NovelToon NovelToon
Bangkitnya Sang Pewaris Iblis

Bangkitnya Sang Pewaris Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Demi takhta tertinggi Klan Zhou, Zhou Yu dijebak oleh konspirasi kejam. Menggunakan ramalan palsu, para tetua mengasingkannya ke Pulau Sunyi—tempat para biksu tanpa kekuatan kultivasi, tempat di mana masa depannya sengaja dikubur hidup-hidup.

​Enggan membiarkan takdirnya mati dalam kesunyian, Zhou Yu nekat melarikan diri ke Hutan Keramat yang tabu. Di sana, di balik kabut abadi, dia menemukan kerangka naga raksasa yang terantai.

​Siapa sangka, setetes darah Zhou Yu justru menghancurkan segel kuno dan membangkitkan takdir yang sebenarnya: Garis Keturunan Iblis Kuno yang ditakuti langit dan bumi! Dengan tulang naga iblis di tubuhnya dan dendam yang membara di hatinya, Zhou Yu berjalan keluar dari pulau pengasingan.

​"Kalian membuangku karena takut aku merebut takhta? Bersiaplah, karena sekarang aku kembali untuk meratakan seluruh klan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah Pertama

​Langkah kaki Zhou Yu terdengar berirama saat dia kembali memasuki Kota Pelabuhan Linhai.

​Sinar matahari pagi yang cerah menyinari jubah hitamnya, namun anehnya, cahaya itu seolah terserap oleh kepekatan kain penyamarannya. Berkat kendali sempurna dari Fondasi Hitam Sembilan Tingkat miliknya, seluruh tekanan aura ranah Pendirian Fondasi yang menakutkan itu kini tersembunyi rapat di dalam tubuh.

​Di mata orang awam, dia hanya terlihat seperti pemuda pengembara biasa tanpa kultivasi sama sekali.

​Zhou Yu berjalan lurus menuju kedai teh tua di sudut mati kota. Tanpa mengetuk, dia mendorong pintu belakang dan melangkah masuk ke ruangan rahasia di lantai dua.

​Gu Feng yang sedang memeriksa beberapa gulungan kertas informasi di atas mejanya langsung tersentak kaget. Begitu matanya tertuju pada sosok berjubah hitam yang baru masuk, sang makelar informasi secara refleks berdiri dari kursinya.

​Deg!

​Meskipun Zhou Yu telah menyembunyikan energinya secara total, insting tajam Gu Feng sebagai manusia yang hidup di dunia bawah tanah mendeteksi perubahan drastis pada pemuda di hadapannya.

​Tiga hari lalu, Zhou Yu terasa seperti sebilah pedang tajam yang haus darah. Namun sekarang, pemuda itu terasa seperti sebuah jurang dalam yang tak berdasar—tenang, gelap, dan mengintimidasi secara mutlak!

​"Tuan Muda Yu Ling... Anda sudah kembali," ucap Gu Feng, suaranya mengandung rasa hormat yang jauh lebih dalam dari sebelumnya. Dia menelan ludah dengan susah payah.

​"Melihat kondisi Anda, tampaknya Lembah Kabut Beracun telah memberikan hasil yang... memuaskan?"

​Zhou Yu duduk di kursi kayu di depan meja, mengabaikan pertanyaan itu. "Aku butuh apa yang aku minta sebelumnya. Rute tercepat dan paling aman untuk menuju ke wilayah ibu kota Klan Zhou."

​"Tentu saja, semuanya sudah saya siapkan," Gu Feng dengan cepat mengeluarkan sebuah token perunggu tebal dan selembar surat jalan dari dalam laci mejanya.

​"Ini adalah tiket kapal terbang komersial kelas atas milik Kamar Dagang Sembilan Surga. Kapal itu akan berangkat dalam tiga hari ke depan langsung menuju ibu kota. Identitas yang tertera di sana adalah 'Yu Ling', seorang pengawal pengembara. Dengan tiket ini, jaringan pengawas milik faksi Zhou Gung tidak akan mencurigai Anda."

​Zhou Yu menerima token perunggu tersebut, lalu menyimpannya di balik jubah. "Bagus. Urusan kita di kota ini selesai."

​Namun, Gu Feng tidak langsung membiarkan Zhou Yu pergi. Wajahnya berubah menjadi agak ragu dan serius. "Tuan Muda, ada satu hal lagi yang harus saya sampaikan. Perjalanan Anda menuju dermaga kapal terbang di luar gerbang kota mungkin tidak akan berjalan mulus."

​Zhou Yu mengangkat sedikit pandangannya dari balik tudung jubah. "Sekte Api Merah?"

​"Benar," Gu Feng mengangguk pahit. "Huo, pemuda yang Anda pukul di pasar tiga hari lalu, adalah putra tunggal dari Tetua Agung Sekte Api Merah. Luka-lukanya sangat parah; hampir seluruh tulang rusuknya hancur.

​Saat ini, Sekte Api Merah telah mengamuk. Mereka mengerahkan ratusan murid dan beberapa Tetua ranah Pendirian Fondasi untuk memblokade seluruh gerbang keluar Kota Linhai. Mereka mencari seorang pemuda berjubah hitam dengan ciri-ciri kekuatan fisik monster."

