Dibuang dan dijadikan pelayan oleh keluarga angkatnya, Lin Yue tidak menyangka bahwa seminggu sebelum kiamat ia mengaktifkan Sistem Suaka di rumah tua neneknya.
Saat Virus Genesis meletus, manusia, hewan, dan tumbuhan bermutasi menjadi monster berelemen. Di tengah kiamat yang mengerikan, rumah tua Lin Yue diubah oleh Sistem menjadi zona aman mutlak!
Aturan Lin Yue sangat sederhana: "Mau makanan hangat, listrik, dan perlindungan? Bayar sewa pakai Kristal Inti di kepala zombie!"
Dari kos-kosan 4 kamar sederhana, Lin Yue membangun perumahan elit hingga kota suaka terbesar di dunia, memaksa keluarga angkat yang dulu menyiksanya berlutut memohon perlindungan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6: PERTUMPAHAN DARAH PERTAMA DAN KEMAJUAN SUAKA
BAB 6: Pertumpahan Darah Pertama dan Kemajuan Suaka
Langkah kaki zombie kemeja kotak-kotak itu terdengar kian jelas di atas tanah kering di luar dinding. Bau busuk, amis darah kering, dan aroma bangkai yang mengenyak hidung mulai menyusup melewati celah jendela ventilasi kecil.
"Ggrrrr... krraaakh..."
Mahluk itu kini hanya berjarak satu meter di luar dinding rumah. Wajahnya yang kehitaman, dengan sebagian kulit pipi yang terkoyak hingga memperlihatkan susunan gigi dan gusi yang membusuk, menempel persis di depan celah jendela. Mata putih keruhnya berputar liar, sementara tangan puncat berkuku hitamnya mencoba menggapai-gapai udara.
Namun, menggapai udara adalah satu-satunya hal yang bisa ia lakukan.
Thuk!
Telapak tangan zombie itu membentur dinding transparan tak terlihat—kubah pelindung Suaka. Bagi mahluk itu, ada penghalang kokoh yang menahannya di luar, padahal di matanya tidak ada apa pun kecuali udara kosong.
Lin Yue berdiri membeku di dalam kamar. Jantungnya berdegup tenang dengan irama yang teratur. Kecepatan reaksi indranya yang kini berada di tingkat Manusia Normal Puncak (Persepsi: 15) membuat pergerakan lambat zombie itu terlihat seolah-olah berjalan dalam mode lambat (slow-motion).
Target mengunci posisi. Posisi kepala sejajar dengan celah ventilasi. Jarak aman.
Lin Yue mengencangkan genggaman tangannya pada gagang kayu jati tombak rakitannya. Otot-otot lengan dan bahunya memperketat jalinan tenaganya, siap menyalurkan daya dorong penuh.
"Mati," bisik Lin Yue dingin.
Srett! Jles!
Tanpa ada sedikit pun keraguan, Lin Yue mendorong tombak rakitannya secepat kilat melintasi celah jendela!
Bilah pisau dapur berbahan baja tebal itu menembus lapisan kubah pelindung Suaka dari dalam tanpa hambatan sedikit pun—seolah-olah menembus bayangan air—dan lurus menghantam dahi zombie kemeja kotak-kotak tersebut!
Crrrt!
Ujung pisau yang tajam menembus tulang tengkorak yang sudah merapuh akibat infeksi virus, meluncur dalam tiga inci, dan secara presisi menghancurkan jaringan batang otak di dalam kepala mahluk itu.
Tubuh zombie itu serta-merta membeku seketika. Iris mata putih keruhnya membesar, raungannya terputus di tenggorokan, dan seluruh daya gerak otot-otot kakinya lenyap begitu saja.
Lin Yue tidak membiarkan tombaknya tertahan di dalam kepala musuh. Ia menarik kembali gagang tombak jati itu dengan hentakan bertenaga.
Creeek... Brik!
Bilah pisau tertarik keluar membawa cipratan darah hitam pekat yang kental dan berbau menyengat. Tubuh zombie pria paruh baya itu ambruk tak bernyawa ke tanah luar seperti karung beras yang dipotong talinya, membentur rumput liar di bawah jendela.
Cipratan darah hitam sempat mengenai permukaan luar kubah energi transparan Suaka, namun dalam hitungan detik, cairan kotor itu perlahan menyerap dan menguap sirna dihancurkan oleh medan energi pelindung.
Bip!
Sebuah notifikasi bersuara dingin berbunyi nyaring di dalam kesadaran Lin Yue.
[Bip! Membunuh 1 Zombie Level 0 (Biasa) Berhasil!] [Misi Utama Minggu Ke-2: "Bunuh 1 Zombie Level 0 dan Ambil Kristal Inti Keruh Pertamamu" — Status: (1/1) Terbunuh.] [Peringatan Sistem: Ambil Kristal Inti Keruh dari dalam kepala target untuk menyelesaikan misi secara penuh.]
