NovelToon NovelToon
Siapa Yang Harus Kupilih?

Siapa Yang Harus Kupilih?

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Komedi / Romantis
Popularitas:227
Nilai: 5
Nama Author: A Giraldin

Kegelapan dan Cinta sangat cocok untuk menggambarkan cerita ini. Karakter utamanya adalah seorang pemuda bernama Hayakawa Yugioh.

Ia bertemu dengan tiga gadis cantik di tempat yang berbeda-beda. Kuroyuki Yukino (Stasiun Kereta), Minazuki Reina (Klub Voli), dan Hanamori Airi (Hujan Badai).

Yugioh membantu semuanya untuk menyelesaikan masalah hidup masing-masing. Seiring berjalannya waktu, ketiganya mulai jatuh cinta padanya.

Dimulai dengan mengancamnya menggunakan benda tajam, menguntitnya ke manapun ia pergi, dan paling parah mengajaknya mati bersama.

Diakhir... Mereka mengajukan pertanyaan yang intinya: 'Siapa yang akan ia pilih untuk menjadi istrinya?.'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3.13: Pilihan

“Ethan honey, you don’t need to be afraid! There is me who looks for you. Think of fun things okay!”

Entah Ethan mendengar suara Scarlet atau tidak, yang pasti setelah dia mengatakan itu padanya, hal baik terjadi pada mimpinya.

Diawali dengan ada banyak sekali domba berkeliaran di padang rumput yang sangat luas serta dipenuhi banyak pohon pinus.

Di dekat situ, terdapat banyak genangan air indah yang cocok kalau semisalnya melompat cepat ke sana dan hasil jepretan bakal menarik.

Kotoran dan air ditambah indahnya pemandangan belakang berupa pegunungan serta langit indah bernuansa musim semi, pastinya foto yang dihasilkan akan cukup menarik.

Ada sekitar 10 domba yang sedang melompat mengelilingi tiga anak domba yang sedang asyik makan.

Kenapa kawanan domba atau domba dewasa ini melakukan hal seperti itu? Bukan untuk menghalangi pemandangan, namun sebagai upaya pencegahan dari gangguan luar.

Di luar situ, jika ketiga anak domba ini menembus para domba dewasa, maka dipastikan tidak akan bisa kembali seperti semula.

Mimpi yang terlihat indah, namun ternyata tidak demikian. Setelah mimpi tersebut, datang lagi mimpi baru.

Di mimpi pertama sebelum dibisiki Scarlet, Ethan ada, selanjutnya tidak ada, dan sekarang pun sama seperti yang kedua.

Ethan mungkin tidak ada, tapi terlihat banyak sekali orang aneh yang menikmati pemandangan laut.

Kenapa disebut aneh? Jika kebanyakan orang mabuk akan beristirahat di ruangan masing-masing agar sembuh, mereka semua ini tidak melakukannya.

Muntah terus-terusan tanpa henti dan bahagia sekali tanpa peduli siapapun yang melihat mereka.

Walau pemandangan laut cukup indah, karena bagian dalamnya terlihat. Di dalam sana terdapat banyak sekali terumbu karang warna-warni.

Rumput laut dan hewan-hewan laut terombang-ambing santai dan kelihatan cantik sekali.

Kalau di video, hasilnya begitu jernih dan bisa mendapatkan suatu hadiah kalau dimasukkan ke dalam lomba yang berkaitan dengan hal tersebut.

Beralih dari situ, Ethan saat ini ada lagi dan di mimpi yang berbeda dari sebelum-sebelumnya.

Terlihat dirinya sedang duduk santai melihat matahari terbenam di pantai yang begitu indah.

Lautannya tak tercemar dan hanya ada dirinya seorang. Bagian belakang, Ethan kelihatan menikmatinya, namun tidak dengan bagian depan.

Kalau melihat keseluruhan tubuh bagian depannya, wajahnya begitu pucat dan terlihat sangat kelelahan.

Ethan seperti sudah dikejar-kejar oleh makhluk aneh atau mungkin memang demikian, karena ada bekas cakaran di kedua sisi pipinya.

Mimpi ini belum berakhir dan sebelum berganti, memperlihatkan Ethan dalam keadaan hanya memakai celana renang sedang menunggu sesuatu menghampirinya.

