NovelToon NovelToon
Kau Istriku Bukan Simpananku

Kau Istriku Bukan Simpananku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:12.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nita.P

Lanjutan dari Novel KETULUSAN CINTA SALWA

Ditya harus hidup dalam dua pilihan, antara memilih perjodohan nya yang sudah dari kecil di rencanakan keluarganya. Atau memilih wanita yang sangat di cintanya dan dinikahi secara diam diam dari keluarganya.

Langsung baca saja 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12

Tiara tersenyum bahagia, Dia segera menaiki motor nya menuju taman kota. Tadi pagi saat Dia membuka ponsel, Tiara langsung tersenyum bahagia saat mendapatkan pesan dari sang pujaan hati. Tiara pun segera membalas pesan dari Ditya. Meskipun tidak dapat balasan balik bahkan pesan nya pun tidak di baca.

'Mungkin Dia sedang sibuk'

Tiara memarkirkan motornya di parkiran taman kota. Dia berjalan menyusuri taman yang selalu ramai di sore hari. Banyak anak anak yang berlarian dengan orang tua yang terus mendampingi. Para pedagang berjejer di pinggiran taman. Bunga bunga yang bermekaran menghiasi taman kota.

"Apa Mas Ditya belum datang" Tiara celingukan mencari sosok kekasihnya

"Sudahlah tunggu saja dulu" Tiara pun duduk di salah satu bangku taman yang berdekatan dengan pohon rindang.

Satu jam, dua jam sampai tiga jam Tiara masih menunggu Ditya. Tapi sampai saat ini orang yang di tunggu belum juga datang. Tiara sudah berjalan jalan keliling taman dan kembali duduk di bangku yang tadi. Tapi Ditya belum juga datang.

"Mungkin sebentar lagi" gumam Tiara masih percaya kalau Ditya akan datang padahal hari mulai gelap

....

Ditya menghembuskan nafas kasar, melihat Celin yang masih betah di apartemen nya. Ditya sangat mengkhawatirkan Tiara sekarang. Tapi Dia juga tidak bisa pergi sementara Celin masih ada disini.

"Ya sudah aku pulang dulu ya Dit, sebentar lagi magrib" kata Celin

'Akhirnya'

"Oke, hati hati ya. Makasih udah bawain makanan ke sini" kata Ditya tersenyum bahagia

"Iya sama sama. Assalamualaikum " pamit Celin

"Waalaikumsalam "

Setelah kepergian Celin, Ditya langsung menggantia pakaian nya dan menyambar kunci mobil. Ditya melajukan mobilnya menuju taman kota.

"Semoga Tia masih ada disana" gumam Ditya melajukan mobilnya lebih cepat

Sesampainya di taman kota, Ditya langsung memarkirkan mobilnya dan segera turun dari mobil. Ditya berlari menyusuri taman sambil mengedarkan pandangan nya ke seluruh pengunjung taman.

Tiara? Dimana Tiara? Tidak ada, Tiara tidak ada. Ditya tidak menemukan sosok wanitanya. Dia menghembuskan nafas kasar dan mengusap wajah frustasi.

"Dia pasti sudah pulang, inikan sudah magrib" gumam Ditya sambil berjalan gontai ke arah parkiran

Ditya membuka pintu mobilnya, namun matanya menangkap seseorang yang Dia cari.

Tiara baru saja selesai shalat magrib di mushalla yang ada di dekat taman. Sekarang Tiara sedang menggunakan helm nya akan pulang ke rumah.

Tiara terperajak saat ada tangag melingkar di perutnya "Aaaaa"

"Tia ini aku" Hampir saja Tiara akan menyikut perut Ditya kalau Ditya tidak buka suara.

"Hah? Kamu Mas, ngagetin aja" Tiara mengusap ngusap dadanya yang berdebar

Ditya membalikan tubuh Tiara agar menghadap nya. Ditya melepas kemabali helm yang di pakai Tiara dan menyimpanya di kaca spion motor Tiara.

Ditya menangkup wajah Tiara dan menatap dalam manik hitam milik Tiara.

"Maaf ya aku telat, tadi aku banyak urusan" kata Ditya

Tiara mengangguk "Iya tidak papa"

"Kalau gitu sekarang kita jalan, kamu gak kerjakan?" tanya Ditya

Tiara menggeleng "Tidak, Tia bagian libur hari ini"

Tiara dan Ditya berjalan mengelilingi taman kota yang semakin indah di malam hari. Lampu yang menerangi taman membuat semua bunga bunga itu terlihat sangat indah.

"Kau menunggu dari tadi? Maaf ya" kata Ditya merasa sangat bersalah karna membiarkan pujaan hatinya menunggu lama.

