NovelToon NovelToon
Mengungkap Misteri Kematian Sang Putri.

Mengungkap Misteri Kematian Sang Putri.

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:399
Nilai: 5
Nama Author: Virgo kelabu

Orang tua Yang rela melakukan apapun untuk mengungkap semua misteri Kematian tragis sang putri yang pernah mereka abaikan selama ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgo kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Mata Nismara dan Miranti seakan meminta Benjamin agar segera bercerita.

"Tolong ambilkan aku minum dulu, Mir!" Benjamin menunjuk kulkas di dekat meja Nismara. "Air mineral saja, jangan soft drink!"

Miranti bergegas berdiri dan melakukan perintah, Benjamin.

Benjamin segera meneguk tandas isi botol kecil yang disodorkan Miranti dan mengambil nafas panjang sambil meletakkan botol kosong di atas meja. Nismara menunggu dengan gelisah, tapi dia menahan diri agar lisannya tidak memaksa pengacara senior itu. sedang Miranti mengambil dua botol minum lagi, jaga-jaga jika Benjamin ternyata membutuhkannya.

"Majafas adalah sebuah pulau pribadi. Kepemilikan nya sampai sekarang masih simpang siur. Ada yang bilang milik pengusaha Amerika, ada juga yang bilang mafia Italia, bahkan ada juga yang bilang kepunyaan pemimpin sekte agama tertentu. Tapi aku tidak pernah tahu kebenarannya yang mana, yang jelas Majafas itu orang yang sangat berpengaruh. Kekayaan nya jangan ditanyakan lagi. Mungkin sebenar-benar orang paling kaya di dunia adalah pemilik Majafas, hanya saja dia memang sengaja tidak ingin diekspos." Kata Benjamin mulai bercerita.

"Di mana itu Majafas, kenapa kami coba cari di internet tidak ada?" Timpal Nismara.

"Hanya orang-orang tertentu saja yang tahu soal Pulau itu, letaknya pun dirahasiakan. Tidak ada seorangpun yang bisa masuk ke Majafas kecuali dengan undangan, untuk undangannya adalah kartu ini." lanjut Benjamin.

"Sampai Google pun tidak mengendus keberadaan Pulau itu?!" Miranti melotot tidak percaya.

"Kekuasaan dan uang adalah senjata paling ampuh di dunia ini."

"Terus apanya yang berita buruk?" Nismara tidak bisa menutupi lagi letupan di hatinya.

"Majafas diciptakan untuk menjadi surganya kaum laki-laki di dunia ini. Kalian mengerti apa maksudnya?" Benjamin memandang Nismara. Satu tangan Benjamin meraih tangan Nismara, lalu menggenggamnya erat. "Hanya perempuan muda yang ada di sana, dan sebagian besar mereka didatangkan ke pulau itu untuk menjadi p3mu*s hasrat laki-laki. Konon ada juga sih perempuan yang didatangkan karena dijadikan pegawai, jadi dia tinggal di Majafas dalam waktu yang lama. Ada juga yang hanya datang pada saat-saat tertentu untuk bekerja karena......"

"Karena apa?" Nismara menyahut cepat. Napasnya terasa tercekat mendengar kalimat Benjamin yang sengaja digantung.

"Mereka juga membuat film dewasa, atau foto syur, ya semacam itu."

Nismara memejamkan mata, seraya mengambil nafas dalam. Matanya tiba-tiba memanas.

" Nis, minumlah dulu." Miranti yang tadinya berada di sisi kiri Benjamin, pindah ke sisi Nismara sambil mengangkat botol minum. Namun Nismara masih diam, dia tidak bergeming kepada tangan Miranti yang mengulur menyodorkan botol minum.

"Bagaimana dengan laki-lakinya?" Nismara bersuara lagi, setelah mengalahkan gemuruh di dadanya. "Maksud ku, kalau perempuannya harus muda, gimana dengan laki-laki yang ingin ke Majafas?"

"Untuk selain pegawai, tentu saja yang bisa menyerahkan sejumlah besar uang. Tapi itu hanya salah satu syarat saja, yang utama tetap harus sudah lolos semacam verifikasi berbagai hal. Dan itu sangat ketat."

Nismara menggeleng - gelengkan kepalanya, sedang matanya sudah basah. "Apakah benar ada di dunia seperti itu, Om? Kok rasanya......"

"Mustahil?!" Tebak Benjamin.

"Iya. Sungguh tidak masuk akal, sungguh ini tidak masuk logika." logika Nismara mati-matian ingin menolak cerita dari Benjamin, tapi laki-laki itu terlihat berkata jujur.

"Orang kebanyakan seperti kita hanya mengerti dunia sebatas yang tersaji dilayar kaca dan media sosial saja. Tapi berbeda untuk segelintir orang yang mempunyai kuasa dan bergelimang harta." Jawab Benjamin. "Sebenarnya ada banyak yang kita tidak tahu, Nis."

"Kok Om Ben bisa tahu?" Ceplos Miranti. "Berarti Om Ben dari segelintir orang itu?"

