NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2)

Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, Shen Yuan kini meninggalkan benua kelahirannya. Ia melangkah menembus Gerbang Lintas Benua menuju jantung peradaban Sembilan Cakrawala, siap membawa badai darah mematikan bagi para dewa palsu yang pernah merenggut segalanya darinya. Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kematian Sang Tuan Muda

Api biru pucat berkobar dengan buas di dasar Kuali Penempaan Darah, menjilat-jilat rantai besi yang mengikat tubuh Shen Yuan. Di atas tubuhnya, tetesan Darah Esensi Tuan Tanah Hantu yang berwarna hitam keunguan merembes masuk ke dalam pori-pori kulit Emas Gelap-nya, membawa racun Yin yang sanggup melelehkan gunung batu.

Bagi Bai Luo dan Bai Chen yang mengamati dari atas bibir kuali, pemuda fana itu sedang direbus hidup-hidup. Jeritan pertama yang dikeluarkan Shen Yuan terdengar sangat memuaskan di telinga mereka, pertanda bahwa tubuh fananya sedang berfungsi sebagai penyaring sempurna untuk menampung kotoran racun purba tersebut.

Namun, di dasar kuali yang tak tertembus pandangan itu, sebuah mukjizat kegelapan sedang terjadi.

Sutra Penelan Surga, Putaran Mutlak Pelahap Bumi!

Inti Emas Iblis di dalam Dantian Shen Yuan berputar dengan kecepatan yang memecahkan nalar. Bagaikan lubang hitam yang tak memiliki dasar, Nadi Iblis Penelan Surga menyambut serbuan Darah Esensi Tuan Tanah Hantu itu bukan sebagai racun, melainkan sebagai hidangan pangeran.

"Aaarrrghhh!" Suara jeritan roh-roh purba yang tersiksa terdengar dari dalam darah tersebut. Sisa-sisa kehendak sang Penguasa Jiwa yang tertidur di dalam darahnya mencoba memberontak saat menyadari bahwa mereka bukan sedang merasuki wadah fana, melainkan sedang dilahap oleh pemangsa yang lebih tinggi kaidahnya!

"Berisik," batin Shen Yuan sedingin es. "Daging fanamu sudah kulihat di makam. Darahmu ini hanya akan menjadi bahan bakarku!"

Hawa murni merah kehitaman meledak di dalam tubuh Shen Yuan, menggiling dan menghancurkan sisa kehendak purba tersebut tanpa ampun. Darah Tuan Tanah Hantu yang sarat akan energi Yin dan pemahaman kematian mengalir deras ke dalam Dantian-nya.

Di saat yang sama, api biru pucat dari susunan aksara kuali yang seharusnya memanggangnya, justru diserap oleh Tubuh Emas Gelap-nya. Api itu bertindak sebagai palu godam, sementara energi Yin bertindak sebagai landasan. Keduanya menempa fondasi Inti Emas Iblis Shen Yuan hingga ke titik mutlak.

Warna hitam pekat pada Inti Emas Iblisnya kini memancarkan kilau perak dan ungu gelap. Kepadatan hawa murninya melonjak berkali-kali lipat, mendaki dengan cepat dari batas Awal menuju Puncak Ranah Pembentukan Inti Emas Tahap Awal!

Di luar kuali, setengah batang dupa telah berlalu.

"Jeritannya sudah berhenti, Paman," ucap Bai Chen sambil tersenyum sinis, menatap kabut biru dan ungu yang mengepul dari dalam kuali. "Tubuhnya pasti sudah meleleh sepenuhnya dan menyerap seluruh racun. Yang tersisa sekarang hanyalah Esensi Darah murni yang siap Paman serap."

Bai Luo, sang Pelindung Bintang Tujuh, mengangguk perlahan. Wajahnya yang tampan dan dingin menunjukkan seulas kepuasan. "Fondasi fisik fana itu memang di luar dugaan. Mampu bertahan selama setengah batang dupa di bawah Api Penempaan berarti ia telah menyaring sembilan puluh persen racun korosifnya. Penatua Wu, matikan api susunan dan angkat sari patinya."

