NovelToon NovelToon
Batas Obsesi Cegil

Batas Obsesi Cegil

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Teen School/College / Romantis
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Livy adalah definisi nyata dari "cegil". Selama dua tahun di SMA Wijaya, dia melakukan segala cara ekstrem untuk memenangkan hati Galang, kapten tim basket yang sedingin es. Livy menempel padanya bak perangko, membuatkan bekal setiap hari, hingga melabrak siapa saja yang mendekati Galang. Namun, Galang selalu merespons dengan tatapan sinis serta perkataan yang menyakitkan.

Puncaknya terjadi di hari ulang tahun Galang yang ke-17. Hadiah rajutan tangan Livy dibuang ke tempat sampah di depan umum. Malam itu, Livy sadar dia telah kehilangan harga dirinya. Dia memutuskan untuk berhenti mengejar Galang secara total.

Galang menyadari dia merindukan kehadiran Livy, semuanya sudah terlambat ketika teman masa kecilnya Livy datang ke sekolah sebagai murid pindahan. Livy sudah menutup hati pada Galang, dari situ giliran Galang yang harus menurunkan harga dirinya, mengejar Livy yang telanjur menjauh.

Sebuah pertanyaan, apakah Galang mampu merebut hati Livy?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Riuh Yang Senyap 12.

Bel pulang sekolah berbunyi nyaring, memicu sorak sorai tertahan dari penjuru kelas XII C Dalam hitungan detik, keheningan ruang kelas pecah oleh derit kursi yang bergesekan dengan lantai, kepakan ritsleting tas, dan obrolan tentang rencana nongkrong sore ini.

Galang tidak terburu-buru. Cowok itu bangkit dengan gerakan tenang, menyampirkan tas ransel hitamnya di bahu kanan. Namun, meski gerakannya santai, isi kepalanya justru sedang menyusun kalimat. Hari ini, dia bertekad untuk menyudahi semuanya.

Selama tiga bulan terakhir, hidup Galang mendadak dikepung oleh keberadaan Olivia—atau yang lebih sering dipanggil Livy. Gadis itu mendefinisikan ulang kata 'gigih' menjadi sesuatu yang berada di batas antara dedikasi dan kegilaan.

Livy adalah orang yang menaruh bekal makanan atau susu coklat di kolong mejanya setiap pagi tanpa absen.

Livy adalah orang yang tiba-tiba muncul di pinggir lapangan basket dengan payung saat hujan, memayunginya tanpa peduli bahunya sendiri basah kuyup.

Livy juga yang pernah melabrak siswi baru kelas sebelah hanya karena siswi itu punya rahasia yang akan berbuat jahat pada Galang.

Cegil, begitu teman-teman tongkrongan Galang menjuluki Livy. Gadis obsesif yang tidak punya rem kalau sudah menyangkut Galang.

Awalnya Galang hanya merasa risih, tapi lama-lama tindakan Livy mulai terasa menyesakkan.

Galang tahu dia harus tegas. Mengabaikannya saja tidak cukup untuk membuat gadis sejenis Livy mundur. Dia harus menolaknya secara langsung, tatap muka, dengan kalimat paling lugas yang bisa dia rangkai agar gadis itu sadar dan berhenti.

Galang menarik napas dalam-dalam, memantapkan langkahnya. Untuk keluar dari kelas, dia harus melewati deretan meja di lajur kanan, tempat di mana Livy biasanya sengaja memperlambat gerak agar bisa pulang bersamaan—atau setidaknya mengekor di belakangnya seperti anak kucing.

Langkah kaki Galang membawanya mendekati meja nomor tiga dari depan. Dari jarak beberapa meter, dia sudah bisa melihat rambut panjang Livy yang kini sudah dikuncir kuda. Jantung Galang berdegup sedikit lebih cepat. Bukan karena gugup karena suka, melainkan karena dia sudah bersiap menghadapi ledakan emosi, air mata, atau drama apa pun yang mungkin akan memicu perhatian seisi kelas saat dia mengucapkan kalimat penolakannya nanti.

“Livy, kita perlu bicara. Stop kasih saya apa-apa lagi, dan stop ikutin saya. Saya nggak nyaman,” batin Galang, mengulang kalimat yang sudah dia hafalkan sejak jam pelajaran terakhir tadi.

Tepat saat posisinya sejajar dengan meja belajar Livy, Galang memperlambat langkahnya. Dia sengaja berdeham kecil, menanti gadis itu mendongak, tersenyum lebar seperti biasa, lalu menyerukan namanya dengan nada manja yang khas. Galang sudah menyiapkan ekspresi wajah paling dingin yang dia punya.

Namun, detik berlalu, dan tidak ada yang terjadi.

Livy tidak mendongak. Gadis itu sedang sibuk memasukkan buku-buku tebalnya ke dalam tas. Gerakannya cekatan, rapi, dan teratur. Pandangannya lurus tertuju pada isi tasnya, seolah benda di dalam sana jauh lebih menarik daripada apa pun yang ada di dunia ini.

Galang mematung sejenak, menghentikan langkahnya tepat di samping meja Livy.

Dia menunggu.

Satu detik.

Dua detik.

Livy menutup ritsleting tasnya dengan bunyi klik yang tegas. Jarak mereka begitu dekat, hingga Galang bisa mencium lamat-lamat wangi parfum vanila yang biasanya selalu memenuhi indra penciumannya setiap kali gadis itu melintas. Namun, bahkan saat Livy menyampirkan tas ke pundaknya dan berbalik untuk melangkah pergi, sepasang mata indahnya sama sekali tidak melirik ke arah Galang.

Pandangan Livy lurus ke depan, melewati bahu Galang seolah cowok itu hanyalah struktur atom transparan yang kebetulan mengisi ruang kosong di kelas.

Wajah gadis itu datar, bersih dari binar obsesif yang biasanya selalu menyala setiap kali melihat Galang.

Livy berjalan melewati Galang begitu saja. Langkah kakinya terdengar mantap mengetuk lantai kelas, menjauh menuju pintu keluar, lalu menghilang di balik belokan koridor bersama riuh rendah anak-anak lain.

Galang tetap berdiri di tempatnya, membeku di samping meja kosong yang baru saja ditinggalkan Livy.

Kalimat penolakan yang sudah tersusun rapi di ujung lidahnya mendadak menguap, menyisakan rasa kelu yang aneh.

Susu kotak cokelat yang biasanya ada di tas Galang terasa lebih enteng hari ini, dan entah mengapa, keheningan yang ditinggalkan Livy justru terasa jauh lebih bising daripada semua kegilaan yang pernah gadis itu lakukan sebelumnya.

......................

...****************...

To be continue,

1
Friska Zega
👌
penggemar_Uangkecil?!
👍
aku
kapol
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Akai
semangat kak membuat novel /Smile/👍
kucing kawai
lebih baik dengan kata "aku kamu kalo gk pakai lo gue" aja lebih keren thor
kucing kawai: siap thor, semangat terus ya thor 🫶
total 3 replies
kucing kawai
sedikit saran ya thor jangan pakai bahasa saya terlalu formal thor, baguss karya mu thor
kucing kawai: semangat ya author 🫶
total 2 replies
Queen Aisyah
astaga galang..🤣
Queen Aisyah
good
aku
diskon brp jd nya Lang?? 🤣🤣
Hesty
semnget💪💪💪
Hesty
bgus
Hesty
semanget💪
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!