"Tidak papa " jawab Tiara tersenyum

Ditya mengangkat tangan yang saling berkaitan itu dan mencium tangan Tiara.

"Aku mencintaimu Tia" kata Ditya menatap Tiara

Tiara tersenyum "Tia juga mencintaimu"

Ditya mencium kening Tiara, Tiara memejamkan matanya menikmati ciuman Ditya yang terasa hangat di keningnya.

"Jangan pernah tinggalkan aku, apa pun yang terjadi nanti" tersimpan banyak arti dari ucapan Ditya kali ini

"Iya, Tia tidak akan meninggalkan Mas" jawab Tiara tersenyum

Mereka pun melanjutkan jalan nya "Mas Tia lapar, makan dulu yu" ajak Tiara

Ditya menoleh " Ayo, mau makan apa?"

"Makan bakso kayaknya enak deh malam malam gini. Tia belum makan dari siang" kata Tiara terlihat sangat bersemangat

Ditya menatap Tiara "Kamu belum makan dari tadi siang?"

Tiara menoleh dan tersenyum "Iya Mas, hari ini banyak orderan. Jadi Tia gak sempet makan siang tadi"

"Lain kali jangan di ulangi, sesibuk apapun kamu jangan lupa makan. Aku gak mau kamu sakit" kata Ditya, terdengar nada khawatir dari ucapan nya

Tiara mengangguk "Iya Mas, ayo kita makan disana"

Ditya mengikuti langkah Tiara yang mengajaknya ke salah satu kedai bakso yang ada di sebrang taman. Kedai bakso yang selalu ramai oleh pembeli karna memang bakso nya enak dan harganya juga terjangkau.

"Mas duduk saja disana" Tiara menunjuk bangku kosong yang menghadap langsung ke jalanan kota.

"Bang bakso nya dua ya" kata Tiara yang memang sudah kenal dengan abang penjual bakso karna terlalu sering nya mendapat orderan food saat narik ojol.

"Pedes gak? Wah sekarang berdua nih, pacar ya Tia?" kata abang penjual bakso menggoda Tiara

"Hahaha, iya Bang. Punya Tia mah pedes seperti biasa. Tapi kalau yang satunya lagi jangan deh" kata Tiara ceria

"Siap, di tunggu ya"

Tiara mengangguk dan berjalan ke arah Ditya yang duduk menunggu.

"Sudah pesan nya ko lama banget?" tanya Ditya ketus

'Loh ada apa sama Dia'

"Sudah Mas" jawab Tiara

"Ngapain tadi ketawa ketawa sama tukang bakso nya?" tanya Ditya melirik kesal pada Tiara

'Hah? Apa Dia sedang cemburu sekarang'

"Gak ko Mas, cuma bercanda" jawab Tiara sambil membetulkan hijab nya

"Kamu kenal sama tukang bakso itu? Ko kayanya akrab banget?" tanya Ditya ketus

'Dia ini kenapa si'

"Iya, aku kan sering dapet orderan food kalau lagi narik ojol" jawab Tiara apa adanya

"Lain kali jangan terlalu dekat" kata Ditya

'Hahaha. Baiklah'

"Iya" Tiara hanya mengangguk

Bersambung

1
Marhaban ya Nur17
meta yg punya niat jahat ama tiara wkt itu kan wkwkkw
Marhaban ya Nur17
lg PMS tuh makanya baperan
Marhaban ya Nur17
Lea 😄
Marhaban ya Nur17
rara ama nevan
Marhaban ya Nur17
busyeettt
Marhaban ya Nur17
tp jan ada pelakor y
Marhaban ya Nur17
ngapa se yg cowoknya begitu semua wkkwkwk
Marhaban ya Nur17
ahirnya lega
Marhaban ya Nur17
buang ke laut aja neh ardi wkwkkwkk
Marhaban ya Nur17
ardi saudara nya angga
Marhaban ya Nur17
salah pilih teman
Marhaban ya Nur17
knp lu yg g jujur tia 😠
Marhaban ya Nur17
apa Rafa sama nessa wkwkwkw
Marhaban ya Nur17
tak kira dea ama viza bakal lama neh dramanya
Marhaban ya Nur17
baim siapa tuh ???
Marhaban ya Nur17
emang udh kodratnya perempuan banyak bicara
Marhaban ya Nur17
itu ditya mulutnya di lakban apa gmn ko g bisa ngomong wkwkkwk
Marhaban ya Nur17
ngomong se knp diem bae wkkeke
Marhaban ya Nur17
jujur makanya lol
Marhaban ya Nur17
sukurin g jujur wkwkwkw emang enak 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!