Sesuatu itu adalah dua ekor hiu yang sudah siap memangsanya dari sisi kiri dan kanan. Entah apa yang terjadi selanjutnya, intinya... Sekarang ke mimpi selanjutnya.

Di mimpi kali ini, semuanya terlihat damai. Ethan kelihatan sangat bahagia sambil menyentuh rumput dan bergulingan di atasnya.

Beberapa hewan seperti kijang dan anak beruang bermain satu sama lain. Kedua hewan tersebut terlihat akrab serta seperti teman dekat dari lama.

Tak lama kemudian, langit yang asalnya cerah berubah menjadi gelap. Seisi mimpi ini hanya menampilkan layar televisi rusak.

Sedikit demi sedikit mendekat memperlihatkan sesosok orang yang sedang duduk di atas sofa.

Dia tersenyum lebar sampai gigi-gigi taringnya kelihatan. Banyak darah bercucuran dari situ dan tampak bahwa kedua matanya hilang.

Hal paling mengejutkan adalah... Itu adalah kedua mata Ethan dan setelah itu, Ethan pun langsung terbangun terperanjat.

Kalau di sini tidak dihentikan oleh kedua tangan Scarlet yang sudah bersiap menahannya, Ethan dipastikan akan menabrak tembok di depannya.

Di posisi ini, Scarlet tanpa basa-basi, selain menahannya, dirinya langsung memeluknya dengan sangat erat.

Keeratan ini sudah tak bisa diragukan lagi. Ini adalah bukti bahwa mereka berdua benar-benar pasangan yang sangat beruntung.

Entah itu bagi salah satunya atau mungkin keduanya. Ethan terlihat ngos-ngosan dan keringatnya sangat deras hingga keseluruhan tubuhnya kembali basah.

Saat ini, waktu menunjukkan pukul enam pagi. Ethan tidak memedulikan hal itu dan langsung melirik ke belakang.

Wajah pucatnya seketika dalam hitungan detik perlahan mulai kembali tenang. Napasnya sudah bisa diatur dan Scarlet yang melihat itu semua tampak sangat senang.

“Maybe, before Ethan honey tells everything you dreamed, i can remind you first that today the bank will come here to give your gift.”

“Y-you right. And...”

Ethan saat ini sudah kembali normal. Tindakan cepat ternyata bisa mengatasi hal mengerikan yang dilihatnya dalam beberapa saat saja.

“Thank you.”

“Your welcome.”

Ethan melepaskan diri dari Scarlet dan keduanya saling berhadapan. Pembicaraan pun dimulai dengan sebuah pertanyaan.

“What is Ethan honey first dream?”

“I sat on a rocking chair alone. The room that is bright and quiet sounds holding the heart of the heart every fine seconds once and the blood directly comes out in all directions. After that, strange languages rang in my head. At the end of the dream... Something smiled mocked me with his two balls of red and many dead people surrounding me. The rough voice woke me up and it was the end of the first dream. Want to continue, Scarlet honey?”

Scarlet menundukkan kepalanya berpikir sejenak. “What sounds every strange language, Ethan honey?”

“I-i didn’t remember it. There are lots of strange languages and i don’t understand they say.”

Mendengar jawabannya, Scarlet tersenyum tipis. “All right. No need force yourself again to remember it. Next, i want to know your dream, so... Yes, please continue.”

Ethan terlihat senang sekali karena istrinya sangat pengertian padanya. “Alright. So... The second dream is quite terrible. It’s about a good man who hides a secret. He said it was too late to apologize to the woman. Destiny will take him to the worst place in this world. This man doesn’t believe it and... He wears my body, if his voice is different from me. When i tried to get up, something happened and then until the end was a strange dream. Should i continue my story or not, Scarlet honey?”

Ekspresi wajah Scarlet tampak pucat dan ketakutan merajalelai tubuhnya. “A-are you okay, Sc-scarlet honey?”

“Oh! Y-yeah. I’m fi-fine, hahaha.”

Why is it? Does my wife hurt? If i continue to question it, while her never thought of myself in the direction that wasn’t, i’d better believe her words. And...

Karena Scarlet terlihat sama sepertinya, dengan cepat Ethan langsung memeluknya erat-erat.

Ketika Scarlet mau membalas pelukannya, tiba-tiba terdengar sebuah ketukan. Salah satu dari anak mereka melakukan hal tersebut.