"Laksanakan, Tuan Pelindung!"

Penatua Wu melangkah maju. Ia menghentakkan tongkatnya ke lantai, memutus aliran hawa murni pada susunan aksara di dasar kuali. Seketika itu juga, kobaran api biru pucat perlahan mereda.

Penatua Wu mengibaskan lengan jubahnya, menciptakan hembusan angin kencang untuk menyibak kabut tebal yang memenuhi rongga kuali raksasa tersebut. Ia mencondongkan kepalanya ke dalam, mengharapkan melihat sebuah genangan darah murni tanpa tulang.

Namun, saat kabut itu tersibak, mata Penatua Wu membelalak hingga nyaris robek dari rongganya. Napasnya terhenti seketika.

Di dasar kuali tersebut, tidak ada genangan darah. Tidak ada tulang yang meleleh.

Seorang pemuda duduk bersila dengan tenang. Jubah abu-abunya telah habis terbakar tanpa sisa, menampakkan tubuh bagian atas yang memancarkan kilau perunggu kegelapan dengan urat-urat merah yang bersinar bak lahar. Rantai besi yang sebelumnya mengikat tangan dan kakinya telah putus berserakan, bukan karena meleleh, melainkan karena ditarik paksa hingga hancur!

Pemuda itu perlahan membuka kelopak matanya. Sepasang mata yang segelap malam memancarkan kilatan petir berdarah, menatap lurus ke arah Penatua Wu dengan aura penindasan yang seratus kali lebih menakutkan dari raja iblis mana pun.

"B-Bagaimana mungkin... K-Kau masih hidup?!" jerit Penatua Wu dengan suara melengking yang memecah keagungan ruangan tersebut.

"Terima kasih atas apinya," Shen Yuan berbicara, suaranya tidak lagi serak, melainkan bergema mengguncang dinding kuali perunggu.

Shen Yuan tidak berdiri. Ia hanya mengangkat tangan kanannya ke atas, mengarahkannya ke wajah Penatua Wu yang mengintip dari bibir kuali.

Bummmmm!

Sebuah telapak tangan raksasa yang terbuat dari hawa murni iblis merah kehitaman meledak keluar dari dasar kuali. Kecepatannya melampaui suara!

Penatua Wu yang berada di Ranah Pembukaan Nadi Puncak bahkan tidak memiliki waktu untuk berkedip, apalagi membentuk perisai hawa murni. Telapak tangan iblis itu menghantam tubuhnya dengan telak.

Craaaassshhh!

Tubuh Penatua Wu meledak menjadi kabut darah di udara! Daging, tulang, dan jubahnya hancur lebur tanpa sisa, disapu bersih oleh satu tamparan dari seorang ahli Inti Emas Iblis!

Darah segar memercik membasahi wajah Bai Chen yang berdiri tak jauh dari sana.

"P-Penatua Wu...!" Bai Chen membeku. Otaknya menolak memproses apa yang baru saja ia lihat. Penatua Wu dihancurkan menjadi debu? Oleh pemuda fana cacat yang ia bawa dari pelataran ujian?!

Baaam!

Kuali perunggu seberat puluhan ribu kati itu retak dan terbelah dua dari dalam.

Shen Yuan berjalan melangkah keluar dari celah kuali yang hancur. Ia merogoh Kantong Qiankun-nya, mengeluarkan sebuah jubah hitam bersulam awan darah, dan mengenakannya dengan gerakan yang sangat anggun dan tenang. Aura Inti Emas Iblis yang sebelumnya ia sembunyikan dengan rapat kini dilepaskan sepenuhnya. Udara di dalam ruang rahasia itu berubah menjadi berat bagaikan diisi oleh lautan raksa.

"Inti Emas?!" Bai Chen berteriak histeris, menunjuk ke arah Shen Yuan dengan tangan gemetar. "K-Kau bukan manusia fana! Kau menyembunyikan kultivasimu di depan Paman Bai Luo?!"

Bai Luo sendiri, sang ahli Ranah Peleburan Jiwa, untuk pertama kalinya menunjukkan raut terkejut. Matanya menyipit tajam, memancarkan cahaya perak yang sangat berbahaya. Ia memindai Shen Yuan, dan kini ia bisa merasakan jurang kegelapan yang tak berdasar bersemayam di dalam Dantian pemuda itu.

