan membaca portal berita bisnis ternama yang terpampang di layar. Headline tebal berwarna merah menyala langsung menyita perhatiannya:

AKUISISI BATAL DAN SUNTIKAN DANA DICABUT, PERUSAHAAN STARTUP MILIK RIAN RESMI BANGKRUT DAN MENANGGUNG HUTANG PULUHAN MILIAR DALAM SEMALAM.

Mata Lyn membelalak sempurna. "W-Wiliam... ini..."

"Pria itu mengabaikan peringatan yang kuberikan padanya saat di Italia," ujar Wiliam datar, tanpa ada sedikit pun rasa menyesal dalam nada suaranya. Pria paruh baya itu merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah salep medis khusus. "Aku sudah memperingatkannya untuk tidak pernah menyentuh milikku lagi. Dan siapa pun yang berani mengusik milikku... tidak akan kubiarkan menyisa di kota ini."

Lyn menahan napasnya. Kekuasaan old money yang dimiliki pria di hadapannya ini benar-benar tanpa batas dan mengerikan. Namun di saat yang sama, rasa takut itu melebur dengan sensasi aman yang teramat pekat.

Wiliam berlutut dengan satu kaki di hadapan Lyn. Tangannya yang besar dan hangat meraih pergelangan tangan kanan Lyn yang memerah, memegangnya dengan teramat hati-hati. Pria tua itu mengoleskan krim salep di atas kulit mulus Lyn, lalu memijatnya dengan gerakan yang sangat lembut menggunakan ibu jarinya.

Contrast antara kekejamannya menghancurkan hidup seorang pria dan kelembutan tangannya saat mengobati Lyn membuatnya bergemuruh hebat.

"S-sakit, Wiliam..." cicit Lyn pelan saat ibu jari Wiliam menekan area memar itu.

Wiliam mendongak, menatap lurus ke dalam mata jernih Lyn. "Sakit ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan amarahku saat melihat pria lain berani meletakkan tangannya di kulitmu, Lyn."

Pria tua itu mendekatkan pergelangan tangan Lyn ke bibirnya, mendaratkan kecupan yang dalam, lama, dan hangat tepat di atas bekas memar tersebut, seolah-olah sedang menghapus jejak pria lain dan menggantinya dengan cap kepemilikannya sendiri.

"Ingat kata-kataku baik-baik," bisik Wiliam tepat di depan wajah Lyn, napas hangat beraroma whisky dan sandalwood menyapu kulit leher Lyn. "Setiap inci dari tubuh ini... dari helai rambutmu, lehermu, hingga ke jemari kakimu... adalah milik mutlakku. Tidak ada pria lain yang boleh menyentuh, memandang, atau memimpikanmu. Mengerti?"

Lyn menundukkan pandangannya, napasnya memburu pelan di bawah kungkungan aura dominan pria matang itu. "S-saya mengerti... Wiliam..."

Wiliam menyunggingkan senyum puas yang sangat tipis. Pria tua itu berdiri, lalu tanpa peringatan meraih pinggang ramping Lyn dan membaringkan tubuh mungil gadis itu di atas kasur empuk. Gaun sutra marun milik Lyn tersingkap, memperlihatkan paha mulusnya yang kontras di bawah pendar lampu remang.

"Wiliam... k-kita... di sini...?" bisik Lyn panik bercampur pasrah, matanya membelalak saat Wiliam merayap naik, mengurung tubuhnya di antara dua lengan kokohnya.

"Malam ini, aku akan memastikan kamu tidak akan pernah melupakan siapa pemilik sejatimu, Little Lady," bisik Wiliam dingin namun dipenuhi rasa lapar yang meledak-ledak.

Tanpa memberi ruang sanggah, Wiliam menundukkan kepalanya dan membungkam bibir manis Lyn dengan ciuman yang amat dalam, panas, dan mendominasi. Ciuman itu menyerap seluruh helaan napas Lyn tanpa ampun. Lidah lihai pria berkelas itu menguasai rongga mulut Lyn, menyusup dalam dan menuntut kepatuhan total.

