NovelToon NovelToon
Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Dokter / Menikah Karena Anak
Popularitas:65.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Saga Mahendra percaya satu hal, pengkhianatan tidak pernah memiliki alasan. Itulah yang ia yakini sejak hari ia melihat Sahira, wanita yang ia cintai, berpelukan dengan sahabatnya sendiri. Sejak saat itu, Saga memilih pergi. Meninggalkan cinta, mimpi, dan masa lalu yang terlalu menyakitkan.

Lima tahun kemudian, ia kembali. Bukan lagi remaja yang rapuh, tapi seorang dokter dengan hati yang telah membeku. Namun, takdir mempermainkannya. Sahira muncul kembali bersama seorang anak berusia empat tahun.

Waktu tidak pernah berbohong. Lalu, siapa ayah dari anak itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Siang itu, suasana ruang makan rumah kecil Sahira terasa hangat dan tenang.

Aroma masakan rumahan memenuhi ruangan sederhana yang menghadap langsung ke laut. Dari jendela terbuka, suara ombak terdengar samar bercampur dengan angin pantai yang berembus pelan.

Di meja makan, Sahira duduk berhadapan dengan Saga.

Sementara, Sahir duduk di antara Saga dan Ririn sambil sibuk makan dengan ocehan kecilnya yang sesekali membuat semua orang tersenyum.

Sedangkan, Revano duduk santai di ujung meja sambil sesekali memperhatikan mereka diam-diam. Karena Lina dan Rani sedang menjaga toko bunga di depan rumah, makan siang kali itu hanya diisi oleh mereka berlima.

“Ayah nanti ikut Sahel main pasil lagi kan?” tanya Sahir polos sambil memegang sendok kecilnya.

Kata ayah masih membuat hati Saga terasa hangat setiap kali mendengarnya. Pria itu tersenyum kecil lalu mengusap kepala anaknya pelan.

“Nanti sore ayah nggak bisa.”

Sahir langsung berhenti makan. “Kenapa?”

Saga menarik napas kecil sebelum menjawab hati-hati, “Ayah harus balik ke Jakarta hari ini.”

Seketika wajah Sahir langsung berubah murung. Bocah itu menatap Saga dengan mata sedih yang membuat dada pria itu langsung terasa sesak.

“Cepet banget…” Suara kecil itu terdengar begitu kecewa.

Saga sampai harus menahan diri untuk tidak langsung membatalkan kepulangannya. “Ayah kerja, Sayang,” ucapnya pelan. “Jadwal cuti ayah juga udah habis.”

Sahir langsung menunduk kecil sambil memainkan nasi di piringnya. “Kalau ayah pelgi…” bocah itu berkata lirih, “nanti balik lagi ndak?”

Pertanyaan sederhana itu membuat suasana meja makan seketika hening beberapa detik.

Saga menatap anaknya lama sebelum akhirnya tersenyum lembut.

“Ayah bakal balik lagi.”

Pria itu menatap Sahir penuh keyakinan. “Karena sekarang rumah ayah ada di sini.”

Jantung Sahira langsung berdetak lebih cepat mendengar ucapan itu. Wanita itu buru-buru menunduk dan berpura-pura fokus mengambil lauk agar tidak terlihat gugup.

Namun, senyum kecil di bibirnya tetap tertangkap oleh Ririn.

Di sisi lain, Revano yang sejak tadi diam akhirnya bersandar santai sambil menatap Saga.

“Jadi…” pria itu mengangkat alis tipis, “kapan rencana kamu nikahin Sahira?”

Sendok di tangan Sahira hampir jatuh. Wanita itu langsung membeku di tempat.

Sementara, Saga terlihat jauh lebih tenang dibanding dirinya. Tatapan pria itu perlahan beralih pada Sahira beberapa detik sebelum menjawab, “secepatnya.”

Jantung Sahira kembali berdetak kacau. Saga melanjutkan dengan nada lebih serius,

“Setelah kondisi ayah membaik.”

Mendengar itu, Revano langsung mengangguk mengerti. Ia memang tahu Tuan Mahendra masuk rumah sakit malam setelah dirinya bertemu dengan Saga di warung Kang Mamang. Dan dari wajah Saga sekarang Revano bisa melihat pria itu benar-benar serius kali ini.

Sore itu, suasana bandara terasa ramai oleh lalu lalang para penumpang. Pengumuman keberangkatan terdengar bersahutan dari pengeras suara, sementara cahaya senja perlahan masuk melalui dinding kaca besar bandara.

