NovelToon NovelToon
Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: lizzy Bae

Anya, seorang wanita biasa yang hidupnya tenang, terpaksa terjebak dalam kesepakatan berbahaya untuk menjadi tunangan palsu Kenji, Tuan Muda dari klan mafia paling ditakuti, selama enam bulan demi melunasi utang ayahnya.
Rencananya tampak sederhana, hanya perlu berpura-pura jatuh cinta di depan publik, namun Anya segera menyadari bahwa hidup di sisi Kenji berarti menghadapi dunia yang gelap dan mematikan, di mana pengkhianatan, pertumpahan darah, dan ancaman dari geng rival menjadi makanan sehari-hari.
Anya harus berjuang bertahan hidup di jaring kekejaman mafia sambil melawan perasaan terlarang yang mulai tumbuh untuk pria berbahaya yang hidupnya selalu berlumuran darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizzy Bae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Malam itu, mereka berdua menghabiskan waktu dengan mengobrol santai di ruang makan.

Beban berat yang selama ini membebani pundak Kenji seolah telah menguap entah ke mana.

Keesokan paginya, Anya dan Kenji mengunjungi rumah sakit khusus klan Bratadikara.

Mereka berjalan menyusuri lorong VIP menuju kamar rawat ibu Kenji.

Cklek.

Kenji membuka pintu kamar dan melangkah masuk diiringi Anya di belakangnya.

"Ibu," panggil Kenji dengan suara yang sangat lembut.

Seorang wanita paruh baya sedang duduk bersandar di ranjang rumah sakit sambil menonton televisi.

Wajah wanita itu masih terlihat pucat, namun sudah jauh lebih berisi dibandingkan saat pertama kali Anya melihatnya di ruang rahasia.

Bekas luka bakar di wajahnya juga sudah tidak terlalu mencolok karena perawatan intensif.

"Kenji, putraku," sapa wanita itu dengan senyum lebar yang sangat mirip dengan senyuman tipis Kenji.

Ibu Kenji lalu mengalihkan pandangannya pada gadis yang berdiri di belakang putranya.

"Ah, Nona Anya, kemarilah," panggil ibu Kenji ramah.

Anya berjalan mendekati ranjang dan tersenyum canggung.

"Selamat pagi, Nyonya," sapa Anya sopan.

"Jangan panggil aku Nyonya, panggil saja aku Ibu seperti Kenji," balas ibu Kenji sambil meraih tangan Anya.

"Kau adalah bidadari penolong yang dikirimkan Tuhan untuk menyelamatkan keluarga kami yang hancur ini."

Anya merasakan wajahnya memanas mendengar pujian yang sangat berlebihan tersebut.

"Ibu terlalu melebih-lebihkan, aku tidak sehebat itu," elak Anya malu-malu.

Kenji hanya berdiri di samping ranjang sambil menatap interaksi kedua wanita kesayangannya itu dengan senyum tulus.

"Kenji menceritakan semuanya padaku, bagaimana kau sangat berani di tengah hujan tembakan," lanjut ibu Kenji antusias.

"Dia bahkan bilang kau berhasil membongkar kedok Walikota korup itu sendirian."

Anya menoleh dan menatap Kenji dengan pandangan mematikan.

"Kau menceritakan detail pembantaian itu pada ibumu yang baru saja sembuh?" desis Anya pelan.

Kenji mengangkat bahunya santai.

"Ibu yang memaksaku untuk bercerita, dia sangat menyukai kisah aksi," jawab Kenji seenaknya.

Ibu Kenji tertawa pelan melihat interaksi lucu sepasang kekasih di depannya ini.

"Kenji tidak pernah menatap wanita mana pun seperti dia menatapmu, Anya," ucap ibu Kenji tiba-tiba berubah serius.

"Tolong jaga putraku yang keras kepala ini, ya."

Anya menatap ibu Kenji lalu beralih menatap pria bermata tajam di sebelahnya.

"Aku akan menjaganya dengan baik, Ibu," jawab Anya tulus.