Moment romantis pun tidak benar-benar terjadi dan selanjutnya keduanya langsung agak menjauh serta beranjak cepat dari atas kasur.

“Who is there? Clayra, Ruben, or my little son Garrinson?”

“This is Clayra dady!”

“Okay.”

Ethan membuka pintu dan dari belakang terasa Scarlet kayak kesal gitu dan memang benar demikian.

Entah dia marah pada Ethan atau mungkin Clayra, hal tersebut cuman sebentar saja dan selanjutnya tidak lagi.

“Hahaha, let’s eat Clayra, Scarlet honey!”

Setelah mengatakan itu, sambil menggendong Clayra di punggungnya, ia berjalan cepat dan Scarlet mengikuti keduanya dari belakang.

Begitu sampai di meja makan, terlihat Garrinson dan Ruben sudah ada di sana duluan.

“You all late! We both have waited for a long time. Right, Garrinson!”

Right too! I just remembered. My son Ruben even though when he only passed one second he had considered a long time. If someone comes faster than that, he will greatly appreciate it. Hahaha, really a child who doesn’t like wasting time.

But... Isn’t this a bit dangerous! Clayra will soon say a lot of numbers. If Garrinson likes a lot of talk, Ruben doesn’t like wasting time, then Clayra really likes... Mathematics.

Clayra terlihat menakutkan dan turun dari punggung Ethan. Scarlet dan Ethan yang mengetahui hal apa yang akan terjadi antara Clayra dan Ruben selanjutnya memilih langsung duduk saja.

Bisa dibilang, kalau dalam soal keakraban, Clayra dan Ruben sangat akrab sampai debat kepada masing-masing pihak pun bakal dilakukan.

Garrinson kurang lebih lebih menyukai sendirian berbicara banyak hal. Benar-benar keluarga yang aneh.

Garrinson di sini tahu apa yang akan terjadi kalau menembus perisai penghalang kedua kakaknya, jadinya dirinya memilih diam serta memilih untuk makan makanan di depannya saja.

Hal tersebut juga berlaku untuk Ethan dan Scarlet. Hahaha, disituasi ini, kedua orang tua dan anak paling kecil mereka sangat sama.

“At six o’clock in the morning less than five minutes was the time we got up together simultaneously. Five minutes more than five seconds is my total trip to the place of sleeping dady and momy sleep. The old thing was myself nervous about fear of waking them up at the wrong time. Five minutes plus five minutes are ten minutes. Five seconds not too much, right!”

Ruben terlihat marah dan memukul meja keras. “Late it’s late and it can’t be justified. If this is the condition of the State Emergency Meeting, you will be blamed, you know, Sister Clayra!”

Karena tidak mau menerima kata-katanya, Clayra maju lagi ke depan dan memukul meja.

Mereka berdua benar-benar akrab dan terlihat marah bersama. “Ahaha. It won’t emd well.”

Setelah Ethan mengatakan itu, bel berbunyi dan Scarlet tampak senang. “It seems like it’s a prize. Let’s check together, Ethan honey!”

“Alright, let’s go.”

Mereka berdua berhenti makan dan Garrinson daripada mendengar debat kedua kakaknya, dirinya memilih untuk mengikuti kedua orang tuanya saja.

Begitu sampai di depan pintu masuk, saat dibuka, tak ada siapapun. Ethan yang berada di depan melirik ke samping kanan dan kiri.

“No there’s someone in here.”

Ketika Scarlet mendengar itu, Garrinson ada di paling belakang dan melihat sekotak kardus di depan ayahnya.

“Dady, there is a box under you!”

“Really!? What’s bo__”

Belum selesai bicara, dia langsung mundur ketakutan dan membuat Scarlet juga Garrinson berada di depan.

Garrinson melakukan hal yang sama seperti Ethan, sedangkan Scarlet menatap serius isi kotak tersebut.

“I’m late.”

Suaranya sangat pelan dan di belakangnya, Ethan perlahan jatuh dan berakhir pingsan sambil terduduk.

Garrinson hanya bisa terdiam dengan detak jantung yang sangat cepat saking ketakutannya.

Saat ini, di dalam kotak tersebut berisi kepala manusia. Lebih tepatnya... Kepala seorang pria... Berambut perak... Dan sama persis seperti foto tanpa silang merah di kamar tidur... Scarlet.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!