"Mmph...!" Lyn melenguh pasrah, jemari lentiknya refleks meremas bahu kokoh Wiliam saat pria itu mulai menanggalkan kemeja hitamnya, memperlihatkan dada bidangnya yang perkasa.

Jemari tangan Wiliam yang besar dan hangat meluncur ke bawah, melepaskan gaun sutra marun yang menghalangi pandangannya hingga tubuh polos dan indah milik Lyn sepenuhnya terpampang di bawah naungan lampu remang. Mata sehitam jelaga milik Wiliam berkilat pekat oleh keindahan kepemilikannya.

Pria paruh baya itu memindahkan ciumannya menuju rahang bawah, leher jenjang, hingga ke belahan dada manis Lyn. Wiliam menyesap dan menggigit kecil kulit mulus itu, memberikan tanda-tanda kemerahan baru yang memabukkan, seolah-olah seperti pria yang kelaparan menegaskan haknya.

"Ngg... a-ah... Wiliam..." desah Lyn terengah-engah, kepalanya terlempar ke belakang saat sentuhan dan hisapan Wiliam membakar seluruh sarafnya.

Hingga tiba saatnya Wiliam memosisikan dirinya di antara kedua paha mulus Lyn. Untuk pertama kalinya dalam hubungan terlarang mereka, pria matang itu hendak menyatukan tubuh mereka secara utuh dan sempurna.

Wiliam menatap wajah manis Lyn yang memerah padam dengan mata yang berkaca-kaca. Tangannya menangkup kedua belah pipi Lyn, mengunci pandangan gadis muda itu.

"Tatap mataku, Lyn. Jangan pejamkan matamu," perintah Wiliam dengan nada suara yang teramat berat dan sarat akan dominasi.

Wiliam menyatu perlahan, mendorong dirinya masuk ke dalam kehangatan intim Lyn.

"A-AHH! WILIAM... S-SAKIT...!" jerit Lyn tertahan, matanya membelalak sempurna seraya menggigit bibir bawahnya erat-erat. Air mata menetes pelan dari sudut matanya saat sensasi perih yang asing dan tajam merobek pertahanan mahkotanya untuk pertama kalinya.

Tubuh lugu Lyn menegang kaku, jemari tangannya mencengkeram erat kulit bahu Wiliam hingga memutih. Rasa sakit penyatuan itu membuat napasnya tersedak di tenggorokan.

Wiliam menghentikan pergerakannya sejenak. Pria tua itu tidak memaksakan dorongan secara kasar, melainkan menunduk dan mencium dahi Lyn dengan sangat lembut, lalu berpindah menyapu air mata di pipi gadis itu menggunakan bibirnya. Tangannya mengusap pinggang Lyn dengan sentuhan hangat yang mengayomi.

"Ssshh... tenang, Little Lady... bernapaslah denganku," bisik Wiliam tepat di telinga Lyn, suaranya bergetar penuh kelembutan yang kontras dengan posisinya yang mendominasi. "Tahan sedikit... aku di sini... kamu aman bersamaku..."

Bisikan hangat dan rasa aman yang dipancarkan oleh pria matang di atasnya perlahan-lahan meluluhkan ketegangan di tubuh Lyn. Lyn mencoba mengatur napasnya yang memburu, merilekskan otot-otot tubuhnya di bawah arahan sang tuan.

Perlahan namun pasti, rasa perih tajam yang menyiksa itu mulai surut, berganti dengan gelombang denyut hangat yang menjalar di dalam dirinya.

Wiliam mulai bergerak kembali—lambat, dalam, dan penuh kepastian yang berkuasa. Setiap dorongan yang dilakukannya begitu mantap, menghujam titik terpeka di dalam diri Lyn dengan kelihaian pria dewasa yang sangat berpengalaman.

"Nggh... a-ah... W-Wiliam..." desahan Lyn berubah nada. Sensasi perih tadi sepenuhnya terbilas oleh kenikmatan asing yang dahsyat dan memabukkan.