Di dekat area keberangkatan domestik, Saga berdiri bersama Sahira, Sahir, Revano, dan Ririn. Tetapi, sejak tiba tadi Sahir sama sekali tidak mau turun dari gendongan Saga.

Bocah kecil itu memeluk leher ayahnya erat sekali seolah takut pria itu benar-benar menghilang jika dilepaskan.

“Ayah jangan pelgi…” Suara kecilnya terdengar lirih penuh ketakutan.

Hati Saga langsung terasa sesak. Pria itu mengusap punggung kecil anaknya pelan sambil mencoba tersenyum tenang.

“Ayah cuma kerja sebentar.”

“Tapi nanti ayah ndak balik lagi…” Mata Sahir mulai berkaca-kaca. “Ayah nanti hilang kayak dulu…” Kalimat polos itu membuat semua orang langsung terdiam. Sahira bahkan langsung menutup mulutnya pelan menahan rasa sesak di dada.

Sementara, Saga benar-benar merasa dihantam rasa bersalah lagi. Pria itu memeluk anaknya lebih erat.

“Dengerin ayah…” Saga menatap wajah kecil itu lembut lalu menyeka air mata Sahir dengan ibu jarinya.

“Ayah nggak bakal ninggalin Sahir lagi.” Tatapan pria itu begitu serius.

“Sekarang ayah udah tahu rumah ayah di mana.”

Air mata Sahir tetap jatuh pelan ketika bocah itu mendengarkan ucapan Saga. Sahira akhirnya mendekat lalu mengusap kepala anaknya lembut.

“Sahir…” ucapnya pelan, “ayah kerja supaya nanti bisa cepet balik lagi ke kita.”

Revano ikut membantu menenangkan.

“Iya,” katanya sambil tersenyum kecil. “Masa jagoan nangis terus?”

Sahir langsung mengusap matanya buru-buru meski bibirnya masih bergetar menahan sedih. Melihat itu, Saga tersenyum kecil penuh haru. Kemudian pria itu perlahan menurunkan Sahir dari gendongannya. Namun, sebelum anak itu kembali menangis Saga berjongkok di depan Sahira. Tatapan keduanya langsung bertemu. Suasana di sekitar mereka mendadak terasa jauh lebih sunyi.

Saga menggenggam tangan Sahira perlahan.

“Tunggu aku balik ke sini.” Jantung Sahira langsung berdetak kacau. Tatapan pria itu begitu hangat dan penuh kesungguhan.

“Aku bakal jemput kalian.” Air mata Sahira perlahan kembali memenuhi matanya.

Saga melanjutkan dengan suara pelan yang sedikit serak, “Dan kali ini…” Pria itu tersenyum tipis. “Aku nggak mau kehilangan kalian lagi.”

Sahir yang berdiri di samping mereka langsung memegang tangan Sahira dan Saga bersamaan. Saga menatap anak dan perempuan di depannya dengan penuh rasa sayang sebelum berkata,

“Aku janji…” Tatapannya tertuju pada Sahira.

“Aku bakal bawa kamu ke sebuah pernikahan.” Air mata Sahira jatuh perlahan.

“Kita bakal jadi keluarga Cemara.”

Sahira langsung menangis pelan sambil menutup mulutnya sendiri.

Sementara, Saga tersenyum lembut lalu mengecup kening Sahir dan menatap mereka sekali lagi sebelum akhirnya melangkah menuju ruang keberangkatan.

Saat Saga hendak masuk ke area check-in untuk mengurus tiket keberangkatannya, tangan kecil Sahir kembali menarik bajunya erat.

“Ayah jangan pergi…” Suara bocah itu mulai pecah oleh tangis. Matanya memerah, air matanya terus jatuh tanpa henti.

Langkah Saga langsung terhenti. Sahir benar-benar tidak mau melepaskan pelukannya kali ini.

Bocah itu memeluk kaki Saga erat sekali seolah takut ayahnya akan hilang begitu saja ketika ia lengah.

“Ayah nanti nggak balik…” Tangisnya makin keras.

“Sahel takut…”

Jantung Saga terasa seperti diremas. Sahira yang melihat itu langsung ikut berkaca-kaca, sementara Ririn memalingkan wajah pelan menahan haru. Revano akhirnya maju mencoba mengangkat Sahir.

“Ayo, jagoan…”

Sahir malah menangis semakin keras sambil meraih Saga lagi.

“Ndak mau!”

Tubuh kecilnya meronta dalam pelukan Revano.

“Aku mau ayah!”

