NovelToon NovelToon
MY LOVELY BRONDONG

MY LOVELY BRONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Nikahmuda
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

Calon suaminya tak datang saat hari H pernikahan, Pevita menangis dan malu sekali. Ditambah amarah sang papa sangat terlihat jelas, keluarga dokter dipermalukan sampai begini tentu tak terima.

Keajaiban justru datang dari Kalandra, keponakan ibu tiri Pevita, dengan berani maju, berniat menggantikan sang pengantin pria. Jelas saja Pevita tak mau, tapi melihat kesungguhan Kalandra, papa Pevita pun menerima.

"Kamu tuh bocil, kenapa sok-sok an mau menikahiku segala sih?" protes Pevita setelah rangkaian pernikahan selesai malam itu.

"Namanya juga jodoh, tidak akan salah alamat kan," Pevita hanya memutar bola mata malas mendengar ungkapan hati sang suami yang terpaut usia 2 tahun lebih muda darinya.

Dunia Pevita siap gonjang-ganjing karena pemuda brondong ini. Alamak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DEBAT BERUJUNG NIKMAT

Selama mengikuti perkuliahan, Kala tak fokus sama sekali. Berkali-kali ia melirik ponselnya dengan harapan pesannya dibalas Pevita.

Kamu kenal dengan Mas Kaffa?

Mbak kok gak bales?

Kalau ada keperluan berkaitan dengan IT aku bisa bantu Mbak.

Mbak balas dong. Sejak tadi chatku gak dibalas sama sekali.

Mbak marah kah?

Mbak bisa tertawa lepas sama cowok lain, tapi cemberut mulu sama aku. Padahal aku juga gak kalah ganteng.

Mbak Pevita, i love you.

Mbak, kalau aku salah aku minta maaf, dari tadi malam diemin aku mulu.

Sampai pulang kuliah, pesan Kala tidak dibalas sama sekali oleh Pevita. Kala makin sebal menjelang maghrib Pevita belum juga pulang. Mendadak Kala punya pikiran buruk, jangan-jangan dia kencan sama Kaffa.

Kala menghubungi Pevita beberapa kali, tapi tak juga diangkat. Saat ditanya papa, Kala hanya bisa jawab Mbak Pev sedang kerja kelompok membuat makalah masakan nusantara, Pa. Sungguh, Kala dibuat was-was karena sang istri tak kunjung pulang.

Untung saja papa ada operasi mendadak, hingga tak bertanya ke mana Pevita lagi. Kala tak tenang, ia menunggu di depan rumah, sembari terus menghubungi Pevita. "Kamu marahan sama Pevita kah, Kal?" tanya beliau, mulai curiga karena wajah Kala tampak gelisah.

"Enggak, Tan. Cuma dari kemarin Mbak Pev diam saja!"

"Sejak Tania datang?" tanya Tante Lily, dan Kala mengangguk.

"Cemburu tuh, tapi Tante yakin Pevita tak mau mengakui, gengsi dia sebagai anak tunggal terlalu tinggi Kal. Tante juga sudah bilang sama mama kamu, agar menasehati Tania, ya maaf Tante ambil tindakan agar Tania jaga jarak sama kamu. Maaf kan Tante ya, Tante hanya gak mau suami Tante protes dan mengusir Tania jika tahu kalau gadis itu terlalu dekat dengan kamu," ujar Tante Lily. Kala sendiri tak menyangka, kalau mertuanya ini ikut bertindak, pantas saja mama tak butuh penjelasan berlebihan saat Kala meminta mama membawa pulang Tania.

"Kala juga salah, Tan. Gak peka dengan raut Mbak Pev. Cuma tadi pagi, Kala sudah memberi batasan pada Tania."

"Baguslah, Pevita itu lama menjadi anak tunggal. Dia kalau sudah menilai sesuatu, tak bisa orang lain mengubah pandangannya. Jadi sabar-sabar aja ya kalau dia keras kepala," Kala mengangguk, memgingat dalam memorinya nasehat mertuanya ini.

Pevita pulang sekitar jam 9 malam, Kala langsung berdiri menunggu sang istri. Wajahnya masih jutek, dan sengaja tak menyapa Kala saat melewati sang suami. "Dari mana? Aku khawatir, aku telepon berkali-kali kenapa gak diangkat?" Kala tak bisa diam saja. Ia mengekor Pevita meski sang istri tak menganggapnya sama sekali.