Kunjungan hari itu berjalan dengan sangat hangat dan menyenangkan.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Kenji merasakan kebahagiaan sebuah keluarga yang utuh meski hanya ada tiga orang.

Beberapa hari kemudian, kehidupan di rumah utama Bratadikara mulai berjalan normal kembali.

Klan Naga Hitam sudah hancur lebur dan wilayah kekuasaan mereka berhasil diambil alih sepenuhnya oleh Kenji.

Walikota telah resmi ditahan dan sedang menunggu proses persidangan atas kasus korupsi dan pencucian uangnya.

Posisi klan Bratadikara di kota ini kini menjadi sangat absolut dan tidak tersentuh.

Sore itu, Anya sedang duduk di taman belakang sambil membaca sebuah buku novel fiksi dari aplikasi Noveltoon.

Anya baru saja menamatkan sebuah cerita berjudul 'Petani Sultan: Sistem Perkebunan Surga'.

"Cerita yang unik, kapan-kapan aku ingin mencoba menulis hal seperti ini juga," gumam Anya pelan.

Syuuu.

Angin sepoi-sepoi bertiup memainkan anak rambut Anya yang tergerai bebas.

Tiba-tiba, suara sistem berbunyi nyaring memecah keheningan sore itu.

[Peringatan: Deteksi Anomali Jaringan teridentifikasi.]

Anya mengernyitkan keningnya membaca notifikasi aneh tersebut.

"Anomali jaringan? Apa maksudnya?" batin Anya bingung.

[Misi Arc 3 Diaktifkan Secara Paksa.]

[Tujuan Utama: Temukan kebenaran tentang 'Proyek Chimera' dari masa lalu.]

Anya langsung menutup bukunya dan duduk tegak dengan perasaan waswas.

"Proyek Chimera? Nama yang sangat asing," gumam Anya.

Belum sempat Anya mencerna informasi tersebut, Kenji berjalan menghampirinya dengan langkah tergesa-gesa.

"Anya," panggil Kenji dengan raut wajah yang sangat tegang.

"Ada apa, Kenji?" tanya Anya cemas berdiri dari kursinya.

Kenji menyerahkan sebuah amplop hitam polos yang tertutup rapat.

"Bima baru saja menemukan amplop ini tergeletak di depan pintu gerbang utama kita."

Anya menerima amplop itu dan membukanya perlahan.

Klak.

Di dalam amplop hitam itu hanya terdapat sebuah foto berukuran kecil yang sudah sedikit usang.

Anya menarik foto itu dan melihat gambar yang ada di dalamnya.

Matanya langsung terbelalak kaget hingga napasnya tercekat di tenggorokan.

Foto itu menampilkan seorang pria paruh baya yang sangat dia kenali.

Pria itu sedang berdiri tersenyum di depan sebuah laboratorium besar dengan mengenakan jas putih panjang.

Itu adalah Herman, ayah kandung Anya yang selama ini menghilang.

Tapi bukan itu yang membuat Anya sangat syok.

Di belakang ayahnya dalam foto itu, terdapat logo sebuah perusahaan yang sangat familiar.

'LunaraMode Research Center'

"A-ayahku... bekerja untuk LunaraMode?" bisik Anya dengan tangan bergetar hebat.

Kenji menatap Anya dengan pandangan penuh tanda tanya.

"Kau bilang ayahmu hanya seorang pecundang yang suka berjudi?" tanya Kenji hati-hati.

Anya menggelengkan kepalanya dengan kuat.

"Aku tidak tahu, Kenji! Seumur hidupku, aku hanya tahu dia adalah penjudi yang menghancurkan hidup kami!"

Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Anya.

Kenji langsung menarik Anya ke dalam pelukannya untuk menenangkan gadis itu.

Grep.

"Kita akan mencari tahu kebenarannya, jangan panik," bisik Kenji menenangkan.

Masa lalu yang selama ini dikubur dalam-dalam kini muncul kembali ke permukaan.

Dan Anya baru menyadari, bahwa hidupnya di dunia mafia ini mungkin bukanlah sebuah kebetulan semata.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!