"Menarik," suara Bai Luo sedingin es. "Kau memiliki pusaka penyamar yang sanggup menipu kesadaran spiritual Peleburan Jiwa. Dan kau sengaja menggunakan keponakanku untuk membawamu masuk melewati Susunan Aksara Pemusnah Bintang milik sekte kami. Siapa yang mengirimmu? Kubu mana yang berani menantang Kuil Dewa Perak?"

"Tidak ada yang mengirimku," Shen Yuan melangkah pelan menuruni tangga altar kuali. "Aku datang sendiri. Dan aku bukan datang untuk menantang sekte kalian. Aku datang untuk meratakan gunung ini."

Mendengar arogansi yang melampaui batas tersebut, kemarahan Bai Chen akhirnya mengalahkan ketakutannya. Sebagai jenius Inti Emas Tahap Akhir dari Kuil Dewa Perak, ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia telah dipermainkan dan ditipu oleh pemuda seusianya.

"Bocah kurang ajar! Beraninya kau berbicara besar di depan pamanku! Kau pikir kau siapa?! Mati kau!"

Bai Chen meraung. Ia menghunus pedang pusaka peraknya yang berkilauan. Hawa murni Inti Emas Tahap Akhir meledak keluar dari tubuhnya, menciptakan badai salju dan kilatan cahaya yang memenuhi ruang tertutup itu.

"Jurus Pedang Bintang Perak: Tebasan Komet Jatuh!"

Bai Chen melompat ke udara, memusatkan seluruh kekuatannya dalam satu tebasan lurus yang mengincar kepala Shen Yuan. Serangan ini membawa kaidah pembelahan ruang; ketajamannya sanggup merobek baja pusaka tingkat tinggi seperti merobek kain basah.

Melihat serangan mematikan itu, Shen Yuan bahkan tidak menghentikan langkahnya. Ia tidak menghunus Pecahan Gigi Naga.

Ia hanya mengangkat tangan kirinya, membungkusnya dengan Tubuh Emas Gelap yang telah dipadatkan oleh energi Yin purba, dan membiarkan telapak tangannya menyongsong bilah pedang Inti Emas Tahap Akhir tersebut.

Klaaanggg!

Suara logam yang berderak memekakkan telinga meletus.

Wajah Bai Chen membeku dalam kengerian mutlak. Tebasan pamungkasnya... dihentikan sepenuhnya! Bilah pedang perak pusakanya dijepit kuat oleh ibu jari dan telunjuk Shen Yuan. Tidak ada darah yang keluar dari jari-jari pemuda itu. Bahkan kulitnya tidak tergores sedikit pun!

"I-Ini mustahil... pedangku..." Bai Chen mencoba menarik senjatanya, namun pedang itu terasa seolah tertanam di dalam jepitan dua buah gunung besi.

"Kuali darah, bukan?" Shen Yuan mendongak, menatap Bai Chen dengan mata yang menyala merah. Seulas senyum iblis terukir di wajahnya. "Berterima kasihlah, Tuan Muda Bai Chen. Karena kesombongan dan kebodohanmulah aku bisa mendapatkan tumpangan gratis menembus pertahanan sekte kalian. Sebagai hadiahnya..."

Kraaaak!

Dengan satu putaran pergelangan tangan, Shen Yuan mematahkan pedang pusaka Inti Emas itu menjadi dua bagian!

Sebelum Bai Chen sempat menjerit, tangan kanan Shen Yuan melesat ke depan, langsung menembus dada pemuda berambut perak itu dan mencengkeram tenggorokannya. Shen Yuan mengangkat tubuh Bai Chen ke udara, kaki sang Tuan Muda meronta-ronta tanpa daya di atas lantai.

"Sebagai hadiahnya, aku akan memberimu kematian pertama," bisik Shen Yuan sedingin kutub.

Sutra Penelan Surga, Putaran Mutlak!

"Pamaaaan! Tolooong aaaaaarrrggghhh!"