Lin Yue menurunkan tombaknya, lalu menghela napas perlahan melalui mulut. Tidak ada rasa mual, tidak ada rasa bersalah, dan tidak ada gemetar di tangannya. Pengalaman pahit di kehidupan sebelumnya telah menempal mentalnya menjadi sekeras baja. Membunuh mahluk mutan ini baginya tidak berbeda dengan membasmi hama yang mengancam keselamatan jiwanya.
"Kristal Inti ada di dalam tulang tengkorak," gumam Lin Yue.
Ia melihat ke luar celah jendela. Tubuh zombie itu tergeletak persis di bawah jendela ventilasi, masih berada dalam jangkauan jangkauan tombaknya.
Lin Yue membalikkan tombak rakitannya. Ia menggunakan bagian pendorong tebal di pangkal pisau untuk meretas bagian atas pelipis tengkorak zombie yang sudah retak. Dengan dua hentakan terukur dari balik kubah energi, tempurung kepala mahluk itu terbuka sedikit.
Di balik jaringan otak hitam yang membusuk, sebuah pendaran cahaya redup berukuran sebesar biji jagung tampak berkilau kusam.
Lin Yue menggunakan ujung pisau tombaknya secara hati-hati untuk mencungkil batu kecil berpendart kusam itu keluar. Kring. Batu kecil berlumur cairan hitam itu terlempar jatuh dan mendarat mulus di atas ambang jendela kayu di dalam rumah—melewati kubah energi tanpa halangan.
Lin Yue menyambar selembar kain lap kotor, menyapu bersih cairan kotor dari batu tersebut.
Batu itu terasa dingin dan keras saat digenggam. Warnanya abu-abu keruh transparan, memancarkan gelombang energi mikroskopis yang terasa menenangkan di telapak tangannya. Ini adalah Kristal Inti Keruh Level 0—sumber energi universal yang diproduksi oleh mutasi virus di dalam tubuh mahluk hidup.
Bip!
[Bip! Kristal Inti Keruh Level 0 Terdeteksi!] [Misi Utama Minggu Ke-2 Berhasil Diselesaikan Sepenuhnya!]
[Menerima Hadiah Misi:]
Upgrade Bangunan Suaka: Otomatis Ditingkatkan ke Suaka Level 1.
Pembukaan Bangunan Modul: Akses Pembangunan Kos-kosan Suaka (1 Kamar).
Pertahanan Otomatis: Modul Barrier Listrik Level 1 Berhasil Diaktifkan di Sekeliling Pagar Suaka.
Fungsi Sistem Baru: Toko Pertukaran Sistem Level 1 Berhasil Dibuka!
Hummm...
Begitu notifikasi Sistem selesai dibacakan, sebuah getaran lembut berfrekuensi tinggi menjalar dari fondasi rumah tua itu.
Cahaya biru bening yang tadinya tipis dan hampir tak terlihat di sekeliling pagar rumah mendadak mengental dan memancar lebih terang. Dinding-dinding kayu tua rumah neneknya seolah menyerap gelombang energi tak berwujud; retakan-retakan kecil di papan dinding merapat secara alami, dan atap seng yang aus mendadak tampak lebih kokoh.
Di sepanjang pagar besi luar yang membatasi halaman rumah, serangkaian garis-garis sirkuit biru redup menjalar cepat.
Zzzzt... Zzzzt...
Suara desis listrik bertegangan tinggi berdesir halus di sekeliling pagar. Ini adalah Barrier Listrik Otomatis Level 1. Mulai saat ini, setiap zombie atau penyusup yang mencoba menyentuh atau memanjat pagar luar rumah tua ini tanpa izin Lin Yue akan langsung disengat oleh kejutan listrik bertegangan tinggi yang sanggup memusnahkan saraf gerak mereka dalam hitungan detik.
Keamanan tempat tinggalnya meningkat berlipat ganda!
"Sistem, buka Toko Pertukaran Sistem Level 1," perintah Lin Yue dalam hatinya.
Sret!
Layar transparan biru berkedip dan memunculkan antarmuka baru yang penuh dengan barisan katalog barang digital. Antarmuka ini terbagi menjadi beberapa kategori utama: Bahan Makanan/Kebutuhan Dasar, Perlengkapan Pertahanan, Cetak Biru Bangunan, dan Modul Peningkatan Diri.
Di pojok kanan atas layar, tertera saldo energi Lin Yue:
[Saldo Kristal Inti:]
Kristal Inti Keruh Level 0: 1 Buah
Kristal Inti Murni Level 1: 0 Buah
Lin Yue langsung menggeser pandangannya untuk memeriksa harga barang-barang di Toko Pertukaran Level 1:
[Katalog Toko Pertukaran Level 1]
Paket Ransum Militer (1 Hari): 1 Kristal Inti Keruh Level 0
Air Mineral Terdistilasi (5 Liter): 1 Kristal Inti Keruh Level 0
Belati Baja Karbon Tinggi (Kualitas Biasa): 3 Kristal Inti Keruh Level 0
Rompi Pelindung Anti-Garis/Anti-Tusuk Level 1: 5 Kristal Inti Keruh Level 0
Modul Restorasi Stamina Cepat (1 Dosis): 2 Kristal Inti Keruh Level 0
Akses Modul Kos-kosan Suaka (Kamar Pertama): Free (Gunakan Fitur Konstruksi)
Mata Lin Yue berbinar pelan saat melihat daftar itu. Harganya tergolong masuk akal, namun mempertegas satu hal penting: Di era kiamat ini, membunuh lebih banyak zombie berarti memiliki lebih banyak sumber daya hidup.