Suasana di sekitar mereka mulai menarik perhatian beberapa orang. Saga menutup matanya sejenak menahan sesak di dada sebelum akhirnya kembali mendekat dan memeluk anaknya erat.

“Ayah pasti balik.” Suara pria itu mulai serak.

“Demi Sahir.”

Bocah itu masih menangis tersedu-sedu di pelukannya. Saga benar-benar merasakan beratnya meninggalkan anak sendiri.

Revano akhirnya membantu menenangkan Sahir perlahan.

“Ayah kerja dulu,” ucapnya sabar. “Nanti ayah balik lagi.”

Butuh beberapa menit sampai akhirnya Sahir sedikit tenang meski tangis kecilnya masih terdengar. Revano lalu membawa bocah itu menjauh pelan bersama Ririn agar Saga bisa masuk ke area keberangkatan.

Namun, sebelum pergi Saga kembali menoleh pada Sahira yang sejak tadi berdiri diam sambil menahan air mata.

Saga melangkah mendekat perlahan.

“Sahira…” Suara pria itu terdengar rendah dan penuh emosi.

“Aku boleh peluk kamu?”

Jantung Sahira langsung berdetak kacau. Wanita itu menatap Saga beberapa detik sebelum akhirnya mengangguk pelan. Saga langsung menarik tubuh Sahira ke dalam pelukannya. Pelukan yang hangat sampai membuat Sahira hampir menangis lagi.

Pria itu memeluknya erat seolah tidak ingin melepas.

“Aku minta satu bulan.” Suara Saga terdengar lirih di dekat telinganya.

“Aku bakal urus semuanya di Jakarta.”

Tangannya mengusap rambut Sahira pelan. Air mata Sahira jatuh perlahan. Sementara Saga menahan napasnya sendiri sebelum kembali berkata,

“Tolong tunggu aku.”

Pelukan itu terasa begitu penuh penyesalan dan kerinduan yang tertahan selama lima tahun. Dan saat Saga akhirnya melepaskan pelukan itu tatapan pria tersebut masih penuh keyakinan. Seolah kali ini tidak ada lagi yang bisa memisahkan mereka.

1
neny
bagus cerita nya,,merelakan orang yg kita cintai sukses emng perlu pengorbanan,,disini pengorbanan sahira sangat besar buat saga
neny
semoga ya kak,,kasihan sahir,,anak itu butuh ayah nya,,jng sampe rencana clara berhasil memisahkan mereka,,aq baca nya sesak banget di dada😭😭
Dew666
🎈🎈🎈
TiWi
Clara terobsesi, itu bukan cinta.
orang yang terobsesi bisa melakukan hal yang sangat berbahaya.
TiWi
Clara berbahaya, dia bisa nyuruh orang buat celakain Sahira dan Sahir.....ayo Aldi jujur sama dokter Mario, terus kasih tau Saga biar waspada
Nar Sih
😭😭😭sahir ya yg gk mau ditinggal ayah nya ,sabar sahira dan sahir pasti ayah saga cpt balik lgi
Lilik24
gak tau aja si saga lagi ditunggu sama ulat bulu
Tri Handayani
Thorrr...jangan buat rencana clara berhasil dong,,kasian sahira udah lama hidupnya menderita.
Ita rahmawati
jgnkan sebulan 5 th geh kamu masih ditunggu SM Sahira 🤭
Ita rahmawati
a knpa sih aldi kok mau bantu Clara,,apakah dia ada rasa ke Clara atau di. Clara tau rahasianya mungkin 🤣
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
semoga lancar segala urusan ya saga,biar cepat jemput sahir dan sahira
iqha_24
masih ada rintangan lagi
Silvia
ceritanya bagus
mama
ikut meweeek ya Alloh😭🤣.. semoga aj clara gk bikin ulah,dan saga nepati janjiny buat balik lagi..klu smpe clara bikin ulah aq pastikan saga gk bakal balik lgi ke sahira..pasti beribu rencana jahat bakal di lakuin tu si clara..karakter saga ny di bikin tegas donk kak😄
dewi: iy kk jgn lembek bgt saga nya smg sahira bisa bersatu dng saga
total 1 replies
Esther
Semoga semesta segera mengabulkan keinginanmu Saga.
Takut kalau keluarga tiri dan Clara menemukan mereka di bali
zh4insu
Kamu bapaknya,,, 😁
dyah EkaPratiwi
semoga Aldo g bisa nemuin Sahira di bali
Lilik24
kasih tau dong ke keluarga gimana clara biar gak tambah semena2 gitu
Nar Sih
jujur aja aldi dgn saga atau org tua nya bilang ini rencana clara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!