NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Pusaka Bintang Kembar

Kapak batu raksasa itu membelah udara dengan suara dengungan yang memekakkan telinga. Di bawah tekanan gravitasi lima puluh kali lipat, ayunan senjata Golem Bintang Penjaga Kuil itu memiliki daya hancur yang cukup untuk membelah sebuah bukit menjadi dua.

Napas pertama.

Lin Chen tidak mundur. Ia merendahkan titik beratnya, membiarkan tarikan gravitasi ekstrem dimensi kuno itu melontarkannya ke depan dengan Langkah Bintang Jatuh. Ujung kapak raksasa itu menghantam lantai kuil tepat di belakang tumit Lin Chen, menciptakan kawah besar dan mengirimkan pecahan batu tajam ke segala arah.

Napas kedua.

Dari sisi yang berlawanan, Su Qingyue melesat dengan keanggunan angsa es. Wajahnya yang pucat memancarkan tekad mutlak. Menyadari bahwa serangan fisik Qi biasa tidak akan menembus kulit meteorit golem tersebut, Qingyue tidak menyerang tubuhnya. Ia menusukkan pedang kristalnya langsung ke lantai batu giok di bawah kaki raksasa itu.

"Teknik Pedang Teratai Salju Surgawi: Domain Es!"

Seketika itu juga, hawa dingin yang tak masuk akal meledak. Tiga bunga teratai es berukuran raksasa mekar dari bawah tanah, merambat naik dan melilit kedua kaki golem raksasa tersebut. Es biru yang sangat kental itu menjalar dengan kecepatan kilat, membekukan persendian lutut, pinggul, hingga merambat ke bahu dan lengan yang memegang kapak.

Napas ketiga.

Udara di sekitar golem turun hingga ke titik beku. Kulit batu meteorit kuno yang sebelumnya tak bisa ditembus itu kini mengerut dan menjadi sangat rapuh akibat perubahan suhu ekstrem. Golem itu meraung marah, mencoba memberontak, namun es teratai milik Qingyue mengunci persendiannya dengan erat, menahannya selama satu detik yang sangat krusial.

"Sekarang, Lin Chen!" teriak Qingyue, napasnya memburu, memuntahkan kabut putih di udara. Qi-nya terkuras drastis untuk mempertahankan segel es tersebut.

Lin Chen tidak menyia-nyiakan satu detik yang dibeli dengan darah dan keringat gadis itu.

Darah gajah purbanya mendidih. Ia menjejakkan kaki ke pilar yang runtuh, melompat lurus ke arah dada sang raksasa tempat api jiwa merah menyala di balik celah bebatuan. Lin Chen menarik lengan kanannya ke belakang hingga otot dan tulangnya berderit menahan kompresi energi absolut. Seluruh Qi dari Dantian-nya difokuskan ke satu titik.

"Teknik Tinju Penghancur Bintang Purba: Tingkat Pertama!"

BAMMMM—!!!

Tinju Lin Chen menghantam lempengan batu di dada golem yang telah dibuat rapuh oleh es Qingyue. Ledakan tenaga fisik murni dan Qi yang dikompresi langsung menembus pertahanan luar sang raksasa.

Tangan Lin Chen menembus rongga dadanya, dan dengan satu hentakan mematikan, ia meremukkan inti api jiwa merah itu menjadi serpihan debu!

Golem Bintang Penjaga Kuil itu terdiam kaku. Cahaya merah di rongga matanya seketika padam. Detik berikutnya, retakan besar menjalar ke seluruh tubuh raksasa itu, sebelum akhirnya hancur berkeping-keping menjadi tumpukan kerikil meteorit tak bernyawa.

Lin Chen mendarat kembali ke lantai kuil dengan napas berat. Lengan kanannya sedikit berasap dan bergetar hebat. Mengeksekusi teknik mematikan itu berulang kali benar-benar menguji batas ketahanan tulang bajanya.