"Mbak," Kala menahan lengan Pevita saat menarik handle pintu. Pevita hanya melihat lengannya, dan dari tatapan saja Kala paham, Pevita tak suka dengan sikap Kala ini. Terpaksa Kala melepasnya.

Pevita meletakkan tas dan kunci mobil di meja begitu saja. Langsung mandi dan tak menggubris Kala. "Fix marah sih," ucap Kala dengan menghela nafas berat. Kala pun menunggu Pevita mandi, pokoknya malam ini mereka harus ada obrolan.

Begitu Pevita keluar dan mengeringkan rambutnya serta mengambil ponselnya di dalam tas, Kala masih tak disapa. "Mbak kalau marah sama aku tuh bilang, kalau aku salah kasih tahu salahku di mana. Jangan diam saja. Kapan kita bisa akur kalau setiap ada masalah, Mbak diam begini," protes Kala dengan nada frustasi.

Pevita hanya melirik saja dan masih memilih diam, lebih baik bermain ponsel saja di atas kasur. Kala tak sabar dicuekin begini. Secara spontan ia mengambil ponsel Pevita.

"Balikin ponsel aku!" pinta Pevita dengan jutek, terlebih wajahnya tak ramah sama sekali.

"Kalau suami ngomong tuh diladenin, Mbak. Aku chat gak dibalas, ngomong secara langsung juga dicuekin. Lalu aku harus apa?"

"Balikin!"

"Gak bakal. Kalau Mbak tetap diam!"

"Mau lo apa sih?"

"Ya kita bicara, Mbak. Sejak semalam, Mbak sudah mogok bicara sama aku, hari ini apalagi. Sampai kapan Mbak diam begini."

"Suka suka gue mau ngomong atau enggak sama lo!"

"Ya gak bisa gitu dong, aku suami Mbak loh!"

"Suami? Masih ingat status?"

"Masih!" ucap Kala tegas. Tapi Pevita hanya menanggapinya dengan tersenyum sinis.

"Kalau merasa menjadi suami, kenapa bisa enak banget jalan sama cewek lain, eh bukan ding sahabat tersayang!" sebenarnya Kala ingin tertawa, karena kalimat Pevita menunjukkan rasa cemburu. Namun, malam ini bukan waktunya untuk meledek.

"Aku salah, maaf!"

"Ya udah sih, anggap saja masalah selesai. Lo sadar gue diam kan sahabat kecil udah pulang. Coba kalau enggak, pasti malam ini lo bakalan kencan tanpa menghargai perasaan gue!"

"Iya, maaf! Aku teledor kemarin. Aku gak peka, harusnya kalau Mbak gak mau ikut itu artinya aku juga gak usah ikut juga!"

"Lagian, sahabat kecil lo tuh udah beda dengan dulu. Dia sudah tumbuh menjadi cewek dewasa, gak patut lah lo bisa sedekat itu dengan dia, gandengan tangan di depan umum, padahal lo pakai cincin nikah. Lo menganggap dia hanya sahabat kecil, tapi kalau dia mengajak tidur bareng juga bisa bunting!" ceplos Pevita dengan jutek.

"Iya, aku sadar akan hal itu, tadi pagi aku juga sudah bilang sama Tania untuk jaga batasan. Dia tak terima tapi aku akan jaga jarak sama dia. Kalau sampai tidur bareng kayaknya gak mungkin, selama ini aku gak pernah sejauh itu!"

"Gak yakin!" balas Pevita makin jutek lagi. Kala mendekati sang istri, menyerahkan ponselnya. Sengaja duduk di samping Pevita juga.

"Mbak sejak tadi aku nahan buat gak ketawa loh, Mbak Pev terlihat cemburu banget," Kala memberanikan diri, karena detik itu juga Pevita langsung melirik tajam. "Mbak udah cinta ya sama aku?" ledek Kala dengan merangkul pundak Pevita.

"Apaan sih," jelas Pevita berontak, mana mau dia mengakui. "Dih, apaan gue cemburu. Gak ya. Tania gak level sama gue, ya ngapain cemburu sama orang di bawah level gue!"

'Oh gak cemburu ya, yah aku ge-er dong. Tapi kalau gak cemburu kok bisa berpikir sampai tidur bareng?" makin meledek saja Kala, padahal Pevita sudah siap-siap beranjak pergi tak mau dengar omongan sang suami.

"Mbak ayo dong mengaku, cemburu!" kali ini Kala mengunci tubuh langsing Pevita yang hendak kabur.

