NovelToon NovelToon
"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: acep maulana

PENGUMUMAN PENTING!

Saya Acep Maulana memohon maaf kepada para pembaca. Karena satu dan novel ini akan saya Remake Total.
Saya sadar masih banyak belajar sebagai pemula, dan saya ingin memberikan karya yang lebih layak untuk kalian baca. Versi baru akan segera hadir dengan judul yang sama namun dengan kualitas tulisan yang jauh lebih baik.

Sampai jumpa di versi terbaru yang lebih bar-bar!

‎"Sial beneran! Erika, mantan agen rahasia yang energinya tak habis-habis, malah transmigrasi ke dalam novel tragis menjadi Rosalind von Astride, sang Putri Terbuang yang lemah dan sakit-sakitan!
‎Lebih parahnya lagi, keluarganya adalah kumpulan orang 'Tampan tapi Telmi (Telat Mikir)' yang ditakdirkan hancur total dalam dua tahun. Beruntung, Erika punya Sistem Makan Melon (Gosip) yang bisa membongkar semua rahasia musuh.
‎Sambil menikmati martabak diskon dari Ruang Sistem, Erika bertekad merombak takdir tragis keluarganya. Tapi masalahnya... radio batin Erika ternyata bocor ke seluruh keluarganya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 Eksodus Massal Para Pendosa

​​Suasana di dalam paviliun yang pengap itu mendadak berubah dari ruang pengadilan menjadi medan perang saraf yang melumpuhkan. duke Lyon Wiraatmadja, pria yang biasanya tak gentar menghadapi ribuan ujung tombak di garis depan, kini merasakan kakinya seringan kapas. Setiap inci saraf di otaknya masih berdenyut, mengulang-ulang suara batin Rosalind yang membongkar pengkhianatan Pangeran ke-3 dan nasib tragis keluarganya.

​"K-kami... kami akan memberikan izin padamu untuk istirahat sejenak, Rosalind," ucap Duke Lyon dengan suara yang terbata-bata, sebuah kejadian langka yang belum pernah dilihat oleh para bawahannya.

​Lyon segera memutar tubuhnya, jubah bulu hitamnya berkibar saat ia memberi kode keras pada ksatria pengawal pribadinya yang berjaga di luar pintu. "Pindahkan putriku ke kediaman utama! SEKARANG! Siapkan Paviliun Musim Semi yang paling mewah, yang dekat dengan kamarku! Panggil dokter terbaik di kekaisaran, jika perlu seret Tabib Agung dari istana! Jangan ada satu pun debu yang menyentuh kulitnya!"

​Mendengar perintah itu, seolah-olah sebuah pelatuk telah ditarik. Anggota keluarga Wiraatmadja yang lain tidak lagi punya kekuatan untuk sekadar berdiri tegak di sana. Mereka semua berhamburan keluar dari ruangan sempit itu seperti gerombolan orang yang dikejar setan penagih nyawa. Mereka harus segera menjauh, bukan karena benci, tapi karena mereka tidak sanggup lagi mendengar "suara kebenaran" yang menguliti dosa-dosa mereka satu per satu.

​Rosalind , yang masih berbaring di tempat tidur reot itu, hanya bisa mengerutkan keningnya yang pucat. Ia menatap punggung-punggung bangsawan yang lari terbirit-birit itu dengan tatapan bingung yang sangat murni.

​[ (Rosalind):]

​["Lho? Kok mereka semua lari tunggang langgang begitu? Kayak habis liat penampakan siluman babi di siang bolong saja. Terus tadi si Ayah bilang apa? Pindah ke paviliun bagus? Pakai dokter terbaik? Wah, fix... ini keluarga beneran aneh banget! Perasaanku mulai tidak enak. Tadi mukanya pucat kayak mayat, sekarang malah mendadak loyal kasih fasilitas mewah."]

​Rosalind membetulkan letak selimutnya yang kasar sambil mendengus sinis dalam pikirannya.

​[ (Rosalind):]

[​"Jangan-jangan... ini strategi 'digemukkan sebelum disembelih'? Iya, benar! Ini pasti rencana busuk mereka untuk memanjakan aku dulu supaya kulitku glowing dan badanku berisi, lalu setelah itu aku bakal dijual ke kerajaan tetangga yang raja-rajanya hobi koleksi selir! Mereka pasti mau menjual aku supaya bisa melunasi utang atau cari dukungan politik tambahan. Hahaha! Kocak banget keluargaku ini, dari penindas mendadak jadi pedagang manusia! Dasar sekumpulan bangsawan licik!"]