Satu Kristal Inti Keruh dapat ditukarkan dengan ransum makanan atau air bersih untuk satu hari penuh. Bagi manusia di luar sana yang harus mempertaruhkan nyawa menggeledah supermarket berdarah demi sekotak biskuit basi, fungsi toko pertukaran ini adalah sebuah keajaiban yang tak ternilai harganya.
"Akses Modul Kos-kosan Suaka..." Lin Yue beralih ke menu konstruksi Suaka.
[Pilihan Konstruksi Suaka Level 1] Bangunan: Kos-kosan Suaka (Kamar 101) Spesifikasi: Luas 4x5 meter, dilengkapi tempat tidur tunggal, kamar mandi dalam pasokan air bersih mandiri, sistem penguncian elektronik Suaka, dan isolasi suara 100%. Biaya Konstruksi: Gratis (Hadiah Upgrade Level 1) Lahan Diberdayakan: Sisi Timur Halaman Rumah Tua Fungsi Khusus: Penghuni yang menyewa kamar ini wajib membayar biaya sewa mingguan (berupa Kristal Inti atau Barang Berharga) yang disesuaikan oleh Pemilik Suaka. Pemilik memiliki otoritas mutlak untuk mengusir, mengunci, atau mencabut hak akses penyewa kapan saja.
Lin Yue menatap deskripsi itu dengan cermat. Alisnya terangkat sedikit.
"Sistem Sewa Kos-kosan Suaka..." gumamnya.
Ini adalah mekanik inti dari Sistem Suaka miliknya. Sistem ini tidak dirancang agar Lin Yue menjadi pahlawan kesiangan yang menyelamatkan orang-orang secara gratis. Sistem ini dirancang untuk menjadikannya seorang Tuan Tanah Kiamat (Doomsday Landlord).
Di dunia luar yang dipenuhi zombie, penyakit, kelaparan, dan pengkhianatan sesama manusia, sebuah kamar bersih yang aman dari serangan zombie, memiliki pasokan air bersih, isolasi suara, dan perlindungan barrier listrik adalah benteng impian yang akan dikejar oleh penyintas mana pun—bahkan jika mereka harus menyerahkan seluruh harta atau Kristal Inti yang mereka miliki!
Dengan memiliki penyewa, Lin Yue tidak perlu terus-menerus turun ke lapangan untuk berburu zombie sendirian. Ia bisa mengumpulkan 'pajak sewa' mingguan dari para penyewa yang ingin menumpang hidup di wilayah kekuasaannya.
"Konstruksi Kamar 101 sekarang," perintah Lin Yue tanpa ragu.
Bip!
[Konstruksi Bangunan Ditentukan: Kos-kosan Suaka - Kamar 101.] [Memulai Proses Pembuatan... Waktu Dibutuhkan: 10 Menit.]
Dari balik jendela, Lin Yue menyaksikan pemandangan yang mengagumkan.
Di sisi timur halaman rumah tuanya—area tanah kosong yang tadinya dipenuhi semak belakangan—sebuah cahaya biru padat mulai merajut garis-garis struktur bangunan. Fondasi semen tebal terbentuk secara gaib dari molekul udara, diikuti oleh berdirinya dinding-dinding beton kokoh bertulang baja, paku-paku pengikat, hingga atap dan pintu besi tebal bersistem kunci digital.
Proses manufaktur ajaib dari Sistem bekerja tanpa suara sedikit pun, menciptakan sebuah kamar kos modern yang amat kokoh di tengah area lingkungan yang kumuh dan membusuk.
Sambil menunggu sepuluh menit waktu konstruksi selesai, Lin Yue kembali berdiri di dekat jendela, matanya menyapu jalanan di luar pagar.
Membunuh satu zombie telah memberinya gambaran nyata mengenai efektivitas strategi taktisnya. Namun, ia tidak boleh berpuas diri. Misi minggu kedua baru saja dimulai, dan ia membutuhkan lebih banyak Kristal Inti untuk membeli rompi pelindung, senjata yang lebih layak, serta memperkuat fasilitas Suaka.
Ukurannya baru satu zombie, pikir Lin Yue. Ada setidaknya belasan zombie yang berkeliaran di radius dua ratus meter dari gang ini. Selama barrier listrik dan kubah Suaka aktif, halaman rumah ini adalah zona pembantaian yang paling sempurna bagiku.
Lin Yue menggenggam kembali tombak rakitannya.
"Saatnya memancing target berikutnya," bisiknya pelan, diiringi kilatan dingin di sepasang mata jernihnya.
Bersambung....
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...