"Lepas gak!" berontak Pevita, namun Kala langsung mencium tengkuk Pevita. Gadis itu spontan terpaku, dan tak lagi berontak. Kala membalikkan badan langsing Pevita. Keduanya sekarang berhadapan.

"Maaf ya, aku gak peka. Setelah ini aku akan lebih menghargai perasaan kamu dibandingkan cewek mana pun," ucap Kala kemudian menempelkan bibirnya pada Pevita. Awalnya Kala yang melumat, seolah tak ada balasan, namun tak lama, Pevita pun membalas lumatan tersebut. Bahkan Pevita sampai berjinjit dan mengalungkan tangannya ke leher sang suami.

Obat terpenting setelah perdebatan pasutri adalah menciptakan keintiman. Lumatan itu terus berlangsung, bahkan tubuh langsing Pevita kini berada di bawah kungkungan Kala.

"Gak ada pengaman, tapi aku udah gak tahan, gimana Mbak?" tanya Kala galau, gejolak laki-lakinya sudah on, tak mungkin berhenti di tengah jalan.

Pevita tak perlu menjawab, cukup memberi ciuman pada Kala sebagai izin untuk melanjutkan keintiman mereka.

#travel otak masing-masing dipersilahkan.😀😀😀😀

1
Vivi Zenidar
jangan sampai ribut
Lel: ribut dong
total 1 replies
Vivi Zenidar
cerita nya menarik
Lel: terimakasih
total 1 replies
FiKiBiMi
makasih loh kak. 😍
Humaira izzatunisa
luar biasa
Lel: terimakasih
total 1 replies
Septyana Kartika
Buat mama Kala, ntar sore ikut yuk
nobar , pengajian nya mamah Dedeh
Lel: biar adem
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
protective seorang ibu yg msh melihat anak laki2 nya adalah bayi yg kmrn masih dia susui dan mandikan😍😍 ggp mah kala hebat kok strong d luar ruangan maupun dalam🤣🤣🤣
Lel: hwkwkkwkw mak nya belum rela🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ish. jebul lg ena2.. nah gini normale after married istri ttp no 1 tggl jg lbh mlh sm istri bukan ibu lagi tp bukan berarti ibu d lupakan cm sdh bkn prioritas lagi dan skrg berjarak🤭
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒: iya, intine hub pasutri nya sehat bs menjalani peran satu sama lain. g d drama mertua yg g rela anak nya hdp sm wanita pujaane..tp dsni mm nya kala apa mmng g suka dg pevita? apa krn anak org kaya yg g biasa hdp susah tkt bebani anak laki2 nya
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
alhamdulillah dapet hidayah dr acil🤭 anak org kaya tp bisa menghargai hsl krja org lain dan mnydari kkrgan dr sndiri .. y gt deh kl kt g krasa susahw cr duit buang2 enak bgt g mkr beda sm yg susah payah psti akan lbh bijak bkn brti pelit y😌
Lel: harus...dunia berputar
total 1 replies
Vivi Zenidar
wkwkwkwk
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ini mrp prinsipe sabda arimbi apa mantu nya lupa aq🤭
Lel: aku sendiri lupaaaa🤣🤣🤣
total 1 replies
apiii
akhh akhirnya authornya up lagiii udh kangen loh sama berondongnya akuuu🤭❤️
Lel: hwkwkww suka sama brondonggg🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
oh s pevita mmg balungan sugeh yg g pernah tau susahnya cr uang y, tp bkn anak yg g tau diri juga si mkne lempeng pergaulane
Lel: orang tuanya berpendidikan insyaAllah anaknya tahu batasan
total 1 replies
mamah fitri
nyesel aku telat baca ini...bagus banget.. ga pernah gagal emang karya author nih 😅😍😍
Lel: terimakasih...
total 1 replies
apiii
untung gajadi coba kali jadi gabisa dpt berondong nakal dan hot🤭
Lel: uhuyyy
total 1 replies
apiii
bikin baper aja tuh berondong🤣
apiii
tuh kan si kala emng masih bocahhh
apiii
lebih getol lagi cil godainnya
apiii
saya suka nih yg berondong" 🤣
Lel: awh awh🤭🤭🤭
total 1 replies
Ny Park Jimintul
adi 23th?kan Adi bokapnya si pevita thor🤭 refan kaliiii🤣
Lel: iyaaaaaa typoii mkshhhh👻👻👻
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
kasian bgt km refan..hancur lebur ini krn dasar pribadine jelek rusak karna cem2ane
Lel: sudah kadung basah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!