​Peri Nana muncul lagi secara tiba-tiba di depan hidung Rosalind . Kali ini, peri kecil itu sedang asyik memegang sepotong melon kecil yang tampak sangat segar, yang entah ia ambil dari supermarket dimensi mana.

{​"Aduh, Nona! Imajinasi liar Anda ini benar-benar bikin saya pengen pensiun dini jadi sistem!}" seru Nana sambil menggigit melonnya dengan lahap. "{Dijual ke kerajaan lain? Yang benar saja! Nona, mereka itu sedang ketakutan setengah mati karena rahasia busuk mereka ketahuan. Itu namanya mereka mulai sadar dan ingin menyayangi Nona karena takut Nona membocorkan lebih banyak lagi!}"

[​"Sayang? Jangan bercanda, Lalat Melon!"] balas Rosalind dalam hati. ["Di dunia intelijen, tidak ada yang namanya kasih sayang mendadak tanpa motif. Kita lihat saja nanti sehebat apa akting mereka di paviliun baru."]

​Sementara itu, di lorong menuju kediaman utama, rombongan keluarga Duke bergerak seperti badai yang kacau. Mereka berhenti di aula besar, memastikan pintu tertutup rapat sebelum ledakan emosi terjadi.

​Duke Lyon bersandar pada pilar marmer, napasnya memburu. "Pangeran ke-3... beraninya dia merencanakan fitnah itu padaku. Dan asisten Hans... aku akan memenggalnya malam ini juga."

​Duchess Elena menangkup wajahnya yang basah oleh air mata. "Lyon, suara itu... suara Rosalind bilang aku akan mati diracun oleh maidku sendiri. Aku tidak berani kembali ke kamarku sekarang. Aku merasa setiap pelayan adalah pembunuh!"

​Ekspresi Elena adalah ketakutan yang murni; ia menatap tangannya yang pucat seolah-olah ia sudah bisa melihat urat-uratnya berubah menjadi perak akibat racun yang disebutkan Rosalind tadi.

​Xander, sang ksatria perak, mengepalkan tinjunya hingga terdengar derak tulang. "Lady Isabella... aku telah menghancurkan hatinya hanya karena fitnah Seraphina. Dan aku... aku akan mati memakan daging kudaku sendiri di utara?" Wajah Xander yang biasanya sombong kini tampak hancur, penuh dengan rasa malu yang mendalam karena disebut 'kanebo kering yang bodoh' oleh adiknya sendiri.

​Evelyn jatuh terduduk di kursi panjang, menatap kosong ke lantai. "Aku akan memberikan surat pemberontakan palsu karena mengiranya surat cinta? Bagaimana bisa aku sebodoh itu? Aku hampir menghancurkan seluruh klan ini hanya karena perasaan picisan..." Evelyn terlihat sangat terguncang, ia terus meremas gaunnya, menyadari bahwa kecantikannya tidak diimbangi dengan kewaspadaan.

​Di sudut lain, Julian tampak yang paling mengenaskan. Ia berlutut di depan istrinya, Lady Clara, yang masih terisak pelan. Julian mencengkeram tangan Clara dengan gemetar. "Clara... maafkan aku. Aku tidak tahu tentang Ricardo. Aku tidak tahu kau menanggung semuanya sendirian demi melindungi mu dari tuduhan pelecehan ayahmu. Aku... aku benar-benar suami yang sampah." Julian menangis, wajah pesoleknya kini berantakan oleh penyesalan.

​Lady Clara menatap suaminya dengan tatapan bingung sekaligus haru. Bibirnya bergetar, "Julian... jadi kau benar-benar mendengar suara itu juga? Suara Rosalind yang mengatakan bahwa aku tidak bersalah?" Clara merasa beban seberat gunung yang menindih bahunya selama sebulan ini mendadak terangkat, meski ia masih merasa canggung dengan perubahan mendadak suaminya.

​Tidak ketinggalan, Paman Baskara dan Bibi Ratna saling berpegangan tangan dengan wajah pucat pasi.

"Ratna, investasi tambang emas itu... Lady Seraphina benar-benar menipu kita!" desis Baskara. "Dan asisten Hans... jika benar dia mata-mata, kita akan dipenggal bersama!"

Ratna hanya bisa terisak, "Aku pikir dia teman baikku... ternyata dia hanya ingin memakan harta kita sampai ludes. Oh, Dewa... bagaimana Rosalind bisa tahu hal sespesifik itu?"