Jeritan Bai Chen menyayat hati, namun hanya berlangsung selama satu tarikan napas. Pusaran hawa murni merah kehitaman meledak dari telapak tangan Shen Yuan. Inti Emas Tahap Akhir di dalam Dantian Bai Chen disedot dengan rakus, dihancurkan, dan ditarik paksa keluar dari tubuhnya bersama dengan seluruh esensi kehidupan sang Tuan Muda.

Di hadapan pamannya sendiri, tubuh Bai Chen mengering dengan kecepatan mata telanjang. Kulitnya keriput, rambut peraknya rontok menjadi abu, dan ia berubah menjadi kerangka layu yang mengerikan.

Shen Yuan melempar mayat kering itu ke lantai dengan suara berdebum pelan, tepat di depan kaki Bai Luo.

Keheningan yang luar biasa berat menguasai ruang peracikan rahasia tersebut.

Bai Luo menatap kerangka keponakannya. Matanya yang sebelumnya selalu tenang dan tanpa emosi, kini memancarkan cahaya perak yang bergetar. Hawa dingin dari Puncak Neraka Es tiba-tiba meledak, menembus dinding ruangan, membekukan darah setiap binatang buas yang ada di dalam tabung percobaan.

"Kau... membunuh keturunan sedarahku di depan mataku," suara Bai Luo sangat pelan, namun getarannya membuat lantai batu di bawah mereka retak memanjang. Aura dari Ranah Peleburan Jiwa akhirnya dilepaskan sepenuhnya. Udara di dalam ruangan itu berubah menjadi padat, menciptakan tekanan berat ribuan kali lipat yang mencoba meremukkan Shen Yuan.

Di Ranah Peleburan Jiwa, seorang pendekar tidak lagi bertarung dengan hawa murni semata. Niat dan jiwanya telah menyatu dengan alam, mampu menekan jiwa lawannya hingga hancur berkeping-keping.

Namun, Shen Yuan tetap berdiri tegak. Inti Emas Iblis di dalam tubuhnya berputar ganas, melawan tekanan jiwa tersebut dengan aura penelanan mutlak.

Ia tidak lagi menyembunyikan identitasnya. Ia menatap Bai Luo dengan kebencian yang telah ia pupuk selama sepuluh tahun di dasar Sembilan Neraka.

"Sepuluh tahun yang lalu," suara Shen Yuan memecah tekanan mutlak di ruangan itu. "Di sebuah ngarai berbatu yang diguyur hujan di Benua Awan Gelap. Kau mengenakan topeng dewa perak, turun dari langit, dan memenggal leher seorang pria yang sedang berlutut terluka."

Mendengar kalimat itu, mata Bai Luo menyipit. Ingatan masa lalunya berkelebat dengan cepat. "Benua Awan Gelap... Pria yang membawa Peta Makam Tuan Tanah Hantu..." Bai Luo menatap wajah Shen Yuan, melihat garis wajah tegas yang sangat mirip dengan pria yang ia bunuh sepuluh tahun lalu.

"Jadi begitu. Kau adalah putra dari semut bernama Shen Jian itu?!" Bai Luo mendengus dingin, meski keterkejutan melanda hatinya. Bagaimana mungkin seorang bocah cacat dari alam bawah bisa mencapai Ranah Inti Emas dan menyusup ke Benua Pusat dalam waktu sepuluh tahun?!

"Aku adalah Shen Yuan," Shen Yuan merentangkan tangan kanannya ke balik punggungnya, mencengkeram gagang Pecahan Gigi Naga.

Sring!

Pedang patah berkarat seberat lima ribu kati itu dicabut, memancarkan aura kematian dan pembantaian purba yang mengimbangi tekanan dari Ranah Peleburan Jiwa.

"Dulu kau mengatakan bahwa semut dari alam bawah tidak berhak menyentuh warisan langit," Shen Yuan mengangkat pedangnya, mengarahkannya lurus ke dada Bai Luo. Matanya menyala dengan api pembalasan dendam yang tak terpadamkan.

"Hari ini, semut itu datang untuk merobek tenggorokanmu."

1
black swan
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!