Mengisahkan seorang gadis yang berjuang membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya
Di umurnya yang ke 25 tahun, dia harus rela menyandang status sebagai janda.
Bagaimana kisah selanjutnya Sob.
Tetep pantengin nih novel, karena author insya alloh akan rajin update.
Budayakan tinggalkan Like and comment, karena itu sangat berarti for Author.
By. YINGJUN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BUANG DUIT
Setelah mendengar kisah tragis yang menimpa kekasihnya, Mochamad Jon Abdillah, atau yang biasa kita panggil Jon, bertekad dalam hatinya bahwa ia akan membahagiakan Lusiana sampai akhir hayatnya.
Tok.. Tok.. Tok..
"Lusi apa kau baik baik saja? "tanya Jon sambil mengetuk pintu.
Beberapa saat suasana pagi itu sangat hening, tak ada sahutan terdengar dari dalam kamar Lusi.
"Lusi apa kau mendengarku? "ucap Jon yang masih mengetuk ngetuk pintunya.
Ckrek….
"Aku tidak apa apa Tuan"jawab Lusi dengan muka yang masih terlihat sembab.
Juna kecil akhirnya muncul dari belakang kaki Lusi, dia mencoba melebarkan pintu yang memang sengaja Lusi buka sedikit agar Jon tidak masuk ke dalam kamarnya.
"Papapa.. "ucap Juna sambil menengadahkan kedua tanganya pada Jon.
"Hei…. anak tampan, kau masih ingin bermain denganku"tanya Jon sambil mencium pipi juna yang gembul.
Jon mendekatkan telinganya pada Juna mencoba mendengar jawaban apa yang akan terlontar dari celotehnya Juna.
"Ohhh….aku mengerti, kau ingin bermain"jawab Jon yang mencoba menerka nerka arti dari ucapan Juna.
"Lusi sehabis sarapan gantilah pakaianmu"titah Jon pada Lusi.
"Memangnya kita mau kemana Tuan"tanya Lusi yang masih belum mengerti.
"Apa kau tidak mendengar kalau Juna ingin bermain ke kios city"Jawab Jon sambil menatap Juna.
"Benarkah Juna"tanya Lusi mencari kebenaran pada mata Juna.
"Ya.. ya.. ya.. he.. he"jawab Juna dengan riangnya.
Lusi dan Jon akhirnya tertawa mendengar celotehan dari mulut kecilnya yang tidak sangkanya itu.
Setelah menyelesaikan Sarapanya, Jon memenuhi janjinya mengajak Juna bermain ke kid city, Jon mengajak Jumira beserta Lusi untuk bersenang-senang hari itu.
Sungguh hari yang melelahkan bagi Jon, seharian dia mengikuti semua keinginan yang di minta Juna.
"Haruhhhhh"Jon membuang nafas kasarnya.
"Maafkan saya Tuan, karena Juna Tuan menjadi kelelahan"ucap Lusi yang merasa tidak enak pada Jon.
"Lusi berhentilah memanggilku Tuan!!karena sekarang kau adalah kekasihku"tegas Jon
Seketika jantung Lusi menjadi tidak sehat dan wajahnya pun menjadi merah seperti kepiting rebus.
John yang menyadari Lusi merasa malu dengan cepat mendaratkan ciuman kecil di pipinya Lusi.
"Ayo kita makan"Ajak Jon sambil menggandeng Lusi yang masih terdiam terpaku.
Tak berselang lama akhirnya Jumira keluar dari toilet sambil menggendong Juna.
"Bu kita makan dulu yah, seharian kita belum makan"pinta Jon pada Jumira.
"Ayok Ibu juga sudah lapar"jawabnya sambil tertawa .
Setelah selesai dengan makan makanya, Kini Jon berpindah area, Jon mengajak mereka pergi berbelanja ke mall.
"Pilihlah yang kalian suka"titah Jon pada Jumira dan Lusi.
"Terima kasih Tuan"jawab Jumira.
"Ibu tak perlu sungkan seperti itu padaku"jawab Jon sambil mengeluarkan dompetnya.
"Gunakan ini sesuka hatimu Lusi"ucap Jon sambil memberikan unlimited platinum pada Lusi.
Belum sempat mengucapkan rasa terima kasihnya Lusi kepada Jon, tetapi Jon malah pamit keluar sebentar dengan alasan keperluan mendadak, dan nanti dia akan kembali.