​Celine yang biasanya sangat angkuh, kini terus menempelkan sapu tangan ke mulutnya agar tidak berteriak histeris. "Kebakaran di Academia... Pangeran kerajaan tetangga akan mati dan aku jadi kambing hitamnya? Aku tidak mau ke sekolah lagi! Aku mau di rumah saja selamanya!"

​Keluarga besar itu saling pandang dengan ekspresi yang sama: Horor. Mereka baru saja menyadari bahwa putri yang mereka anggap "sampah" dan "tidak berguna" adalah satu-satunya orang yang memegang peta takdir mereka.

​Tiba-tiba, suara batin Rosalind kembali bergema di kepala mereka semua, meski jarak mereka sudah cukup jauh dari paviliun lama. Sepertinya jangkauan sistem Nana semakin menguat seiring dengan meningkatnya status fisik Rosalind .

​[ (Rosalind):]

[​"Hadeh... ini kenapa ya detak jantung keluargaku di radar sistem masih berdetak kencang semua? Apa mereka lagi lomba lari estafet? Atau jangan-jangan mereka lagi rapat pembagian harta warisanku kalau aku beneran dijual nanti? Wah, parah sih kalau beneran begitu. Ayah Lyon pasti lagi menghitung berapa keping emas yang bisa didapat dari rambut perakku. Kak Xander pasti lagi mikir berapa zirah baru yang bisa dibeli dari hasil penjualanku. Benar-benar keluarga kapitalis berkedok bangsawan!"]

​Duke Lyon hampir tersedak ludahnya sendiri mendengar tuduhan 'kapitalis' itu. Ia memegang dadanya yang sesak. "Rosalind, demi Dewa... Ayah sedang berusaha menyelamatkanmu dan menyelamatkan kita semua dari hukuman gantung, dan kau malah mengira Ayah sedang jualan rambutmu?!" batin Lyon dalam keputusasaan yang luar biasa.

​Xander yang mendengar batin Rosalind tentang 'zirah baru dari hasil penjualan adiknya' langsung tertunduk lesu. Ia merasa martabatnya sebagai ksatria telah diinjak-injak sampai ke dasar bumi oleh pikiran adiknya sendiri.

​[ (Rosalind):]

["Dan si Kakak Kedua, Evelyn... pasti dia lagi senyum-senyum karena saingannya di rumah ini bakal berkurang satu. 'Oh, syukurlah Rosalind pergi, jadi tidak ada lagi yang melihatku bucin ke Pangeran palsu itu'. Cih, dasar cewek kurang literasi! Harusnya dia belajar cara mendeteksi red flag, bukan malah belajar cara dandan yang menor!"]

​Evelyn yang mendengar itu langsung menunduk malu, menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Aku janji akan membaca semua buku strategi di perpustakaan, Rosalind! Berhentilah menyebutku kurang literasi!"

​Keluarga Wiraatmadja benar-benar berada di ambang kegilaan. Mereka sadar, mulai detik ini, hidup mereka tidak akan pernah sama lagi. Mereka tidak hanya harus menghadapi musuh di luar, tetapi mereka juga harus menghadapi 'siaran langsung' dari batin Rosalind yang penuh dengan hujatan, sarkasme, dan informasi masa depan yang mematikan.

​"Mulai hari ini," Duke Lyon berkata dengan nada rendah yang mutlak. "Tidak ada yang boleh menyinggung Rosalind. Siapkan pesta penyambutan kecil-kecilan di kediaman utama. Dan pastikan... pastikan tidak ada seorang pun yang berpikir buruk tentangnya, atau suara batinnya akan menghancurkan kita semua sebelum musuh sempat melakukannya."

​Mereka semua mengangguk serentak, kompak dalam ketakutan yang sama. Di paviliun lama, (Rosalind) sedang bersiap-siap untuk pindah, tanpa tahu bahwa ia baru saja menjadi penguasa absolut di kediaman Wiraatmadja hanya dengan kekuatan batinnya.

1
Manusia Ikan
sistem b like :
Manusia Ikan
ooh ada sistem nya😏👍
Manusia Ikan
bro kena mag :v
Manusia Ikan
jangan remehkan kekuatan dari lantai yang licin di kamar mandi😂
Manusia Ikan
ah biasa ini mah😏
Rina Yuli
celana dalam lagi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
urusan celana dalam pakek mau dibongkar segala lagi 🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
acep maulana
sama 2 kk maaf kalau cerita sebelumnya saya hapus 🤣🤣🤣🤣
acep maulana: rekomendasi untuk bab berikutnya hehehe
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Manusia Ikan: hadir thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!