NovelToon NovelToon
Adik Tunanganku yang Nakal dan Liar

Adik Tunanganku yang Nakal dan Liar

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:175
Nilai: 5
Nama Author: Kirana Hati

Malam pesta pertunangan yang seharusnya jadi malam paling membahagiakan, **Laras Wirasena**—pianis muda dari keluarga terpandang—malah memergoki tunangannya sendiri, **Radithya Adiwangsa**, pewaris Grup Adiwangsa, sedang bermain api dengan asistennya di balik pintu yang terbuka sedikit.

Belum sempat Laras mengamankan bukti, ponselnya direbut dan videonya dihapus—oleh **Bramantya**, adik kandung Radit yang terkenal nakal, urakan, dan tak kenal aturan. Bukannya membela, cowok itu malah menyeringai menantang:

> *"Menggodaku buat balas dendam ke abangku?"*

Laras cuma menginginkan satu hal: membatalkan tunangan dan lepas dari keluarga yang menjualnya demi sebuah proyek bisnis raksasa. Tapi malam itu mengubah segalanya. Sekali, dua kali... lalu malam-malam rahasia yang tak terhitung lagi jumlahnya.

Yang tak Laras sadari: di balik topeng *bad boy* itu, Bram menyimpan sebuah bekas luka di pinggang, sebuah tato Latin di jarinya, dan satu rahasia yang telah ia pendam bertahun-tahun. Pria yang katanya cuma cari senang ini ternyata pernah menahan sebuah peluru demi menyelamatkan nyawanya di sebuah gedung konser di luar negeri—dan telah mencintainya diam-diam, jauh sebelum takdir "mempertemukan" mereka.

Ketika perselingkuhan sang tunangan meledak di depan seluruh undangan, ketika kembang api pecah di atas panggung juaranya, ketika satu ciuman viral mengguncang seluruh negeri—Laras akhirnya harus memilih: terus berpura-pura, atau mengakui bahwa satu-satunya pria yang benar-benar mencintainya justru adik dari pria yang mengkhianatinya.

Tapi Bram tak datang hanya untuk mencintainya. Ia datang untuk merebut kembali segalanya—dan menjatuhkan abangnya sendiri, sampai ke titik terdalam.

> *"Sekarang dia mantan tunanganmu, pacarku, dan calon adik iparmu. Kenapa, Mas?"*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Bab 20

Yang Terlihat di Paviliun Seberang

Beberapa hari setelah tahun baru, Laras kembali tinggal di rumah orang tuanya pada siang hari dan menghilang ke jadwal latihan setiap malam.

Jumat pagi, Radit datang tanpa memberi kabar.

"Saya mau membawamu bertemu seseorang," katanya.

Di dalam mobil, ia sempat mengeluh Proyek Cakrawala menghadapi pemeriksaan tambahan pada aspek lingkungan dan pengadaan. Beberapa pencairan tertahan, sementara masalah anak perusahaan di Batam belum sepenuhnya reda.

"Bram ikut menangani?" tanya Laras.

"Dia lebih suka bermain ponsel saat rapat."

Jawaban itu tidak cocok dengan ketegangan yang pernah Laras lihat di wajah Bram ketika membicarakan keluarganya. Namun sebelum ia bertanya lagi, mobil berhenti di sebuah rumah pribadi yang tenang.

Seorang perempuan paruh baya menyambut mereka di ruang tamu.

"Saya dr. Gunadi," katanya. "Terapis seksual."

Laras menoleh pelan kepada Radit.

"Saya pikir kita perlu bantuan," ujar Radit. "Kamu selalu menghindari kedekatan. Mungkin ada kecemasan yang belum kamu pahami."

Jadi begitulah logikanya. Radit berselingkuh dengan sedikitnya dua perempuan, tetapi ketika Laras menolak disentuh, yang sakit adalah Laras.

Selama konsultasi, dr. Gunadi bertanya tentang rasa aman, komunikasi, dan apakah Laras memiliki fantasi terhadap orang tertentu. Wajah Bram muncul begitu cepat di benaknya hingga ia menjatuhkan sendok kecil ke tatakan.

"Tidak ada," jawabnya.

Dr. Gunadi tidak langsung mencatat. "Penolakan terhadap pasangan tidak selalu berarti gangguan. Bisa juga tubuh Anda merasa tidak aman, marah, atau kehilangan kepercayaan. Apakah ada peristiwa yang membuat hubungan berubah?"

Laras hampir menghargai pertanyaan itu. Radit mendahuluinya.

"Tidak ada peristiwa besar. Dia hanya tegang menjelang pernikahan."

Di situlah Laras memastikan tujuan sesi ini bukan memahami dirinya. Radit membutuhkan seorang ahli untuk memperbaiki hasil, bukan mencari penyebab.

Untuk pertanyaan lain, Laras memberi jawaban sesingkat mungkin. Ia mengaku lelah, sibuk, dan tidak suka kejutan publik. Ketika dokter mengajak sesi individual, Radit menyela bahwa mereka tidak punya banyak waktu sebelum akad.