Tak ingin membuang waktu Jon langsung meluncur ke lantai atas mall tersebut menuju toko perhiasan.
Di lain tempat Lusi dan Jumira sedang sibuk memilih milih baju yang yang mereka suka.
Lusi melihat satu gaun yang sangat cantik dengan motif bunga yang sederhana, tetapi dia terperanjak kaget setelah dia melihat price tagnya.
"Busyeeeetttt yang benar saja"ucapan itu lolos dari mulutnya.
Pelayan yang tidak sengaja mendengar ucapan Lusi perlahan menghampiri.
"Ada yang bisa saya bantu Nona"tanya pelayan itu dengan ramah.
"Ti.. tidak mba"jawab lusi sambil menutup senyum malunya dengan tangan yang masih memegang unlimited cardnya itu.
Si pelayan terperanjak kaget melihat Lusi yang memegangi kartu yang memang tidak sembarang orang bisa memilikinya.
"Ini saatnya aku mencari point"batin pelayan itu.
Si pelayan dengan keramah tamahannya mengajak Lusi berpindah untuk melihat lihat gaun lain yang indah dari tempat sebelumnya.
"Ini dia.. sepertinya ini sangat cocok untuk nona yang berwajah cantik dan berkulit putih"ucap pelayan itu sambil memberikan gaun yang di ambilnya untuk di coba Lusi.
"Anda bisa mencobanya di sana nona"ucap pelayan itu menunjuk ke arah fiting room.
Di dalam fiting room Lusi memutar mutarkan badanya di depan cermin.
"Bagus… sih, tapi harganya mahal banget"batin Lusi sambi melihat price tagnya.
Sementara Jumira masih terlihat seperti orang yang kehilangan arah dan tujuanya.
Jumira masih mencari cari Lusi yang tiba tiba hilang dari pandanganya, dia mencari kesana kemari ke tempat terakhir memilih gaun.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya? "tanya pelayan pada Jumira yang masih terlihat bingung.
"Maaf mba, saya mencari seseorang yang tadi bersama saya disini"tanya Jumira sambil menjelaskan ciri ciri Lusi kepada pelayan tersebut.
"Ouwh nona itu, di sebelah sana nyonya "ucap pelayan itu sambil mengajak Jumira ke tempat Lusi berada.
"Ibu tunggu disini saja, nona yang ibu cari sedang di dalam fitting room"ucapnya pelayan.
"Terima kasih mba"ucap Jumira sambil duduk menunggu.
Tak berselang lama Lusi keluar dari ruang gantinya dengan gaun yang baru di pilihnya.
"Lusi… kamu cantik sekali nak"Puji Jumira.
"Masa sih Bu"jawab Lusi yang masih belum percaya.
"Betul nona, anda terlihat sangat cantik dengan gaun itu"timpal pelayan itu.
"Terima kasih mba"membalas pujian pelayan.
"Apakah sudah dapat blanjaanya? "tanya Lusi.
"Sudah"jawabnya sambil memperlihatkan beberapa paper bag pada Lusi.
"Baiklah mba, tolong yang tadi saya dan ibu saya pilih segera di packing ya"pinta Lusi pada pelayan tersebut.
"Baik nona"Pelayan dengan segera memacking semua yang telah di katakan Lusi.
"Ini nona, untuk pembayaranya anda bisa ke kasir, di sebelah sana"ucapnya sambil memberikan belanjaan yang telah beli Lusi.
Lusi pun berlalu menuju tempat dimana kasir itu berada.
"Silahkan nona Cash atau non cash"tanya kasir tersebut pada Lusi.
"Bisakah saya menggunakan ini"ucap Lusi sambil memberikan platinum card unlimited.
"Tentu saja Nona"jawab kasir tersebut.
Tak berselang lama kasir tersebut pun mengembalikan Kartu unlimitednya kepada Lusi.
"Terima telah berbelanja di tempat kami"ucap pelayan tersebut.
Lusi tersenyum dan mengajak Jumira untuk kembali ke tempat dimana Jon pamit.
"Hi maaf, membuat kalian menunggu"ucap Jon yang entah darimana datangnya.
"Apakah Tuan sudah selesai"tanya Lusi dengan ragu.
"Sudah baiklah ayo kita pulang"ajak Jon pada Lusi dan Jumira.
GOOD😳❤
Semangat!🙏🙏🙏❤❤
sm dgn kenyataan hidup.disaat keingnan tercapai disertai kehilangan yg lain