Di seberangnya, Su Qingyue jatuh berlutut, menopang tubuhnya dengan pedang esnya. Wajahnya sepucat kertas, namun saat ia melihat Lin Chen masih berdiri dan golem itu telah hancur, seulas senyum lega yang sangat tulus dan indah terlukis di bibirnya.

Lin Chen bergegas menghampirinya, meraih lengan gadis itu dan membantunya berdiri. "Kau tidak apa-apa?"

"Hanya kehabisan Qi," jawab Qingyue pelan. Tangannya secara refleks menyentuh kalung manik batu hitam pemberian Lin Chen di lehernya, yang terus mengalirkan kehangatan untuk melindungi meridiannya dari kerusakan permanen. "Kita berhasil."

Setelah memastikan keadaan aman, keduanya berjalan beriringan menaiki sisa-sisa tangga menuju altar batu giok di tengah aula kuil.

Di atas altar itu, Teratai Bintang Kembar masih mekar dengan sempurna, sama sekali tidak terpengaruh oleh daya hancur pertarungan tadi. Setengah kelopaknya menyala dengan api emas-hitam yang liar, dan setengah lainnya memancarkan kabut es biru murni yang menenangkan. Tanaman spiritual yang lahir dari benturan dua hukum alam ini memancarkan fluktuasi energi yang mampu membuat kultivator tingkat tinggi mana pun saling membunuh untuk mendapatkannya.

Di dalam Dantian Lin Chen, Tua Hitam tertawa serak penuh kekaguman.

"Luar biasa... Ini adalah keajaiban Alam Rahasia," gumam roh kuno itu. "Bocah, Teratai Bintang Kembar ini tidak bisa disimpan di dalam cincin ruang biasa, energinya akan meledakkan dimensi penyimpanan. Kalian berdua harus menyerapnya sekarang juga. Kelopak api purba itu sangat cocok dengan fisik gajahmu, dan kelopak es itu adalah penyempurna untuk garis keturunan gadis esmu."

Lin Chen menatap Qingyue. Tanpa perlu banyak kata, mereka seolah sudah saling memahami isi pikiran masing-masing. Di dunia kultivasi yang kejam ini, membiarkan pusaka tingkat tinggi berada di luar tubuh sama saja dengan mengundang maut.

"Kita serap energinya di sini," ucap Lin Chen. "Reruntuhan golem ini akan menutupi aura kita dari luar."

Qingyue mengangguk. Ia mengulurkan tangannya yang putih lentik, memetik kelopak es biru dari teratai tersebut. Sentuhan pertamanya langsung membuat lapisan kristal es yang sangat murni terbentuk di ujung jarinya.

Di sisi lain, Lin Chen meraih kelopak api emas-hitam. Begitu tangannya menyentuh kelopak itu, darah purbanya beresonansi hebat, seolah ia baru saja menemukan kepingan jiwanya yang hilang.

Keduanya duduk bersila di atas altar giok purba, saling berhadapan dengan jarak kurang dari satu jengkal. Di dalam kegelapan Jurang Bintang Runtuh, di kelilingi oleh sisa-sisa kehancuran, Lin Chen dan Su Qingyue mulai menutup mata mereka.

Masing-masing dari mereka mulai menelan kelopak Teratai Bintang Kembar, bersiap untuk mendobrak batas alam mereka menuju tingkatan yang belum pernah mereka capai sebelumnya. Penderitaan dari energi buas teratai itu akan menjadi saksi dari lompatan kekuatan mereka yang akan mengguncangkan seluruh Akademi Bintang Tujuh.

1
Murdiat Hariyanto
tor klau bisa kata2 Gadis yg tampak seolah bukan berasal dari dunia fana itu sebaikkan di hilangkan atau di ganti..bosan tiap bab selalu itu2 sja yg di bilng...ini hanya masukkan sja
mbono keling
🙏💪💪👍👍
mbono keling
💪💪💪💪👍👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!