Konsultasi berakhir lebih cepat.

Di mobil, Radit berkata, "Kamu harus lebih terbuka. Tapi ini tidak akan memengaruhi pernikahan kita."

Laras menatap keluar jendela. Radit tidak meminta maaf karena membawanya tanpa persetujuan. Ia bahkan tampak puas karena telah menemukan istilah profesional untuk menyebut penolakannya sebagai gangguan.

Ponsel Radit menyala di konsol. Laras hanya sempat melihat potongan pesan yang ia ketik.

Jam sepuluh malam. Hotel yang itu.

Radit cepat mengunci layar.

Setelah pulang, Laras masuk ke ruang musik dan memainkan Flight of the Bumblebee sepuluh kali sampai amarahnya turun. Mbak Ranti datang membawa kabar yang akhirnya layak disebut baik.

"Harmoni Nusantara kehilangan satu panelis tetap," katanya. "Mereka menawarkan tempat itu lagi. Syuting mulai Februari."

Program musik televisi tersebut pernah Laras tolak karena jadwal akad. Kini ia menjawab tanpa meminta izin siapa pun.

"Ambil."

Menjadi panelis tetap berarti wajah dan suaranya hadir setiap pekan. Itu bukan hanya pekerjaan. Itu jalan untuk membangun ruang yang tidak dikendalikan keluarga.

Malamnya, pesan Bram masuk.

Kangen.

Laras menatap kata itu terlalu lama.

Malam ini jemput?

Jarinya bergerak sebelum akal sehat menyusul.

Iya.

Bram mengganti tempat pertemuan ke hotel butik bergaya joglo dengan kompleks paviliun pribadi. Katanya vila membawa sial. Ia menjemput Laras dengan membawa syal bermotif mencolok dan kacamata hitam besar.

"Saya terlihat seperti buronan."

"Bagus. Berarti nggak ada yang mengenali."

Laras memeriksa bayangannya di kaca mobil dan terpaksa mengakui penyamaran itu efektif.

Masalah muncul setelah mereka turun. Bram menolak mobil antar-jemput karena takut pengemudi mengingat wajah mereka. Lima belas menit kemudian, mereka melewati papan kayu bertuliskan Cendana untuk ketiga kalinya.

"Kamu tersesat," kata Laras.

"Aku sedang memeriksa keamanan."

Laras merebut kartu kamar. "Nomornya ada di belakang."

Mereka baru berbelok ke jalan setapak lain ketika sebuah buggy berhenti di depan paviliun seberang. Laras langsung menarik Bram ke balik dinding bata.

Radit turun dengan setelan abu-abu biru yang sama seperti pagi tadi. Seorang perempuan dengan gaun hitam mengaitkan lengan padanya. Perempuan itu bukan Tiara.

Laras mengeluarkan ponsel. Ia hanya sempat mengambil satu foto sebelum keduanya masuk dan pintu menutup. Meski gelap, wajah mereka terlihat.

"Bukannya itu tunangan kesayanganmu?" bisik Bram. "Kali ini nggak direkam?"

"Jaraknya terlalu jauh. Siapa perempuan itu?"

"Vania. Manajer humas Grup Adiwangsa."

Nama itu membuat bukti tersebut lebih berharga. Vania punya akses pada media, rilis perusahaan, dan semua cara untuk menghapus skandal sebelum terbit.

"Sudah berapa lama?" tanya Laras.

"Nggak tahu. Dia sering ikut perjalanan kerja Mas Radit. Kalau melihat cara mereka jalan, ini bukan pertemuan pertama."

Laras memperbesar foto. Tangan Vania berada di punggung Radit dengan keakraban tanpa ragu. Satu gambar tidak membuktikan apa yang terjadi di balik pintu, tetapi cukup untuk menjadi pintu menuju bukti lain.

Laras menyimpan foto ke folder cloud. "Pantas dia selalu berhasil terlihat bersih."

"Mau ketuk pintunya?"

"Tidak. Biarkan dia merasa aman."

Mereka melanjutkan mencari paviliun sendiri. Bram masih kesal ketika Laras tertawa kecil melihat ia salah membaca tanda panah.

"Ternyata ada juga yang tidak bisa kamu lakukan."

"Aku nggak terbuka soal kekurangan."

"Kalau saya tidak terbuka, saya tidak akan naik ke ranjangmu." Laras membuka pintu paviliun mereka. "Kalau kamu tidak terbuka, bagaimana bisa sampai mengganggu calon istri abang sendiri?"

Wajah Bram menggelap.

Laras mencoba menutup pintu di depannya, tetapi telapak Bram menahannya. Ia masuk, menutup pintu dengan tumit, lalu mencubit pelan pipi Laras.

"Masuk," katanya di dekat telinganya. "Kita kenalan baik-baik sampai kamu ingat aku siapa."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!