​Gu Feng mencondongkan tubuhnya ke depan, berbisik menyarankan. "Saya bisa mengatur jalur tikus bawah tanah melalui saluran air kota untuk menyelundupkan Anda keluar, meskipun itu akan memakan waktu sedikit lebih lama. Bagaimana?"

​Mendengar tawaran itu, sudut bibir Zhou Yu terangkat, membentuk seulas senyuman tipis yang dingin.

​Melarikan diri lewat saluran air? Sang naga yang baru saja membentuk fondasi abadi tidak akan pernah merangkak di dalam gorong-gorong kotor hanya karena sekelompok lalat pengganggu!

​"Tidak perlu," jawab Zhou Yu pendek sambil berdiri dari kursinya. "Aku akan keluar lewat gerbang utama."

​"Tapi Tuan Muda, mereka memiliki Tetua ranah Pendirian Fondasi!" Gu Feng mencoba memperingatkan, mengkhawatirkan investasi informasi yang telah dia berikan kepada pemuda ini.

​"Ranah Pendirian Fondasi?" Zhou Yu membalikkan badannya, berjalan menuju pintu keluar. Suaranya terdengar sangat datar namun sarat akan kehendak mutlak.

​"Jika mereka memilih untuk mengabaikanku, mereka akan selamat. Tapi jika mereka berani menghalangi jalanku... maka Sekte Api Merah tidak perlu ada lagi di kota ini."

​Satu jam kemudian, di Gerbang Utama Kota Linhai.

​Atmosfer di sekitar gerbang batu raksasa itu terasa sangat tegang. Antrean panjang para pedagang dan pengembara tertahan, tidak diperbolehkan keluar sebelum melewati pemeriksaan ketat. Puluhan murid berjubah merah menyala dari Sekte Api Merah berdiri berjajar dengan senjata terhunus.

​Di barisan paling depan, seorang pria paruh baya berwajah kejam dengan kultivasi ranah Pendirian Fondasi Tingkat 2 duduk di atas kursi kayu sambil mengawasi dengan mata elang. Dia adalah Tetua Huo Feng, ayah dari Huo yang dipukuli Zhou Yu.

​Wusss!

​Amarah yang meluap-luap membuat energi elemen api di sekitar tubuhnya bergejolak hebat, meningkatkan suhu udara di sekitar gerbang hingga terasa membakar.

​Di tengah antrean yang riuh oleh keluhan orang-orang, sesosok pemuda dengan jubah hitam polos dan tudung dalam berjalan dengan langkah konstan. Dia tidak menghentikan langkahnya, bahkan ketika jaraknya sudah semakin dekat dengan pos pemeriksaan utama.

​Gerakan pemuda jubah hitam yang tenang dan acuh tak acuh itu langsung menarik perhatian salah seorang murid sekte yang memegang lukisan sketsa wajah.

​"Pakaian hitam... tudung dalam... dan postur tubuh itu!" Murid itu membelalakkan matanya, lalu menunjuk ke arah Zhou Yu dengan berteriak histeris. "Tetua! Itu dia! Pemuda jubah hitam yang melukai Tuan Muda Huo!"

​Sret! Sret! Sret!

​Dalam sekejap, lebih dari tiga puluh murid Sekte Api Merah langsung bergerak mengepung Zhou Yu dari segala arah, menutup seluruh jalur pelarian di depan gerbang.

​Tetua Huo Feng perlahan bangkit berdiri dari kursinya. Matanya merah karena amarah saat menatap tajam ke arah Zhou Yu.

​Sring!

​Dia menarik sebuah pedang besar dari punggungnya yang langsung membara dengan api merah yang pekat, menciptakan tekanan ranah Pendirian Fondasi yang membuat para pedagang di sekitar langsung lari berhamburan ketakutan.

​"Bocah keparat! Akhirnya kamu berani memunculkan kepalamu!" raung Huo Feng dengan suara menggelegar.

​"Melukai putraku hingga cacat, dan sekarang kamu mengira bisa berjalan keluar dari Kota Linhai ini dengan mudah? Hari ini, aku akan menguliti tubuhmu dan membakar jiwamu hingga abu!"

​Zhou Yu menghentikan langkah kakinya tepat di tengah kepungan. Di bawah perhatian ratusan pasang mata yang mengiranya akan gemetar ketakutan, Zhou Yu perlahan mengangkat tangannya, menurunkan tudung jubah hitamnya hingga memperlihatkan wajahnya secara utuh.

​Sepasang mata cokelatnya menatap lurus ke arah pedang api Huo Feng tanpa ada rasa takut sedikit pun.

​"Aku sedang terburu-buru," ucap Zhou Yu. Suaranya terdengar sangat tenang, namun menggema dingin di langit gerbang kota.

​"Minggir, atau mati."

1
yos helmi
😍😍😍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
kalau up hanya satu dua bab .. jadi malas kasih dukungan.. biasanya cerita ng tamat..
LanzT0k3: sabar yahh ka
aku usahain 🤭🤭
total 1 replies
Danzo28
mantap
LanzT0k3: terimakasih
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!