Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya gila, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Nova dan Zora sangat terkejut saat mendengar perkataan Helena yang menyatakan ingin memeriksa sendiri kondisi kandungannya Nova, bahkan dia juga akan memanggil dokter kandungan ke mansion.
Zora langsung marah. "Helena, kenapa kamu tega sekali memperlakukan kakakmu seperti ini? Hanya demi membela calon suamimu itu, sampai kamu tidak mempercayai kakakmu sendiri."
Nova mencoba meyakinkan mereka semua. "Aku gak mungkin berbohong. Aku sedang hamil. Jadi untuk apa diperiksa lagi?"
Helena tersenyum smirk. Dia menyilangkan tangan di dada. "Kalau Kak Nova memang sedang hamil, kenapa harus sepanik ini? Lagian kan cuma diperiksa, sama sekali gak merugikan. Kecuali kalau Kak Nova takut ketahuan sedang pura-pura hamil."
Nova terpancing emosi hingga wajahnya memerah. "Jaga mulut kamu ya. "
Axel menghela nafas dalam-dalam. Sebenarnya dia sangat percaya bahwa saat ini Nova memang sedang hamil. Tidak mungkin putrinya itu tega membohongi semua orang. Namun, dia merasa tertantang dengan ucapan Helena yang menyatakan jika perkataan Arjuna salah, maka Helena tidak akan menikah dengannya.
Menurut Axel, ini adalah kesempatan baginya untuk membuat Helena tidak jadi menikah dengan pria bodoh seperti Arjuna.
"Baik, Papa setuju," ucap Axel dengan nada tegas.
Jawaban dari Axel membuat Zora dan Nova tersentak kaget. Bagaimana tidak kaget, jika Nova diperiksa oleh dokter spesialis kandungan pilihan Axel, kebohongan mereka akan terbongkar.
Nova menatap ayahnya dengan nada kecewa. "Jadi Papa gak percaya sama aku?"
Axel menjawab dengan tenang. "Papa sangat percaya padamu. Justru karena Papa percaya, makanya Papa sama sekali tidak keberatan dengan tantangan ini. Hanya diperiksa saja, tidak akan membuatmu rugi, kan?"
Nova tak mampu berkata apa-apa lagi. Wajahnya langsung memucat. Dia segera memandangi ibunya agar menggagalkan keputusan ayahnya. Tapi Zora sudah tidak bisa berkutik.
Kedua wanita itu hanya bisa mengumpat di dalam hati. Kehadiran Arjuna telah membuat mereka sial. Padahal sebelumnya, semua orang sudah percaya bahwa Nova sedang hamil.
Reno memilih diam. Karena dia tidak tahu harus membela Helena atau Nova. Nova adalah istrinya, tapi Helena adalah gadis yang sangat dicintai olehnya.
Kemudian, Axel menatap Helena. "Sekarang Papa akan mengundang Dokter Dewi, dia adalah salah satu dokter spesialis kandungan terbaik. Tapi kamu harus ingat, Helena. Kamu harus menepati janjimu. Jika apa yang diucapkan oleh Arjuna salah, kamu jangan menikah dengannya."
Helena menjawab dengan penuh percaya diri. "Baik, tapi jika apa yang dikatakan Arjuna benar. Aku akan menikah malam ini juga dengan Arjuna."
Helena berkata begitu sambil memegang tangan Arjuna. Dia harus bersikap seolah-olah dia sangat mencintai pria itu. Lalu, dia berbisik pada Arjuna. "Apa kamu benar-benar yakin Kak Nova itu memang gak hamil?"
Arjuna menjawab dengan tenang. "Kalau menurut ciri-ciri fisik yang aku lihat, dia memang tidak terlihat seperti orang yang sedang mengandung."
Helena terdiam sejenak. Dia berpikir di dalam hati, dia sudah tahu Arjuna adalah pria yang aneh. Tapi mengapa dia malah mempercayai ucapan pria itu. Jika apa yang dikatakan Arjuna salah, itu artinya dia tidak akan bisa menikah dengan Arjuna. Dengan begitu, dia tidak akan memenuhi persyaratan dari ayahnya untuk menjadi direktur di rumah sakit.
"Helena, sebelum kamu memutuskan sesuatu, seharusnya kamu berpikir dulu secara matang. Justru keputusanmu ini bisa merugikan kamu sendiri." Helena mengomeli dirinya sendiri dengan penuh penyesalan.
...****************...
Axel segera telah menghubungi Dokter Dewi, memerintahkannya untuk segera datang ke mansion.
Tak lama kemudian, Dokter Dewi tiba dengan tas medis dan sebuah alat USG portabel yang praktis. Pemeriksaan pun dilakukan di ruang tamu yang sudah disiapkan.
"Tolong periksa dengan teliti kondisi kandungan putriku," perintah Axel dengan tegas.
"Baik, Tuan Axel," jawab Dokter Dewi.
Nova duduk dengan gugup duduk di kursi empuk, tangannya meremas ujung gaunnya.
Zora berdiri tak jauh dari sana, dia sangat terlihat gelisah, sangat berharap rencana mereka tidak terbongkar.
Sedangkan Arjuna hanya berdiri tenang di samping Helena, dia sangat yakin Nova hanya pura-pura hamil.
Dokter itu mulai melakukan pemeriksaan dengan teliti. Dia meraba perut Nova, mengecek nadi, lalu melakukan pemeriksaan USG sederhana.
Dokter Dewi nampak mengerutkan keningnya. Dia menatap layar alatnya berkali-kali, lalu kembali menatap wajah Nova dengan tatapan bingung.
Setelah selesai, Dokter Dewi segera berdiri dan menatap Axel dengan wajah serius.
"Maafkan saya, Tuan Axel. Berdasarkan hasil pemeriksaan ini, Nona Nova sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda sedang mengandung. Tidak ada janin di dalam rahimnya."
Keterangan dari Dokter Dewi membuat semua orang yang ada disana sangat terkejut.
Axel menatap Nova dengan tatapan tajam penuh rasa kecewa.
Apalagi Reno, jika dia tahu Nova tidak hamil, dia tidak akan pernah menikahi wanita itu. Gara-gara Nova, dia telah kehilangan Helena.
Jika begitu, apakah itu artinya Reno memiliki kesempatan untuk kembali pada Helena?
jahat axel.
helen sangat terkejut ternyata juna selama yg dicari bisa membantu timnya, semoga aja kehadiran juna boss menyelematkan pasien...
biangkeroknya adalah mirna yg sengaja membuat kesalahan, agar operasinya gagal total pasti disuruh sama silampir nova...
tenang helen suami sangat pintar dan jenius, di zamannya juna terkenal sebagai tabib hebat...
juna pasti dengan kemampuannya bisa menolong pasien itu, untung juna dateng tepat waktu menggantikan mirna itu.
semoga aja mirna ketahuan yg membuat kesalahan, ayo juna tunjukan kemampuanmu dan kehebatan. kamu mampu bisa melakukan operasi kerjasama tim...
agar papa mertua kamu selalu menghina dan meremehkanmu itu menyesal, ternyata menantu yg dianggap bodoh dan tidak berguna itu sangat hebat dan pintar...
helen pasti bangga padamu juna, kamu punya kemampuan sangat hebat dan pintar....
cepat... cepatlah lakukan penyelamatan...