Mata jernih Lyn yang sayu menatap terkunci pada mata sehitam jelaga milik Wiliam. Tubuh polosnya gemetar hebat menerima setiap tempo gerakan Wiliam yang kian meningkat pesat. Rasa hangat membakar merambat dari area intinya menuju seluruh penjuru tubuhnya, mengirimkan sengatan listrik yang melumpuhkan seluruh logikanya.

"Lihat?" bisik Wiliam di sela-sela napasnya yang memburu, menyapu leher Lyn dengan ciuman-ciuman panas saat pergerakannya makin intens dan tak tertahankan. "Kamu diciptakan hanya untuk menerima seluruh milikku, Lyn..."

"Ngg... hmph... iya... W-Wiliam... ahh!" jerit Lyn pasrah, melingkarkan kedua kaki mulusnya di pinggang kokoh Wiliam, menyerahkan seluruh kepemilikan dirinya tanpa sisa.

Di dalam kamar yang sunyi itu, di bawah pendar lampu remang apartemen mewahnya, Lyn tenggelam sepenuhnya dalam puncaknya gelombang kenikmatan terlarang bersama ayah dari sahabatnya sendiri—sebuah ikatan jiwa dan raga yang menguncinya rapat dalam sangkar emas kekuasaan Wiliam selamanya.

Bersambung ...

1
merry
tapi tetap aj wil Clara kudu tau klo kmu bukn Bpk ya,, Clara jg hrs tau cerita mslh tentang mama ya,, biar Clara gk salahin eve kn Clara tau siska mntn mu dan ingin rujuk dan eve sbgai penghalang Clara tdk akn trma tuh,, yg eve dcap pelakor lbh bgs si Clara kudu tau dia ank siapa bgmn cerita mmy dulu biar bs nerima eve
merry
agak bingung knp mntn lin bisa tau klo lin ada di vila y clra🤔🤔🤔trss bukn y mntn berangkat lbh dulu ke itali tp mlhnn ktmu lin di dlmn ✈️✈️✈️✈️
ollyooliver
orang gila..anak sendiri kek orng lain, anak orang lain dijadiin pemuas..malah gk peduli lagi sama perasaan lyn...lebih baik orng tau lyn itu tempat pembuangan p*ju ..hadeuwww
ollyooliver
termasuk claraa..wkwkwk. anak sendiri digituiin. gmn dengan anaknya lyn. dapur doang pake aturan. gitu amat ya punya ayah yg gila kekuasaan.
ollyooliver
lah tuh dokter..gunanya ape? masak?🙃
ollyooliver
lah..makanya rawat sendiri. janga lewat orng lain. katanya bos, ya kali gk punya kuasa buat menentuin mana yg prioritas dan bukan. clara sakit masih menyangkut nyawa. bisnis ditinggal sebentar gk akan buat bangkrut. aneh aja..seoramg boss . otak kosong. pasti maminya clara ninggalin karna william gila kerja.
ollyooliver
kasihan banget ya clara..anak sendiri dijadiin saingan. bapaknya emng gak punya rasa cinta bahkan pada Lyn sekalipun. yg ada hanya obsesi. pantas ditinggalkan
guest1053527528
lanjut thor
aristi
memang tangan William sepanjang apa kok tangannya sampe ke area sensitif lyn apa mejanya yg kecil TPI g mungkin kan orang William orang kaya masa mejanya cuma selebar pergelangan tangan William, udh gtu William sambil ngopi emg bdannya g mbungkuk biar sampe ke paha Lyn yg duduk diseberang William 🤔
ollyooliver
kalau lagi berdua, pake mas aja thor. trus kalau ada clara pake om, bukan Tuan. biar enak dibaca.
ollyooliver
asikk
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
ikutan dag dig dug wey, takut bgt klo sampe ketahuan
ollyooliver
buanglah sampah pd tempatnya.



itu kata william🙂
ollyooliver
lanjut
sunshine wings
bagus storynya
enak bacanya
❤️❤️❤️❤️❤️
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
guest1053527528
mantap thor
Siskasuryaningsih
wittt. wiittt, om tolelet hadir bos ku, 😄😄
Nindyaputri Pangestika
bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!