Benjamin tertawa kecil. "Aku hanya orang kecil, Mir. Aku sendiri tidak pernah ke sana, pernah sih, tapi itu hanya nyaris saja. Hanya nyaris diajak ke Majafas tapi tidak jadi. Waktu aku muda, aku pernah magang di sebuah firma hukum di London, kebetulan saat itu seniorku berhasil memenangkan kasus tingkat internasional. Setelah itu klien kami mengajak tim ke sana untuk merayakan kemenangan tersebut."

"Kenapa nggak jadi, Om?" tanya Miranti lagi.

"Nggak tau, mungkin aku termasuk orang yang tidak lolos verifikasi." Benjamin menjawab lagi dengan meringis. "Padahal aku sudah dapat kartu, sudah naik pesawat, bahkan sudah sampai di pelabuhan. Tiba-tiba atasanku memberitahu aku bahwa aku tidak bisa ikut. Hanya aku yang tidak boleh meneruskan perjalanan dan disuruh pulang. Yang lain lanjut menyebrang."

"Jadi Sherin ke sana itu...... sebagai perempuan penghibur?" Nismara menyela.

Benjamin menepuk-nepu pundak Nismara. "Aku tidak bisa berbohong, Nis. Jawabannya adalah kemungkinan besar seperti itu. Sherin direkrut menjadi perempuan penghibur. Ada kemungkinan lain dia diajak oleh seseorang untuk berlibur ke sana, tapi seseorang itu pasti laki-laki yang......ya, Kamu sudah tahu arahnya, Nis. Tidak ada laki-laki alim datang ke Majafas."

Nismara spontan menutup wajahnya, dia jadi teringat dengan dua teman Syarifah yang menjuluki Sherin dengan label tidak pantas. Miranti menoleh pada sahabatnya, lalu dengan sigap memberikan pelukan.

"Bahkan ini lebih buruk daripada dugaan pembunuhan karena harta." desis Nismara.

"Pembunuhan apa?" Benjamin bertanya. Miranti memandang Benjamin, tapi tak berani berkata apa-apa. Nismara masih menutup wajahnya dan terpekur sesaat.

"Tolong ambilkan hp-ku, Mir!" Nismara menoleh pada Miranti.

Miranti berdiri, berjalan ke meja kerja Nismara dan mengambil benda yang dimaksud.

Nismara segera membuka email di telepon genggamnya, dan memberikan pada Benjamin. Tak lupa dia menceritakan juga semua kejadian-kejadian yang dia alami. Miranti menambahkan beberapa yang terlewat oleh Nismara.

"Gimana menurut Om Ben?" Tanya Nismara setelah selesai bercerita.

Benjamin mengambil nafas. "Sherin yang malang "

"Aku sekarang jadi penasaran, Siapa yang telah menjerumuskan Sherin ke dunia seperti itu." Kata Nismara. "Dan siapa pembunuhnya? Apakah orang - orang Majafas juga sekejam cerita mafia?"

"Bisa jadi, mereka punya kuasa dan uang, seperti yang aku katakan tadi." timpal Benjamin. "Tapi setahu aku mereka tidak pernah bertindak gegabah di luar Majafas. Mereka main bersih di luar kandang, entah di dalam."

"Sebelum mengerti soal Majafas, tadinya aku mencurigai Gerald dan Samudra karena pesan di email bilang bahwa pembunuhnya adalah orang dekat. Tapi sekarang aku ngeblank. Jadi Sherin benar-benar bunuh diri atau dibunuh orang dekat Karena hartanya atau karena sangkut paut dengan Majafas? Gimana menurut Om Ben?" Tanya Nismara lagi.

Benjamin terdiam. Dahinya perut sebentar. "Saranku abaikan pesan itu, Nis."

Nismara menggeleng. "Aku pasti akan dihantui rasa gelisah dan penasaran seumur hidupku, Om. Tolong bantu aku masuk ke Majafas."

"Maksud mu?" Benjamin sedikit terkejut.

"Aku akan tetap mencari tahu kebenaran semua ini, Om."

Benjamin menepuk pundak tangan Nismara. "Seandainya Om bisa bawa kamu ke sana pun tidak akan Om lakukan, Nis. Kamu tidak akan tahu apa yang akan kamu hadapi di sana. Bahaya."

"Jadi Om nggak mau menolong aku?"

"Bukan nggak mau menolong, tapi....." Benjamin berhenti sejenak. Dia meraih satu botol minum dan meneguk separuhnya. "Pertama Om tidak punya akses ke Majafas. Kedua seandainya kamu menemukan pembunuhnya pun Sherin tidak akan hidup lagi kan?"

Nismara menegang. Dia tidak percaya kata-kata itu keluar dari Benjamin, seorang laki-laki paruh baya yang selama ini dia hormati karena kebijaksanaannya.

1
Maria
penuh dengan teka teki tp seru. Ada pelajaran yg BS kita ambil dr cerita ini. penyesalan pasti akan datang di belakang, kalau di depan itu namanya pendaftaran.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!